Aku bukan pelakor! Aku hanya lah orang ketiga dalam hubungan kakaku dan calon suaminya.... lah bagaimana mana bisa?
Bagaimana jika suami mu dan suami kakak mu adalah orang yang sama?
Ini adalah kisah ku. Aku-Kania, Adam dan Najira, yang bukan lain adalah kakak tiri ku, terikat dalam satu hubungan yang bernama tali pernikahan.
Jika kalian tanya siapa istri pertamanya mas Adam. Aku, aku istri pertamanya. Tapi siapa wanita yang di cintanya, iya, Najira.
Aku tau betul kalau hati mu hanya milik Najira seorang. Tapi, aku juga istri mu. Tidak kah kau memikirkan perasaanku walau sedikit?
Jangan lupakan Chandra, Pria adi kuasa yang memegang tali merah di kehidupan Kania.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asih sunkar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28. Ceraikan Aku
Ceraikan Aku
Kania dan Najira sudah sampai di rumah Adam. Kania keluar dari mobil, sedangkan Najira memasukkan mobil ke dalam garasi. Setelah itu, mereka berjalan bersama masuk ke dalam rumah.
Saat mereka baru sampai di dalam, mereka berpapasan dengan Adam yang berjalan menuruni anak tangga.
"Kamu bilang sebentar, tapi kok lama banget sih pulangnya" Adam mendekat dan langsung menenggelamkan Najira ke dalam pelukannya. Tidak peduli kalau Kania berdiri di samping mereka
"Maaf sayang... Kania kan lagi sakit" Ucap Najira sambil melingkarkan tangannya di pundak Adam
Kania merasa kalau kehadiran nya di situ hanya menjadi nyamuk. Jadi dia memilih masuk ke dalam kamarnya sendiri
"Hari sabtu minggu kan saat aku bisa bersama kamu 24 jam. Tapi kenapa harus ada yang ganggu sih" Ucap Adam enteng, tanpa memperdulikan perasaan istri pertamanya. Kania mendengar perkataan Adam tadi, yang mengatai dirinya sebagai pengganggu. Ia berusaha tidak terlalu menghiraukannya dan segera menyembunyikan dirinya di balik pintu yang tertutup
Di kamar, Kania menjatuhkan dirinya ke atas ranjang. Dan Ia menenggelamkan wajahnya di atas sprei tempat tidur. Pikirannya kembali lagi pada kejadian di rumah. Dimana suara ibu yang terdengar dingin dan sangat menusuk di telinga
Tiba-tiba ia membalikkan badannya. Menghadap depan. Ia menatap ke atas, menyapu langit langit kamar dengan matanya. Ia merogoh sakunya dan mengambil sebuah kartu dari dalam situ. Kartu yang tadi di berikan Rendy padanya saat di rumah sakit
"Aku tidak tau masalahmu apa" Ucap Rendy sambil merogoh sakunya. "Tapi jika kamu butuh bantuan, bisa hubungi nomor yang ada di kartu ini" Ucapnya lagi sambil menyerahkan kartu itu ke depan Kania. Kania menatap wajah Rendy, dengan sorot mata datar, dan tanpa ekspresi
"Makasih" Ucapnya sambil menerima kartu itu
Kania tersadar dari lamunannya. Dan matanya menatap ke jendela yang mulai basah terkena titik hujan yang mulai turun membasahi bumi.
"Hujan lagi" Kania mendekat dan jarinya menyentuh kaca jendela yang mulai di penuhi dengan bulir air
Matanya memandang keluar jendela. Dimana pohon dan ranting bergoyang di hembus angin. Amginnya lumayan kencang saat itu, sehingga membuat hujan terbang masuk ke dalam kamar Kania. Kania memejamkan matanya merasakan wajahnya yang diterpa angin dan bulir air hujan
Walau hanya sebentar, tapi ini bisa membantu ku menyegarkan pikiran. Pikir Kania. Setelah puas, ia akhirnya menutup jendela, melarang hujan agar tidak masuk lagi ke dalam kamarnya
Kania berjalan dan menjatuhkan tubuhnya lagi ke atas ranjang. Ia duduk sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran tempat tidur, sambil menatap kartu yang di berikan Rendy padanya
Dia itu kan orang yang kutemui saat di toko buku kemarin. Ternyata dia polisi toh...
Aku baru dua kali berjumpa dengan dia. Tapi kenapa dia menawarkan diri mau menolong ku
Ahh.. sudahlah. Itu artinya dia adalah salah satu orang baik yang masih tersisa di dunia. Kania berpikir begitu, karena dipikirannya saat ini. Di dunia orang baik bagaikan bunga Reflesia Yang langka dan hampir punah
***
Hari sudah gelap. Kania bangun sambil mengucek matanya, ia melihat waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Ia tadi sengaja melewatkan makan malam bersama suaminya dan madunya. Karena hari ini benar, isi hatinya sedang kacau
Setelah memastikan jam lagi, dan memastikan Adam dan Najira tidak ada di ruang makan. Kania akhirnya keluar kamar. Ia berjalan kedapur hendak mengisi perutnya yang sedari tadi sudah terasa lapar
Sesampainya di ruang makan, Kania melihat Adam masih di situ, tapi dia hanya sendiri. Karena rasa laparnya yang melanda, Kania akhirnya berjalan terus ke dapur dan melewati Adam yang sedang duduk di meja makan
Saat sudah mengambil makanannya, dan ingin membawanya masuk ke dalam kamarnya. Tiba-tiba langkahnya terhenti karena Adam tiba-tiba memanggil dirinya
"Ada yang ingin kukatakan padamu" Mendengar itu, Kania menarik kursinya dan duduk di samping Adam
"Ada apa mas" Kania menatap wajah Adam
Adam merogoh sakunya, dan mengeluarkan amplop tebal berwarna putih. Ia mendorongnya sampai ke depan tangan Kania. Kania pun melirik ke arah amplop itu
"Itu uang bulanan mu" Ucap Adam sambil menyeruput kopinya, tanpa melirik ke arah Kania
"Bagaimana dengan perceraian kita mas" Kania nanya sambil tetap menatap wajah Adam
"Nanti, ada saat yang tepat" Ucap Adam yang ingin menceraikan Kania di saat kakek kelak tidak ada lagi
"Emm..tidak Bisakah secepatnya mas, tidak perlu menunggu saat kakek tidak ada" Kania memegang lengan Adam, seperti memohon.
"Aku juga akan pindah dari rumah mu ini, kalau nanti kakek ingin bertemu dengan ku, aku bisa berpura-pura menjadi istri mu kok" Mendengar perkataan Kania, Adam menoleh
"Ya mas, kita pisah lebih cepat ya" Ucap Kania dengan suara lirih, ia memberi sorot mata memohon pada Adam
Adam masih diam, dan menatap lekat wajah istri pertamanya itu
"Tidurlah, sudah malam" Ucap Adam dan meninggalkan Kania sendirian di meja makan. Kania menatap lekat punggung Adam yang berjalan menjauh hingga menaiki Anak tangga. Setelah itu, ia membenamkan wajahnya di atas meja makan, dan mengacak rambutnya kesal
Kenapa si mas kau masih menahanku. Untungnya apa coba bagimu menahanku lebih lama dalam hubungan poligami ini
Apa kau hanya ingin menyiksaku saja
Kania berdiri, mengambil piringnya tadi dan uang bulanan yang di berikan Adam tadi ke padanya. Dan berjalan masuk ke dalam kamarnya
Bersambung...
karena saat bersama jere atau bahkan baca surat dari jere, kania bisa tertawa bahagia... othornim kejam...😌