NovelToon NovelToon
Jodoh Istri Kedua

Jodoh Istri Kedua

Status: tamat
Genre:Patahhati / Poligami / Obsesi / Dendam Kesumat / Suami Tak Berguna / POV Pelakor / Tamat
Popularitas:742.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ye Sha

Salma gadis berusia 28 tahun sering jadi gunjingan karena belum juga menikah padahal kedua adiknya sudah berkeluarga. Hanya ibunya yang selalu memberinya kekuatan untuk tetap menatap masa depan dengan optimis dan yakin suatu hari jodohnya akan datang.

Suatu hari saudara sepupunya datang dan memintanya untuk menjadi madunya. Walau sudah berusaha untuk menolak namun akhirnya ia pun menerimanya karena merasa kasihan pada sepupunya itu. Namun bukan pernikahan bahagia yang di alaminya tapi penuh dengan neraka karena suaminya membencinya.

Dan kepedihannya bertambah manakala ia mengetahui bahwa kehidupan bak di neraka yang dialaminya ternyata sudah direncakan seseorang untuk membalas dendam padanya. Akankah ia mempertahankan pernikahannya atau menyerah dan memilih berpisah? Dan siapakah orang yang begitu dendam padanya hingga ingin menghancurkan hidupnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ye Sha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semua Tahu

Sesampainya di rumah sakit bu Rahma berserta rombongan segera menuju ruang perawatan Salma. Di sana sudah terlihat Amran dan mama Aya yang baru saja kembali dari musholla. Sedang Nadia tidak terlihat batang hidungnya.

"Bagaimana keadaan anak saya mbak?" tanya bu Rahma pada mama Aya.

"Kata dokter Salma sudah melewati masa kritisnya dan kita tinggal menunggu dia sadar" kata mama Aya.

"Maafkan saya mbak ... karena saya Salma jadi seperti ini" sambung mama Aya dengan mata berkaca-kaca.

"Maksud mbak apa?"

"Salma kecelakaan karena saya menyuruhnya pulang ke rumah mbak... saya fikir sejak menikah belum sekali pun ia menjenguk mbak... jadi mungkin saja dia rindu pulang tapi tak mau bilang" terang mama Aya sambil sesenggukan.

Ibu Rahma tersenyum.

"Itu bukan salahnya mbak... tapi sudah takdir dari Allah. Malah saya berterima kasih mbak sudah memperhatikan Salma..." ucapnya lalu memeluk tubuh besannya itu.

Kedua wanita itu tampak berusaha saling menguatkan. Melihat itu kedua orang tua Nadia merasa sedikit tidak enak karena sedari tadi putri mereka tak menampakkan wajahnya. Padahal mereka tahu jika selama ini Amran tinggal bersama dengan kedua istrinya. Jadi tidak mungkin jika Nadia tidak tahu kalau Salma mengalami kecelakaan.

"Maaf nak Amran... dimana Nadia?" tanya pak Karno.

Belum sempat Amran menjawab tiba-tiba Nadia sudah muncul di sana. Tampak wajah Nadia yang masih sembab akibat menangis. Jika orang lain mengira Nadia menangisi Salma maka tidak dengan Amran dan juga mama Aya. Keduanya tahu jika Nadia menangis karena rahasianya telah terbongkar oleh keduanya. Namun karena situasi yang tidak memungkinkan maka keduanya tidak membahas hal itu pada yang lain.

"Aku ingin menemui putriku mbak..." kata bu Rahma pada mama Aya.

"Baiklah ... tapi kata dokter tak boleh lebih dari satu orang pengunjung" sahut mama Aya.

Lalu mama Aya pun mempersilahkan bu Rahma untuk menjenguk Salma terlebih dahulu. Dengan perlahan bu Rahma masuk ke dalam kamar perawatan Salma. Tampak putrinya itu terlelap dengan kepala tertutup perban dan alat bantu pernafasan menempel dimulutnya. Wajahnya pun terlihat lebam akibat terbentur badan mobil yang dinaikinya. Dengan lembut diusapnya wajah Salma yang terlihat pucat.

"Ibu sudah disini nak..." bisiknya di dekat telinga Salma.

Air mata bu Rahma tak berhenti menetes melihat keadaan Salma yang menyedihkan. Sementara di luar ruangan terlihat Amran yang sama sekali tak mau berada di dekat Nadia dan lebih memilih duduk berdekatan dengan para pria. Begitu pun mama Aya yang seakan tak melihat Nadia di sana.

Sikap keduanya tak urung tertangkap oleh kedua orang tua Nadia. Apalagi melihat sikap Nadia yang sepertinya tertekan. Perlahan bu Dian ibu Nadia mendekati putrinya yang duduk agak menjauh dari semuanya.

"Kamu kenapa nak? apa ada masalah antara kamu dengan suamimu juga mertuamu?" tanyanya hati-hati.

Bukannya menjawab Nadia malah menangis sesenggukan yang membuat semua orang disana kaget. Apalagi mama Aya dan Amran yang sudah muak dengan drama Nadia.

