Faizal,,, ada lah seorang dokter yang bekerja di rumah sakit yang terkenal di kota itu. Di balik sukses nya dia, tanpa di sadari oleh siapa pun, kehidupan keluarga yang ia miliki sangat lah kelam dan suram.
Ia pun tidak ingin membawa cerita hidup nya yang kejam itu pada siapa pun, sampai suatu hari semua nya berubah.
Apa kah berubah makin parah atau makin membaik, ikuti lanjutan cerita nya jika ingin tahu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#26
Doni melihat nya dengan khawatir, sahabat nya ini memang tidak mudah untuk di cegah. Jika ia ingin kan suatu hal, maka ia akan melakukan nya.
"Baik lah,, baik lah... Aku akan mengantar kan pesanan pelangan mu." kata Doni.
"Tapi, apa kah aku tidak membuat mu repot karna itu". Kata Mela.
"Bagai mana aku bisa repot karna seorang Mela. Tidak ada kata repot, jika itu untuk mu Mel." kata nya sambil membantu sahabat nya untuk berdiri.
Baru saja Mela ingin bangun, dokter Faizal itu masuk kembali.
"Kamu mau kemana, bukan kah aku belum mengizin kan kamu untuk keluar". Kata nya pada Mela.
"Tapi, aku harus pergi sekarang. Karna aku ada tugas yang harus aku kerja kan". Kata Mela.
"Tidak bisa, aku kan tidak mengizin kan kamu untuk meninggal kan rumah sakit ini". Kata Faizal.
"Mela, mungkin dokter Faizal ada alasan kenapa kamu belum boleh keluar dari rumah sakit ini". Kata Doni menengahi.
"Tapi kan Don, bunga ku harus di antar sekarang. Jika tidak pelangan itu akan marah pada ku, mana ini sudah telat lagi". Kata Mela.
"Masalah bunga iti, biar aku saja yang mengantar nya. Bukan kah di bunga itu ada alamat nya kan". Kata Doni.
Mela mengangguk kan kepala nya, dari dulu sampai sekarang. Teman nya adalah teman terbaik yang bisa ia handal dalam segala hal.
"Baik lah. Aku akan pergi sekarang, kamu baik baik di sini ya. Jangan cemas kan masalah bunga lagi". Kata Doni.
"Hati hati ya Don," kata Mela.
Doni hanya tersenyum dan menganguk kan kepala nya. Lalu ia pun pergi meninggal kan rumah sakit itu.
"Kamu sangat dekat dengan nya, bukan kah ini tidak baik". Kata Faizal setelah Doni pergi. Karna ia dari tadi hanya sebagai penonton, yang menyaksi kan drama dua orang ini.
"Tidak ada yang tidak baik, kakak gak usah peduli kan urusan ku". Kata Mela.
"Aku rasa kamu lupa suatu hal Mela, aku cemburu pada mu". Kata nya.
"Tadi nya aku kesini ingin mengantar kan kamu pulang. Tapi teman mu itu, ingin membawa mu pergi. Bisa kah aku tahu perasaan mu pada nya Mela". Kata Faizal.
"Maksud kakak, aku tidak mengerti". Kata Mela.
"Aku lihat kamu terlalu dekat dengan nya, apa kah kamu suka dia Mel, jika ia aku tidak masalah". Kata Faizal.
"Jangan berpikir terlalu jauh, aku dan Doni sudah seperti saudara. Jadi tidak mungkin ada rasa yang melebihi rasa sebagai teman dan saudara." kata Mela.
"Bagai mana dengan ku, apa kah kamu juga sama. Menganggap ku hanya sebagai saudara". Kata Faizal.
"Aku ingin kembali sekarang kak, aku tidak suka bau tempat ini". Kata nya tidak ingin menjawab apa yang Faizal tanya kan pad nya.
"Jawab aku dulu Mela, jika tidak aku tidak bisa tenang." kata nya dengan suara yang rendah.
Baru saja Mela ingin menjawab, tapi telfon Faizal berbunyi. Ada seseorang yang menelfon nya. Faizal pun mengambil hp nya di dalam saku celana nya.
Tertera nomer om nya di sana. Bukan di angkat nya, ia malah melihat saja. Sampai om nya menelfon lagi.
"Angkat lah telfon nya, mana tahu ada yang penting yang ingin di bicara kan". Kata Mela.
Ia melihat sudah dua kali orang menelfon, tapi Faizal tidak mengangkat nya. Ia malah hanya melihat saja.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
sesekali bolehlah di tegasin biar gak ngelunjak
👍👍👍👍👍👍👍
👍👍👍👍
tp sayang akhir cerita kurang mantap
lebih semanhat
lebih bagus lagi
🙏🙏🙏🌹
sabar Faisal smg papamu cpt sadar
🙏🙏🙏
mksih byk