" Boleh kah aku bertanya satu pertanyaan?" Nymera Elvaretta Lennox "
" Katakan?" prince Rafael Benitez"wajahnya dingin, tatapan matanya tajam.
" Tolong katakan apa kurang nya aku kak? sampai kakak tak bisa melihatku sebagai seorang wanita" tatapan matanya sendu.
" karena kau hanyalah gadis manja" .
Perlahan,gadis bernama Nymera Elvaretta Lennox itu melangkah mundur, matanya menatap sendu pria di depan nya,pria yang sejak kecil ia kagumi dan ia tau telah di jodohkan dengan nya.
Dengan bibir tersenyum, bukan senyuman indah dan manis, melainkan senyuman menyakitkan, bahkan bibirnya terlihat sedikit bergetar saat dengan lirih ia berkata " Terimakasih telah menyadarkan ku, selamat tinggal, semoga kakak terus bahagia" masih sekuat tenaga ia mengucapkan kalimat perpisahan.
setelah sedikit membungkukkan tubuhnya, sebagai cara menunjukkan penghormatan kepada keluarga kerajaan,gadis cantik yang akrab disapa Mera itu berbalik dan melangkah meninggalkan pria yang masih menatapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisha Langsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
" Kenapa akhir-akhir ini kamu sangat jarang membalas pesan atau mengangkat panggilan telepon dari ku?,ada apa Hem?" Rafael bertanya dengan nada pelan,saat ini keluarga Meera tengah berkunjung ke istana,memenuhi undangan raja, yang tak lain adalah orang tua dari pangeran Rafael Benitez.
Rafael membawa Meera ke salah satu taman yang terdalam di bagian dalam istana,taman pribadi milik Rafael, tempat yang tak sembarangan orang di izinkan mendatangi nya, Rafael memang memiliki beberapa tempat pribadi di istana,hanya pelayan pribadinya saja yang di izinkan mendatangi tempat itu.
" Aku sibuk" jawab Meera terdengar sedikit ketus,gadis cantik itu memilih menyibukkan memetik satu persatu daun bunga yang berada tak jauh dari tempat nya duduk.
Rafael sedikit memiringkan tubuh dan kepalanya demi bisa menatap dengan jelas wajah Meera yang ternyata lebih memilih menunduk.
Mendengar jawaban singkat dan ketus Meera Rafael mengulum senyum,ia tau,wanita kesayangan nya itu sedang merajuk padanya,itu karena beberapa bulan lalu Meera memintanya untuk datang membawakan nya es krim,namun Rafael menolak dengan alasan sedang sangat sibuk.
" kau masih marah padaku karena es krim waktu itu?" tanya Rafael sengaja ingin menggoda nya.
" Tidak..." dengan cepat Meera menggeleng " untuk apa harus marah,aku masih bisa meminta kepada orang lain untuk membelikan nya,bukan sesuatu yang sulit juga kok" jawab Meera terdengar sedikit angkuh.
" Meminta pada orang lain?" tanya Rafael mencoba untuk memastikan.
" Heum..." cepat Meera mengagguk.
" Siapa?" tanya Rafael penasaran.
" kak Gio,malam itu kebetulan dia sedang berada di luar katanya saat aku menelpon nya" jawab Meera jujur,ia tak sedikitpun bermaksud memamerkan tentang kedekatan nya dengan seniornya yang bernama Gio tersebut.
Mendengar nama yang Meera sebutkan,darah dalam tubuh Rafael terasa mendidih, ekspresi wajahnya seketika berubah " berikan ponsel mu" pintanya tiba-tiba mengulurkan tangan meminta ponsel milik Meera.
" Untuk apa?" tanya Meera heran,ia sampai memegang erat tas nya.
" berikan atau aku ambil secara paksa dan membuangnya " jawab Rafael tegas.
Walaupun merasa sangat tidak terima,namun dasarnya Meera adalah gadis manja dan lemah lembut,ia mengambil ponselnya dari dalam tas dan menyerahkan nya pada Rafael yang terlihat sangat tidak sabar menunggu.
" Jangan di buang,itu ponsel baru ku" pinta Meera setelah ponsel nya berpindah tangan ke tangan Rafael.
" Akan ku belikan yang lebih bagus lagi" jawab Rafael asal,tangan nya cepat membuka kunci pada layar ponsel milik Meera.
Rafael bahkan tak mengizinkan Meera merahasiakan sandi ponselnya dari nya, begitupun dengan dirinya yang tak merahasiakan nya dari Meera.
Perhatian Rafael terfokus pada ponsel Meera yang tengah ia periksa,sesekali Meera melongok merasa penasaran dengan apa yang Rafael lakukan pada ponselnya.
" kakak... jangan...." belum selesai Meera berucap, Rafael sudah menyerahkan kembali ponselnya,pria itu tak sedikitpun merasa bersalah atau peduli dengan tatapan horor Meera.
Bagaimana tidak, Rafael menghapus nomor ponsel Gio yang berada dalam daftar nomor telepon pada ponsel Meera,dan menghapus semua hal yang menyangkut tentang pria itu.
" kenapa di hapus kak?" marah Meera,ia bertanya dengan nada sedikit tinggi.
" Kamu lupa tentang apa yang aku katakan Hem? aku melarang mu menyimpan nomor ponsel laki-laki di ponsel mu,selain papa mu? Pengecualian untuk aku dan Ares" jawab Rafael tenang.