"Apa kau akan menceritakannya sendiri atau kami yang harus menceritakan semuanya tentang kelakuanmu?" kata mama Aya yang sudah mulai emosi.

Bukannya menjawab tangis Nadia justru semakin menjadi.

"Baiklah jika itu yang kamu mau..." ucap mama Aya yang kemudian langsung menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi.

Bahkan kesalahan putranya pun ia ceritakan agar tak seorang pun yang menganggap ia pilih kasih terhadap anak dan menantunya itu. Semua orang terdiam tak menyangka jika Nadia bisa berbuat sekeji itu. Bu Rahma yang baru keluar dari ruang perawatan Salma pun ikut terkejut saat tak sengaja mendengar penuturan mama Aya. Ia tak menyangka jika Nadia menyimpan dendam pada putrinya. Bahkan pak Karno yang notabene adalah ayah Nadia pun tampak tak dapat menyembunyikan rasa malu dan juga geramnya pada anaknya itu.

"Kau sungguh sudah sangat keterlaluan Nadia... mempermainkan pernikahan demi balas dendam yang tak masuk akal" kata pak Karno yang berusaha menahan amarahnya.

"Tapi ini semua juga karena kalian ... yang selalu menganggap Salma sebagai gadis paling baik dan selalu memujinya..." ucap Nadia yang masih mengikuti egonya.

"Tentu saja ia gadis yang baik... bukan seperti kamu yang tak tahu balas budi!" kini bu Dian ikut bicara.

"Semua memang salah kami tak memberitahumu bahwa Salma yang telah menyelamatkan nyawamu saat kau kritis dulu..." sambungnya terisak pelan.

"Apa maksud ibu?" ucap Nadia yang kini menoleh ke arah ibunya dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Ya saat kau kecelakaan dan kritis serta membutuhkan donor darah ... Salma lah yang mendonorkan darahnya untuk kamu bahkan sampai dua kantong... padahal itu cukup beresiko untuknya. Ayahmu yang golongan darahnya sama denganmu saat itu masih dinas di luar kota jadi tidak bisa cepat pulang" terang bu Dian menatap putrinya tajam.

Ia tak menyangka caranya dan juga suaminya dalam mendidik Nadia dengan memenuhi semua permintaannya ternyata salah sehingga membuat putri mereka satu-satunya itu menjadi sosok yang egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain.

"Aku malu mbak... pada kalian semua" kata pak Karno dengan wajah tertunduk.

"Apapun yang akan nak Amran putuskan atas kesalahan Nadia ... bapak akan menerimanya karena perbuatannya sudah sangat keterlaluan..." sambungnya.

Bu Dian pun langsung mengelus pundak suaminya berusaha memberi kekuatan. Keduanya sudah merasa tak punya muka lagi dihadapan semuanya.

Nadia yang baru saja mengetahui kenyataan bahwa di dalam tubuhnya juga mengalir darah Salma merasa sangat syok. Ia yang selama ini sangat membenci gadis itu bagaimana bisa tubuhnya menerima pemberian dari Salma. Haruskah ia mengeluarkan darah yang ada di dalam tubuhnya agar tak ada rasa bersalah dan hutang budi yang kini mulai hadir didalam hatinya? Ya ... bukannya menyesal karena telah melakukan kesalahan ia malah mencari cara agar tak ada rasa bersalah yang menyangkut pautkannya dengan Salma. Tapi untuk melakukan itu Nadia tak punya nyali. Jangankan mengeluarkan darah sebanyak yang Salma berikan padanya ... untuk melihat jarum suntik menancap di tubuhnya pun ia tak berani.

Wajah Nadia yang tertunduk bukan karena penyesalannya atas apa yang telah ia lakukan tapi karena ia sedang mencari cara agar bisa lolos dan mendapatkan kembali simpati dari semua orang.

"Sudahlah... ini rumah sakit, lebih baik untuk masalah ini kita bicarakan saja nanti di rumah saya" ucap mama Aya yang langsung di setujui semua orang.

"Ibu sudah selesai melihat kak Salma?" tanya Shania saat melihat ibunya sudah berdiri di depan kamar perawatan Salma.

Bu Rahma hanya mengangguk karena hatinya sudah sangat lelah setelah tahu penderitaan yang dialami putrinya selama ini. Shania pun memapah ibunya untuk duduk di kursi tunggu. Sedang mama Aya segera masuk ke dalam untuk melihat Salma.

Semua orang hanya terdiam dengan pemikiran masing-masing setelah kejadian barusan. Danu suami Shania sengaja mengajak Amran keluar untuk berbicara berdua. Ia tahu jika ia tak berhak untuk menghakimi tapi Salma sudah seperti kakak kandungnya sendiri hingga ia tak rela jika kakak iparnya itu menderita.

"Mas sekarang apa yang akan mas lakukan? apakah mas akan mempertahankan kedua istri mas itu ataukah melepaskan salah satu diantaranya?" tanyanya pada Amran langsung.

