Aisyah harus kembali ke desa tempat ia di lahirkan...karena kematian Kakak dan Kakak iparnya.
Dia juga harus menjadi ibu bagi kedua keponakannya, Aira dan Airen .
Demi menjaga kedua keponakannya, akhirnya Aisyah bekerja di balai desa sebagai sekdes.
Hingga , kepala desa meninggal dan di gantikan oleh orang dari kota kiriman dari pemerintah. Kepala Desa baru cukup arogan dan terkesan galak.
Salah sedikit saja , pasti akan jadi masalah besar. Namun begitu ..banyak gadis desa maupun ibu - ibu mengidolakannya , karena ketampanan sang lurah dan statusnya sebagai Hot Duda.
Entah karena hal apa , Pak lurah itu selalu saja berseteru dengan Aisyah....Akankah permusuhan antara Aisyah dan Pak lurah berubah jadi cinta....
Ikuti kisahnya.....Pak Lurah Galak Mencari Cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
Ketika Mama sedang menginterogasi Mahesa , tiba - tiba datang Samudra memotong pembicaraan mereka.
" Paha siapa yang mulus Ma?". Tanya Samudra .
" Paha istriku lah ". Jawab Mahesa spontan.
Plak.... Pukulan mendarat di bahu Mahesa.
" Sakit Maaaa ".
" Biarin aja , lagian kalau ngomong enggak pake rem ".
" Apa kabar mu Kak ?".
" Tentu saja semakin baik Sam , kamu sendiri ?".Mereka berdua berpelukan saling melepas rindu.
" Kabar aku baik juga , Kak Bian memang terlihat berbeda , sudah bisa bercanda juga sekarang ".
" Itu semua karena istrinya, Mama aja kadang lihat dia ngeri , suka senyum - senyum sendiri...makanya Sam cepat kawin sana biar bahagia terus seperti kakak kamu ".
" Nikah Maaaa ". ucap Mahesa dan Samudra bersamaan.
" Eh iya Nikah dulu baru kawin ".
" Ngatain aku , Mama sendiri ngomongnya begitu ".
" Kan lupa Bian , kamu ini...Mama kan sudah tua jadi suka lupa ...wajar kan ".
Mahesa lupa , siapa berani melawan emak- emak....mereka kan selalu benar.
" Ya sudahlah , percuma melawan Mama enggak bakalan menang, kita ke taman belakang saja Sam , kita sudah lama tidak mengobrol bersama".
" Minta bibi bawain kopi sama makanan ya Ma !". pinta Mahesa.
" Iya nanti Mama bilangin ".
Samudra mengikuti kakaknya, mereka berjalan dengan diam menuju taman belakang.
" Kak , maaf aku tidak bisa menghadiri pesta mu di desa kemaren ".
" Aku maafkan , orang sibuk sih ".
" Enggak gitu juga , aku sedang merampungkan proyek agar bisa resign dari perusahaan Papanya Hilda ".
" Bukannya aku sudah menyuruh kamu dari dulu keluar dari perusahaan itu ya , kamu ini malah membuat maju perusahaan orang dari pada perusahaan Papa kamu sendiri ".
" Aku cuma cari pengalaman saja Kak ".
" Tapi aku rasa bukan hanya karena itu saja , pasti ada alasan lain , iya kan ?".
" Kakak selalu saja tau ".
" Ya karena aku kakak kamu , aku menyayangi kamu Sam seperti ke Gema juga , aku enggak mau kamu terus di peralat Hilda, padahal kesalahan kamu tidak seberapa , bahkan kamu sudah bertanggung jawab akan kesalahan kamu dengan bekerja di perusahaan milik keluarganya....sekarang kamu harus lepas dari belenggu itu Sam , aku dukung kamu ".
" Aku memang tidak mengerti apa tujuan Hilda sebenarnya...yang paling aku sesalkan gadis yang aku sukai pergi gara - gara Hilda....aku tau dari teman - teman , kalau Hilda mengancam gadis itu ".
" Lalu kamu diam saja Sam ".
" Aku terlambat Kak, gadis itu sudah pulang ke kampung halamannya ".
" Kenapa kamu tidak mengejarnya ?".
" Semua data tentang gadis itu sudah di lenyapkan oleh Hilda ".
" Kamu enggak cari ke tempat kos - kos san nya , tanya teman atau ke tempat kuliahnya dulu ".
" Ah iya , kenapa aku enggak tanya ke tempat dia kuliah ya , pikiran aku lagi ruwet Kak , jadi enggak bisa berfikir dengan jernih ".
" Banyak alasan..kamu memang bodoh Sam , aku yakin kamu juga enggak punya nomor gadis itu ". tebak Mahesa.
Samudra meringis mengangguk membenarkan apa yang Mahesa ucapkan.
" Dah lah , ratapi saja nasib kamu, kalau jodoh pasti ketemu lagi Sam ".
" Kak...".
" Apa !!!
" Bantu aku untuk mencari gadis itu ".
" Karena aku sedang bahagia , baiklah , aku akan bantu "
" Sebentar aku ambil Hp dulu Kak , ketinggalan di mobil kayaknya ".
" Kamu masih muda tapi pelupa Sam ".cibir Mahesa.
Samudra tak menggubris cibiran kakanya , ia bergegas masuk ke dalam rumah. Matanya menyipit ketika melihat seseorang yang begitu ia rindukan.
