"Oh my God, kamu ganteng banget, pokoknya kamu harus jadi pacar aku titik!!"
"Apaan sih gak jelas"
❄️❄️❄️
"Kak Ken, Caca cinta sama kakak kapan sih mau jadi pacar Caca"
"Sampai kapan pun gue gak bakal mau jadi pacar Lo"
❄️❄️❄️
Hicca Elenza, sering di panggil Caca yang cinta mati pada pandangan pertama kepada teman dari kakak sepupunya, Kenan Alaska cowok ganteng tapi sayangnya kegantengan tertutup dengan wajah datarnya. Tetapi itu tidak menjadi halangan bagi Caca untuk mencintai seorang Kenan
Kepo gak? Kepo gak? Baca lah kalau kepo masa cuman di buka doang, rugi dong kalau ga baca
anjirrr bercanda hehehe terserah kalian mau baca atau engga
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitriishn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 26
HAPPY READING
Jam istirahat Kenan dan kedua temannya pergi ke kantin saat ingin memesan Kenan angkat bicara. "Kalian makan aja gue mau beliin makanan buat Caca."
"Ehmmm iya deh babang Kenan yang bucin, silahkan belikan makanan buat pacarnya." Ucap Rendi memberi jalan kepada Kenan.
Ken tak peduli dan hanya melangkah membeli roti dan juga mineral, setelahnya ia pergi menuju kelas Caca.
Dilihatnya seisi kelasnya hanya ada beberapa orang yang sedang makan bekal dan dia beralih menatap seseorang yang sedang tidur dimeja paling belakang.
Berjalan masuk kedalam kelas itu dan duduk di kursi Amel, orang yang tadi makan didalam kelas sudah pergi keluar dengan buru buru.
Kenan memperhatikan wajah Caca yang merah seperti kepiting rebus dan anak rambutnya yang mengeluarkan banyak butiran keringat.
Ia melap keringat Caca menggunakan tissue, Caca merasa terganggu akan benda yang menyentuh pipinya membuka matanya. Dan terkejut mendapati Kenan yang sangat dekat dengan wajahnya memundurkan tubuhnya hingga kepalanya terbentur ke tembok.
"Yahhh ampunnn kak Ken bikin terkejut aja tauu." Ucap Caca mengelus kepalanya.
"Kenapa terlambat tadi?" Tanya Kenan.
"Ya itu salah kak Ken."
Kenan binggung dan aneh "apa yang salah?" Batinnya heran.
"Kenapa aku?" Tanya Kenan.
"Kak Ken bayangin aja satu malam Caca gak bisa tidur cuman karena perkataan kak Ken."
"Semalam kita baik baik aja."
"Iya baik baik tapi perkataan kak Ken buat Caca baper sampai guling guling dan salto tau gak?"
"Udah? gitu aja baper, nih kamu makan pasti kamu belum sarapan kan? Dan juga panas dijemur tadi."
"Perasaan belum ada loh kita 24 jam pacaran, kak Ken udah se-bucin itu sama Caca." Ucap Caca dengan malu malu.
"Jangan alay ca, ini udah kewajiban aku karena aku sayang dan gak mau kamu sakit."
"Ihh baper Caca, makasih sayang lopee." Ucap Caca memakan roti yang diberikan oleh Kenan kepada-nya.
"Kenapa aku gak lihat kamu terlambat? Padahal aku yang jaga gerbang."
"Hehehe Caca telatnya lama bangettt bahkan satpamnya suruh Caca pulang, trus tuhh tiba tiba kak Andrew nawarin buat masuk bareng."
"Jadi setelah sama Andrew dibolehin masuk?"
"Enggak kami lompat dari tembok, trus ketahuan sama guru yah udah deh kami di hukum hormat bendera."
"Makanya dibilang jangan begadang malah begadang." Ujar Kenan.
"Iya maap yahh." Ucap Caca dianggukki oleh Kenan.
Saat keduanya asik mengobrol tiba tiba Andrew datang dan duduk didepan Caca tepatnya di meja Fitri dan Abel. "Hai ca, gimana tadi Lo masih dimarahin gak?" Tanyanya memotong percakapan keduanya.
Kenan dan juga Caca sontak menoleh menatap Andrew yang sedang memegang sebotol Aqua di tangannya.
"Dimarahi dong kak, mana ngomelnya panjang banget lagi." Ucap Caca menjawab perkataan Andrew.
"Lo sih tadi gue nawarin buat ke kantin lo-nya sok jual mahal."
"Caca gak mau dong kayak gitu, Caca itu pacarnya ketua OSIS dan aku harus jaga image dong biar kece gitu. Emang kamu jabatan pemimpin tapi kelakuannya gak mencerminkan seorang pemimpin." Ejek Caca.
"Ehh enak ajak Lo ngatain gue, gini gini gue banyak fans-nya, yah wajar aja sihh seorang ketua organisasi yang harus di segani semua murid."
"Tapi Caca gak fans tuh sama kakak, Caca juga gak segan sama kak Andrew, malahan Kakak yang fans sama Caca hahaha." Tawa Caca dan Kenan bersama, sedangkan Andrew memasang wajah masamnya.
"Dihh pd abis Lo mana mungkin gue fans sama cewek gila kayak Lo."
"Trus kalau bukan fans sama Caca kenapa datang ke kelasnya Caca?"
"Terserah gue dong mau gue kemana aja yang penting masih di sekolah."
"Iya deh terserah kamu aja kak, udah sana Kakak pergi dulu aku sama kak Ken mau pacaran, kakak mau jadi nyamuk?" Kesal Caca menghusir Andrew dari sana.
