NovelToon NovelToon
Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Mafia / CEO / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Phopo Nira

Novel ini sekuel dari Novel ‘Anak Kembar Sang Mafia’ & ‘Willea’!

Siapa yang tidak mengenal keluarga Xavier, terutama si anak kembarnya sang Mafianya. Dan siapa pula yang tidak mengenal keluarga Zaender? Lalu bagaimana jadinya kalau kedua keluarga yang sangat berpengaruh bersatu dalam sebuah ikatan pernikahan?

Berawal dari niatnya untuk menyelamatkan ketiga adiknya, Lucia malah tanpa sadar menarik perhatian Luke, sang ketua mafia White Wolf. Seorang pria yang sangat misterius dan selalu terobsesi pada apa yang menarik perhatiannya.

Berniat untuk menjebak Lucia agar bisa memilikinya seutuhnya, malah menjadi menyatukan Lucia dengan cinta pertamanya yaitu Zaender Levi! Dibalik kebahagiaan pernikahan mereka, ada seorang pria yang berusaha menghancurkannya.

Siapakah pemenang dari persaingan antara dua King Mafia, Levi dan Luke dalam meraih cinta sang Queen Mafia, Lucia Cano Xavier?

Lalu apa yang akan terjadi dengan kisah cinta Levi dan Lucia? Penasaran? Ikuti terus kisahnya, ….

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berusaha Membujuk

“Saya siap menjalankan apapun keputusan dari anda, Tuan muda!” sahut Levi yang seolah menyerahkan nyawanya pada Rayden.

“Kau boleh pergi sekarang,” ujar Rayden yang tiba-tiba mengusir Levi keluar begitu saja.

“Baik, Tuan muda!” sahut Levi yang tidak bisa mengatakan apapun, kecuali melakukan apa yang tadi di perintahkan.

Levi pun mulai beranjak dari tempat duduknya. Sebelum pergi dia membungkuk memberi hormat kepada Rayden dan setelah itu dia mulai berjalan pergi meninggalkan ruangan itu. Begitu keluar, Levi di kejutkan dengan kehadiran Zhia yang ternyata sudah berada tepat di depan pintu.

“Nyonya muda,” sapa Levi sembari membungkuk memberi hormat.

“Apa kau baru saja menemuinya?” tanya Zhia memastikan.

“Iya, Nyonya muda,” jawab Levi dengan jujur.

“Apa yang dia katakan?” tanya Zhia lagi yang berharap Rayden mengubah keputusannya.

“Tuan muda tidak mengatakan apapun dan juga kedatangan saya ke sini hanya untuk memberi informasi terkait dengan orang-orang yang berusaha mengikuti Nona kecil,” jelas Levi yang sepertinya mulai mengerti arah pembicaraan Zhia.

“Dia tidak mengatakan apapun tentangmu dan Luci?” tanya Zhia memastikan.

“Tidak, Nyonya! Tapi Tuan sepertinya masih marah dan kecewa terhadap saya. Saya juga minta maaf pada Nyonya terhadap perbuatan saya pada Nona kecil,” ucap Levi yang kembali membungkuk di hadapan Zhia.

“Tidak apa! Bukan hanya kau yang bersalah, tapi putriku juga ikut bersalah. Lagian semua sudah terlanjur terjadi, tapi kau mau bertanggung jawab, bukan?” ujar Zhia.

“Tentu saja, Nyonya! Bahkan jika harus mempertaruhkan nyawa saya, saya akan tetap bertanggung jawab terhadap perbuatan saya kepada Nona kecil,” jawab Levi dnegan bersungguh-sungguh.

“Sejak awal aku tahu kau anak yang baik, Levi! Aku harap kau bisa menjadi pasangan terbaik untuk putriku nantinya,” ujar Zhia sembari tersenyum tipis pada Levi.

“A-apa maksud, Nyonya?” Ucapan Levi terbata-bata saking terkejutnya.

“Tidak apa, kau akan tahu nanti! Kalau begitu aku akan masuk untuk berbicara dengannya,” ujar Zhia yang berjalan masuk ke ruangan itu.

