NovelToon NovelToon
Rahim Pengganti

Rahim Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:379.1k
Nilai: 5
Nama Author: El_Shally

Tak pernah terpikirkan sebelumnya jika nasib nahas akan menimpa dirinya. Setelah sang ibu mengalami kecelakaan dan koma, Melati harus mau menikah dengan seorang pria dan menjadi yang kedua.

Dan lebih parahnya lagi dia harus merelakan anak yang di kandungnya sebagai syarat terwujudnya sebuah perjanjian. Namun seiring berjalannya dengan waktu, rasa cinta hadir diantara mereka dan membuat pria tersebut di landa kegalauan dalam hatinya. Siapakah yang akan di pilih oleh pria tersebut, istri pertama atau istri keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El_Shally, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Jalan-jalan

Melati bergelung manja pada lengan Arka seraya menonton tivi. Melati juga sibuk memainkan jarinya di dada Arka tanpa melihat sedikitpun pada layar besar itu. Sedangkan Arka mengganti chanel tivinya karena tidak ada acara satupun yang berhasil membuatnya tertarik. Kemudian dia meletakkan remotnya di atas meja karena lebih tertarik bermain dengan Melati.

"Mas!!"

"Uumm, kenapa?" tanya Arka seraya mengecup puncak kepala Melati. Kemudian menyandarkan kepalanya di kepala Melati. Mesra? Sangat. Sehingga membuat othor ini ingin melakukannya juga dengan mas bojo. Hehe..

"Nggak bosen apa di rumah terus. Mumpung libur, Mas. Kita jalan-jalan, yuk. Kebutuhan dapur juga mulai menipis persediaannya," ujar Melati. Dia mendongak dan menatap rahang kokoh milik Arka. Tangannya beralih memainkan daerah jakun Arka dan perlahan merosot ke bawah. Membuat pola abstrak di perut Arka sehingga membuat Arka merasa geli dan mendesah.

"Mau kemana, Sayang?" tanya Arka lagi seraya menangkap tangan Melati dan mengecupnya. Entah kenapa seolah dia merasa sangat bucin pada Melati. Sehingga ingin selalu dekat dan bersama dengan Melati kapanpun dan di manapun.

Melati berpikir sejenak mau kemana. Mumpung Arka mau menuruti keinginannya sehingga dia tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk menghirup udara segar.

"Eem, kita Ke Mall yuk, Yank. Jalan-jalan, habis itu ke supermarket untuk belanja kebutuhan. Bagaimana?? Apakah kamu setuju, Mas?" Melati mengecup pipi Arka sebagai sogokan agar menuruti keinginannya. Dan semoga cara ini berhasil untuk menaklukan Arka.

"Uuuuum, boleh. Memang kamu mau membeli apa? Apakah baju kamu kurang banyak? Atau mau beli yang lain?"

Memang benar. Selama ini Arka yang mengirimkan bebebapa baju dari butik terkenal untuk Melati agar dia tak keluyuran dengan alasan membeli pakaian. Karena Arka akan sangat kepikiran jika kedua isterinya gemar pergi namun tiada pamit padanya. Terutama Melati yang sering keluar malam seperti kemaren.

Melati menggeleng. "Bajuku sudah banyak, Mas. Dan makasih kemarin mas beliin aku baju sampai butik-butiknya pun di bawa pulang. Buat apa coba?" Melati cemberut. Namun juga di buat bahan ejekan oleh Tia Karena banyaknya baju yang di belikan Arka. Tak meninggalkan sama sekali baju tidur seksi untuk dirinya ketika berada di dalam kamar.

"Baguskan? jadi kamu nggak bisa kelayapan dengan bebas tanpa seizin aku!!"

"Apaan!! Aku keluar juga sama Tia. Nggak ada yang namanya cowok di samping kita. Kenapa kamu cemburu ya, Mas?!

Arka mendekatkan wajahnya pada Melati. "Wajar jika aku cemburu, karena aku sayang kamu."

