Ketika penyihir dan Pemburu Penyihir bertemu dalam satu wilayah yang tak pernah mereka sangka. Satu berburu dan yang lain diburu, bagaimana jika akhirnya mereka jatuh cinta?
Dua makhluk Kekal bertikai sejak berabad-abad silam dan tak pernah mampu berdamai, berperang, bersembunyi dan akhirnya tertangkap, berulang tanpa pernah istirahat.
Apakah pada akhirnya mereka mampu bersatu? atau malah menjadi alasan peperangan terjadi lagi, seperti dulu Dekekuoi hancur lebur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muka Kanvas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 : Batuk Asti 9
SATU HARI SEBELUM PENYEMBUHAN RANI
“Justru sebenarnya bagus kan, mereka meninggalkan kita untuk mati begitu saja, setidaknya kita hanya digembok.” Yelak berkata pada keluarganya yang sedang kalut.
Bukan karena takut kelaparan, di gudang rumah mereka ada berkarung-karung beras, beberapa jerigen minyak tanah, di belakang rumah mama menanam banyak sayuran, belum lagi ayam yang mereka pelihara, percayalah mereka bisa bertelur dalam waktu lebih cepat. Setelah kawin, telur pertama bisa keluar sekitar dua puluh empat sampai dua puluh enam jam kemudian, tetapi pembuahan tidak selalu langsung terjadi, ayam betina yang sudah mulai produktif biasanya bertelur 1 butir dalam waktu tersebut.
Setelah bertelur, biasanya butuh waktu sekitar tiga pulu menit sampai beberapa jam sebelum proses pembentukan telur berikutnya berjalan. Ayam tidak bertelur terus setiap hari sepanjang tahun. Produksi bisa menurun karena umur, cahaya, stres, pakan, dan kondisi tubuh.
Tapi bagi penyihir, memelihara ayam adalah cara yang paling mudah dalam menjaga pasokan makanan, terbiasa bersembunyi membuat mereka tahu kalau salah satu binatang yang paling mudah berkembang biak adalah ayam. Baik telurnya maupun hasil penetasannya sama-sama bisa digunakan sebagai sumber makanan.
Tentu bagi penyihir berbeda, jika orang biasa butuh dua puluh satu hari untuk menetaskan ayam, bagi penyihir waktu itu bisa dibuat lebih cepat dengan mantra dan sihir, bisa juga dibesarkan dalam waktu yang lebih singkat.
Meski di rumah Yelak hanya ada 2 ayam, tapi bisa jadi ayam itu bisa membuat mereka bisa hidup berbulan-bulan dengan tekhnik penetasan dan juga bertelur yang dicampurtangani oleh sihir dan mantra.
Jadi gusar dan gundah gulana tidak pernah berasal dari perut mereka sendiri. Tapi justru dari kekecewaan mereka karena Asti meninggal dunia dan Rani sekarang sakit.
Waktu mereka jelas pendek dan bahkan tidak diketahui sama sekali, sampai sekarang mama bahkan belum tahu apa yang menjadi penyebab sakit batuknya Asti itu dan juga wabah bagi warga sekitarnya, karena setelah kematian Asti, bukan tiga orang lagi yang sakit di gang sebelahnya, tapi gang-gang berikutnya banyak anak dan lansia yang ikut sakit dengan gejala seperti Asti.
“Aku bisa saja mendeteksi dengan cepat, tapi aku harus menggunakan sihirku, aku harus melihat apakah ada jejak sihir di rumah Asti, tapi aku tahu itu berbahaya, kita akan terdeteksi oleh Jagabaya Kasipin.”
“Papa pernah bilang kan kalau sekali kita mengeluarkan sihir, wangi kita akan langsung terendus oleh Jagabaya Kasipin, katanya wangi kita itu manis, seperti bunga yang mekar di tanah kuburan. Sangat tajam hingga Jagabaya Kasipin terdekat akan langsung tahu keberadaan kita, makanya aku menutupi leherku dengan syal setiap kali ke sekolah, syal yang dimantrai dengan mantra wewangi, sehingga wangi dari leherku tidak akan tercium karena tertutup mantra itu, karena mantra itu aroma tubuhku tersamarkan dan Jagabaya Kasipin hanya tahunya wangi kita seperti itu, makanya ketika mantra wewangi diucapkan pada syalku, aromaku tersamarkan. Jagabaya Kasipin tidak pernah bisa melihat sihir dengan matanya, mereka hanya tahu dari aromanya, iya kan pa?
Kita nggak bisa menggunakan sihir itu dan menutupinya dengan mantra wewangi pa?”