“Apakah Nyonya muda serius dengan perkataannya tadi?” gumam Levi yang masih tidak mau mempercayai bahwa Zhia sudah memberikan restu jika kelak dia akan menikahi Lucia.

Sembari memikirkan perkataan Zhia, Levi pun mulai berjalan untuk menuju mobilnya. Dia sempat memperhatikan sekelilinga villa untuk mencari keberadaannya anggota keluarga yang lainnya, terutama Lucia.

Sebab dia masih merasa khawatir dengan keadaan Nona kecilnya itu. Sejak terakhir mereka bertemu Lucia sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja karena ulahnya. Namun, siapa sangka orang yang dia cari malah muncul di saat Levi akan masuk ke dalam mobilnya.

“Kak Levi,” sapa Lucia yang berjalan menghampiri Levi dengan penuh semangat.

“Selamat siang, Tuan Kecil dan Nona kecil!” balas Levi sembari membungkuk memberi hormat, karena Levi seperti sudah terbiasa melakukan itu untuk keluarga Xavier.

“Berhentilah memanggil kami seperti itu! Sekarang kami sudah dewasa, bahkan kau dan Luci sepertinya kan secepatnya menikah,” ujar Luca.

Perkataannya malah membuat Levi dan Lucia merasa semakin canggung satu sama lain. Dibalik sikap canggung mereka, tersimpan sebuah kebahagian yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Apalagi kalau mereka benar-benar menikah, karena restu dari Rayden dan yang lainnya.

“Kenapa Kak Levi datang ke sini? Apakah Papah yang menyuruh Kak Levi untuk datang?” tanya Lucia yang mengalihkan topik pembicaraan dan menghindari kecanggungan di antara mereka.

“Tidak, saya yang datang dengan sendirinya karena ada yang harus saya sampaikan pada beliau,” jawab Levi yang tidak mengatakan sebenarnya.

“Benarkah? Kenapa kau tidak mampir untuk minum teh dulu? Kemarilah, aku akan memberimu teh kesukaanku,” ujar Luca yang mengajak Levi untuk tinggal lebih lama lagi.

“Tidak perlu, Tuan Kecil! Tuan muda tidak mengijinkan saya untuk tinggal lebih lama di sini.” Levi menolaknya dengan lembut.

“Papah melakukan itu?” tanya Luca tak percaya.

“Iya, Tuan kecil!” sahut Levi.

“Sudah aku katakan, berhentilah memanggilku seperti itu!” protes Luca yang akhirnya merasa sedikit kesal, karena Levi tidak melakukan seperti yang dia minta.

“Kak Luca, bolehkan Luci bicara berdua dengan Kak Levi,” pinta Lucia yang meminta ijin pada Kakaknya.

“Please, Kak! Hanya sebentar saja,” lanjutnya dengan wajah memohon.

“Baiklah, lakukan apapun yang kau inginkan Luci!” ujar Luca yang tidak pernah mengekang Lucia.

“Terima kasih, Kak Luca!” ucap Lucia yang langsung menghamburkan tubuhnya memeluk sang Kakak.

Setelah itu, Lucia langsung meraih tangan Levi dan menariknya untuk mengikutinya pergi menuju ke taman yang ada di dalam villa itu. Luca pun hanya tersenyum melihat adik perempuannya yang kini sudah tumbuh dewasa dan telah menemukan belahan jiwanya. Meskipun pria itulah Levi, mantan pengawal mereka saat masih kecil.

“Semoga kau selalu bahagia dengan orang yang kau cintai, Lucia! Kakak akan selalu berada di belakangmu untuk melindungi dan membantumu meraih kebahagiaan itu,” gumam Luca yang terus menatap kepergian Levi dan Lucia cukup lama. Setelah itu, dia masuk ke dalam untuk menemui Papahnya.

...****************...

Sementara itu, Rayden sedang berdebat dengan Zhia mengenai masalah Levi dan Lucia. Ternyata begitu Zhia masuk ke ruangan Rayden, dia langsung mengunci pintunya dari dalam dan menyimpan kuncinya di tangannya. Hal itu Zhia lakukan akan Rayden bisa berhenti terus menghindarinya.

