VENUS ANGEL Seorang artis terkenal rela menjadi NERD hanya untuk menjalankan misi pembalasan dendam pada pelaku pembantaian keluarganya yang terjadi beberapa tahun silam.
Mencari pelaku ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Penuh MISTERI, TEKA TEKI bahkan adanya sebuah RAHASIA.
Dalam misi pembalasan dendamnya, ia malah sering mendapatkan ancaman yang tentunya membayakan nyawanya sendiri. Siapa sangka, ternyata pengancam itu adalah orang yang paling ia sayangi.
Dapatkah dia menemukan pelakunya? Apakah ia bisa membalaskan dendamnya? Dan bagaimana dengan kisah cintanya?
Untuk tahu lebih lanjut, Ikuti terus kisahnya yaaa....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amha Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sangat Nekat
"Berkasnya sudah saya baca, dan saya setuju dengan isi kontrak ini." Ucap Naya setelah membaca berkas itu
"Kalau begitu, silahkan langsung tandatangani ini." Ujar Riko
Naya dengan segera mengambil bolpoin kemudian langsung menandatanganinya. Setelah itu berkasnya di serahkan pada Venus agar Venus menandatanginya.
"Semoga semuanya berjalan sesuai rencana gue." batin Venus
Dengan segera Venus menandatangani berkas itu kemudian menyerahkannya pada Tuan Dawson. Tuan Dawson yang menerimanya juga langsung menandatanganinya dengan senang hati.
"Terima kasih nona, atas kepercayaannya pada perusahaan kami. Semoga semuanya berjalan dengan baik sesuai yang kita harapkan." Ujar Riko
"Kira kira kapan proses shooting berlangsung?" Tanya Naya
"Saya akan segera membuat schedule yang pas menyesuaikan dengan schedule anda." Ujar Riko
"Kalau bisa dipercepat, kerena lebih cepat lebih baik." Seru Dawson
"Baik tuan. Serahkan semuanya pada saya." Tukas Riko
"Jika sudah tidak ada yang di bicarakan, maka kita anggap meeting ini selesai" Ucap Naya mewakili kedua sahabatnya
"Hmm.. baiklah, Senang bisa bekerja sama dengan dengan kalian." Ujar Dawson mengulurkan tangannya pada Naya setelah berdiri
"Kami juga senang." Balas Naya sembari menerima uluran tangan Dawson yang juga berdiri dari duduknya
Mereka semua saling berjabat tangan satu sama lain sebelum pergi meninggalkan ruangan.
"Kami pamit undur diri." Ujar Dawson yang diangguki Venus dkk
Kemudian tuan Dawson dan Riko sang sekretarisnya pergi keluar ruangan itu dengan hati yang sangat gembira karena akhirnya Venus menerima kerjasama itu.
Sepeninggal mereka dari sana, Venus dkk pun memutuskan untuk keluar dan segera pergi dari cafe itu, tak lupa mereka memakai masker penutup mulut agar tidak ada fans yang melihatnya.
"Eh.. gue mau beli cemilan di mini market depan dulu." Ujar Venus ketika mereka sudah berada di parkiran cafe sembari menunjuk mini market di sebrang jalan
"Gue antar?" Tawar Naya
"Gak perlu, kalian tunggu disini aja biar gue sendiri." Ucap Venus menolak tawaran Naya dengan lembut
"Gak papa sendirian? Nanti lo di kejar sama fans fanatik lo lagi." Seru Glenca
"Mereka gak mungkin ngenalin gue, buktinya pengunjung cafe aja gak ngenalin gue." Ucap Venus
"Yaudah, gue pergi dulu." Finish Venus kemudian langsung berjalan kaki menuju mini market di sebrang jalan.
Naya dan Glenca hanya berdiam diri sembari memainkan ponsel sambil menunggu Venus kembali.
"Tuh anak belanja apa coba, lama banget." Kesal Glenca karena Venus belum juga kembali
"Biasalah, dia kan emang suka ngemil jadi pasti banyak belanjaannya." timpal Naya
Tak lama kemudian Venus sudah keluar dari mini market dengan membawa beberapa kantong plastik yang isi barang belanjaan.
"Gila tuh anak, pantesan lama. belanjaannya aja kayak orang mau pindahan." Pekik Glenca melihat Venus banyak menenteng barang belanjaan
"Gak usah kaget gitu kali. Kayak lo gak tahu Venus aja." Kekeh Naya
Saat Venus hendak menyebrang jalan, tiba tiba Naya dan Glenca melihat ada sepeda motor yang melaju kencang ke arah Venus.
