NovelToon NovelToon
GHEA: Cinta Lama Belum Usai

GHEA: Cinta Lama Belum Usai

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bundew

Ghea Adisti Biantara dan Alvino Sanjaya pernah menjalin hubungan cinta monyet yang kebablasan saat keduanya masih duduk di bangku SMA. Hingga sebuah kesalahpahaman membuat cinta monyet mereka menjadi kandas, ditambah Ghea yang berpindah kota setelah lulus SMA, membuat Ghea dan Alvin putus kontak sama sekali.

Tahun berganti dan Alvin tak sengaja bertemu kembali dengan Ghea namun di posisi yang serba sulit karena Alvin yang sudah memiliki kekasih sedangkan Ghea yang masih menunggu Alvin demi menjelaskan kesalahpahaman yang pernah terjadi diantara mereka di masa lampau.

Hingga suatu malam, Ghea melakukan satu kesalahan yang membuatnya harus mengandung anak dari Alvin. Namun karena Ghea sadar bahwa Alvin akan segera menikah dengan kekasihnya, jadi Ghea memilih untuk pergi dan tidak memberi tahu Alvin tentang kehamilannya.

Di satu sisi, Alvin yang baru saja kehilangan calon istrinya karena sebuah kecelakaan mendapat tugas dari Galen untuk mencari Ghea yang tiba-tiba menghilang dan tak bisa dihubungi

Akankah Alvin bisa menemukan Ghea kembali?
Dimana sebenarnya Ghea bersembunyi, dan bagaimana nasib Ghea beserta anak Alvin yang ada di kandungannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SERBA SALAH

"Halo!" Sambut Alvin mengangkat panggilan dari Juna.

Alvin baru tiba lagi di rumah dan temannya yang suka merepotkan itu langsung menelepon.

"Kau di rumah?"

"Ya. Bagaimana, kau sudah menemukan keberadaan Lily?" Alvin balik bertanya pada Juna.

Sudah hampir tiga bulan, istri Juna itu minggat dari rumah karena Juna yang pulang mabuk, malam saat Alvin menjemputnya ke kelab waktu itu.

Lalu Alvin tak sengaja bertemu Ghea dan masih berpikir kalau malam itu ia tidur dengan Ghea. Tapi Ghea mengaku kalau mereka berdua tak melakukan apapun malam itu dan Ghea langsung pergi ke hotel.

Entahlah!

Alvin bingung.

Alvin merasa ada yang salah dengan semua pengakuan Ghea tersebut.

Tapi Alvin juga tak bisa berbuat banyak karena Alvin terlalu mabuk malam itu dan tak ingat apapun.

"Belum!"

Suara Juna terdengar putus asa.

"Aku sudah menemui semua keluarganya, teman-temanhya, tapi tak ada yang tahu keberadaan Lily. Atau mungkin mereka sengaja menyembunyikan Lily?"

Alvin diam sejenak.

Bisa saja begitu!

Seperti halnya keluarga Alvin yang saat ini menyembunyikan keberadaan Kak Audrey dari keluarga Abraham dan dari Abang Kyle.

"Kau paksa terus saja mereka, Jun! Bilang yang sebenarnya kalau kau mencintai Lily dan tak akan melakukan hal buruk apapun kepadanya!" Nasehat Alvin pada Juna.

"Baiklah, nanti aku coba."

"Jadi, kau telepon hanya ingin curhat?" Tanya Alvin lagi dengan nada tak senang.

"Aku bingung harus curhat kemana lagi. Kau temanku satu-satunya yang paling pengertian."

Alvin hanya berdecak.

"Kau juga bisa curhat mengenai hubunganmu dengan Tiara atau dengan gadis bergaun maroon di kelab malam itu. Apa itu selingkuhanmu?"

"Sembarangan!"

Alvin benar-benar ingin meninju pundak Juna sekarang.

"Sayang aku tak melihat wajahnya."

Juna tergelak di seberang telepon dan membuat Alvin semakin kesal saja.

"Sudahlah! Aku tidak mau lagi mendengarkan curhatan dari tukang gosip sepertimu!"

Alvin mematikan telepon dari Juna dan membanting ponselnya ke atas tempat tidur.

Namun sepertinya Juna tak pantang menyerah dan malah menghubungi Alvin lagi.

Alvin memilih untuk mengabaikannya dan hendak mandi saja, saat tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar.

"Vin!"

Itu suara Kak Audrey. Segera Alvin membuka pintu.

"Ada apa, Kak?"

"Kamu antar aku check up, ya!" Pinta Kak Audrey dengan nada memohon.

"Mami kemana?"

"Tadi agak kurang enak badan katanya. Aku kan jadi nggak tega," wajah Kak Audrey berubah melas.

