NovelToon NovelToon
Hello Panda

Hello Panda

Status: sedang berlangsung
Genre:SPYxFAMILY / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:428
Nilai: 5
Nama Author: Dena Tan

Di mata dunia, mereka hanya keluarga kecil yang bahagia: Chiko si karyawan kantor yang penakut, Mila si ibu rumah tangga yang lembut, dan Lala si kecil berusia empat tahun yang konyol dan menggemaskan.


Namun, di balik pintu rumah mereka, kebenaran tersembunyi dengan rapat:


Chiko Leonhart: CEO miliarder yang sedang menyamar untuk menghancurkan musuh bisnisnya.


Mila Leonhart: Viper, ketua mafia legendaris yang menguasai dunia bawah tanah.


Lala Leonhart: Subjek eksperimen rahasia ber-IQ 210 yang menyembunyikan kejeniusannya di balik kecintaannya pada biskuit panda.


Disatukan oleh ketidaksengajaan dan takdir yang rumit, ketiganya saling menyembunyikan identitas asli demi menjaga misi masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dena Tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gaun Merah, Setelan Hitam, dan Pesta Komedi Gelap

Malam pertunjukan pun tiba. Gedung Grand Dome di pusat kota berdiri megah dengan arsitektur kaca modern yang menjulang tinggi. Ratusan lampu sorot menerangi langit malam, menyambut kedatangan para pejabat, ilmuwan papan atas, dan pebisnis kelas dunia yang menghadiri Pameran Sains & Teknologi Internasional.

Di area drop-off VIP, sebuah mobil sedan hitam berhenti mulus.

Chiko turun terlebih dahulu. Malam ini, ia tampak jauh berbeda. Meski kacamata tebalnya tetap terpasang, ia mengenakan setelan jas hitam custom-fit buatan penjahit terbaik Italia. Di balik penampilannya yang elegan, kancing jasnya telah dimodifikasi menjadi pemancar frekuensi satelit Pentagon, dan jam tangannya terkoneksi langsung ke server pertahanan Leonhart Enterprises.

Chiko membuka pintu penumpang dan mengulurkan tangannya dengan sangat gentleman. "Mari, Bunda."

Mila keluar dari mobil, membuat beberapa tamu di sekitar terpana. Ia mengenakan gaun malam berwarna merah maroon yang sangat anggun dan menawan. Garis gaunnya yang tampak elegan sebenarnya menyembunyikan dua kantong tersembunyi berisikan delapan pisau titanium pelumpuh saraf.

"Terima kasih, Suamiku," bisik Mila manis, melingkarkan tangannya di lengan Chiko.

Dan di antara mereka berdua, berjalanlah sang bintang utama: Lala. Bocah mungil itu mengenakan gaun pesta kecil berwarna putih dengan pita merah di pinggang, sepatu kulit hitam yang mengkilap, dan tentu saja—bando telinga panda serta ransel panda raksasa yang tidak pernah ia tinggalkan.

"Wah... gedungnya besar sekali! Banyak lampu kelap-kelip!" seru Lala riang sambil melompat-lompat kecil. Puk-puk-puk.

"Jangan lari-lari ya, Lala Sayang. Nanti tersandung," ingat Chiko lembut sambil membetulkan kacamatanya.

Melalui Lensa Pintar di kacamatanya, Chiko langsung memindai seluruh gedung. ‘Delapan puluh persen pengawal di dalam gedung ini adalah prajurit bayaran Proyek Pandora yang menyamar sebagai sekuriti. Sistem detonator bom kuantum terpasang di basement dua.’

Di sisi lain, Mila yang mengapit lengan Chiko menyapu pandangannya dengan senyum anggun. ‘Pengacau sinyal terpasang di balik setiap tiang utama gedung. Di balkon lantai tiga, ada enam penembak jitu. Mereka benar-benar menyiapkan panggung jebakan yang megah.’

Namun, di bawah gaun cantiknya, Mila mengibaskan jari telunjuknya ke arah bayangan di luar gedung—memberi sinyal mikro kepada 200 anggota elit Black Crimson yang sudah mengepung seluruh perimeter luar Grand Dome.

"Papa, Bunda! Lala mau lihat robot panda di sana!" tunjuk Lala ke arah aula utama.

"Ayo, Sayang," sahut Mila lembut.

Saat mereka melangkah masuk ke dalam aula utama yang megah, musik klasik menggema lembut. Namun, begitu pintu utama terkunci secara otomatis dari luar, musik mendadak mati.

BZZZZT!

Lampu gantung porselen di langit-langit berkedip-kedip sebelum akhirnya berubah menjadi merah remang-remang. Para tamu undangan sipil mulai panik dan berbisik-bisik bingung.

Dari balkon lantai dua, sesosok pria berambut perak dengan pakaian serba hitam melangkah maju. Ia adalah Jenderal Viktor, Ketua Dewan Tertinggi Proyek Pandora—pimpinan tertinggi organisasi yang selama ini memburu Lala.

"Selamat datang, para tamu yang terhormat... dan selamat datang, Keluarga Leonhart," suara Jenderal Viktor menggema melalui pengeras suara gedung.

Para tamu berhamburan ketakutan saat puluhan agen berarmor tempur serba hitam muncul dari setiap sudut pintu, mengarahkan senapan ke tengah aula.

Jenderal Viktor menatap ke arah keluarga Leonhart dengan senyuman kemenangan. "Subject 04. Kamu pikir kamu bisa bersembunyi di balik dua orang tua biasa ini? Malam ini, Proyek Pandora akan mengambil kembali hak milik kami. Jika kalian melawan, seluruh gedung ini akan meledak dalam hitungan lima menit!"

