Kisah Santi dan Vino adalah ke dua Kakak beradik yang saling menyayangi.
Ayah dan Ibu meninggalkan Mereka di usia yang sangat muda.
Maka dari itu Vino sebagai Kakak harus bekerja keras untuk menghidupi kebutuhan Adik semata wayangnya.
Dan banyak misteri ke hidupan masa lalu Vino yang belum terungkap.
Sehingga Vino sebagai Kakak sekaligus CEO di perusahaan yang di bangunnya sendiri dengan Sekretaris Yun.
Rela menikahi Aulia,wanita yatim piatu dari panti asuhan.
Demi ke bahagian Santi,Adik semata wayangnya.
Bagaimana kisah cinta Vino Dan Aulia,Yuk ikuti kisahnya di Cinta dan kasih sayang CEO Vino.
pameran pertama
Vino
Santi
Aulia
Risya
Sekretaris Yun
pameran pendukung
Rima
Doni
Anisa
Jangan lupa Komen dan Vote juga ya Kakak
Terima kasih😊😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riski iki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
"Apa itu...?"ucap Vino menatap Sekretaris Yun dengan serius.
******
"Ada beberapa karyawan, yang mogok kerja di dalam proyek pembangun hotel kita, yang berada di kota B.
"Dan mereka menuntut ke naikan gaji dua kali lipat," ucap Sekretaris Yun.
Vino yang mendengar penjelasan dari Sekretaris Yun, mulai mengeluarkan pendapatnya dan berkata.
"Aku rasa ada seseorang yang memprovokasi mereka.Bagai mana jika sebagian,orang - orang ke percayaan kita, kamu kirim ke lokasi,untuk menyelidiki apa yang sedang terjadi di lokasi pembangunan hotel itu."
"Dan bilang pada orang ke percayaan kita, kalau mereka harus menyelidiki kasus ini secara diam diam," ucap Vino.
"Kayanya ada yang mau bermain - main dengan kita,"ucap Sekretaris Yun yang mengepal kan ke dua tangannya sambil berdiri dari kursi, dan pamit meninggal kan Vino yang berada di ruangannya.
Vino, yang melihat reaksi Sekretaris Yun, hanya menggeleng kan kepala.
(Ya...,Sekretaris Yun adalah orang yang berperan penting dalam ke sukse san Vino, dan Sekretaris Yun pun,tidak ingin perusahaan yang di bangun Dirinya dan Vino, dengan susah payah.Dan mereka bekerja keras merintis dari perusahaan kecil hingga sebesar sekarang, tidak ingin di hancur kan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.)
Sekretaris Yun yang sudah sampai di ruangannya, langsung duduk di meja kerjanya dan mulai menghubungi Anak buahnya.
"Hallo..." ucap Sekretaris Yun pada Anak buahnya.
"Apa boss,"ucap Anak Buah Sekretaris Yun.
"Ada pekerjaan yang sangat penting,untuk kalian," ucap Sekretaris Yun.
Dan Sekretaris Yun pun mulai menjelaskan apa yang akan di lakukan oleh anak buahnya.
Setelah menjelaskan panjang lebar, apa yang di lakukan, anak buahnya, Sekretaris Yun pun mengakhiri pembicaraannya di telpon.
Dan mulai, menyeruput coffenya yang berada di atas meja kerjanya dengan santai.
******
Setelah beberapa Jam berlalu,dan sekarang waktunya jam istirahat.
Vino yang berada di ruangannya begitu gelisah, karena Dia sudah berjanji menemui Aulia di Jam istirahat.
"Aku pergi atau tidak...Aku pergi atau tidak.. Aku pergi atau tidak...?" itulah kalimat yang di ucap kan Vino di dalam ruangannya.
"Ahhh..! mendingan Aku menemui Sekretaris Yun,dan meminta pendapat darinya," ucap Vino sambil berjalan menuju ruangan Sekretaris Yun.
Di dalam ruangan Sekretaris Yun
Vino pun mulai menjelaskan keraguannya, untuk menemui Aulia, karena masalah di dalam kantor, yang membuatnya pusing tujuh keliling.😅😅
"Apa yang kamu pikirkan, cepat temui Aulia,klo masalah pekerjaan Aku sudah menanganinya,"ucap Sekretaris Yun.
"Huphhh....!"ucap Vino.
Vino pun keluar dari ruangan Sekretaris Yun, dan turun ke lobby dengan mengguna kan lift.
Supir pribadi Vino, yang sedari tadi sudah stand by pun menghampiri Vino.
"Silah kan masuk Tuan,"ucap Pak Supir.
Tanpa mengucap kan sepatah kata pun, Vino langsung masuk ke dalam mobil.
Dan Pak Supir, pun langsung menjalan kan mobil dengan ke cepatan sedang.
Di tengah jalan, Vino menyuruh Pak Supir berhenti, dan Vino pun keluar dari mobil menghangampiri penjual bunga yang berada di pinggir jalan.
Vino yang sudah berada di toko bunga, mulai berkeliling mencari bunga yang cocok untuk Aulia.
Di saat dia berkeliling, Dia melihat bunga mawar merah yang berada di pojok toko.
"Pak,"panggil Vino kepada Penjaga toko.
"Iya, Tuan, ucap Penjaga toko." sambil berjalan menghampiri Vino.
tks likenya