NovelToon NovelToon
My Ex Husband

My Ex Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Nikahmuda / Duda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:49.8k
Nilai: 5
Nama Author: putrimaya

Setelah 6 tahun berlalu atas perceraiannya, Haleth Vasthi tak lagi mudah mempercayai seorang pria. Selain banyak omong kosong, pria selalu penuh dengan tipu daya hingga Haleth tak mau lagi merasakan kecewa untuk yang kedua kalinya.

Namun tiba-tiba pria itu datang kembali. Siapa lagi jika bukan Legrand Adam, mantan suami sekaligus ayah biologis Tasha Elivia Legrand. Meski sudah tak asing karena pria itu selalu berkunjung satu tahun sekali untuk menemui Tasha, tapi entah kenapa kehadirannya kali ini cukup berbeda. Tak ada angin, tak ada hujan, Adam tiba-tiba mengajaknya untuk rujuk!

Memang, masih adakah kesempatan kedua untuk Adam dari Haleth?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrimaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta Yang Belum Tuntas

Suara pintu tertutup sukses alihkan atensi Haleth yang tengah berkutat di dapur. Tangannya refleks saja matikan kompor, lantas langkahkan kaki menuju sumber suara. Terdengar derap langkah yang Haleth pikir itu Emery. Namun begitu berpapasan dengan orang yang tanpa izin memasuki rumahnya, seketika Haleth memasang wajah terkejut.

"Hei, kembali lagi? Ada yang tertinggal?" tanya Haleth pada sosok Adam dihadapannya.

"Iya, ada,"

"Apa? Aku ambilkan."

"Kau,"

Haleth kernyitkan keningnya untuk beberapa saat guna mencerna ucapan Adam. Begitu sadar, tak ayal keduanya pun terkekeh. Adam rangkul bahu Haleth, dibalas rangkulan pada pinggangnya oleh wanita tersebut.

"Dasar," Haleth mendengus, lantas giring Adam menuju dapur. "Aku membuat kopi. Kau mau?"

Tawaran itu ingatkan Adam dengan Iris beberapa yang beberapa saat lalu menikmati kopi bersama. Ada perasaan ingin memberitahukan kedatangan Iris ke California pada Haleth. Namun entah mengapa, ada rasa ragu menyelinap sampai-sampai Adam hanya bisa diam, dan angguki tawaran wanita tersebut.

"Boleh. Tapi bukannya besok kau kerja? Minum kopi bisa membuatmu susah tidur nantinya." ujar Adam seraya dudukkan dirinya di kursi tinggi.

"Masuk siang. Jadi aku besok lembur di rumah sakit."

"Oh ya? Kalau begitu hubungi aku jika perlu sesuatu, okay?"

"Okay,"

Sebuah mug dengan asap yang masih mengepul Haleth letakkan di meja. Secara bersamaan, Haleth duduk di samping Adam, sesap perlahan kopi dari mug di tangannya sebelum perhatikan Adam yang lakukan hal yang sama.

"Klien, sudah bertemu?" tanya Haleth sembari letakkan mug nya di meja.

"Sudah. Setelah aku tanda tangani kontraknya, aku langsung kemari. Carl ada di sana, jadi sisanya Carl yang handle." terang Adam dengan sedikit dusta di sana. Tidak mungkin pria itu terang-terangan jujur pada Haleth, bahwa dirinya baru saja bertemu dengan Iris meski itu sebuah unsur ketidaksengajaan.

Haleth pun juga hanya angguki itu, percaya-percaya saja karena memang Adam sedari awal sudah bilang padanya, bahwa akan ada klien dari Bangkok yang ingin menemui pria tersebut. Alhasil kini keduanya kembali lanjutkan obrolan. Membicarakan hal yang acak yang sekiranya tak cepat membuat bosan.

Belum sadar hingga beberapa menit berlalu, sebuah paper bag berisi box yang tidak diketahui isinya dianggurkan. Namun hal tersebut tak berlangsung lama lagi, karena Haleth alihkan atensi ke benda tersebut dan menariknya. Pasalnya Haleth ingat, Adam membawa paper bag tersebut saat kembali.

