Terlahir dari rahim seorang wanita yang mendapat julukan sebagai pelakor atau orang ketiga bukan kemauan Kanza Qiara Mecca. Gadis cantik yang kini sudah menjadi piatu sejak usia nya tiga bulan itu harus menanggung keras nya hidup di keluarga orang yang telah ibu hancurkan. Setiap hari dia selalu mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari ibu dan kakak tiri nya. Sosok ayah yang selama ini diaharapkan pun tidak bisa melakukan apa pun melihat hal itu.
Penderitaan Kanza tidak berhenti di situ saja, sebulan sebelum pernikahan sang kakak justru dia mendapati dirinya berada dalam satu kamar dengan calon kakak ipar nya dan hal itu membuat dia harus terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan tanpa cinta dengan sosok pria angkuh, dingin dan arogan Kenan Diyaksa.
Bagaimanakah kehidupan Kanza setelah mendapat gelar seorang istri dari calon kakak ipar nya? Apakah kebahagiaan yang selama ini dia harapkan akan dia raih?
Yuk….kepoin karya baru author “ Ikatan Tanpa Cinta “happy reading gaes😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ny.Irawana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 26 Sarapan bersama
Kanza memandangi sebuah paper bag yang baru saja di terima dari seorang driver ojol. Paper bag yang sama dengan isi yang sama seperti saat dia terima dari Arga siang tadi.
Gadis itu menghela nafas nya perlahan," harus banget ya di kirim ke rumah seperti ini, kan tadi udah aku tolak di kantor".
"Paket dari siapa itu Za, malam - malam begini ".
"Ehm...bukan dari siapa - siapa mas", ucap Kanza sambil berusaha menutupi paper bag ke belakang badan nya.
Kenan menyipitkan mata nya," coba berikan pada ku", ucap Kenan dengan nada yang menuntut.
Kanza awal nya hanya diam saja tidak menanggapi apa yang di katakan suami nya itu. Kedua tangan nya masih kekeh memegang erat tali dari paper bag itu.
"Aku rasa telinga kamu masih berfungsi dengan baik bukan, berikan paket itu pada ku !"
Melihat ekspresi Kenan yang sudah tidak bersahabat, dengan terpaksa Kanza pun menyerahkan paper bag itu. Sebenernya tujuan Kanza tidak mau menyerahkan paper bag itu karena takut Kenan salah paham nanti nya.
"Ini mas...aku bisa jelasin semua nya, kalau semua itu tidak seperti yang mas Kenan pikirkan. Pak Arga memberikan hadiah ini karena ingin membalas budi pada ku karena aku pernah membantu dia saat dia ke jambretan tempo hari. Pada saat itu sepatu ku rusak, maka nya pak Arga memberikan sepatu ini untuk ku. Tadi di kantor aku sudah menolak nya mas, tapi tidak tahu kalau pak Arga sampai mengirimkan hadiah ini ke rumah", jelas Kanza.
Lebih baik Kanza jujur dari pada nanti urusan nya panjang jika sampai dia berbohong pada Kenan. Karena di dalam paper bag itu ada sebuah kartu dan jelas ada nama Argantara Kalendra tertulis di kartu itu.
"Sudah aku duga kalau ini dari laki - laki brengsek itu, ternyata berani juga nyali dia sampai berani mengirim hadiah untuk istri ku. Rupanya mau jadi pembinor dia", batin Kenan tersenyum miring.
Tanpa mengucap apa pun Kenan berlalu pergi meninggalkan Kanza di ruang tamu. Tak lupa paper bag dari Arga pun dia bawa.
"Huft.... terserahlah dia mau berpikir apa, yang penting aku sudah jujur".
Kanza tak mempermasalahkan sikap Kenan tadi, dia lebih memilih untuk masuk ke dalam kamar nya dan membersihkan diri lalu tidur. Mulai besok dia harus bangun lebih awal lagi, karena dia harus menyiapkan sarapan untuk Kenan.
Sebuah villa,
"Waw seneng banget ya Bel jadi kamu, ngga perlu jadi istri Kenan tapi kamu bisa menikmati uang nya dengan puas kayak gini, kalau kayak gini aku juga mau kali".
Bugh,
"Enak saja, yang boleh kayak gini cuma aku ya ! Lagian adik tiri gue aja yang be**ok mau aja gue peralat, haaa".
"Gila emang Lo Bel, ngga kasihan Lo ma adik tiri Lo itu," ucap salah satu teman Arabella.
