NovelToon NovelToon
SOPHIA

SOPHIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Patahhati / Cinta Terlarang / Enemy to Lovers / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 5
Nama Author: Tris rahmawati

Menjalin hubungan terlarang bersama mantan kekasihnya didalam kediaman keluarga Hollarck alias keluarga kekasihnya sendiri adalah sebuah ketegangan untuk Sophia.

Namun tidak untuk Felix, tangan kanan keluarga Hollarck tersebut yang menganggap semuanya adalah hal biasa saja dan malah menjadi tantangan menarik untuk hubungan mereka.

•••


"Sudah di bagian bumi lain bahkan aku masih saja bertemu dengan mu!"

Felix menyeringaikan cibiran, "Lalu kenapa? Apakah kau fikir kita akan berjodoh, kau sangat lucu... hahah lalu apakah menurut mu anjing dan kera berada dalam satu kebun binatang lalu terpisah bertahun-tahun, kemudian bertemu di kebun binatang lain lalu mereka akan berjodoh, menikah, lalu mempunyai anak dan bahagia? Huh...kisah yang indah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25

Jelas saja tertangkap pelaku penusukan terhadap Sophia tersebut oleh banyaknya bodyguard dhollrack tersebut, sebelum Felix sampai dia sudah berlutut dengan kedua tangan dibuat terikat dibelakang.

Lelaki itu meracau sepertinya dia tidak dalam kondisi sadar, ini kejadian terencana sengaja dibuat, Felix pun menunduk menarik paksa kerah lelaki itu.

“Siapa yang memerintahmu! Siapa!” rahang Felix menegak, tatapannya penuh amarah, rasanya dia ingin menembali lelaki itu saat ini juga namun tidak bisa sebab dia tidak sadar.

 

“Aku bisaa, aku bisa melakukannya, aku bisa—” racau lelaki itu tertawa tidak jelas maksudnya.

Bruaaakkkh…

Felix pun menghempas kasar lelaki itu.

“Amankan dia, periksa track perjalannya berberapa jam lalu hingga sampai saat ini!”

 

Lelaki itu bukan mabuk, namun sesuatu obat yang mengandung zat berbahaya sudah mengacaukan otaknya, ini jelas jamur dengam campuran zat lagi, sama dengan yang terjadi digudang, pelakunya adalah orang yang sama.

Secepat mungkin Felix masui kedalam mobil yang dikemudikan seseorang, dan berlalu dari ssaa dia ingin segera menyusul sophia yang sudah dilarikan ke sebuah rumah sakit khusu dibawah naungan dhollrack

 

DORR DORR...

 

Beberapa meter mobil yang Felix naiki pergi dari hotel seketika saja beberapa peluru menghujami mobil mereka, Felix terlonjak kaget, bersyukur mobil ini di sekelilingi oleh baja dan kaca yang memang di buat khusus tidak bisa di tembusi peluri jenis-jenis pelocok biasa.

Tidak terlihat pelaku penembak, namun sukses membuat Felix turun, mata elangnya melihat seseorang berlari, lelaki yang masih memakai jas formalnya itu pun berlari mengejar orang tersebut.

 

Melompat beberapa besi pembatas, kaki tidak menyurut, Benda yang terselip pada jas miliknya pun keluar.

DORR.. .Felix melepaskan 1 peluru kesebuah kaca, membuat lelaki itu menghindar.

Ia hampir tertangkap, langkahnya sampai disebuah jalanan buntu, seketika dia berhenti mengarahkan Revolvernya ke arah Felix.

Felix biasa saja, di juga memegang senjata yang sama namun masih bersikap setenang mungkin, “KAU SIAPA? Siapa yang, siapa yang memeritah ini!” Tanya Felix perlaha mendekat.

“Mundur! Mundur atau peluru ini akan terlepas!” ancam lelaki itu.

“Katakan siapa yang menyuruhmu!” Felix tidak getar dia semakin maju. “Katakan atau kau akan ku buat tidak bisa bicara lagi!”

 

Dorr… sebuah peluru pun terlepas, Felix sebisa mungkin menghindar, membuat Felix emosi mengeluarkan cepat Revolver miliknya dan sebuah pelocok senjata lain bersamaan, salah seorang teman pelaku penembakan datang.

 

Tembak-tembakan pun tidak terhindari, bagai putaran yang cepat Felix mengeluarkan tanpa ampun pelurunya, sekali putaran membuat kedua orang tersebut jatuh di tempat.