" Aisyah....apa mataku yang salah ". Samudra mengecek matanya berulang, ia merasa ini hanya bayangan saja.
" Ck...aku sudah gila rupanya , karena terlalu merindukan kamu aku jadi berhalusinasi...mana mungkin juga kamu ada di sini ".
" Tunggu , Mama bilang akan memberi aku kejutan , apakah mungkin itu kamu ".
Samudra berjalan perlahan , matanya tidak berkedip sedikitpun, takut bayangan Aisyah menghilang dari pandangannya.
" Aisyah.....benar itu kamu....". Samudra mempercepat langkahnya , hingga setelah dekat dengan Aisyah ia langsung memeluknya, Samudra tidak perduli jika Aisyah marah nantinya.
*
Aisyah sudah terbangun , ia langsung mandi , memakai pakaian yang rupanya sudah di sediakan oleh sang suami , bahkan sampai onderdil dalam milik Aisyah, sungguh suami idaman.
" Kapan dia menbelinya , meski sudah di cuci , aku tau semua ini barang baru , bagaimana caranya dia membeli pakaian dalam milik aku sampai pas begini ".
" Ah sudahlah, jangan di pikirkan , aku rasa dia sudah hapal ukuran milik aku "
Berdandan sedikit, Aisyah ingin terlihat cantik di depan suaminya...lalu ia turun ke bawah.
" Kamu sudah bangun Ais ?".
" Iya Ma , Mas Bian nya mana Ma ?".
" Di taman belakang bersama adiknya , kamu kesana saja !".
Aisyah menghentikan salah satu maid untuk bertanya .
" Mbak maaf mbak , say mau bertanya ". ucap Aisyah sopan.
" Iya Non ada apa ?".
" Kalau mau ke taman belakang lewatnya mana ya ?".
" Oh itu , non mau ke sana ?".
" Iya , kata Mama , Mas Bian ada di taman belakang?".
" Kalau begitu saya antar saja Non ".
" Wahh terima kasih ya...tapi apa saya tidak menganggu pekerjaan Mbak nya ?".
" Sama sekali tidak Non , mari ikuti saya ?".
Aisyah membalikkan badanya , tapi ia kaget karena ada yang memeluknya....ia kira itu Mahesa suaminya.
" Siap.....pa...".
" Aisyah...ini benar kamu...bukan hayalanku kan...akhirnya aku menemukan kamu ". Samudra masih memeluk erat Aisyah.
Deg....suara itu..
Bibi tadi langsung bersingsut meninggalkan mereka berdua karena merasa tidak enak.
" Pa..pak Sam ...mu...dra....".
" Iya Aisyah , ini aku Samudrab, tenyata kamu masih ingat padaku ". Samudra melonggarkan pelukannya sebentar lalu ia kembali memeluk Aisyah.
Aisyah mulai sadar, ia memberontak minta di lepaskan..." Pak Sam...lepas Pak ".
" Aku tidak mau nanti kamu menghilang lagi dari pandangan aku ".
" Tapi aku tidak bisa bernafas Pak ".
Kali ini Samudra melepaskan pelukannya, tapi ia ganti dengan menggenggam tangan Aisyah. Aisyah pun berusaha menarik tangannya...namun kalah dengan tenaga Samudra.
" Apa yang kamu lakukan Sam ?". Mahesa datang , karena lama menunggu Samudra , makanya dia bermaksud untuk menyusulnya.
Karena genggaman Samudra mengendur , Aisyah langsung mekepaskannya dan sedikit berlari ke arah Suaminya.
" Mas Bian ". Aisyah takut Mahesa salah paham....ia memeluk lengan suaminya.
" Kamu sedang hamil sayanggg !". peringat Mahesa, Aisyah hanya menyengir saja.
" Ais ...ini aku Samudra, kenapa malah lari ke Kak Bian ?".
" Kak , lepaskan dia , dia lah Aisyah gadis yang aku ceritakan tadi pada mu Kak ".
" Tapi dia istri ku Sam, apa kamu enggak lihat, perutnya nya saja agak buncit , dia sedang hamil anak aku ".
" Is...tri...Ha...mil...". kenyataan yang belum bisa Samudra terima.
Karena fokus pada Aisyah, Samudra tidak menyadari perempuan yang ia peluk tadi tengah hamil.
" Ya , Fathiya istri ku , tepatnya Kakak ipar kamu Sam ".
" Tidak...tidak, Kak Bian berbohong kan ?".
" Ck...nih lihat ". Dengan cepat Mahesa malah ******* bibir Aisyah di depan adiknya itu...Aisyah hanya bisa pasrah lah.
Samudra mengepalkan tangannya, bagaimana bisa gadis yang selama di incarnya tiba- tiba jadi istri kakak nya ,sedang hamil pula...di tambah sekarang Mahesa dengan sengaja mencium bibir Aisyah di depan matanya.
" Bagaimana apa sudah percaya ?". Mahesa masih tenang...
" Ada apa ini....kenapa kalian ngobrol di tengah ruangan begini ?".
Semuanya menengok....ibu ratu sudah datang entah apa yang selanjutnya akan terjadi...
Bersambung....
Tinggalkan jempol, favoritkan...dan comment nya ya 👍🏻😘🙏