"Kok bisa? Kangen sama Papi, kah!" Alvin sedikit berkelakar.

Papi Alex tadi memang hanya pulang sebentar dan langsung pergi lagi.

"Kamu mau punya adik lagi," timpal Kak Audrey ikut berkelakar.

Alvin hanya mencibir

"Yaudah nanti Alvin antar. Alvin mau nengokin Mami dulu sebentar," tukas Alvin seraya mengayunkan langkahnya ke kamar Mami Viola.

"Baiklah! Aku siap-siap dulu." Kak Audrey kembali masuk ke kamarnya untuk bersiap.

****

"Mi," sapa Alvin pada Mami Viola yang berbaring seraya melamun di atas tempat tidur.

"Mami melamun?" Tanya Alvin yang kini sudah duduk di tepi temoat tidur dan memeriksa kening Mami Viola.

"Mami baik-baik saja, Vin! ? Mami hanya ngantuk," ujar Mami Viola menciba menenangkan Alvin.

"Audrey sudah bilang kalau Mami tak bisa mengantarnya periksa dan kamu-"

"Iya sudah, Mi! ! Nanti Alvin yang akan mengantar Kak Audrey periksa," ujar Alvin cepat memotong pertanyaan Mami Viola.

"Mami kenapa, kok melamun?" Tanya Alvin sekali lagi pada sang Mami.

"Tidak ada! Mami tidak melamun! Dasar kamu sok tahu!" Mami Viola mengacak puncak kepala Alvin.

"Mami sebenarnya cuma kaget soal sakitnya Tiara," ucap Mami Viola akhirnya mengungkapkan beban dalam pikirannya.

"Papi udah cerita?" Tanya Alvin sedikit ragu.

"Vin, kamu putra Mami satu-satunya," Mami Viola mengusap wajah Alvin.

"Sebenarnya, dulu itu saat Mami melahirkan kamu, dokter sudah sekaloan mengangkat rahim Mami karena memang sudah rusak," Mami Viola sudah mulai berurai airmata.

"Mami tak bisa lagi hamil dan melahirkan, jadi kamu itu harapan Mami satu-satunya, Vin!" Lanjut Mami Viola yang sontak membuat Alvin terdiam.

Alvin bahkan baru tahu sekarang tentang kenyataan menyakitkan ini.

"Mami tahu kamu harus memenuhi janjimu pada mendiang ayahnya Tiara untuk selalu menjaga Tiara. Tapi-" Mami Viola menyeka airmata di kedua pipinya.

"Mami juga mau menimang cucu Mami sendiri, Vin!" Cicit Mami Viola yang benar-benar membuat Alvin kehilangan kata-kata.

Jika menilik sakitnya Tiara, memang rasanya mustahil untuk Tiara bisa hamil apalagi melahirkan.

Apalagi sakitnya Tiara sudah di tahap yang bisa dibilang bukan lagi tahap awal, melainkan tahap yang sudah sangat butuh perhatian.

Alvin memeluk erat sang Mami, merasa sangat bersalah dengan keadaannya yang serba salah ini.

"Nanti Alvin akan mencoba membicarakannya dengan Tiara, Mi!"

"Mami bukannya menyuruh kamu untuk lari dari tanggung jawab, Vin! Mami akan tetal merestui hubunganmu dengan Tiara, tapi Tiara juga harus memahami masalah ini," tutur Mami Viola yang langsung membuat Alvin mengangguk mengerti.

"Vin!" Panggil Kak Audrey dari depan. Sepertinya ibu hamil itu sudah sekesai bersiap.

"Alvin akan pergi mengantar Kak Audrey ke rumah sakit dulu, Mi!" Pamit Alvin seraya mengecup kening Mami Viola.

"Hati-hati mengemudi! Jangan ngebut!" Pesan Mami Viola.

"Siap! Mami mau Alvin belikan sesuatu saat pulang nanti?" Tawar Alvin sebelum keluar kamar.

"Tidak usah! Mami sedang tidak ingin apa-apa!"

"Baiklah! Alvin pergi dulu!" Alvin akhirnya keluar dari kamar dan menutup pintu.

Pemuda dua puluh satu tahun tersebut menghampiri Kak Audrey yang sudah menunggunya di teras rumah.

"Ck! Sedang apa, sih? Gelayutan sama mami kamu?" Ledek Kak Audrey yang hanya dijawab Alvin dengan kekehan.

"Mumpung Papi nggak ada! Kalau ada papi kan nggak bisa gelayutan sama mami," jawab Alvin berkelakar.

"Aku laporin nanti!" Ancam Audrey sok serius.

"Aku laporin balik ke uncle kalau Kak Audrey disini!" Alvin balik mengancam Audrey.