Ia memang tak pernah ingin bertele-tele dalam setiap urusannya apalagi ini menyangkut kebahagiaan kakak iparnya yang pasti juga akan mempengaruhi istrinya.

"Aku belum tahu Dan... sejujurnya kini aku mulai mencintai Salma dan ingin bersamanya tapi kau tahu Nadia... dia bisa berbuat senekat ini hanya karena cinta pertamanya..." Amran menjeda kalimatnya dan menghela nafas berat.

"Aku takut ia akan semakin nekat jika tahu aku mulai mencintai Salma. Aku takut jika ia akan menyakiti gadis itu lebih dari yang kemarin ia lakukan" sambungnya sambil menatap kosong ke arah taman rumah sakit.

"Aku faham kak... tapi jika hal ini sampai berlarut-larut maka kak Salma lah yang akan paling terluka karena sudah pasti ia yang akan selalu mengalah" ungkap Danu yang sudah sangat faham dengan sifat kakak iparnya itu.

"Aku tahu..." sahut Amran sambil mengusak rambutnya.

Andai saja ia tak lemah dan menolak permintaan Nadia sejak awal mungkin saat ini tak satu pun diantara mereka yang akan terluka.

Di ruang perawatan Salma tampak mama Aya berusaha untuk tegar saat melihat keadaan Salma yang parah.

"Cepatlah sadar Salma.... mama kangen dengan kelembutan dan kesabaranmu menemani mama yang cerewet ini..." ucapnya berusaha membuat Salma semangat.

"Kau tahu... andai waktu dapat di putar kembali mama ingin kamu dulu yang bertemu dengan Amran dan menikah dengannya..." sambungnya sambil membelai kepala Salma.

Tanpa disadari mama Aya terlihat kedua sudut mata Salma mengeluarkan air mata seakan ia dapat mendengar setiap perkataan mama mertuanya itu. Setelah berada di sana beberapa saat mama Aya kemudian keluar dari ruang perawatan. Di depan pintu sudah terlihat Amran yang sudah menunggu giliran untuk masuk.

"Masuklah kedalam ..."ucap mama Aya mempersilahkan Amran masuk.

Sesampainya di samping Salma yang masih terbaring diatas brankar Amran tak dapat menahan rasa sakitnya melihat keadaan Salma. Lelaki itu terisak melihat setiap luka dan lebam yang ada ditubuh Salma.

"Maafkan aku Ma... seharusnya aku yang mengantarmu pulang agar tak terjadi hal seperti ini. Bangunlah Ma... " bisik Amran ditelinga Salma.

Lelaki itu mengusap air mata yang sejak tadi menetes dengan telapak tangannya. Tak pernah ia merasa serapuh ini dalam hidupnya. Takut kehilangan Salma sangat menyiksanya. Nadia... saat ini bahkan ia tak lagi memikirkannya. Berdosakah ia jika berharap hanya ada Salma yang ada di dalam hidupnya? Sementara Salma yang terbaring walau tak dapat menggerakkan tubuhnya namun ia bisa mendengar segalanya. Rasa bersalahnya pada Nadia semakin besar apalagi kini ia merasa jika setiap orang pasti menyudutkan sepupunya itu.

"Aku harus melupakan masa lalu" batinnya.

1
ayu cantik
suka
falea sezi
slaah sendiri goblokkk
falea sezi
kalian aak boodoh mau dia bunuh diri urusan dia jangan terlalu baik nanti ngelunjak
Evy
kok kecelakaan lagi sih Thor...
Evy
ceritanya bagus dan menarik.membacanya juga tidak membosankan...tapi kenapa sepi ya...
Yeni Sandrawati: mungkin karena penulis baru dan belum banyak yang tahu karya aku... lagi pula aku ga pandai promo kk🤭
total 1 replies
Evy
kalo bukan anak kandung...bisa dong ibu nya Salma sama Ayahnya Wahyu menikah.
guntur 1609
rasakan kau dirga. kau suka sama wanitamu
tapi kau sakiti dia. brti kan kau yg bodoh
guntur 1609
wah pak adi bisa mikah sm mamanya salma dong...hahha emang jodoh gak akan kemana
guntur 1609
lah kan adi juga bisa sesama besan. emangnya napa
guntur 1609
janngam blng papanya wahyu mantan mama nya salma
guntur 1609
gaspill wahyu. janda rasa perawan datang
guntur 1609
kalian saja yg bodoh ngapain di tanggapin.
Yeni Sandrawati
Luar biasa
Fa Nama
Lumayan
zian al abasy
jngan ini ulah nadia yng tega mo bkin salma mnderita..pdes bnget thu lki bacotnya😠😠..klo ak mah or sudi jd istri k 2..🤦‍♂
Elfin Carolina Arikalang
permintaan gila ni Nadia
Enung Samsiah
di rekam nggk ya,,,,
Yeni Fitria
harus tegas salma
nia kurniawati
duh kecelakaan lagi Salma😌
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
mampir Thor, 🥰🙏
Yeni Sandrawati: terima kasih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!