“Ray, kita perlu bicara!” ujar Zhia sembari berjalan menghampiri Rayden yang tengah duduk melamun di sofa.

“Aku sedang tidak ingin membicarakan apapun denganmu, Zhi! Biarkan aku sendiri dulu untuk sementara waktu,” Rayden berusaha berkelit dengan langsung beranjak dari tempat duduknya untuk menghindari istrinya itu.

Zhia pun hanya diam dan membiarkan Rayden melewatinya begitu saja, sebab pintunya sudah terkunci dan kuncinya sudah berada di tangannya. Dan benar saja, Rayden tidak bisa membuka pintu itu. Dia pun langsung berbalik dan meminta kuncinya pada Zhia.

“Berikan kuncinya padaku, Zhi!” pinta Rayden dengan nada dan tatapan dinginnya.

“Kita bicara dulu, baru aku berikan kuncinya padamu,” ujar Zhia yang duduk di sofa itu dengan tenang, sementara Rayden masih berdiri di depan pintu.

“Duduklah, Ray! Jika tetap tidak mau kita membahas ini, lebih baik kita tidak usah saling bicara lagi selamanya.”

Zhia pun terpaksa mengatakan itu untuk mengancam Rayden agar mau mendengarkannya. Mendnegar kata ancaman sudah keluar dari mulut istrinya, Rayden mau tidak mau harus menuruti perintah Zhia. Dia pun duduk di tempat yang tadi di duduki oleh Levi.

“Apa yang ingin kau bicarakan, Zhi! Jika ini mengenai putriku dan bajingan itu, maka keputusanku masih tetap sama,” ujar Rayden yang membatasi dulu pembicaraan itu.

“Sebelum aku bertemu denganmu lagi. Lucia adalah putriku satu-satunya, Ray!” seru Zhia menekankan setiap perkataannya yang membuat Rayden seketika tertegun saat mendengarnya.

“Kau ingat bagaimana pertemuan pertama kita? Dan bagaimana kita bisa menikah seperti sekarang?” cecar Zhia yang masih penuh dengan penekanan pada Rayden.

^^^Bersambung,....^^^

...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...

...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...

...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...

...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...

...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....

...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...

...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...

...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...

1
Fahmi Ardiansyah
jgn takut Levi cuma milik kmu lucia
Fahmi Ardiansyah
jgn takut Levi cuma milik kmu lucia
Fahmi Ardiansyah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ketakutan juga mereka.
Fahmi Ardiansyah
tu kan benar' yg di bilng Luca klu mereka juga merasakannya
Fahmi Ardiansyah
iya aa itu alasan Will Krn bentar LG akan berperang🤣🤣🤣
Fahmi Ardiansyah
pasti anak buah si pecundang luxe
Fahmi Ardiansyah
ya seperti itulah klu jiwa trio somplak meronta ingin taunya
Fahmi Ardiansyah
sudah bisa menebaknya Krn mereka penasaran dgn rencana pernikahan viluc yg mendadak itu.
Fahmi Ardiansyah
hati hati lev kmu mau di culik Ama trio somplak.
Fahmi Ardiansyah
itu lebih penting will.klu mau bertanya nanti klu semua udah selesai.
Fahmi Ardiansyah
iya memang betul klu trjdi sesuatu pada Levi n Luci hingga mau menikah.
Fahmi Ardiansyah
iya pasti mereka nanti langsung bergosip 😄😄😄😄
Fahmi Ardiansyah
ketemu trio somplak yg udah tidak jomblo LG.
Fahmi Ardiansyah
setuju aku.
Fahmi Ardiansyah
hahaha ya itulah jodohmu Luca tpi gak terwujud.
Fahmi Ardiansyah
iya inilah awal dari percintaan mereka .
Fahmi Ardiansyah
kerjasama yg bagus.
Fahmi Ardiansyah
ya iyalah kan utamanya ingin tau org yg menargetkan Lucia adk perempuannya n ke 2 kmu biar bisa bertemu tiap hari.🤣🤣🤣
Fahmi Ardiansyah
semua pembacanya pasti ikut senang terutama aku juga ikut bahagia.
Fahmi Ardiansyah
so sweet banget sih kmu viluc
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!