Bluuush

Memerah sudah wajah Melati saat mendengar kalimat pamungkas yang Arka miliki untuk meluluhkan hatinya. Dia girang sampai tak bisa menyembunyikan perasaan senangnya. Dia menghambur ke pelukan Arka dan naik ke pangkuannya. Dia terlalu senang sehingga tak terlalu memikirkan resiko karena telah memancing sifat binatang dari tubuh Arka.

"Kamu pandai sekali sih membuat aku berbunga, Mas. Jadi makin sayang deh aku sama kamu." Melati mengalungkan tangannya di leher Arka dan langsung mengecup bibirnya sebagai ucapan terima kasih. Tak lebih karena dia juga takut sendiri jika Arka mulai kumat penyakitnya.

"Udah deh jangan mancing aku, sayang."

"Memangnya kamu ikan, sayang? kog di pancing segala."

Setelah mengucapkan itu, Melati bangkit dari pangkuan Arka dan berlari ke kamarnya, takut jika Arka mengejarnya dan kembali menyalurkan kebutuhan biologisnya. Jika itu terjadi, sudah di pastikan jika dia akan gagal ngeMall hari ini.

"Mas!!!" panggil Melati dengan menaikkan satu oktaf suaranya untuk memanggil suaminya yang berada di luar kamar. Dan Melati sengaja tak menutup pintunya.

"Iya, ada apa?"

"Mas, boleh kan Melati mengajak Tia ke Mall. Jadi mas Arka juga bisa mengajak teman kamu juga. Boleh ya?"

"Memang aku harus mengajak siapa sayang?"

"Dokter Irawan. Siapa tau dia bisa. Kan hari Minggu sekarang. Pasti di libur." rayu Melati dengan suara yang agak keras.

"Ya udah deh. Nanti aku hubungi Irawan dulu. Ya sudah sekarang kamu ganti baju gih."

Melati mengangguk seolah Arka bisa melihatnya. Gegas menuju kamar mandi untuk berganti pakaian. Meskipun Mereka sudah saling melihat diri masing-masing, namun tetap saja ada perasaan malu yang menggelayuti hati Melati jika dia harus berganti pakaian di depan Arka.

Begitupun sebaliknya. Arka juga masih menjaga dirinya jika akan berganti pakaian dan memilih di kamar mandi.

Melati sudah selesai dengan pakaiannya hari ini. Cukup dengan kaos lengan panjang warna putih berbahan katun dan celana jins warna biru. Sangat pas di tubuhnya yang sedikit berisi dan bisa di katakan montok.

Tak lupa dia juga memoles wajahnya dengan bedak tipis-tipis agar tak terlalu berlebihan. Karena itu bisa mengundang kemarahan Arka dan Melati tak mau itu terjadi. Bibirnya hanya di oles dengan lipsglos untuk melembabkan bibirnya. Karena bibir Melati sudah merah seperti cherry dari sananya. Sehingga dia tak perlu susah payah memoles bibirnya kembali dengan lipstik.

Ketika Arka masuk ke kamar, dia tertegun melihat penampilan Melati kali ini. Karena biasanya hanya melihat Melati yang berdaster jika sedang berada di rumah.

Melati menoleh dan segera menghampiri Arka yang masih menatapnya tanpa berkedip hingga membuatnya tersipu. "Kenapa, Mas? Jelek ya? Nggak pantes?"

Arka menggeleng. "Kamu cantik, Yank. Cantik banget malah."

Melati menunduk karena tersipu malu. Kata sederhana, namun mampu membuat perasaannya bahagia. Karena pujian juga di perlukan untuk merekatkan hubungan suami istri agar keharmonisan tetap terjaga.

Tangan Arka meraih dagu Melati dan mengangkatnya secara perlahan sehingga Melati mendongak menatapnya. Kedua jari jempol Arka perlahan mengusap bibir Melati, alih-alih liptiknya hilang, malah jari jempolnya yang nampak basah karena lipglos yang dipakai Melati.

Kening Melati berkerut menatap Arka dengan heran. "Kamu ngapain, Mas?"

"Menghapus lipstik merah mu. Karena aku tak suka bibirmu merah merona seperti ini." Arka masih berusaha menghilangkan warna merah di bibir Melati.