 

Di tempat lain para bodyguard Dominique pun tengah terlibat perkelahian yang sama, sebisa mungkin Felix menghindari itu, fikirannya berkelana pada Sophia, benda tajam apa yang menusuknya, apakah hanya sebuah tusukan biasa atau mengandung zat berbahaya yang di oleskan kesana.

Felix takut, ia amat takut saat ini, padahal ini tidak semenegangkan hal-hal yang pernah dia alami namun ini cukup membuatnya kalah sebab terlibat hati didalamnya.

Tangannya mengepal kuat, dia tidak bisa bayangkan jika harus kehilangan Sophia, Ia mengusap wajahnya kasar di tempat itu mencari kendaraan yang mungkin bisa membawanya cepat ke tempat Sophia.

 

Hingga sebuah mobil berhasil Felix hentikan untuk dia kemudian naik, jika membawa hati memang seseorang akan seemosional itu, berkali-kali Felix mengutuk dirinya sebab sudah lengah hingga semuanya terjadi.

Padahal Sophia tidak pernah lepas dari matanya namun, pelaku itu terlalu pintar mencari celah yang tidak disangka walaupun padah akhirnya dia bisa melumpuhkannya.

 

...•••...

 

Tidak lama Felix pun samapai di rumah sakit khusus d’hollrack itu, seperti biasa ada banyakbpenjagaan disana, dia berlari cepat kedalam sana, mengedar mencari tempat dimana Sophia berada.

“Felix!” Panggil Serra yang baru saja keluar dari sebuah lift.

Membuat Felix menoleh dan cepat berjalan mendekat para Serra, Kini ia harus bersikap tenang dan tidak boleh terlihat sedang sangat gusar.

“Bagaimana Sophia?”

Seketika Serra memeluk Felix, “Aku takut sekali tadi, aku tidak pernah berada dikeadann seperti ini!”

Felix pun melepaskan Serra, “Kembalilah ke tempat mu, jika disini seperti ini bisa terjadi kapanpun!”

Felix pun berlalu masuk kedalam lift, jika Serra dari atas berarti Sophia ada disana, ditempat khusus tersebut.

“Tunggu aku Felix! Sophia sudah di tangani, sebuah benda tajam mengoyak lengannya dalam.”Jelas Serra.

“Adakah hal lain?” Maksud Felix racun atau zat berbahaya dalam benda itu.

Serra menatapnya serius, “Hal lain? Apa?”

Ini bukan pertanyaan yang harus di ajukan pada Serra, dia tidak mengerti, hingga lift pun terbuka di lantai yang lagi-lagi penuh keamann itu, Felix tetap saja tidak percaya mereka sebab kurang dari 2 detik saja mereka lengah pun bisa membuat Sophia celaka.

“Felix! Bagaimana?” Dominique tampak berada di Sofa ruang tunggu didepan sana.

“Para orang-orang kita masih disana, sebagian sudah membawa tiga orang yang tertangkap ke Markas, bagaimana Sophia adakah yang serius?”

“Tusukannya cukup dalam, bahkan hampir membuat tulangnya cidera, tapi sudah di tangani, tentang Zat atau sesutu yang lain yang mungkin saja ada pada benda tajam itu sedang di selidiki.”

Felix tersayat dia juga merasakan sakit itu saat ini,  tapi dia harus bersikap professional tidak mungkin terlihat sangat khawatir.

“Dia didalam bersama Elle?” Felix berbasa-basi.

“Lihatlat, lah dia sudah bisa di kunjungi, ayo kita kedalam kau pasti mengerti jika dia terkena racun dengan effect berkala atau tidak.”

Felix menghela nafasnya ini yang memang dia mau, Dominique pun bangkit bersamaan menuju ke tempat Sophia dirawat dengan seseorang yang membukakan pintu untuk mereka.

Elleza tampak menemani Sophia disana, keduanya pun melihat pada Dominique dan Felix yang masuk, “Felix bagaimana apakah kau tahu siapa dalang ini semua.”

“Tenang Elle, semua sedang dalam penanganan di Markas!” pungkas Dominique, “Yang terpenting Sophia dalam keadaan baik, ini bisa membuat Nick marah besar jika tahu,” ujar Dominique.

“Semua ini mengarah pada Carlos Hagens.” tuding Felix.

Membuat kedua orang itu terkesiap, saling berhadapan, “Carlos?”ulangi Eleza.

“Siapa Carlos?” tanya Sophia.

