NovelToon NovelToon
Suci Dalam Noda

Suci Dalam Noda

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Tamat
Popularitas:12.5M
Nilai: 5
Nama Author: Senjahari_ID24

Karena nila setitik rusak susu sebelanga, itulah perumpamaan yang terjadi dalam kehidupan Khalisa Suci Kirani. Jejak noda yang tersemat padanya membawa lara. Cemoohan sudah akrab menyapa yang selalu ditanggapi Khalisa dengan senyuman. Bahkan secara tak terduga, orang-orang yang dianggapnya keluarga termasuk sang suami, bermain madu dan racun di balik punggungnya sebab jejak noda tersebut.

Namun, saat poros hidup yang menjadi kekuatannya terenggut dari sisinya, mampukah Khalisa tetap tersenyum kala noda itu menyeretnya hingga ke dasar nestapa?

Yudhistira Lazuardi, si pengacara muda yang memutuskan mandiri dan menjauh dari keluarganya demi meredam kisruh di dalamnya, alih-alih mendapat ketenangan, hidupnya mendadak tak lagi sama saat membiarkan sosok Khalisa yang dipenuhi problema masuk ke dalamnya.

"Dua ratus juta!"

"Dua ratus juta di muka sekarang juga, untuk dia!" Yudhistira mengarahkan telunjuknya tepat pada Khalisa. Dengan rahang mengetat dan sorot mata tajam tak terbaca.

Akankah Khalisa tetap suci semurni arti namanya? Atau justru tergerus noda yang tak pernah diinginkannya.

Ikuti kisahnya.

Jangan plagiat! Ingat Azab

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjahari_ID24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada Apa Denganku ?

Bab 26. Ada Apa Denganku?

“Makasih ya, sudah memenuhi undangan makan malam di rumahku. Aloisa terus merengek ingin mengundang kamu, Farhana juga yang lainnya datang makan malam di sini. Ingin memamerkan hasil kursus memasaknya yang baru dijalani satu bulan lamanya. Lebih tepatnya, kalian dijadikan kelinci percobaan oleh istriku,” Ghaisan berkata setengah berbisik ketika istrinya pergi ke dapur mengambil sepoci teh herbal untuk dinikmati bersama. Ghaisan dan Aloisa baru menikah tiga bulan lalu, sedang hangat-hangatnya.

Aloisa Megara Wisesa, si dokter kulit yang dulu berpenampilan tomboi itu, saat ini sedang giat belajar menjadi muslimah salihah setelah berstatus istri dari Ghaisan. Ghaisan si pak polisi muda yang dikenal jujur dan taat agama sejak Yudhistira mengenalnya di asrama sekolah internasionalnya dulu, ketika sama-sama menimba ilmu di bangku sekolah menengah atas di salah satu sekolah bergengsi Ibukota. Dari Ghaisan lah, Yudhistira banyak belajar memperdalam ilmu agama, hingga mereka menjadi sahabat karib sampai sekarang.

“Tapi jujur saja, pelecing kangkungnya keasinan.” Yudhistira balas berbisik, tergelak kecil bersama sebelum ketahuan si empu yang dijadikan topik pembicaraan.

“Kalian bisik-bisik apaan? Mencurigakan.” Aloisa yang kembali muncul memicing galak. Seperti biasa, terkadang lupa akan kebar-barannya, padahal ia sudah berjanji untuk menjadi sosok istri yang lebih lemah lembut di bawah arahan Farhana.

“Iya nih, Bang Yudhis juga ngapain bisik-bisik sama Pak AKP. Ingat ya, Pak AKP itu sudah ada yang punya. Nanti ditonjok Dokter Loi baru tahu rasa.” Seorang gadis imut berkerudung hitam ikut menimpali sembari cekikikan diikuti Farhana. Farhana adalah sepupu Ghaisan yang berprofesi sebagai guru mata pelajaran pendidikan agama di sebuah SMA.

Nama gadis imut itu adalah Syafa, adik dari Farhana. Sering berbasa-basi tersirat akan ketertarikannya pada Yudhistira. Mereka sudah saling kenal sejak Yudhis memutuskan meniti karir di bumi Parahyangan. Yudhis tak pernah menanggapinya serius, hanya menganggapnya adik saja.

“Enak saja, aku masih normal!” Yudhistira berjingkat menjauhi Ghaisan, mengundang riuh gelak tawa penuh kehangatan di sana.

“Dokter hatiku, tidak boleh suudzon,” tukas Ghaisan lembut pada Aloisa, menggeser duduknya mendekati istrinya. Ghaisan merupakan pribadi tegas di luaran, terlebih profesinya adalah polisi. Namun, saat sedang bersama istrinya dia merupakan sosok yang lemah lembut, tak sungkan membujuk dan merayu Aloisa kelewat manis, yang terkadang membuat sekitar ikut merona dan meringis.

“Tapi muka Mas mimiknya kayak jemuran enggak kering, bau apek,” protes Aloisa, memajukan bibirnya beberapa senti.

“Jangan monyong begitu. Jilbabnya jadi ikutan miring,” Ghaisan merapikan jilbab sang istri, mencairkan tekuk wajah Aloisa yang tadi masam menjadi tersipu.

“Oh iya, menurut kalian, gimana masakanku tadi? Aku minta riview jujur ya!” tuntutnya. “Soalnya kalau tanya suamiku enggak bisa dipercaya, selalu bilang semuanya enak, bahkan teh manis yang salah aku kasih garam pun dia bilang enak.”

