Gaharu mahardika, adalah pria matang berusia 36 tahun, pemilik beberapa showroom mobil yang berstatus duda tanpa anak itu,harus terjebak pernikahan dengan Syakila Bramantyo,gadis yang menurutnya masih ingusan,berusia 20 tahun.Dan karena gadis yang baru saja menduduki bangku perkuliahan setengah semester itu, hidup Gaharu yang biasanya datar,sekarang menjadi jungkir balik.
Sang istri yang masih sangat muda, terkadang memancing emosi dan kesabarannya.
Bisakah rumah tangga mereka bahagia,?
Jangan lupa follow,like,love dan komen di setiap bab ya.Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chustnoel chofa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mendadak aneh.
🌸
🌸
Hari demi hari terus berlalu, tak terasa pernikahan Syakila dan Gaharu sudah berjalan selama dua bulan lebih. Keduanya semakin romantis, cinta Gaharu juga semakin bertambah besar kepada Syakila.
Terkadang perdebatan kecil juga sering terjadi, tapi Gaharu selalu berusaha bersabar, dan mengerti, istrinya masih labil, jadi sebagai suami yang jauh lebih dewasa, dia harus bisa mengalah.
Seperti yang terjadi akhir-akhir ini, entah apa yang membuat Syakila berubah menjadi aneh, dia marah-marah bila suaminya mendekat, katanya mual mencium bau badan Gaharu, padahal suaminya sudah mandi dan tentu saja sudah memakai minyak wangi.
"Sayang....udah siang lho, kamu nggak kuliah?" tanya Gaharu sambil mengancingkan kemejanya. Menatap sang istri yang masih betah bergelung di bawah selimut, dan hanya kelihatan mukanya saja.
"Malas mas, kayaknya aku lagi nggak enak badan" ucap Syakila lirih.
"Kamu sakit?" Gaharu mendekati istrinya dengan cemas,
"Ih....mas......kamu belum mandi ya, sana jangan dekat-dekat..." Syakila mendorong tubuh suaminya yang hampir duduk di bibir ranjang.
"Aku baru saja mandi sayang, coba kamu lihat, sudah rapi ini lho" Gaharu tak terima dituduh belum mandi.
"Tapi kamu bau mas..." Syakila duduk menyandar di kepala ranjang. Tubuhnya yang polos hanya tertutup selimut tebal hingga dada.
"Hidung kamu mulai bermasalah deh kayaknya"
"Bermasalah gimana maksudnya?" Syakila mendelik tak terima.
"Masa aku udah mandi, udah wangi kamu bilang belum mandi sih" kata Gaharu. Pria itu menyemprotkan parfum beraroma maskulin yang biasanya sangat di sukai istrinya.
"Aduuh mas.....kamu pake parfum apa sih, nggak enak banget baunya" kata Syakila sambil menutup hidungnya dengan kedua telapak tangannya.
"Hemm, apalagi sayang, ini parfum kesayangan kamu" Gaharu mendekati istrinya, dan langsung di hentikan oleh Syakila.
"Stop....jangan mendekat.." Syakila merentangkan kedua tangannya.
"Sayang.." Gaharu menggeram frustasi, selalu seperti ini dalam beberapa hari ini, untung saja di saat malam hari, perilaku aneh ini tidak berlanjut.
Syakila tambah manja dan kadang berani meminta dulu kepada suaminya, dan tentu saja membuat Gaharu senang dan bangga, jarang-jarang kan Syakila mau mengajak duluan.
"Jangan mendekat mas, kamu bau. Ganti sana parfumnya" titah Syakila.
"Tapi sayang, ini aku sudah rapi lho, besok saja ya ganti parfumnya" bujuk Gaharu, bisa ribet kalo mesti ganti baju lagi.
"No....ganti sekarang, atau tidur di luar nanti malam" ancam Syakila. Dia terus menutup hidungnya dari bau parfum sang suami yang membuat perutnya merasa mual.
Gaharu menghela nafas, sabar....sabar..
Dia memilih menuruti kemauan istrinya, untuk berganti baju dan juga minyak wangi, demi kesejahteraan hidupnya malam ini, dia harus mengalah.