“Ah, nanti kita bahas, sekarng kita fikirkan pemulihanmu dulu sayang.”

Tatapan Sophia pada Felix memelas, inginnya merengek pada lelaki itu, mengutarakan sakitnya, rasanya, begitupun Felix dia terlihat menghela nafas ingin mengucapkan maaf, memohon ampun telah membuat Sophia terluka saat ia lengah.

“Benar!” Pungkas Dominique, “Bagaimana Felix apakah kau melihat ciri-ciri itu?” tanya Dominique.

Satu langkah Felix mendekat, “Maaf Nona Sophia bolehkan saya melihat lidah mu?”

Sophia semakin ingin menangis seperti ini, menjadi dua orang lain yang saling menyiksa, Dia pun memberi anggukan membuat Felix mendekat lalu mengeluarkan lidahnya.

“Maaf saya lancang, saya akan memeriksa tangan anda, Nona Sophia”ujar Felix.

“Tidak masalah Felix, Sophia mengerti itu, lakukan yang kau butuhkan.”

Felix pun masih melihat lidah Sophia, kemudian dia memberi anggukan, dan mengambil alih tangan Sophia, mencari titik-titik yang mereka semua disana tidak mengerti.

Rasanya dada Felix sesak sepeti ini, semua keprofessionalan ini menyiksanya, satu tatapan lemah Felix pun menatap Sophia, saat yang mana juga pegangan pada lengan Sophia melihat telapak tangannya seakan membuatnya ingin menarik itu mencium tangannya dan mengudarakan ribuan kata maaf.

“Serra dimana?” Tanya Elleza, Dominique pun melihat ke arah pintu.

“Tadi di luar naik bersama Felix!” balasnya.

“Maaf… maafkan aku!” ucapan tanpa suara itupun keluar dari bibir Felix saat dalam hitungan detik kedua orang itu lengah.

Sophia bisa melihat penyesalan netra Felix yang berkaca-kaca, ia pun hanya bisa diam tak bergeming, mengudarakan hal yang sama. “Sakit…” ucap Sophia tanpa suara.

Felix mengangguk samar, menjelaskan, “Aku tahu…”ia pun meremasi jemari Sophia, mengaliri rasanya sakit dan tidak kuat berada di posisi seperti ini.

 

 

 

 

 

Next »

1
Nayy
love you to thorr...
makasih buat karya keren nya "sofiafelix" 😍
Nayy: di tunggu thor
total 2 replies
Nayy
sudah thor sudah ampun,capek ngakaknya thor di 3 part ini🤣🤣
Nayy
sumpah thorrrrr
ngakak nya sampek ngik ngik
dari sekian banyak baca novel baru ini yang buat ketawa parahhh
outhor nya serius keuereeeennnnn 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nayy
laah .... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Lia Yulia
Felix,Jullian dan Gio...dlm keadan seriuspun masih bisa bertingkah konyol😂
Lia Yulia
ya ampun...senam jantung kita dibuatnya😅
Lia Yulia
knp jadi salah sebut nama sih🤦🏻‍♀️bersiaplah kau Sophia😁
Lia Yulia
kaaaaann...bener² g ketebak alurnya...mungkin ini akan jadi salah satu alasan Sophia pergi
Lia Yulia
akhirnya hilang sdh ego yg membentengi mereka...q percaya Felix kesayangan othor ini punya rencana yg tak terduga...
Lia Yulia
jujurlah....kalian masih ada rasa satu sama lain namun ego kalian begitu tinggi...
Lia Yulia
awal yg bagus...selalu bikin penasaran😍😍
dian rahma
reread... dan ternyata masih aja nangis part ini
dian rahma
ini udh baca yg kesekian kali dan tetep aja kebawa tiap suasananya,, dr part lucu, sedih, senyum sendiri, ketawa, ampek tegang nya tetep berasa... ommoo Felix Sophie kalian selalu bikin kangen.
Novita Ae
baca nya perut sampek kaku ketawa🤣🤣
Miamia
bengek 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 baca ulang tetep ngakak brutal 🤣
Miamia
part kocak lucu menggelikan di mulai 🤣🤣
Miamia
iya Felix booking Sofia cuma minta di kerok i🤭
Miamia
baca berulang ulang bab ini menguras air mata 😭
Miamia
bener gio,nyawa harus bayar nyawa 👍
Miamia
baca berulang kali masih aja gedek sama simon,, pengen tak tampol pake pistol
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!