NovelToon NovelToon
Five Magic'S Girl

Five Magic'S Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Fantasi / Iblis
Popularitas:368
Nilai: 5
Nama Author: bsf10

5 perempuan dengan keturunan setengah Dewa Dewi yang sangat kuat dan darah mereka yang mengalir dengan kekuatan yang melumpuhkan dan petualangan yang akan mereka hadapi di negeri ajaib Euthopia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bsf10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Sejarah Vera Dixion

Vera dibawa ke dalam jantung pegunungan yang dipenuhi dengan batu mulia dan logam yang belum pernah dilihat manusia

Kerajaan Terra-Geos

Istananya sangat kokoh, terbuat dari batu obsidian hitam dan dihiasi dengan urat-urat emas murni. Di ruang bawah tanahnya, terdapat tungku api raksasa tempat senjata-senjata dewa ditempa.

Kerajaan Terra-Geos sering disebut sebagai simbol kekuatan elemen bumi yang absolut. Nama "Terra" (Tanah) dan "Geos" (Bumi/Batuan) menegaskan bahwa seluruh fondasi kehidupan, politik, hingga militer kerajaan ini berakar pada material padat di bawah kaki mereka.

Terra-Geos biasanya terletak di wilayah pegunungan raksasa atau dataran tinggi yang dikelilingi oleh tebing-tebing curam.

Kota pusatnya sering kali dipahat langsung dari gunung utuh, bukan dibangun dengan batu bata. Hal ini membuat pertahanannya hampir mustahil ditembus oleh serangan fisik biasa.

Kerajaan ini memiliki jaringan gua yang sangat luas yang berfungsi sebagai jalur perdagangan rahasia dan gudang sumber daya alam.Kekuatan batuan dalam kerajaan ini tidak hanya soal melempar batu besar, melainkan manipulasi struktur molekul mineral.

Kekuatan tanah mereka juga mencakup pemahaman mendalam tentang Geomansi—seni membaca garis-garis energi bumi untuk menentukan lokasi sumber air atau deposit mineral berharga. Hal ini menjadikan Terra-Geos sebagai kerajaan terkaya dalam hal sumber daya tambang dan permata.

Pemandangan istana yang megah itu memang luar biasa, namun bagi Vera, keindahan sejati tidak terletak pada menara yang menjulang ke langit atau kristal yang berkilauan di permukaan. Kekuatannya berasal dari apa yang ada di bawah itu semua.

Setelah melewati gerbang utama yang terbuat dari campuran emas dan baja purba, Vera melangkah lebih jauh ke dalam jantung istana Terra-Geos.

Lantai obsidian hitam di bawah kakinya mulai bergetar pelan, seolah menyambut kepulangan sang putri. Jonathan, ayahnya, tidak membawanya ke ruang singgasana yang mewah, melainkan ke sebuah tangga spiral raksasa yang terbuat dari batu granit utuh yang menembus ke inti pegunungan.

"Kemewahan di atas sana hanyalah kulit, Vera," ucap Jonathan, suaranya bergema di antara dinding batu. "Kekuatan sejati dewa pandai besi dan penguasa bawah tanah ada di sini, di tempat di mana panas bertemu dengan tekanan."

Mereka sampai di sebuah ruangan yang luasnya seperti stadion. Di tengahnya, terdapat sebuah tungku raksasa yang apinya berwarna biru keputihan—api yang tidak membutuhkan kayu bakar, melainkan menyala dari panas inti planet itu sendiri.

"Cobalah, Vera," ajak ibunya, Elia. "Ambil palu itu."

Vera mendekati sebuah landasan tempa yang terbuat dari meteorit. Di atasnya terletak sebuah palu godam besar bernama Mjölnir-Terra. Saat Vera menyentuhnya, aliran listrik statis dan panas yang dahsyat merambat ke lengannya. Namun, ia tidak merasa terbakar; ia merasa utuh.

"Pikirkan sebuah senjata, atau sebuah pelindung," perintah Jonathan.

Vera memejamkan mata. Ia tidak memikirkan pedang yang tipis atau panah yang ringan. Ia memikirkan pertahanan. Ia memukul lempengan logam perak di atas landasan itu dengan satu hantaman keras. DUM! Getarannya terasa hingga ke seluruh istana. Logam itu berubah bentuk seketika, menjadi sebuah perisai raksasa yang diukir dengan simbol labirin Hades.

"Luar biasa," bisik Elia. "Kau menciptakan Aegis Bawah Tanah. Perisai yang tidak bisa ditembus oleh sihir kegelapan mana pun."

Setelah dari ruang tempa, mereka berjalan menuju sebuah pintu berat yang terbuat dari berlian mentah. Saat pintu itu terbuka, Vera terpana. Bukan hanya emas, tapi ada tumpukan batu mulia yang memancarkan cahaya elemen.

"Darah Hades dalam dirimu memberimu kendali atas kekayaan bumi," kata Jonathan. "Bukan untuk kau timbun, tapi untuk kau gunakan sebagai sumber energi. Setiap batu ini mengandung mana yang bisa memperkuat sihir teman-temanmu."

"Gila! Tempat ini keren banget, Yah!" seru Vera sambil mengangkat sebuah bongkahan berlian sebesar kepala manusia.

Jonathan tertawa terbahak-bahak, tawanya menggetarkan dinding batu. "Itulah anak Ayah! Jangan cuma lihat perhiasannya, Vera. Lihat kekuatannya. Di bawah kaki kita ini adalah Inti Bumi. Kau adalah keturunan Hades, sang penguasa kekayaan bawah tanah, dan Hephaestus, sang pencipta ulung."

Elia, ibu Vera, memberikan sebuah sabuk kulit yang dihiasi batu rubi merah. "Hades memberimu otoritas atas segala yang tersembunyi, Vera. Kau bisa merasakan getaran sekecil apa pun di permukaan bumi. Dan Hephaestus memberimu tangan yang bisa menciptakan apa pun dari logam."

"Kau bukan diciptakan untuk menari halus, kau diciptakan untuk membangun fondasi dunia! Tanpa tanahmu, istana teman-temanmu akan runtuh. Kau adalah penopang. Kau adalah kekuatan yang tak terlihat namun paling nyata."ucap jonathan

Vera menghantamkan tinjunya ke lantai batu, dan seketika muncul sebuah takhta dari batu obsidian hitam yang megah. "Aku suka ini. Aku akan membangun benteng yang tak akan pernah bisa dihancurkan oleh siapa pun. Aku adalah Vera, putri bumi dan logam tempa, dan aku adalah fondasi dari tim ini!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!