Mengagumi, mencintai tapi tidak bisa untuk dimiliki. Karena semua hanya dalam batas rasa yang kerap kali hadir disetiap ada kesempatan menyapa. Bersama melewati hari dan saling mensupport tanpa saling mengungkapkan perasaan yang sebenarnya.
Cinta? Inikah yang dinamakan tingkatan mencintai yang penuh dengan ketulusan? yang harus menerima dan melihat keberadaan orang yang disayangi, selalu bersama dan menjalani komunikasi tanpa saling mengungkapkan rasa yang telah bersemai bertahun lamanya. Diam dan hanya bisa terasa ketika mata saling beradu pandang, dengan desiran degupan halus terus mengimbangi perasaan. Tak bisa berkata-kata ketika rasa itu memuncak dan hanya bisa diabaikan dengan terus mengalihkan rasa dengan terus melakukan aktifitas tanpa henti.
Berharap tidak harus terbaca, namun gelisah hati nampak tatkala dia mulai berkomunikasi dengan pasangan sahnya. Cemburu? Pasti Iya..! Namun apalah daya jika semua hanya sebatas mengagumi bukan untuk memiliki :)
Namun ketika kesempatan memiliki itu ada, akankah masih bisa bertahan dengan komitmen yang hanya mengagumi bukan untuk memiliki? MEMBIJAKSANAI Rasa itu adalah yang lebih baik. Karena tingkatan mencintai yang paling hakiki adalah ketika melihat orang yang kau cintai berbahagia, meski tidak denganmu tapi selalu berdoa yang terbaik untuk kebahagiaannya.
Melelahkan..? Tentu saja iya..Karena hati yang terus berharap itu lebih melelahkan daripada kaki yang terus melangkah.
Jodoh Pasti Bertemu. Meski waktunya tidak cepat tapi pasti akan datang di waktu yang tepat.
Bagaimanakah kisahnya, ikutin terus setiap episodenya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rusni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Novi
Sore itu setelah pulang kantor, Diva mampir ke mall karena ada beberapa barang dan juga beberapa keperluan pribadi yang harus dibelinya hari itu. Dengan santainya Diva melangkahkan kakinya memasuki mall. Mengelilingi beberapa tempat dan berhenti disalah satu tempat yang menjadi tujuannya.
Diva mendorong troli dengan perlahan sambil terus memperhatikan barang-barang yang berjejer rapi di etalase. Mengambil salah satu produk parfum yang menjadi pilihannya sejak lama. Namun tiba-tiba saja ada suara dari belakang Diva menyapa.
"Gimana bisa move on kalau yang dipilih masih itu-itu terus sih?"
Langsung saja Diva membalikkan badannya setelah mendengar suara yang tidak asing baginya itu.
"Heyyyy Noviii...", sambut Diva saking senangnya melihat keberadaan Novi saat itu dan memeluknya dengan erat.
"Heyy, udah donk Diva, sesak nafas aku nih, ntar aku jatuh Lo", kata Novi memperingatkan sahabatnya yang terlalu erat memeluknya.
"Heyy Novi, apa kabar kamu? lama tak jumpa ih aku kangen banget", kata Diva dan lagi memeluk Novi yang kedua kalinya.
"Udah ah, malu Lo dilihat orang, ntar dikira kita apaan, hehehe", ujar Novi
"Ah gak laahh, kamu mah gitu sih, aku kangen kamu tahu, lama gak pernah kabar-kabari lagi", ujar Diva sambil tersenyum
"Kangen aku atau kangen ma Varid nih", celetuk Novi
"Hahaha gak lah, ngapain aku kangeni orang yang telah beristri, lagian kalaupun aku ingat ma dia gak mungkin dia ingat aku lagi".
Novi hanya tersenyum mendengarnya.
"Ayo, kita ke kasir dulu, setelah itu kita ngobrol santai disana yaa, tempat kita nongkrong berdua dulu, hehehe", ajak Diva
"Membahas segala hal yang membuat kita happy", sambung Novi lagi.
Keduanya pun tertawa mengingatnya.
Setelah membayar segala belanjaan di kasir mereka berdua menuju ke tempat ngobrol yang paling nyaman.
Diva memanggil waiters dan memesan makanan yang sama untuk mereka berdua.
"Aku yakin selera kita masih sama dengan yang kemarin kan?" kata Diva memulai percakapan mereka sore itu.
"Walaupun masih sama tapi setidaknya aku telah memilih untuk menikah", kata Novi
"Yah itu berarti berjodoh Nov", sambung Diva
"Ya dah, walaupun belum bertemu jodoh kamu bahagia sekarang kan?", tanya Novi
"Hidup ini dinikmati aja, kenapa harus dipersulit hanya karena perkara jodoh. Jodoh mah dah diatur oleh Gusti Allah, gak harus cepat yang penting tepat, simple aja kan, cuma terkadang banyak manusia tidak mau berjuang dan menghargai prosesnya", jawab Diva panjang lebar.
"Nah itu dia yang aku bilang sama Varid tadi, andai kamu berusaha dulu mendapatkan apa yang kamu mau, pasti kau tidak akan menyesali sikapmu", jelas Novi yang membuat Diva tidak mengerti arah pembicaraannya.
"Lho...kenapa bahas tentang Varid ya", kata Diva
"Karena apa yang kamu bilang ada kaitannya dengan dia kan?", kata Novi
"Iya sih, tapi maksudmu yang kau bilang padanya tadi apa? apa mungkin kalian bertemu yaa? tanya Diva penasaran.
"Tepatnya siang tadi pukul satu aku ketemu dia diparkiran dan aku ditraktir makan, tuh di sana", kata Novi sambil menunjuk tempat yang menjadi saksi curahan hati Varid.
"Dan sore ini aku bertemu kamu, sahabat ku yang selalu setia dengan masa lalu yang telah mengkhianatinya", kata Novi lagi yang membuat Diva tertunduk.
Novi lalu menceritakan awal pertemuannya dengan Varid hingga curahan hati Varid yang tidak disangka Diva, menyimpan perasaan bersalah. Diva hanya mendengar semua dan sesekali merasa tersanjung dengan apa yang didengarnya dari Sahabatnya itu.
Meski hanya sekedar kabar, namun beberapa pengakuan dari Varid setidaknya membuat hati Diva lega, bahwa rindunya selama ini terbalaskan, meski tidak harus berujung temu.
jadi ikut terhanyut...
kata katanya sangat inspiratif👍👍