NovelToon NovelToon
Dendam Diatas Materai

Dendam Diatas Materai

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:546
Nilai: 5
Nama Author: Senjani jingga

Gara-gara wine tumpah Aruna Wijaya harus menikah kontrak dengan seorang iblis berwajah tampan Devara Mahesa.

Tanda tangan kontrak diatas materai menjadi penanda Aruna resmi terjerat dalam pelukan hangat Devara yang mematikan dan penuh dendam rahasia.

Hingga Bayu datang, seorang dokter keluarga Wijaya yang menyimpan kenangan masa lalu kelam Aruna menawarkan kebebasan.

Apakah Aruna akan menerima tawaran Bayu lepas dari iblis?, ataukah akui dendam diatas materai itu sudah menjadi candu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjani jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DDM|19|Dibalik Topeng

Acara besar yang digelar di salah satu gedung besar kota Skyline dihadiri banyak tamu penting, pejabat, dan aliansi bisnis Devara. Acara bertema Mahesa health summit, berfokus kepada pengembangan dana yang disumbangkan untuk pasien kurang mampu di Mahesa Hospital.

Pembawa acara sudah mulai membuka acara, Alana tidak sempat menjawab pertanyaan dari Marisa, jari-jarinya sudah mengepal kencang melampiaskan emosinya. Namun, dirinya harus terlihat senyum dan profesional di acara ini.

Marisa berjalan menuju kursi untuk duduk disebelah kanan Devara, disebelah kiri Aruna duduk karena paksaan pria itu. Alana memilih duduk disamping Marisa. Wanita itu melirik sekilas saat Alana duduk disampingnya, namun Ia tak menolak ataupun protes sama sekali.

"Kita sambut direktur utama Mahesa Hospital, Devara Mahesa, silahkan pak Devara menaiki panggung untuk memberi sambutan" ucap pembawa acara tersebut kepada Devara.

Tepuk tangan meriah mengisi ruangan itu, jepretan flash kamera juga meriahkan ruangan tersebut, Devara berdiri merapikan jas nya lalu berjalan menuju panggung, setelah sampai panggung, matanya bertemu dengan Bayu yang duduk dikursi paling depan, sudah bersiap menggunakan jas dokter miliknya. Bayu tersenyum singkat, tapi dia mengabaikannya.

"Selamat malam semuanya, saya berterimakasih sekali kepada para donatur dan orang-orang yang sudah mengsukseskan acara penting ini" ucapnya sambil tersenyum.

"Serta saya juga berterimakasih kepada istri tercinta saya Aruna Mahesa, karena selalu suport saya selama ini" Devara lagi-lagi menyebut nama Aruna sebagai komsumsi publik, didepan kamera yang sedang merekam dirinya, didepan semua tamu penting yang datang, seolah dia bangga dengan istrinya.

Aruna yang duduk di kursi vip diam, namun hatinya berisik, pikirnya jika bisa dia juga akan menghancurkan acara ini dan bicara sejujurnya kalau Devara punya topeng busuk dibalik wajah tampannya.

Bayu mendengar apa yang dikatakannya diatas panggung, Devara sengaja berpaling saat Bayu menatap, tangannya tak berhenti mengepal kuat saat Devara menyebut nama Aruna. Namun kali ini, dia harus terlihat profesional, apalagi dihadapan atasannya.

"Dev, saya tunggu klarifikasi-nya setelah ini" Gumam Bayu, sambil membenarkan duduknya lalu ikut bertepuk tangan saat Devara turun dari panggung. Dia merogoh ponsel di saku celana lalu mengirim pesan kepada seseorang.

'Saya tunggu hasil video-nya' isi pesan Bayu terkirim kepada seseorang.

Devara menuruni panggung, berjalan dengan penuh wibawa. Marisa terlihat tersenyum singkat, lalu melirik Aruna yang hanya diam sambil meremas kedua tangannya. Mendengar namanya disebut untuk memancing Devara agar dirinya dikenal sebagai suami yang setia dan mencintai istrinya.

"Run, tegakkan kepalamu" Ujar Marisa berbisik kepada Aruna.

Alana yang mendengarnya terlihat kesal, "Tan, ada banyak kejadian yang mungkin tante tidak liat saat diluar negri" ujar Alana pelan, tak menatap Marisa, tetap memandang lurus dengan angkuh.

Marisa tak melirik sedikit pun kearah Alana. "Kejadian..?, Saya tidak sabar mendengar versi kamu seperti apa" jawab Marisa datar.

Alana meremas dress dengan kuat, namun Ia mencoba terus tersenyum, merasa kalau Marisa sudah jauh dipihaknya, namun bukan Alana jika hanya terus diam. "aku akan ceritakan sedetail mungkin tan" balas Alana sambil menyeringai.

Devara duduk ditempatnya semula, mereka diam tak berbicara apapun lagi setelah duduk. Aruna meliriknya sekilas, lalu memalingkan wajahnya kembali.

Aruna terpaku saat melihat Bayu naik ke atas panggung, Ia terus memandangi Bayu dengan kekaguman yang tak pernah usai sejak dulu, cinta pertamanya, cinta yang tak pernah Ia lupakan walaupun sempat diabaikan.

Harapan besarnya kepada Bayu, genggaman tangan singkat itu masih di rasakan hingga detik ini. Tak terasa Ia tersenyum saat melihat Bayu berbicara. Devara dapat melihatnya bahkan dari ujung matanya sekalipun, senyuman yang selalu Aruna berikan kepada lelaki itu.

