NovelToon NovelToon
Noktah Merah

Noktah Merah

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:13.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Asri Faris

Mencintaimu seperti menggenggam bara api. Semakin dalam aku menautkan hati ini semakin nyata rasa sakit yang dirasakan, dan itu membuat aku semakin sadar, tidak ada ruang sedikitpun di hatimu untukku. Aku begitu sangat mencintainya, tapi tidak untuk dia, dia bahkan tidak pernah melihat kesungguhan aku sedikit saja.


Nabila maharani bagai menelan pil pahit dalam hidupnya, di malam pengantin yang begitu bahagia, ia disuguhkan dengan takdir atas kehancuran dirinya. Ternoda di malam pengantin, sesuatu yang ia jaga terenggut paksa oleh sahabat sekaligus adik iparnya. Bisma maulana ikhsan kamil, ada apa denganmu???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Faris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 26

Kaku, bingung, merasa aneh saat tiba-tiba di kamar ada seorang pria. Walaupun berstatus sebagai suaminya semua terasa begitu membingungkan.

"Bila?" Bisma memberanikan diri mendekati istrinya yang duduk di bibir ranjang, tak jauh dari Razik berbaring. Perempuan itu menunduk bingung.

"Katakan saja, Bim, apa yang ingin kamu katakan?" ujarnya lirih, merasa canggung dan asing.

"Apa yang ingin paling kamu dengar dariku?" Bisma bukannya menjawab malah balik bertanya.

"Kamu sudah tahu jawabannya bukan? Haruskah aku mengulang seribu kali lagi, dan bersujud padamu untuk tidak mempertahankan aku? Aku minta maaf, aku bukan perempuan yang baik, dengan kerasnya kamu mempertahankan diriku, kita hanya akan saling menyakiti, dan menimbun banyak dosa karena tidak bisa menjalankan tugasku sebagai istri."

"Kamu bahkan tidak memberi kesempatan pada dirimu sendiri untuk mencoba, kamu selalu menutup hatimu untukku? Aku tahu aku salah, aku tidak bisa melepasmu, maaf Nabila, cobalah untuk berdamai pada hatimu, buka sedikit saja, kasih aku kesempatan itu."

"Apa yang membuatmu begitu ingin mempertahankan istri yang tidak pernah patuh terhadapmu, aku tersiksa, aku berdosa Bisma? Setiap hari, aku bergelut dengan statusku yang seakan-akan memenjara aku, tolong ... ikhlaskanlah kisah ini, carilah kebahagianmu sendiri, kamu berhak bahagia dengan wanita yang bisa memberikanmu cinta. Atau selamanya kita akan terus menyakiti."

"Cukup, Bila! Apa kamu tidak bisa prihatin sedikit saja, cukup kamu menghukumku, apa selama tiga tahun lebih ini belum cukup kamu membuat aku tersiksa menahan rindu dan kebencian atas dirimu. Jangan menyalahkan cinta, karena ini perasaan yang tidak bisa kamu paksa untuk tidak lagi mencintainya."

Bila bangkit dari ranjang, takut mengusik istirahat putranya karena obrolan mereka semakin memanas. Perempuan itu mulai menangis, bingung mengambil sikap lebih tepatnya. Bisma langsung mengekor istrinya, berdiri tak jauh dari Bila yang sibuk mengeluarkan air mata.

"Benci aku semampumu, sejauh yang kamu inginkan, selama kamu hidup, aku ikhlas kalau itu bisa membuatmu memaafkan atas perbuatan bejatku dulu, tapi tolong jangan pisahkan lagi aku dengan Razik, aku tidak akan membiarkan itu terjadi, kamu kejam, bahkan tidak berniat mengenalkan aku ayahnya."

Bila semakin menangis sesenggukan, rasanya ingin menyerah dan putus asa sekali lagi. Demi Allah, Bila sudah tidak mendendam, bahkan merasa berdosa karena masih ada ikatan, namun sekali lagi sulit sekali rasanya membuka diri untuk laki-laki yang telah menghancurkan hidupnya. Hanya kebebasan yang ingin perempuan itu dapatkan, agar terlepas dosa sebagai istri dapat berakhir.

"Jangan menyentuhku," tepisnya saat tangan pria itu terulur menghapus air mata itu.

"Haruskah aku kembali memaksamu, dan mengabaikan adab dan moral agar kamu tetap mau bertahan? Sekuat kamu menolak, memberontak, aku tetap akan menyembuhkan traumamu dan akan menyentuhmu!" jawabnya cukup gamblang.

