Rachel kembali ke masa lalu dan terjebak dengan sang mantan.
"Kali ini kamu tidak akan bisa kabur dariku," ucap Zen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 - Makin Menggoda
"Apa yang terjadi padamu hari ini adalah ulah kecerobohan mu sendiri, kenapa kamu sebodoh itu sampai tak bisa menghindari kecelakaan?" ucap kakek Jared. Setelah mendengar kecelakaan itu terjadi kakek Jared tidak langsung berlari menuju rumah sakit.
Dia justru memerintahkan asistennya untuk memeriksa keadaan Zen, tahu bahwa sang cucu selamat sudah cukup baginya. Kakek Jared tidak perlu memberikan perhatian yang berlebihan.
Kakek Jared justru merasa marah karena menganggap kecelakaan ini adalah kelalaian Zen sendiri.
"Maaf Kek, lain kali aku akan Berhati-hati," balas Zen dengan kepala yang menunduk.
"Jika ada lain kali, andai tidak kamu akan mati dengan membawa kesalahan besar dalam hidupmu. Setelah membuat kedua orang tuamu meninggal dan sekarang kamu belum juga mengabdi pada kakek," balas kakek Jared, dengan mudahnya dia mengucapkan kalimat menyakitkan tersebut.
Sementara Zen hanya mampu terdiam, tak kuasa membalas meski hanya satu kata.
"Jangan menganggap hidupmu sudah enak, menikah dengan wanita pilihan mu sendiri. Sampai kamu lupa bahwa wanita yang dibenci ibumu pun bersenang-senang di rumah ini. Jangan lengah Zen, jangan bodoh! cepat lakukan segala cara agar wanita itu dan anaknya keluar dari rumah ini!" geram kakek Jared, dia bahkan sampai mengebrak tongkat kayunya di lantai.
Keluar dari kamar sang kakek, wajah Zen terlihat begitu dingin. Kebencian di dalam hati yang selalu dipupuk untuk sang ibu tiri.
Zen juga bertemu dengan mama Sonya di ruang tengah tersebut, setelah bicara dengan Rachel mama Sonya masih menunggu di sini, ingin memastikan secara langsung bagaimana keadaan Zen setelah keluar dari rumah sakit.
Namun yang dia dapatkan adalah tatapan dingin dan sinis dari Zen.
Mama Sonya hanya mampu membuang nafasnya pelan, lagi dan lagi kakek Jared pasti telah mendoktrin sang anak.
'Maafkan aku Zana, sampai detik ini aku belum mampu memeluk Zen. Aku belum bisa menepati janjiku padamu untuk memberikan kasih sayang seorang ibu padanya.' Batin mama Sonya. Zana adalah nama mendiang ibu Zen.
Tak ada pembicaraan apapun diantara Sonya dan Zen saat itu, Zen pilih untuk langsung pergi begitu saja seolah tak menganggap keberadaan wanita itu di rumah ini.
Masuk ke dalam kamarnya, Zen langsung disambut dengan Rachel yang menatapnya dengan sorot mata teduh.
Tatapan yang membuat emosi Zen jadi luruh.
"Apa yang kakek ucapan padamu? Sepertinya melelahkan sekali," tanya Rachel, dia tak hanya melontarkan pertanyaan, tapi juga langsung memeluk agar sang suami tenang.
"Tidak ada yang lain yang kakek katakan, dia hanya ingin mama Sonya dan Lucas segera keluar dari rumah ini."
Mendengar jawaban sang suami, Rachel terdiam sesaat. Zen baru saja mengalami kecelakaan hebat, baru saja keluar dari rumah sakit dan bahkan luka-lukanya masih nampak dengan jelas.
Namun bukannya mencemaskan keadaan sang cucu, kakek Jared justru membahas tentang dendam mereka.
"Apa kakek mencemaskan keadaan mu?" tanya Rachel pula, yang ingin memastikan semuanya.
"Tidak," balas Zen singkat, membuat Rachel makin memeluk suaminya dengan erat.
Selama ini Zen benar-benar hanya sendirian dan kini Rachel tak akan membuat sang suami kesepian.
"Tidak apa-apa, ada aku yang akan selalu berada di sisimu," ucap Rachel kemudian.
"Benarkah?" tanya Zen menggoda.
"Hem, aku dan anak-anak kita nanti," balas Rachel yang makin menggoda. Dia tak mau kalah.
#btw ini aku baca yg kesekian kalinya. habis gabut gda bacaan lagi
jahat bener tuh kakek tua