Halllooowww.....para readers yang asyik-asyik mampir yuk dinovelku. Maaf ya kalo banyak typo-typonya.
Haiii....namaku Hanum Anastasya wijaya, saat ini aku sudah menyelesaikan S2 ku diharvard university dan dengan kecerdasan diatas rata-rata yang kumiliki sehingga aku bisa bekerja diperusahaan GMT Coporation perusahaan terbesar diamerika.
Namun saat ini aku harus pulang ketanah air karena desakan mamaku tersayang.
Menjadi anak tunggal merupakan beban yang sangat berat kurasakan.
Ketika tiba ditanah air dan bertemu dengan masa lalu, disinilah ceritaku dimulai...
"Terus maju dengan masa lalu atau meninggalkan masa lalu adalah sebuah pilihan yang menjadikanku tak bisa menghindarinya"
(Hanum Anastasya Wijaya)
"Sekian lama kumencarimu, kini kau datang dihadapanku membuatku tak akan melepaskan dirimu lagi"
(Saputra Mandala)
Penasaran????? dengan cerita mereka dan yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya???
Baca yuk novel karya pertamaku berjudul "Dia yang Tak Dapat Kuhindari" yang diterbitkan oleh Mangatoon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26.
Setelah beberapa hari Hanum pergi menenangkan diri atau lebih tepatnya menghilangkan diri dari orang-orang dekatnya, hanum kembali kerumah ditengah malam saat kedua orang tuanya terlelap dalam alam mimpi mereka dan kini hanum beristirahat dengan tenang dikamarnya yang nyaman.
Ketika pak Atma dan Bu Yana menikmati sarapan pagi dalam kesunyian, mereka dikejutkan dengan kedatangan Hanum. Seketika pak atma dan bu yana tersenyum bahagia melihat anak mereka.
Dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya pak Atma kemudian mengajak Hanum sarapan "yuk, sarapan bareng-bareng, sayang".
Lalu Hanum menarik kursi didepan mamanya sambil mengambil sandwich dengan rasa bersalah pada orang yang sangat disayanginya hanum meminta maaf "maafkan Hanum pa, ma,,,yang tiba-tiba pergi" .
Dengan bijaksana pak Atma dan istrinya menenangkan Hanum "sudahlah sayang, Hmmmm,,,,papa dan mama mengerti dengan apa yang kamu lakukan, sayang,,,papa percaya semua yang kamu lakukan pasti ada alasannya".
Hanum mengangguk dan melanjutkan sarapannya.
Setelah selesai sarapan, mereka bertiga kemudian berjalan beriringan ke taman belakang rumah mereka. Taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga membuat suasana nyaman.
Karena bertepatan dengan hari libur, maka mereka memanfaatkan waktu bersama yang jarang mereka nikmati. Mereka saling bercanda dan bercerita tentang berbagai hal.
Kemudian Pak Atma bertanya kepada anaknya, karena penasaran dengan Hanum yang tidak bisa ditemukan posisinya saat menghilangkan dirinya "sayang....papa jadi penasaran, ketika kamu pergi kok Rony nggak bisa menemukanmu???"
Hanum tersenyum dan dengan sedikit menyombongkan diri berkata "hehehe....papa kan tau kalo anak papa ini kecerdasannya diatas rata-rata, jadi wajarlah mampu mengembangkan apa yang diajarkan sama om Rony".
Dengan terkekeh Pak atma mengacak-acak rambut Hanum " iyya...papa percaya tapi orang IT nya Wiwaro bahkan turun tangan melacakmu lho, tapi mereka pun tak mampu menemukanmu".
Dengan mencebik Hanum berkata "Ck,,,aku bukannya sombong pa, tapi orang-orang IT Wiwaro harus banyak belajar sama om Rony. Apalagi Hanum kan pernah hidup di Amerika dan teman-teman Hanum di sana High quality semua kalo masalah IT".
Pak Atma manggut-manggut-manggut mengerti ternyata selama di Amerika Hanum bukan hanya belajar dibangku kuliah dan bekerja saja, ternyata dia juga memanfaatkan kesempatan untuk memperdalam IT.
"Jangan khawatir pa,,,semua itu hanya untuk berjaga-jaga jika suatu saat nanti ada yang berani mengganggu perusahaan kita" kata hanum lebih lanjut.
Bu Yana yang sejak tadi hanya menjadi pendengar karena tidak mengerti dengan pembicaraan kedua orang didepannya, tiba-tiba mengalihkan pembicaraan "oh ya, Num,,,,jadi gimana keputusanmu sayang, mengenai permintaan nak Putra???"
Hanum hanya menarik nafas dan menghembuskannya kembali seolah-olah melepaskan beban yang menghimpitnya, lalu menjawab sang mama dengan hati-hati "Huuuuffffftt,,,,seandainya ada pilihan, apakah aku bisa menolaknya, ma???"
Seketika raut wajah bu Yana berubah sedih, karena menurutnya Putra adalah calon menantu yang memenuhi kriterianya terlepas dia sebagai pengusaha muda no 1 seasia. Meskipun kehidupan rumah tangganya pernah mengalami kegagalan akan tetapi sebagia anak, Putra sangatlah menghormati dan menyayangi orang tuanya. Bu Yana tau bahwa kegagalan pernikahan Putra adalah karena menuruti keinginan mamanya.
Hanum tak tega melihat kesedihan sang mama tercinta, dan melanjutkan perkataannya " ma,,,,bukan maksud Hanum menolaknya, hanya saja Hanum bertanya sama mama, tapi kalo mama dan papa sudah memutuskannya, Hanum nggak bisa berbuat apa-apa, toh semua demi kebaikan Hanum."
Pak Atma dan bu Yana kemudian memeluk anaknya bersamaan, mereka sangat bersyukur memiliki anak seperti Hanum, yang tidak pernah mengecewakan mereka.
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
tadinya bab ini udah selesai tapi entahlah author yang teledor atau gimana, tiba-tiba babnya kehapus semua. jadinya author nulis ulang😩😩😩😩
demikian sekilas curhatan author,,,,untuk penyemangatnya silahkan tinggalkan jejak, vote, like atau dukungan dalam bentuk apapun.😂😂😂
males aku...lbh baik dgn anand yg mencintai hanum apa adanya
bagus tindakan mu hanum..
mampuslah lu putra...
hanum...jngn mau beehubungan dgn putra...merwka kluarga toxic