Saat ini Arabella dan ke dua teman nya sedang party di sebuah villa yang ada puncak. Dengan uang yang Kenan berikan tadi siang, Arabella bisa berfoya - foya semau nya sendiri, berbelanja barang - barang branded, perawatan di klinik kecantikan yang mahal dan sekarang dia menghabiskan malam di villa mahal bersama kedua teman nya.
Arabella memang selalu bergaya hidup mewah, selain dia memang dari keluarga berada, dia juga seorang selebgram dan influencer yang lumayan terkenal sehingga banyak juga yang meng endorse dia. Di tambah status dia saat ini masih menjadi kekasih seorang Kenan Diyaksa jadi untuk masalah keuangan dia tidak ada masalah sama sekali.
"Bukan nya gue baik ya, secara tidak langsung gue membantu adek tiri gue itu untuk memiliki orang yang diam - diam dia sukai. Ya walaupun cuma jadi istri di atas kertas, ngga masalah sekarang dia bisa memiliki Kenan dalam status pernikahan tapi untuk harta dan cinta Kenan jelas itu milik gue seorang".
Arabella menuang sebotol anggur ke dalam gelas nya lagi dan meminum nya dengan perlahan.
"Terserah Lo aja lah Bel, yang penting sering - sering aja kayak gini".
Arabella hanya tersenyum menanggapi perkataan sahabat nya itu sambil menikmati segelas anggur di gelas nya.
Gadis itu berniat untuk menginap di villa itu sampai dua hari ke depan, mengingat besok juga weekend dan dia sendiri tidak ada janji nge date dengan Kenan. Kalau uang nya sudah menipis dia tinggal menghubungi Kenan pasti saldo rekening nya akan menggembung kembali.
"Yang penting Lo berdua diam dan ikut apa yang gue mau, gue pastikan hidup kalian akan bahagia seperti gue".
"Oke Bel.."
Pagi hari,
"Sudah bangun mas, ini aku sudah siapin sarapan buat kamu", ucap Kanza dengan senyuman hangat.
Gadis itu dengan telaten menghidangkan beberapa masalah rumahan di meja makan. Mumpung hari ini weekend jadi Kanza memutuskan untuk memasak dengan berbagi sayur dan lauk untuk sarapan tidak hanya membuat nasi goreng atau roti panggang saja untuk sarapan.
"Aku tidak tahu mas Kenan pilih - pilih makanan atau tidak, tapi kalau mas Kenan tidak suka dengan menu masakan yang aku buat pagi ini, mas Kenan bisa bilang pada ku nanti biar aku buatkan yang lain ", ucap Kanza kembali karena dia melihat suami nya masih berdiri di dekat meja makan sambil memperhatikan menu yang dia hidangkan.
"Aku bukan tipe orang yang pemilih dalam hal makanan, selama makanan itu bisa di makan dan tidak membahayakan aku tidak masalah", kata Kenan sambil menarik dan duduk di kursi makan.
Kanza bernafas lega setidak nya kerja keras dia dari shubuh tadi tidak sia - sia.
"Ehm...mau aku ambilkan nasi nya mas?"
Dengan penuh hati - hati Kanza memberanikan diri untuk mengucapkan hal itu, dan di balas anggukan kepala oleh Kenan.
Dengan senyum yang mengembang di bibir nya gadis itu pun mengambil kan se centong nasi ke piring Kenan, dia juga mengambilkan lauk dan sayur ke dalam piring Kenan dengan bertanya terlebih dahulu pasti nya mana lauk dan sayur yang ingin Kenan makan pagi itu.
"Kenapa masakan ini rasa nya seperti masakan Ara", batin Kenan sambil mengunyah makanan nya.
"Ini masakan kamu ?"
"Iya mas, ini masakan ku. Ehm...apa ada rasa nya kurang pas di masakan ku mas?"
"Ah..tidak, rasa nya sudah pas. Tapi kenapa rasa masakan kamu seperti tidak asing ya?"
Kanza mengerutkan dahinya," maksud mas Kenan?"
"Ah..sudah lupakan saja. Sekarang lanjutkan saja makan nya".
Kanza pun mengangguk dia kemudian melanjutkan sarapan nya begitu juga dengan Kenan. Pria itu sangat lahap menyantap hidangan yang ada di meja itu, bahkan dia tidak sungkan untuk mengambil lauk atau sayur kembali hal itu membuat Kanza merasa bahagia.
"Akhir nya aku bisa merasakan juga menjadi seorang istri yang sedang menemani suami nya makan di meja makan yang sama", batin Kanza sambil tersenyum di sela - sela makan nya.
Ting
Tong
"Siapa sih pagi - pagi sudah bertamu".
kenan mulai ke pancing cemburu sama Arga.