Romeo terpaksa menikahi guru yang paling ia benci karena suatu hal. Bukan seperti kisah Romeo dan Juliet yang saling mencintai terpisahkan karena tidak mendapatkan restu.
Kisah mereka adalah kisah Romeo dan Juliet yang berusaha untuk terpisah dari pernikahan paksa ini.
Bagaimana akhir kisah pernikahan mereka? Akan mereka berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda FK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Mencintaimu Juliet
Dengan sekuat tenaga Joy membenturkan kepalanya dengan kepala Marvel agar pria itu tak sadarkan diri. Joy merasa lega ketika melihat Marvel jatuh terkulai lemas, ia mendorong Marvel duduk di kursi kemudi. Sumpah demi apa, bila hal itu terjadi ia akan memotong habis milk Marvel.
Ia yakin sang Daddy pun tidak akan melepaskan Marvel apabila ia mengetahui seseorang berusaha memperkosanya. Joy merutuki kebodohannya yang mau menolong mengantarkan Marvel ke rumahnya. Joy merapikan pakaian dan rambut yang acak-acakan karena ulah pria itu.
Ia menutupi sesuatu benda yang tegang dibawah sana dengan jaket milik Marvel yang sempat pria itu lempar ke sembarang arah. Oh astaga ini pertama kalinya Joy melihat benda seperti itu, sebelumnya ia tidak pernah membayangkan hal seperti ini terjadi kepadanya.
Sisi kejam Joy muncul ketika ia mencoba mencekik Marvel yang sedang tidak sadarkan diri. Ia sangat membenci pria yang baru saja hampir merenggut mahkota berharga miliknya. Joy mengurungkan niatnya, entah mengapa ia merasakan hal berbeda dengan pria ini.
"Setelah ini gue harap kita enggak ketemu lagi, brengksekk lo!" sarkas Joy lalu keluar dari mobil. Joy mencari taksi untuk membawanya pulang ke mansion.
Romeo dan Juliet kini sudah sampai di paviliun, keduanya terlihat seperti dua insan yang sedang dimabuk asmara. Mom Cinta merasa senang melihat tingkah mereka akhir-akhir ini, ia sempat merasa khawatir ketika ia tanpa sengaja mendengar rencana mereka agar mereka berpisah. Namun, kini mereka terlihat seperti pasangan yang saling membucin.
"Tumben Mom ke sini?" tanya Romeo ketika melihat Mommy tercintanya berada di dalam Paviliun mereka.
"Segitu enggak mau di ganggu sama Mommy?" ledek sang Mommy yang tahu akal bulus sang putra tidak jauh berbeda dari Daddy nya.
Romeo hanya terkekeh sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Setelah berpamitan dengan Mom Cinta yang sedang sibuk berbicara dengan Bi Ijah, mereka bergegas masuk ke dalam kamar. Entah mengapa ketika bersama dengan Juliet bawaannya ia ingin selalu mengurung sang istri di dalam kamar mereka.
Keesokan paginya manik mata Marvel menerjap, kepalanya terasa sangat berat. Ia melihat sekeliling, ia merasa sangat asing dengan mobil ini. Marvel terkejut ketika ia melihat tubuhnya yang sudah acak-acakan. Bahkan senjata kebanggaannya keluar dari sarangnya. Oh astaga, apa yang terjadi pikir Marvel, terlebih ketika ia melihat begitu banyak luka memar pada wajahnya.
Marvel bergegas memasukkan kembali senjatanya ke dalam sangkar sebelum banyak warga yang melihat. Ia tidak mau di tuduh melakukan hal yang tidak-tidak oleh orang setempat.
Luka yang diberikan oleh Joy untuk membela diri, Marvel kembali mengingat apa saja yang terjadi tadi malam. Seingatnya ia pergi bersama dengan Joy, lalu mengapa kini ia hanya sendirian di dalam mobil? Marvel pun tidak tahu mobil milik siapa ini?
Marvel kembali mengingat apa yang ia lakukan kepada Joy, ia menggelengkan kepalanya karena ia bertindak bodoh kepada gadis itu.
"Apa gue sudah memperkosa Joy?" tanya Marvel panik.
Marvel mengacak rambutnya kebelakang, ia bergegas merapikan penampilannya. Marvel menyalakan mesin mobil lalu mengendarai kendaraan itu kembali ke bar.