"Cih! Anak kecil sok-sokan ngancem!" Cibir Audrey yang sudah masuk ke dakam mobil. Alvin menyusul masuk, dan mobil warna putih itupun segera melaju menuju ke arah rumah sakit.

****

"Nona Ghea Adisti!" Panggilan dari perawat di poli kandungan membuyarkan lamunan Ghea.

Buru-buru Ghea bangkit berdiri dan masuk ke dalam poli kandungan untuk memeriksakan kehamilannya yang sudah menginjak usia tiga bulan.

Tak seperti pasien lain yang datang dengan di dampingi oleh suami mereka, Ghea datang sendiri kali ini seperti sebelum-sebelumnya.

Ah, sudah biasa!

Ghea tak terlalu cerewet saat berkonsultasi, karena memang keluhannya hanya seputar mual-mual saja yang masih belum kunjung hilang hingga kini. Selain itu tak ada keluhan lain, dan kata dolter janin Ghea juga berkembang dengan sangat baik dan kondisinya sehat sesuai usia kandungan.

Ya,

Seharusnya Ghea bahagia.

Namun hati Ghea masih setengah ikhlas mengandung anak Alvin kali ini.

Seolah Ghea mempertahankannya hanya atas dasar kemanusiaan saja.

Dosa Ghea sudah terlalu banyak. Jika Ghea membunuh makhluk tak berdosa ini, hanya akan semakin menambah pundi-pundi dosa Ghea. Jadi Ghea memilih untuk tetap mempertahankannya dan membiarkannya tumbuh di dalam rahimnya, sambil terus memikirkan kelangsungan hidup bayinya ini nanti setelah lahir.

Ghea membuka pintu ruanga poli kandungan dan melangkah keluar. Namun baru beberapa langkah Ghea meninggalkan poli kandungan, Ghea berpapasan dengan seseorang yang wajahnya sedang tidak ingin Ghea lihat.

Dia sedang berjalan, menggamit lengan seorang wanita yang hamil besar, dan Ghea sangat yakin kalau itu bukan Tiara.

Playboy macam apa sebenarnya pria ini?

Kemarin Tiara, dan sekarang sudah ganti dengan wanita lain yang sedang hamil besar.

"Ghea, kau sedang apa disini?" Alvin menghentikan langkahnya dan terlihat kaget dengan pertemuan tak terduga ini.

Ya,

Ghea juga kaget.

"A-aku hanya sedikit berkonsultasi pada dokter," jawab Ghea tergagap.

"Kau jadi menetap di pulau ini? Kau tinggal dimana?" Cecar Alvin lagi pada Ghea.

Cih!

Darimana dia tahu kalau Ghea akan menetap di pulau ini?

Apa Abang Galen yang memberitahunya?

Sebaiknya Ghea tak usah memberitahu Alvin perihal tempat tinggalnya dan secepatnya pindah saja.

"Tidak!" Jawab Ghea cepat.

"Aku tak jadi kerja disini dan hanya berlibur beberapa hari saja. Besok aku sudah pulang. Bye!" Ucap Ghea ketus seraya berlalu dari hadapan Alvin dan wanita hamil yang bersama dengan Alvin.

Ghea mempercepat langkahnya dan segera meninggalkan rumah sakit.

.

.

.

"Remember Me Please, Hubby!" BAB 76

Maaf kalo nyambunginnya rada aneh.

Soal rahim Mami Viola yang rusak, udah pada tahulah perbuatan siapa itu.

Udah qatam semua kan baca "Mencintai Istri Pria Lain"

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia

1
Si Memeh
Luar biasa
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
😭😭
RithaMartinE
/Sob//Sob/
Laila Umroh
Luar biasa
Laila Umroh
Lumayan
Yeni Andiani
bagus
Saniah Wijayanti
Lumayan
Saniah Wijayanti
Luar biasa
Ran Aulia
cerita yg bikin gemes ,kok tlisipan terus 😂😂😂

terimakasih author 👍👍👍😍😍😍😍
Maria Magdalena Indarti
sedih
Maria Magdalena Indarti
jangan pisah lagi
Maria Magdalena Indarti
yeee Ghea ktm Alvin
Maria Magdalena Indarti
aduh... Ghea ga ktm Alvin lg. kapan donk gemes
Maria Magdalena Indarti
kpn Ghea ktm Alvin
Maria Magdalena Indarti
yah Ghea ga ktm Alvin
Maria Magdalena Indarti
Alvin & Ghea salah paham terus
Maria Magdalena Indarti
pasti Alvin kecewakan Ghea
Maria Magdalena Indarti
Juna lupa sm gadis baju Maron
Maria Magdalena Indarti
wah.,.... kl Alvin antar Yuna ktm Lily pasti ktm Ghea donk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!