“Tidak bisa, karena jejak aroma Lira itu belum setinggi jejak mama, jadi masih bisa ditutupi oleh mantra wewangi, kalau jejak aroma mama dan papa bukan ditutupi tapi dibersihkan, kami harus mandi di laut lepas selama empat puluh hari. Sila yang menjadi bahan bakar sihir kita setiap kali digunakan akan meninggalkan materialisasi sihir atau residu mikroskopis pada tubuh penyihir. Residu tersebut berikatan dengan minyak kulit dan rambut, ikatan itu menghasilkan aroma khas, aroma inilah yang dikenali oleh Jagabaya Kasapin sebagai wangi Dekekuoi, wangi residu dari sihir yang digunakan.
Itulah kenapa berendam di air laut selama empat puluh hari akan membantu kita membersihkan residu sihir itu, air laut mengandung banyak garam mineral dan ion, maka garam, air, gesekan, dan waktu yang tepat dapat membuat aroma penyihir terlarut, terlepas dan ternetralkan dengan sempurna. Aroma kita hilang, tapi kekuatan sihir kita tetap masih bisa digunakam jika memang sangat diperlukan, tidak hilang sama sekali, hanya perlu mengulang berendam air laut selama empat puluh hari lagi saja.”
“Kalau begitu, aku saja yang deteksi sihir di sekitar rumah Asti, kan jejak aromaku ketika digunakan bisa ditutupi dengan mantra wewangi. Kan aromaku belum setajam papa dan mama.”
“Iya, tapi selama kau menggunakan mata sihir untuk melihat, aromamu akan terus menajam berkali lipat, tidak seperti sekarang, ada tapi hanya sisa karena Sila yang ada di tubuhmu. Tetap saja berbahaya nak.”
“Tapi bahaya itu akan sepadan kan pa.”
“Ma! Kita akan mengorbankan Lira?”
“Tidak! Aku yang mengandungnya, kau pikir aku mau dia celaka, tapi aku juga tak mau ibu lain kehilangan anaknya karena kita tak mau ambil resiko.
Lira besama kita, itu sebabnya dia akan tetap aman. Kita gunakan semua ramuan yang sudah aku buat untuk mantra wewangi Lira, aku masih punya sepuluh botol dari terakhir kubuat dan setelah itu kita berendam untuk penetralan di laut.
Sepuluh botol itu untuk satu tahun penuh, tapi sekarang mungkin kita perlu pakai setengahnya untuk memandikan Lira dengan cairan mantra itu, sehingga ketika dia gunakan mantra sihirnya, dia takkan terdeteksi Jagabaya Kasipin.
Selama dia menggunakan mata sihir, dia bisa menjelaskan padaku jejak sihir apa yang dia lihat tertinggal di sana, kau tahu kan, ini bisa jadi media dia belajar jejak sihir lain, selama ini sudah hampir tidak pernah berlatih karena bersembunyi.”
Para penyihir mampu menggunakan semua panca inderanya untuk mengenali sihir satu sama lain, inilah kenapa kelak Jagabaya Kasipin begitu ingin mempelajari semua sihir yang Dekekuoi kuasai, karena dengan tahu keahliannya, maka Jagabaya Kasipin tidak lagi hanya mengenali mereka dari aroma, tapi bisa juga dari penglihatan, pendengaran dan lainnya. Meski itu belum berhasil sampai sekarang, tapi diusahakan sebegitunya dengan cara penangkapan besar-besaran, di waktu kelak, jika kalian ingat, Lira masih ditahan di penjara bawah vila itu.
“Ayo kita lakukan pa, sahabatku Rani butuh bantuanku, untuk apa aku istimewa sebagai Dekekuoi tapi sahabatku sakit terkena sihir saja aku tak bisa bantu, untuk apa kita bersembunyi? Aku tidak akan bisa memafkan diriku kalau Rani tidak selamat seperti Asti!”
Yelak menatap anaknya dan dia terdiam, dia tak tahu harus apa, tapi yang dikatakan Lira benar, mereka harus membantu Rani, tidak bisa diam saja.
“Baiklah, tapi kita lakukan hati-hati, kita juga akan pindah jika saja keberadaan kita diketahui Jagabaya Kasipin, kita memang harus menolong orang, karena kita ditakdirkan seperti itu, tapi bukan berarti mengorbankan diri sendiri.
Mama dan Lira mengangguk, setelah itu mereka mulai mempersiapkan diri agar Lira bisa menggunakan mata sihirnya di rumah Asti, apakah mereka akan berhasil, atau malah tertangkap Jagabaya Kasipin?