Mau tak mau semuanya memilih memberi ulasan jujur sesuai permintaan daripada wawancara sepanjang jalan kenangan yang lebih mirip interogasi ini tak kunjung usai. Obrolan mereka mengikis waktu hingga larut. Tak terasa penunjuk waktu sudah mengarah ke angka sepuluh.

Yudhistira bersiap pulang, menuju garasi rumah Ghaisan diantar si tuan rumah juga Syafa yang ikut mengekori.

“Jangan ngebut, ingat masih jomblo. Belum nikah, belum tahu rasanya surga dunia,” ledek Ghaisan sembari nyengir kuda.

“Ck, mentang-mentang sudah punya istri!” Yudhis berdecak malas.

“Ayo dong, Bang Yudhis juga buruan nikah, biar enggak diledekin terus sama Bang Ghaisan. Yang naksir padahal banyak, menanti disahkan. Cuma sayangnya dianggurin terus. Termasuk aku.” Syafa yang mengekori menyela pembicaraan. Nada penuh minatnya terdengar nyaring.

“Hei, anak kecil jangan mikirin nikah dulu. Fokus belajar yang benar. Supaya IPK enggak jeblok,” sahut Yudhistira terkekeh geli, kemudian mengucap salam dan melesat pergi dari sana, meninggalkan Syafa yang mengerucutkan bibirnya sebal.

“Ish, aku bukan anak kecil!” kesalnya.

Ruas Jalanan Kota Bandung malam ini cukup padat. Yudhistira memacu mobil hitamnya dalam kecepatan sedang. Rintik gerimis mulai turun, mendarat lembut membasahi kaca depan. Wiver dihidupkan, bergerak selaras menunaikan tugasnya menepikan air yang menghalangi pandangan.

Melintasi alun-alun kota, kaki kanannya yang menginjak lembut pedal gas berangsur memelan tanpa disuruh. Menghentikan mobilnya sekitar lima meter jauhnya dari jarak area drive thru restoran siap saji yang sering dikunjunginya itu.

“Kenapa aku teringat terus sama bocah berpipi gembul yang bernama Afkar itu setiap kali melintas di sini? Kalau kubelikan mainan dan kukirim ke rumahnya, malah khawatir orang tua dari anak itu tersinggung,” ujarnya bimbang sendiri.

Bergelut sejenak dengan pikirannya. Yudhistira berusaha mengenyahkan kepedulian berlanjut yang datang tak diundang itu. kembali fokus pada tujuannya untuk pulang, supaya bisa segera sampai di rumah, ingin mengistirahatkan daksa lelahnya.

Kendaraan kembali dipacu, ditambah kecepatannya setelah mengamati arus lancar juga lebih lengang dari sebelumnya. Namun, saat matanya sekilas seperti menangkap sosok ibu dari anak kecil yang akhir-akhir ini sering berputar-putar di kepalanya, rem diinjak mendadak. Nyaris saja Yudhis menabrak trotoar.

Menengok ke belakang, mengamati titik di mana tadi dia seperti melihat ibu si bocah. Yakni di sekitaran jejeran pohon palem yang mempercantik sisi jalanan. Mengerutkan dahi kala tidak mendapati siapapun di sana. Yudhis mengusap wajahnya kasar, menyandarkan kepalanya. Menyadari dirinya pasti hanya salah melihat, imbas dari terus teringat pada dua orang yang pernah diantarkannya pulang.

“Ada apa denganku? Kenapa sosok ibu dan anak itu terus mengganggu pikiranku?”

Bersambung.

Ayo lho, Bang Yudhis kenapa lho eh 😳?

1
Icha Arlita
keren pokok nya
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Icha Arlita
ga pernah banyak komen pokok nya cerita yg amat sangat menarik 👍👍
Icha Arlita
di bacanya ada kesel nya ada seneng ada terharu nya paket komplit, tp banyak greget ny
Icha Arlita
tolol tolol 🤦
Mini Amora
🩷🩷🩷
Mini Amora
Terima kasih tuk karya indahmu thor🩷
Mini Amora
abang Yudhis... pas bgttt kan momentnya tuk nikahin khalisa🤭
Mini Amora
masyaAlloh... papi Barata bijak bgttt.
Mini Amora
ouhhhhh... ternyata akhirnya Maharani hamil toh.. syukurlah jadi Barata punya 2 jagoan... yudhistira & erlangga
Mini Amora
erlangga anak kandung Barata??

apa Barata nikah lagi yaa thor?
kan Maharani mandul...
Ida Setiarti
lope lope sekebon bunga 🥀🥀🥀🌹🌹🌹🌹🌹🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Nur Inayah
aku jadi kangen baca lagi kisah Brama dan Selena🤭🤭
Lyana: bacanya dimana kak?
total 1 replies
Nur Inayah
aku udah baca ini entah yg keberapa kali, tetep aja candu dan gak pernah bosan, semua karya kak senja emang secandu itu🥰🥰
citra marwah
Aku udh baca yg kedua kali nya....tapi masih kurang huhuhuhu suka bgt dengan sikap dan sifat yudistira....senang juga dengan Khalisa yg skrg,kasihan dengan yg dlu...
citra marwah
hahahhahahahhaha pengen jdi khalisa yg sekarang bukan yg dulu😁
citra marwah
Cah gemblung gawe kaget ....syafa syafa
citra marwah
hahhahaha geli sendiri ya khal klo ingat itu pria nyuci cd😹
Hari Saktiawan
lope lope bang Yudis
Andy Mauliana
mengsedih
Andy Mauliana
Hanya ada nopel2 ya ges
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!