"Run, banyak kamera, jaga sikapmu" bisik Devara pelan ke telinga Aruna.

Gadis itu langsung berhenti tersenyum saat mendengar bisikan dari Devara, namun matanya tak berhenti melihat Bayu diatas panggung.

"Kenapa..? saya cuma kagum. Apa tidak boleh" jawaban Aruna membuat Devara langsung menoleh melihat gadis itu. Rahangnya mengeras sepersekian detik.

Sedangkan Aruna sudah hambar, Ia tak bisa menepis lagi perasaannya yang bahkan terucap kepada Devara saat itu. Ia tak mampu terus diam seperti patung, masalah ancaman Aruna bisa tahan sekali lagi, tapi Ia tak mau menjadi Aruna yang lemah seperti kemarin.

"Aruna.." Devara sedikit meninggikan suaranya.

Marisa yang ada disebelahnya menepuk pelan tangan Devara setelah mendengar suara pria itu yang memanggil nama Aruna dengan nada berbeda. "Perhatikan tingkahmu Dev" Katanya pelan.

Semua mata memandang layar besar diatas panggung yang tiba-tiba menyala. Lampu meredup setengah layar menampilkan clip 5 detik yang diputar berulang-ulang.

Devara di koridor penthouse mencengkram tangan Aruna dengan keras, Aruna yang berjalan menunduk, mata sembab dan bahunya gemetar.

Ruangan hening 2 detik, tamu didalam ruangan saling berbisik pelan.

Namun, Devara dikursi vip diam tak bergerak, rahangnya mengeras dan urat dilehernya hampir keluar, tidak menoleh kemanapun. Seperti kalau bergerak dunia akan runtuh seketika.

Marisa melipat tangannya, pandangan tidak terlepas dari layar. Sedangkan Aruna terkejut menutup mulutnya. Dan bingung siapa yang menyebarkan video itu. Lalu Ia melirik kesebelahnya Devara yang terlihat pucat, karena sebagian dirinya terlihat di layar itu. Bibirnya membentuk senyuman tipis saat melihat wajah panik Devara.

Sedangkan Bayu, berdiri dengan tegak, tidak senyum dan juga tidak menyesal. Sambil melirik layar lebar itu sekilas dan menunjukkan wajah pura-pura bingung, lalu meminta pembawa acara mematikan layar.

Tontonan langka, Aruna langsung beranjak dari duduknya tanpa diminta. Sedangkan Pembawa acara sudah meminta maaf dan mematikan layar. Aruna sampai dipanggung, matanya bertemu dengan Bayu disana menatap beberapa detik sebelum Aruna meraih mic.

Devara diam, menatapnya diatas panggung, bahkan Devara bisa melihat tangan Aruna yang gemetar saat memegang mic. "Kenapa dia..naik tanpa saya minta?" gumam Devara, tangannya mengepal keras.

"Menarik, apa yang dia rencanakan" ujar Alana sambil tersenyum licik.

"Dia lebih pintar dari yang saya duga" Ucap Marisa masih dengan tangan menyilang, sambil melirik kearah Devara.

Aruna memegang mic dengan tangan gemetar. "Saya mau klarifikasi, saat itu saya sedang bertengkar dengan suami. Dia tidak pernah menyakiti saya"

Nafas Devara tercekat saat mendengar ucapan itu dari mulut Aruna. Devara tak bisa terus diam ditempat, Ia beranjak dari duduknya, di bibirnya terbentuk senyuman tipis, sambil membenarkan jas nya dan ikut naik keatas panggung. Ia merangkul pinggang Aruna. "Lawyer saya akan turun tangan tentang masalah ini" Ucapnya setelah sampai dipanggung

"Bagaimanapun hubungan saya dan istri baik-baik saja. Maaf mengganggu acara malam ini" Devara menggandeng Aruna turun dari panggung, menjadi perhatian publik dan para wartawan yang hadir, serta kamera terus memotret mereka.

Bayu menatap tajam Devara, emosinya sudah sampai atas kepala. Lagi-lagi rencanannya gagal, video itu tak berguna. Apalagi melihat Aruna diatas panggung jantungnya serasa berhenti satu detik. Telapak tangannya sudah tak bisa melepaskan kepalannya.

Satu jam setelah selesai acara...

"Ehhh... Sorry gak sengaja" ujar Alana, wine ditangannya tumpah mengenai baju Aruna.

"Dress ini... Kaya kenal deh" Alana menarik dress Aruna.

"Kenapa.. Ini suami saya yang kasih, apa kamu cemburu?" Jawab Aruna dengan berani dan menepis tangan Alana.

"Cemburu, inget ya dia lebih kecintaan sama gue, lo itu cuma babu. Inget ya ba..bu" Bisik Alana.

Marisa datang dengan santai ditengah perseteruan Alana dan Aruna sambil menenteng tas hermès nya, heelsnya berbunyi nyaring dilantai. Alana langsung beralih.

"Fakta apa yang ingin kamu ungkap Al..?" Tanya Marisa saat itu juga yang berdiri satu meter dari Alana, heelsnya mengetuk pelan lantai sambil melirik kearah Aruna.

1
andra screet love
lanjut trus 🙏🙏🙏💪💪
senjani jingga: siap😁
total 1 replies
pєkαᴰᴼᴺᴳ
semagat kk💪
senjani jingga: iya makasih, kamu juga semangat💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!