Sementara itu di sekolah saat ini Romeo masih terus menggoda istrinya di dalam ruang kerjanya. Juliet sejak tadi terus mengusir pria itu agar pergi sebelum ada orang lain yang melihat. Namun, suami tengilnya itu tidak mau beranjak dari ruangan Juliet.
"Kumohon Romeo! Jangan buat aku berada dalam masalah. Aku bisa dipecat," pinta Juliet memohon.
"Sudah kukatakan aku kaya, kau tidak perlu berkerja lagi sayang!" tukas Romeo dengan wajah tampan dosa.
Juliet bergegas membekap mulut Romeo yang selalu berkata manis, ia tidak mau ada siapapun mendengar ucapan Romeo yang tidak tahu tempat.
"Kau benar-benar membuatku dalam masalah Romeo Wijaya," bisik Juliet dengan sorot mata yang tajam.
Romeo melepaskan tangan yang menutupi mulutnya. "Kau yang selalu membuat jantung dan pikiranku bermasalah Buju," pungkas Romeo membuat Juliet semakin frustasi dengan tingkah laku suaminya.
"Aku mencintaimu!" ucap Romeo membuat Juliet semakin membelalakkan kedua matanya.
"Hentikan!".
"Aku mencintaimu, aku mencintaimu," ucap Romeo sambil memberikan finger love kepada istrinya.
Namun entah mengapa Juliet bergidik ngeri melihat sikap Romeo yang menurutnya aneh. Ia malah menutup kedua telinganya dengan kedua tangan.
"Tidak ada jatah milkshake atau apapun Romeo Wijaya!" ancam Juliet dengan tatapan menyalang.
Romeo bergegas menutup rapat-rapat mulutnya seolah ia mengisyaratkan mengunci bibirnya. Sesuai permintaan Nyonya Wijaya, dan karena takut kehilangan jatah Romeo auto menuruti keinginannya. Juliet merasa lega ketika melihat Romeo hendak meninggalkan ruangannya, namun sebelum itu pria itu sempat-sempatnya mengecup pipi istrinya.
"Kau!" maki Juliet membuat Romeo memberikan flying kiss kepadanya.
Romeo pun keluar dari ruangan Juliet sambil memastikan tidak ada orang lain yang sudah datang ke sekolah pagi-pagi seperti ini. Setelah merasa aman ia pun melenggangkan kakinya meninggalkan ruang guru.
Felix dan Regan merasa aneh melihat Romeo datang sepagi ini ke sekolah. Mereka berjalan menghampiri Romeo yang sedang berjalan menuju kelas mereka.
"Di luar perasaan enggak mendung ya Re?" sindir Felix.
"Gue rasa dia abis ehem-ehem di sekolah," tuduh Regan.
Romeo menoyor kepala kedua sahabatnya kiri dan kanan. Bisa-bisanya ia yang kalem seperti ini di tuduh melakukan hal yang tidak-tidak di dalam sekolah.
Waktu terus berlalu, Joy baru saja memasuki mobilnya tiba-tiba saja dikejutkan oleh seseorang yang tiba-tiba masuk ke dalam mobilnya. Ia membelalakkan kedua matanya melihat siapa yang duduk di samping kursi kemudinya.
"Lo? Apalagi yang lo inginkan hah?" gertak Joy marah ketika melihat lagi wajah Marvel.
"Kita harus bicara Joy," ajak Marvel.
"Tidak! Tidak ada yang perlu dibicarakan, gue enggak mau ngeliat muka lo lagi brengksekk!" maki Joy sambil memukuli Marvel dengan keras.
"Gue akan tanggung jawab Joy, apapun yang terjadi," ucap Marvel dengan serius menatap Joy yang enggan menatap wajahnya.
Joy tersenyum sinis mendengar ucapan Marvel, "Lo tau gue anak siapa? Gue putri Kaivan Dastell Smith, dan apabila dia tahu apa yang lo lakuin kemarin sama gue, gue yakin lo bakal di Dor mati sama bokap," sarkas Joy dengan sorot mata tajam.
"Jadi, sekarang sebaiknya lo pergi jauh-jauh dari gue. Karena gue males banget ngeliat muka lo," imbuhnya lagi.
"Gue enggak peduli, yang penting gue serius gue akan bertanggung jawab atas semua perbuatan gue kemarin," Marvel kekeh tidak takut dengan apapun.
"Gue enggak butuh pertanggungjawaban lo," ketus Joy tanpa mau menatap wajah Marvel.
"Kalau lo hamil gimana?" tanya Marvel membuat Joy tercengang mendengarnya.
"Hah?".
........
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