"APA? LO BERDUA BENERAN UDAH PACARAN?" Teriak Andrew sampai berdiri dari duduknya.
"Iya kenapa? Iri ya? Makanya--"
Teng nenggg~~~
"Saatnya jam ketiga dimulai~"
"it's time for the third hour to start~"
"Ishh tuh kan bel udah bunyi, Caca sama kak Ken gak lama pacaran deh karena kak Andrew."
"Gakpapa, aku masuk kelas dulu." Ucap Kenan sembari mengelus puncak kepala caca.
Caca mengangguk mengiyakan ucapan Kenan dan tersenyum.
"Sok romantis Lo pada, Lo juga kek sok soft spoken banget anjir, udah lah yuk Ken ke kelas jangan jadi alay Lo."
Setelah kedua orang itu keluar barulah teman temannya yang sedari tadi menunggu mereka keluar masuk.
"Gila ca, sekali dua anjirrr keren sih Lo." Ucap Fitri
"Iya mana langsung pangeran sekolah anjai." Timpal Amel.
"Iri yah iri yah? Gak bisa kayak Caca? Makanya fans sama Caca aja biar bisa kayak Caca, nanti Caca ajarin cara memikat hati gebetan kalian."
"Gampangg panggil dukun dan kasih duit eaaa."
"Ya enggak dongg Caca gak kayak gitu yah."
"Hehehe mangappp yah ca bercanda doang kok sayang."
"Gak dimaafi." Cemberut Caca membuang muka.
"Baperan Lo kek sate." Ucap Amel ikut kesal.
Keduanya saling diam hingga guru datang. "Baik anak anak, silahkan keluarkan selembar kertas kalian, seperti perjanjian Minggu lalu kita akan ulangan." Ucap guru muda yang berdiri dan menatap seluruh siswa dengan tatapan berwibawa.
Setelah semuanya menulis nama dan kelasnya guru tersebut membacakan soal, selesai membaca soal guru tersebut kembali berucap. "Jika ada yang mencontek, jika ada yang kedapatan maka ibu langsung tarik kertasnya dan merobeknya." Ucap guru tersebut.
Kelas senyap fokus mengerjakan soal, beda halnya dengan Caca dan Amel. "Shutt ca bagi jawaban dong, nanti gue kasih balik kalau Lo ada yang gak bisa."
"Boleh ini jawaban aku." Ucap Caca memberikan kertas jawabannya, begitu juga dengan Amel memberi jawabannya kepada Caca. Padahal tadi udah ngambek ngambekkan.
Karena Amel dan Caca sudah selesai dan keduanya mengumpulkan kertas jawaban mereka dan diperbolehkan untuk keluar oleh guru tersebut.
Diluar Caca dan Amel saling merangkul. "Enak yah jadi orang pintar." Ujar Caca dianggukki oleh Amel.
Berjalan beriringan dengan saling mengobrol hingga handphone Caca berbunyi. "Halo mah kenapa?" Tanya Caca setelah menerima telepon sang mamah.
"Caca, mamah papah dan Caka harus pulang ke Belanda sekarang juga, maaf ya sayang gak bisa nungguin kamu pulang dulu."
"Kok cepat banget sih mah? Padahal kan kalian janji bakal lama tinggal disini, tapi kok udah pulang aja." Ucap Caca sedih.
"Iya nak, niat papah juga gitu tapi ada masalah besar di kantor papah. Maaf sayang gak bisa konsisten sama ucapan papah."
"E-mang harus sekarang? Gak bisa yah nunggu Caca pulang sekolah? Caca kan juga pengen lihat kalian berangkat."
"Gak bisa sayang, maaf yah kamu hati hati dan jaga diri kak Ervan yang akan jaga kamu untuk beberapa hari kedepan."
Karena kekesalan Caca ia mematikan sepihak sambungan teleponnya dan tak menjawab ucapan ayahnya, matanya sudah berkaca kaca siap meneteskan air matanya.
"Ca?" Tanya Amel memeluk Caca dan mengelus punggung Caca.
"Mereka jahat banget, apa susahnya sih cuman nungguin Caca pulang aja gak bisa, kelihatan hiks banget gak sayang sama Caca." Ucap Caca menangis di pelukan Amel.
"Heh jangan gitu, kan papah Lo udah bilang tadi kalau mereka ada urusan penting, bukan berarti mereka gak sayang sama Lo ca."
"T-api kan aku juga pengen lihat mereka berangkat, nanti hiks mereka pulang lama dari sana."
"Udah jangan nangis. Mereka pergi bukan gak kasih kabar, ini mereka ngabarin kan?" Tanya Amel menghapus jejak air mata Caca, berusaha menghiburnya.
"Iya tapi kan beda juga."
"Shutt tar gue bakal sering datang kerumah Lo deh biar gak kesepian." Ucap Amel
"Serius?" Tanya Caca.
"Iya ca, tapi Lo jangan nangis anjoiiii gue jadi sedihh." Ujar Amel.
"Siapppp Amel sayang hiks gak nangis lagi."
Amel tersenyum senang "udah yuk kita ke kantin aja biar Lo sedikit terhibur." Ajak Amel dianggukki oleh Caca.
❄️❄️❄️
Mett malam semuaaaa Happy Valentine's Day aku mauuu cokkattt gopekkkkk dari kaliannnnn hehehe coklat gopekkkkknya like yahhhhh.
Aku sayang sama kaliannn nahh karena aku sayang aku update hehehe, maaf yahh lama soalnya banyak buangetttt tugasss sekolah akuu maap buat kalian nunggu lamaaa, jangannn pergi yahhhhh terus baca, baybay sayang syangkuuuu lopeeeee