Sontak saja Adam urung meminum kopinya kembali, guna membantu Haleth mengeluarkan apa yang ada di dalam paper bag berwarna coklat dengan ukuran tak terlalu besar.

"Apa ini?"

"Makanan. Baru ingat aku bawa ini. Aku membelinya untukmu tadi," ujar Adam lantas buka box tersebut. "Kau lapar?"

"Mhm," Haleth mengangguk. "Mau makan bersama?"

"Boleh. Aku ambilkan chopsticks nya,"

Haleth beri senyuman teduhnya pada Adam yang melangkah menuju dapur. Selagi menunggu pria tersebut, Haleth singkirkan mug kopi yang semula mendominasi meja makan, menggantikan posisi dua benda yang terbuat dari keramik itu dengan box berisi makanan berbau harum yang sontak buat perut Haleth berbunyi.

Usai Adam kembali, mereka pun menyantap makanan tersebut. Sesekali Adam suapi wanita yang duduk berhadapan dengannya itu, atau bahkan mengambil sisa gigitan di sumpit Haleth. Obrolan ikut andil, mengisi ruang makan yang biasanya hening. Bahkan suara tawa pun tak ayal ikut menggema di sela cerita yang keduanya bicarakan.

Suara dentang jam lantas menginterupsi, menghentikan sejenak perbincangan Adam serta Haleth. Bersamaan itu juga box makanan sudah kosong. Malam sudah larut, dan Haleth teringat putrinya segaduh apa di rumah sang Ayah, sedangkan Adam sama masih di sini sampai sekarang.

Begitu Adam kembali setelah membuang sampah, Haleth langsung saja cecar pria itu dengan berbagai pertanyaan.

"Kau pulang jam berapa? Ini sudah malam sekali, kalau Tasha mencari bagaimana? Kau tadi bilang Tasha kalau mau ke sini?"

Adam yang baru saja datang pun sontak kernyitkan dahinya. "Kan ada Emery dan Jessica?"

"Memangnya Tasha tidak rewel kau tinggal?"

"Biasanya seperti itu kan?" tangan Adam terulur membelai rambut Haleth yang memanjang. "Lagipula sudah larut. Bukankah seharusnya Tasha sudah tidur sekarang?"

Haleth hanya mampu hela nafasnya, angguki ucapan Adam yang seharusnya benar. Adam tatap kedua netra Haleth dengan tatapan yang begitu dalam, lantas segaris senyum muncul getarkan hati Haleth yang entah mengapa akhir-akhir ini begitu sensitif.

Benar. Haleth tidak menyukainya. Dia merasa gampang diluluhkan kembali oleh sosok Adam dihadapannya.

"Kalau aku pulang, kau sendiri,"

"Itu bukan masalah besar." sahut Haleth buru-buru alihkan pandangan.

"Kau sendiri. Boleh aku menginap saja di sini?"

Belum ada dua detik, Haleth kembali berpandangan dengan Adam. "Huh?"

Kini senyum seduktif Adam perlihatkan pada mantan istrinya tersebut. Disusul Adam remas perlahan leher bagian depan Haleth, dan menariknya hingga posisi keduanya tersisa beberapa sentimeter saja.

"Ayolah, kali ini saja,"

"Tasha akan mencari mu,"

"Tasha cukup tenang dengan kedua Oma nya. Aku pikir Tasha juga akan memaklumi, kalau Momy dan Daddy nya ingin menghabiskan waktu bersama."

Adam geser tangannya melingkari pinggang Haleth. Dekatkan wajahnya dengan wajah wanitanya yang sekilas tampak merona. Ekspresi yang semula terlihat seduktif berubah menjadi begitu teduh.

Aroma musk tak tanggung-tanggung menyeruak penuhi indera penciuman Haleth. Sontak hal tersebut membuat Haleth jatuhkan kepalanya di bahu Adam, hirup dalam-dalam aroma yang menenangkan itu dengan mata terpejam.

Tak bisa bayangkan, bagaimana jika tubuh beraroma khas favoritnya itu Haleth dekap sepanjang malam.

Setelah berpikir cukup lama, Haleth lantas setujui permintaan Adam. Tak butuh waktu lama untuk pria tersebut bawa Haleth menuju kamar. Mengunci pintu yang terbuat dari kayu jati disusul remangnya keadaan di ruangan tersebut.