Mila menghembuskan napas pelan, berpura-pura ketakutan sambil merapat ke dada Chiko. "P-papa... orang itu bicara apa? Kenapa ada banyak senapan?!" ‘Satu detik lagi dia bicara, aku akan lemparkan pisau titanium ini tepat di antara kedua matanya,’ batin Mila dingin.

Chiko merangkul bahu Mila, berpura-pura gemetar canggung. "B-bunda jangan takut... Papa ada di sini..." ‘Satu detik lagi dia mengancam keluarga saya, aku akan retas sirkuit pacu jantung bionik di dadanya sampai meledak,’ batin Chiko dengan kemurkaan sang Mastermind siber.

Di antara ketegangan dua orang tua yang bersiap meratakan tempat itu, Lala justru melangkah santai ke depan, berdiri di tengah aula sambil menepuk ransel pandanya.

"Paman Rambut Putih!" panggil Lala nyaring dengan suara imutnya. "Biskuit panda edisi terbatas rasa keju pesanan Lala mana?! Kok malah bawa senapan hitam yang jelek begitu?!"

Jenderal Viktor menyipitkan mata. "Bocah tidak tahu diri! Amankan Subject 04 sekarang!"

Empat agen berarmor berat langsung berlari menerjang ke arah Lala!

Lala menatap mereka dengan wajah sangat gersang. "Hah... Paman-paman ini tidak pernah kapok ya."

Lala mengetuk tombol hidung pada bando telinga pandanya.

KLIK.

BZZZZZZZZT—BOOM!

Bukan bom ledakan api, melainkan sebuah Gelombang EMP Kuantum Skala Mikro menyembur keluar dari bando panda Lala! Gelombang radiasi elektromagnetik biru itu menyebar dengan kecepatan cahaya ke seluruh penjuru Gedung Grand Dome.

Dalam waktu kurang dari 0,01 detik:

Seluruh senapan listrik dan armor tempur musuh mengalami korsleting total, meledak kecil dan mengunci pergerakan mereka!

Sistem detonator bom di basement dua yang disiapkan musuh langsung terbakar chip-nya hingga mati total!

Sistem suara dan kamera pengawas Jenderal Viktor meledak mengeluarkan asap!

"A-apa yang terjadi dengan senjata dan armor kita?!" teriak para prajurit musuh panik saat armor mereka mengunci kaku seperti patung.

Jenderal Viktor terbelalak horor dari atas balkon. "Sinyal EMP Kuantum?! Dari mana datangnya sinyal itu?!"

Sebelum Jenderal Viktor sempat kabur, Chiko yang berpura-pura "tersandung karena panik", secara tidak sengaja menginjak tombol peretas siber di sepatunya.

BZZZT!

Lampu sorot panggung utama mendadak bergerak sendiri, berputar 180 derajat dan menghantam pagar balkon tempat Jenderal Viktor berdiri!

BAM!

Balkon tersebut runtuh, membuat Jenderal Viktor jatuh terjerembap ke lantai dasar tepat di depan kaki Mila!

Mila, yang berpura-pura "kaget dan terpeleset" karena gaun panjangnya, mengibaskan tangannya secara refleks untuk menjaga keseimbangan. Tanpa ada yang menyadari, dua pisau lempar tipis meluncur dari balik lengan gaunnya, mengunci kedua lengan jas Jenderal Viktor hingga menancap kuat ke lantai semen!

CSH—CSH!

"AAARRGGHH!" Jenderal Viktor menjerit, tak mampu bergerak sedikit pun.

Dalam waktu kurang dari satu menit, seluruh ancaman Proyek Pandora yang sangat mengerikan... telah dilumpuhkan secara total dengan kombinasi kejutan EMP Lala, "ketidaksengajaan" Chiko, dan "kepanikan" Mila!

Para tamu undangan bersorak mengira itu semua adalah bagian dari special effect pertunjukan sains yang sangat memukau.

Lala melangkah mendekati Jenderal Viktor yang terkapar tak berdaya. Bocah mungil itu berlutut, menepuk-nepuk pipi pimpinan tertinggi Proyek Pandora itu dengan tangan kecilnya.

"Lain kali kalau mau buat acara pesta... jangan lupa bawa biskuit panda ya, Paman!" bisik Lala polos sambil tersenyum sangat manis.

Chiko dan Mila langsung berlari menghampiri Lala, mengangkat dan memeluk putri mereka erat-erat.

"Lala! Kamu tidak apa-apa?! Aduh, Papa takut sekali tadi!" seru Chiko sambil mengelus dada berpura-pura lega.

"Iya, Sayang! Untung tadi lampu dan panggungnya kebetulan jatuh ya!" tambah Mila sambil mencium pipi Lala.

Lala memeluk leher Papa dan Bundanya, menahan tawa gembira yang luar biasa di dalam hatinya.

‘Papa, Bunda, dan Lala... memang tim pahlawan super paling hebat di dunia!’ batin Lala riang.

Di malam yang megah itu, organisasi Proyek Pandora akhirnya hancur total untuk selamanya. Dan Keluarga Leonhart kembali berjalan pulang bergandengan tangan di bawah sinar rembulan—siap melanjutkan kehidupan harian mereka yang penuh kedamaian, kehangatan, dan rahasia-rahasia manis yang tak akan pernah pudar.

Bersambung..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!