"Venus awas." Teriak keduanya sembari mengangkat tangannya ke arah Venus
"AAAaaa..." Teriak Venus
Bruk..
Pengendara sepeda motor itu berhasil menyerempet Venus hingga membuat Venus tergeletak tapi masih dalam posisi sadar dan barang belanjaannya berserakan di jalan.
Venus hanya mengalami luka kecil yang mungkin hanya terkilir di bagian kakinya dan itu membuat dia hanya syok.
Semua orang disana juga langsung mengerubungi Venus, tapi mereka tidak tahu jika orang itu adalah Venus Angel.
"Ven, lo gak papa? Ada yang sakit?" Tanya Naya khawatir setelah berjongkok di depan Venus karena Venus masih terduduk lemas
"Kaki gue kayaknya terkilir deh." Rintih Venus memegangi kakinya
"Kita ke rumah sakit sekarang." Ucap Glenca yang juga terlihat kahawatir
"Gak usah, ini kayaknya cuma terkilir dan lecet dikit doang." Tolak Venus yang masih merintih kesakitan
"Tapi kalo dibiarin bisa parah." Ujar Naya
"Gue gak papa, sekarang kita pulang aja." Ucap Venus sembari mencoba berdiri namun usahanya sia sia, malah dia kembali terduduk karena tak sanggup berdiri
"Tuh kan, berdiri aja lo gak bisa." Tukas Glenca
"Tapi gue gak mau kerumah sakit, disana bau obat." Ucap Venus yang masih mengeyel
"Huhh... Lo itu keras kepala banget." Kesal Glenca
"Kalian kenapa diem aja, bukannya bantuin malah cuma nonton. Ini bukan sebuah pertunjukan. Ngerti!!!." Marah Naya dengan nada yang tinggi sembari berdiri karena melihat disana banyak orang yang hanya menonton bukannya membantu
"Sekarang tolong bawa temen saya ke mobil." Tambah Naya
Kemudian ada dua orang laki laki yang maju kedepan, lalu mereka memapah Venus untuk menuju ke mobil Venus.
Setelah Venus masuk kemobil, semua orang disana langsung membubarkan diri. Naya dan Glenca pun segera masuk kemobil tanpa mengambil barang belanjaan Venus, karena bagi mereka Venus lebih penting dari pada belanjaan itu. Seperti biasa Glenca yang menyetir sedangkan Naya duduk di kursi penumpang di samping Venus.
"Lo yakin gak mau ke rumah sakit?" Tanya Naya yang sudah sangat cemas
"Yakin Nay, ini cuma terkilir. Nanti juga sembuh sendiri." Ucap Venus mencoba menenangkan sahabatnya
"Dia siapa sih, udah tau di sana ramai tapi main kebut kebutan aja." Kesal Glenca memukul setirnya sembari fokus mempaerhatikan jalan
"Gue rasa dia sengaja nyerempet gue, tapi ahh.. masa sih." batin Venus, karena saat ia hendak menyebrang tiba tiba motor itu melaju kencang, padahal sebelumnya ia melihat sendiri jika pengendara itu tidak melajukan motornya.
Ting..
Bunyi pesan masuk dari ponsel milik Venus, dengan segera ia membuka ponselnya, ternyata itu pesan dari nomor yang gak dikenal dan itu membuat Venus mengeryitkan keningnya bingung.
**From 0838*******
"Ini baru permulaan, jika kamu tidak membatalkannya maka saya akan melakukan yang lebih dari ini."
~ FN*** ~
Setelah membaca pesan itu, Venus sangat terkejut dan seketika wajahnya berubah menjadi pucat.
"Sudah gue duga, tadi bukan sekedar kebetulan. Dia benar benar nekat." batin Venus
"Kenapa?" Tanya Naya ketika melihat Venus sedikit pucat
"Ah.. eh... Eng-enggak itu.. apa." Ucap Venus gugup karena merasa takut
"Lo kenapa sih? Ada yang lo sembunyiin dari kita?" Tanya Naya menatap Venus penuh selidik
"Gak ada kok." Jawab Venus masih sedikit gugup
"Ven, Kita sahabatan udah lama dan lo gak bisa bohongin kita. Sekarang katakan apa yang terjadi?" Tanya Glenca masih fokus menyetir.
"Sebenarnya...."
**Bersambung...
...----------------...
Hallo readers... Jangan lupa kasih Likenya yaa....
Salam manis dari author**...