Membuat Melati seketika terbahak atas kelakuan suaminya. "Sampai lebaran monyet pun nggak akan bisa hilang, Yank. Kamu ngarang deh!!"

"Kenapa? Kamu sulam bibir ya? Dosa tau yank?" Arka sengaja menakuti Melati.

"Yee!!! Siapa juga yang sulam bibir. Ini asli yank nggak pakai sulam. Emang alis pakai sulam segala."

"Hah, serius ini asli?" tanya Arka dengan tatapan tak percaya. Sekali lagi dia mencoba menghapus warna merah itu namun tetap saja tak hilang. Membuatnya menyerah mengakhiri segalanya.

"Sudah? Sudah hilang belum lipstiknya? Kalau belum, noh masih ada pemutih biar nodanya hilang." cibir Melati dengan menahan senyumnya karena melihat Arka yang nampak lesu seperti kalah pertandingan. 'Melati di lawan', pikirnya dalam hati.

"Iya deh aku nyerah. Nggak lagi deh hapus lipstik kamu tanpa bertanya lebih dahulu. Besok-besok aku lebih memilih menghapus lipstikmu dengan bibirku. Lama juga tak apa asal kamu senang," ucap Arka dengan tersenyum lebar.

"Yeee!! Itu sih maunya kamu, Mas. Dasar Modus." Melati tertawa karena merasa Arka jauh lebih mengasikkan di bandingkan yang dulu. Perlahan dia mulai mengenal karakter Arka yang sangat menyenangkan dan hangat. Bukan seperti saat pertama kali bertemu yang terkesan dingin dan mengerikan. Sehingga membuat Melati ketakutan dan tak sabar ingin pergi dari sisinya.

Bell berbunyi nyaring. Dengan segera Melati keluar dari kamar untuk membuka pintunya. Entah siapa yang datang terlebih dahulu, Tia atau dokter Irawan. Dengan semangat dia membuka pintu, dan tak lupa memasang senyum cantiknya untuk menyambut tamunya tersebut.

Kening Melati berkerut ketika membuka pintu. "Loh!!" tunjuk Melati dengan bingung.

1
Enok Renmaur
mgkin ni crita trburuk yg bner" mnjengkelkan bgi sy😠😠😠
mf authooorr....lo sy blg trburuk yg su bkin z kecewa bc crita author.
krna dsni tokoh utama yg trtindas mpe su brjuang ksh anak tp msh kalah sm perem mandul😏🙄😠😠
su mandul tp g tau diri jg msh mo kuasai lakix, bner" perem g brguna.
sumpah.....sy bner" rasa rugi bc crita ni biar sy bc jg lompat" , endingx bkin emosi
Zhang Mila: sukses bikin kakak jengkel y...🤣🤣
total 1 replies
💐ERNA💐🥀🌹
Ceritanya Bagus 👍👍👍👍👍 Dan Menarik ❤️🌹❤️
Nurfatihah Tiha
/CoolGuy/
Nurfatihah Tiha
/Frown/
Nurfatihah Tiha
/Drool/
Nurfatihah Tiha
/CoolGuy/
Nurfatihah Tiha
/Drool/
Yundari Gayosa
Luar biasa
Safa Almira
otw bucin
Eka 'aina
di sini harusnya yg terpaksa adalah melati, seterpaksanya arka dia yg butuh dia butuh anak harusnya jngn sekasar itu sama melati
Elsje Emilia
yaaaaa melati pergi. kasian betul
♡Ñùř♡
kasian melati😭😭😭
Zhang Mila: Inn Syaa Allah kak...
total 3 replies
Daulat Pasaribu
bodoh Annisa mau dipoligami
Sena Fiana
mudah mudahan seru ceritanya
Diana M
next thor
herdaize
tamu hebat masih pagi sudah berkunjung,sua ta'ada garam dirumahnya warung masih tutup 😀😀😂😂💃💃💃
Diana M
next thoor 👍👍❤️
Ivana Theresia
tim Annisa cerai sm aryaa
Ivana Theresia: *arka jadi typo saking keselnya
total 1 replies
Nilam sari Nasution
up lagi thor seru
♡Ñùř♡
kapan up lg thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!