Gaharu sudah selesai mengganti kemeja, dan memakai minyak wangi milik istrinya, sesuai dengan titah yang dia berikan.
"Nah...ini bru wangi.." Syakila tertawa ceria, dia tak lagi cemberut.
"Ya...ya.. berangkat dulu ya?" Gaharu mendekat dan berniat mencium istrinya yang masih duduk di ranjang.
"Mas mau kerja?" tanya Syakila polos.
"Iya sayang, kenapa? mau ikut?" alis Gaharu naik turun.
"Dih, ogah. Ntar malah aku yang kamu kerjain mas" tolak Syakila.
Gaharu tergelak, lalu mengecup bibir istrinya sekilas, tapi Syakila yang nakal malah mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya, hingga selimut yang tadinya menutupi area dada melorot, dan memperlihatkan dua bukit kembar Syakila yang begitu menantang. Membuat Gaharu harus menelan salivanya.
Syakila membalas kecupan suaminya dengan ******n yang bergairah dan panas. Mau tak mau Gaharu ikut mengimbangi, walaupun resikonya ada yang terbangun karena keintiman ini.
"Mas..." Syakila mendes*h, saat tangan kiri Gaharu meremas salah satu bukit kembarnya dengan lembut.
"Kamu jangan memancing ya" bisik Gaharu dengan berat, karena Hasrat yang sudah mulai naik ke ubun-ubun.
"I need you.." bisik Syakila sambil tersipu malu, dia mengecup leher suaminya dengan antusias, membuat Gaharu harus merebahkan tubuhnya terlentang ke ranjang, masa bodoh mau telat, showroom sendiri ini. Batin Gaharu.
Dan akhirnya pergulatan panas yang di dominasi oleh Syakila terjadi di pagi ini, entah apa yang merasuki dirinya, hingga tak lagi merasa malu kepada sang suami.
Dengan cepat Gaharu memacu tubuhnya, menghentak, membuat wanita yang berada di bawahnya terus-menerus meracau, meneriakkan namanya setiap kali hentakan Gaharu begitu cepat.
"Ahh....mas..."Syakila mencengkeram punggung Gaharu hingga kuku-kukunya yang panjang menancap di kulit suaminya.
"Sebentar sayang....kita sama-sama ya.." Gaharu mempercepat hentakannya hingga akhirnya keduanya sama-sama melenguh saat tiba di puncak bersama-bersama.
Gaharu menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh istrinya, mengecup keningnya seperti biasa.
"Makasih sayang, I love u..." bisik Gaharu dengan nafas masih terengah-engah.
Syakila hanya bisa tersenyum saja, untuk sekedar menjawab dia sudah tidak punya kekuatan lagi. Padahal semalam mereka sudah mendaki tiga ronde, dan di tambah sarapan pagi ini satu ronde.
Gaharu melepaskan penyatuannya, dan duduk si bibir ranjang."istriku genit ya sekarang" goda Gaharu.
"Kamu suka kan?"
"Tentu saja, " Gaharu tergelak, kemudian bergegas ke kamar mandi, untuk membersihkan diri lagi, dan bersiap ke showroom. Gara-gara istrinya, dia harus telat beberapa jam ke showroom miliknya.
Syakila menyeringai menatap kamar mandi, dan dia bergegas menyusul suaminya, ingin bermanja-manja mandi bersama.
"Mas...aku masuk ya?" Syakila langsung membuka pintu kamar mandi yang memang tidak di kunci, dilihatnya suaminya berdiri di bawah Shower, dan Syakila memeluk suaminya dari belakang.
"Hei...kamu ikut mandi juga?" Gaharu memutar tubuhnya, dan keduanya saling berhadapan.
"Pengen di mandiin kamu" kata Syakila dengan manja.
"Hemm...kalo aku yang mandiin, ada bonusnya ya?"
"Siapa takut"
Dan kembali lagi keduanya larut dalam percintaan yang begitu panas dan membara, entah berapa ronde lagi, keduanya seperti tidak ada puasnya sama sekali.
*bersambung..
🌸
🌸*