Hal yang pertama kali Adam rasakan saat melangkah mendekati ranjang, adalah lembutnya permukaan kulit yang dingin diterpa oleh angin yang berasal dari pendingin ruangan. Dengan pencahayaan lampu meja yang minim, Adam masih bisa melihat bahwa Haleth baru saja melepas kain satin yang semula melapisi gaun tidurnya.

Desau angin dari pendingin ruangan menjadi satu-satunya suara yang terdengar di ruangan besar tersebut. Kedua insan yang menghuni pun enggan untuk membuka mulut, lantaran sibuk saling menyentuh dan merasakan suhu tubuh satu sama lain.

Adam tak henti beri kecupan di sekujur bahu sang puan. Hanya kecupan ringan yang tidak meninggalkan bekas. Kedua tangannya pun andil, merengkuh tubuh semampai yang hanya berbalut gaun tidur berbahan satin tersebut. Lamat-lamat Adam hirup aroma mawar dari tengkuk Haleth. Mengecupnya ringan lantas menuntunnya untuk berbaring di ranjang.

Yang terjadi selanjutnya, hanyalah di mana Adam rengkuh tubuh Haleth dalam-dalam. Meringkuk dengan balutan selimut seraya tak henti bubuhkan kecupan di bahu maupun punggung sang wanita. Pun Haleth tak melayangkan protes. Karena sensasi itu adalah sensasi yang ia rindukan selama ini. Haleth seolah merasa cintanya yang belum tuntas kembali datang. Perlahan merengkuhnya ke dalam kehangatan yang tak berujung, sampai membuat matanya panas dan lelehkan air mata tanpa sadar.

Haleth rasakan dadanya menghangat. Ribuan kupu-kupu terasa mengerubungi perutnya, hantarkan sensasi menggelitik yang membuat seluruh tubuhnya meremang. Perlahan ia kecup tangan Adam yang merengkuh erat dirinya. Menggenggamnya dan memeluknya seolah tak ingin pria yang mendekapnya kini pergi lagi. Mengesampingkan pikiran, di mana Haleth bisa saja merasakan luka lama yang terulang kembali.

1
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
ditinggu kelanjutannya thor 🥰
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
penyusunan kata²nya bagus, ceritanya menarik 👍👍
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
ceritanya menarik
Alwi
lanjuuut,,
자기아
lanjut thor
자기아
keren abis thor
Seriani Yap
Bagusss tapi UP nya luamaaa bangettttt
Seriani Yap
Lanjuttt
Nicky
next yuk
Esther Nelwan
aku sll nungguin ni cerita up...mksih thor udh up
Reni Suryani
lanjut...
Esther Nelwan
semangat thor 💪💪 aku sll menunggu upnya😁
Nicky
next yuk
Esther Nelwan
semoga janji adam pada Haleth d tepati ...byk hati yg tersakiti klw adam ingkar yg k dua x
Rina Wardani
pasti dimana2 ceritanya sama ya ketika suatu hubungan sudah membaik trs tiba2 masa lalu datang
knp datangnya gk pas waktu heleth menolak adam,dan adam lg berjuang mendapatakan mantannya lg,pasti setelah saling menerima dan memberi kesempatan tiba2 masa lalu datang
pasti utk mengiring haleth menerima niel krn kecewa utk kedua kalinya ma ex husbandnya adam yg kembali mengulangi kesalahan yg sama berselingkuh dgn iris
Rina Wardani
boleh aq nebak,seperti yg sudah2 adam pasti akan mengulangi kesalahan yg sama,kembali terjerat cinta yg blm tuntas ma iris,yakin aku✌️mereka akan kembali makan bersama,kemudian menghabiskan waktu bersama,trs adam mengantarkan iris ke hotel dan tidak kembali sampai esok paginya 😁
judulnya aja my ex husband maka akhirnya tetep menjadi ex husband
Reni Suryani
selamat atas kelahiran baby girlnya Thor🥳
Nicky
seruuu
Esther Nelwan
akhirnya yg d tunggu up jg...aku kasih bunga dah bwt othornya
Reni Suryani
semangat up ya Thor😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!