" Egois " umpat Meera dengan nada lirih,ia bangkit dari duduknya dan melangkah meninggalkan Rafael seorang diri,Meera bahkan menghentakkan kakinya merasa tidak terima dengan perbuatan Rafael.
Rafael tak menjawab atau mengikutinya, pria itu hanya menatap dalam punggung Meera yang meninggalkan nya hingga hilang di belokan menuju tempat dimana keluarga mereka masih berkumpul.
📱-" aku di istana" jawab Rafael pada seseorang yang bertanya di balik telpon.
📱-".......".
📱-" Aku tidak bisa berjanji,namun akan aku usahakan " jawab Rafael lagi.
Tepat setelah kepergian Meera ,Camelia kembali menghubungi nya, sebenarnya sudah beberapa kali sejak mereka makan tadi Camelia menelponnya,namun Rafael tak mengangkat nya,ia tak ingin kedua orang tuanya marah dan juga tak ingin membuat Meera sedih.
📱-" Atur kepulangan Camelia ke negara ini, perketat penjagaan,jangan sampai kejadian beberapa hari lalu terulang lagi" perintah Rafael pada Alexander, sekretaris sekaligus sahabat nya itu yang ia tugaskan tetap berada di negara itu saat Rafael diminta untuk pulang ke negaranya oleh sang ibu.
" Terimakasih untuk jamuan makan malam nya,kami sangat menikmatinya " ucap tulus nyonya Vanessa dan di angguki setuju oleh tuan Amran.
Keluarga terpandang itu merasa sudah waktunya mereka undur diri,waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
" Kami juga sangat berterimakasih karena di tengah kesibukan yang sangat padat,tuan dan nyonya masih bersedia memenuhi undangan kami,dan kami sangat bahagia jika anda sekeluarga merasa menikmati hidangan yang kami sajikan " jawab ratu Ambar dengan tak kalah sopan dan lembut.
Mereka memang sudah lama saling mengenal, khususnya tuan Amran dan raja Xavier,kakek tuan Amran pernah menolong kakek raja Xavier, hingga akhirnya mereka berhubungan dekat hingga saat ini dan perjanjian perjodohan itu telah terucap sejak para orang tua mereka dulu,hanya saja raja terdahulu atau ayah tuan Xavier tak memiliki anak perempuan, begitupun ayah tuan Amran,maka itu perjanjian itu mereka turunkan pada sang cucu,yaitu Nymera dan pangeran Rafael.
" Sayang.. sering-sering lah berkunjung,ibu selalu merindukan mu " ratu Ambar memeluk erat tubuh ramping Meera,mengecup kening,pipi dan puncak kepalanya,wanita bangsawan bergelar Ratu itu begitu sangat menyayangi Meera.
"Akan Meera usahakan ibu Ratu" jawab Meera sopan,ia tak pernah menunjukkan tentang perselisihan nya dengan Rafael,semarah dan sekecewa apapun ia pada tunangan nya itu tak pernah ia tunjukkan pada para orang tua,hanya Cecilia lah yang tau tentang segala perasaan nya.
" Katakan pada ibu jika pangeran nakal itu mengganggu atau menyakiti mu,ibu yang akan memberi nya hukuman" ucap ratu Ambar lembut.
" Pasti akan Meera katakan " jawab Meera seraya mengangguk.
Sedangkan Rafael hanya diam,matanya justru terlihat fokus pada layar ponsel nya, ekspresi wajahnya terlihat berubah,hal itu membuat Meera merasa Rafael benar-benar sangat tidak menginginkan acara makan malam bersama tersebut.
Sedangkan para orang tua tak menyadari dengan perubahan ekspresi wajah Rafael, mereka saling berpamitan dan berpisah.
Rafael menggenggam erat ponselnya,mata nya berkilat tajam menatap layar ponsel nya dan menatap kepergian mobil keluarga Meera.
Tak ada yang tau,bahwa sebenarnya Rafael baru saja menerima kiriman beberapa foto saat ia dan keluarganya makan malam bersama keluarga Meera,dan foto saat ia bersama Meera di taman,bukan tak ada maksud dari pengirim foto tersebut, tentunya di barengi dengan ancaman yang membuatnya seketika ingin marah dan merasa ketakutan secara bersamaan.
📤-" perketat pengawasan mobil keluarga Lennox" ketik Rafael cepat dan mengirimkan nya pada seseorang.
eeh katanya tidak cintaa
tpi koq cemburuuu🤣🤣🤭🤭🤭
dia hanya rubah yang licik
apakah kamu penggemar rahasia
sebab Iya ingin anaknya masuk dalam kawasan keluarga istana
bukan sekedar pelayan, yang di anggap rendahan🤭😔
kira kira siapa si dia
bikin penasaran aja
ngelunjak ya
minta di geprek kau
dan ternyata Dai si penghianat kerajaan
ada disampingmu Rafael
ular kadut
apakah dia termasuk anak bangsawan
sampai dgn percaya dirinya
selalu mengincar pangeran
ternyata ada pria lain yang Akan melindungi meera
dan Rafael seolah menerima perjodohan itu
hanya karena ingin menutupi bhubungannya dgn camel🤭🤭
ish is tak patut
tak patut
Baru juga lihat Meera ketawa ketiwi sama kaka2 OSIS, udah kebakaran jenggot aja. Gimana kl Gio atau cwo lain bisa deketin Meera ?
ah elah EL EL...gemes pengen cubit ginjalmu EL 😂😂