Bisma tak peduli, ia benar-benar kesal dengan istrinya yang masih kaku. Sakit dan rindunya dibalas dengan tuba tak berkesudahan. Menahan, menanti sabar bertahun yang membuatnya hampir gila. Pria itu tidak peduli wanitanya marah dan memberontak, Bisma dengan keberaniannya yang besar menarik tubuh istrinya dan memeluk begitu erat.

"Aku mencintaimu Bila, aku merindukanmu," gumamnya mendekap begitu erat, merasakan getaran yang hebat pada tubuhnya kala bisa menyentuh istrinya yang masih begitu enggan. Bila yang awalnya memberontak kesal perlahan mulai lelah, dan membiarkan tubuhnya dalam dekapan suaminya. Cukup lama posisi itu, Bila hanya terdiam, tidak membalas, sementara Bisma begitu menghayati dengan mata terpejam. Seakan mengeluarkan semua ganjalan di hati yang siap tumpah. Rindu itu tercurahkan, rasanya lega walau teramat sakit.

Bisma sedikit mengurai pelukannya, namun tidak melepas. "Tatap aku Bila, dengar baik-baik, aku mencintaimu," tandanya lugas.

"Kalau suatu hari aku benar-benar menyerah, aku tetap tidak akan melepasmu, tapi jangan salahkan aku bila mencari Ibu kedua untuk Razik," ucapnya cukup serius.

Bila melebarkan netranya, cukup terkesiap dan syok dengan pernyataan Bisma. Itu artinya, Bisma tidak mau menceraikannya tapi akan menikah lagi, benar-benar penyiksaan untuk Bila.

"Dan aku, tentu saja aku akan mengambil Razik dari kamu, dia anakku, jadi ... aku tidak akan membiarkanmu memisahkan aku lagi. Terserah ... kamu masih mau dengan egomu yang tinggi, dan berakhir tetap seperti ini. Atau mencoba menjalani rumah tangga ini dengan sebenar-benarnya," sambungnya dengan nada penuh ancaman. Tiga tahun lebih, sudah cukup rasanya Bisma bersabar, istrinya itu harus diberi pelajaran agar bisa berpikir matang.

"Kamu terlalu berani mengambil keputusan, apa memang tujuanmu itu ingin menyiksaku seumur hidup? Kita hanya akan terus menyakiti dan menumpuk dosa, aku benar-benar membencimu, Bisma!"

Nabila menyorot jengkel pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu. Alih-alih mendapat kejelasan dalam statusnya. Ia malah terjebak dalam lingkaran obsesi berkedok cinta.

"Lepas! Lepasin Bisma!" Bisma yang masih mengeratkan pelukan itu spontan melepas tangannya begitu saja, membuat tubuh Bila tidak seimbang dan hampir terjatuh, wanita itu refleks menarik kemeja Bisma mencari pegangan. Trik yang luar biasa, wanita keras kepala harus disiasati dengan sedikit paksaan agar tetap merasa dibutuhkan.

Bisma tersenyum melihat Bila yang menariknya untuk menahan tubuhnya agar tidak oleng. Pria itu tidak serta merta membantu, membiarkan saja Bila kesusahan sendiri.

"Jahat!" gerutunya seraya melepas cengkramannya sendiri yang begitu erat.

"Suatu hari nanti pasti akan seperti ini, lihat saja Bila, kamu akan menggenggamku begitu erat," gumamnya lirih saat wanita itu sudah melesat masuk.

Sebenarnya Bisma sakit hati, namun entah mengapa ia tidak mampu berpaling sedikit saja dari perempuan itu. Apalagi ada Razik di tengah-tengah mereka. Sungguh sulit untuk Bisma berpaling. Walaupun banyak sekali godaan wanita yang terang-terangan menyapanya.

Bisma menyusul ke kamar, menemukan istrinya yang sudah menukar pakaiannya dengan piyama panjang lengkap dengan hijabnya. Walaupun di kamar, Bila tidak melepas hijabnya. Razik masih terlelap, bocah itu cukup nyaman tidurnya mungkin benar, Razik kecapean sehingga tidurnya begitu pulas.

Bila mulai menempatkan posisi di sebelah Razik. Sementara Bisma sendiri terlihat bersih-bersih dan mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan yang santai untuk beristirahat. Tak peduli tolakan, dan kebencian Bila, Bisma benar-benar sudah menulikan semuanya. Pria itu dengan percaya diri ikut berbaring di sebelah Razik, dan memeluk putra yang teramat ia rindukan.

Sekilas sudut matanya melirik istrinya yang sudah menutup mata, namun ia yakin Bila belum benar-benar terlelap. Bisma tersenyum, hatinya menghangat, bahkan dengan kurang ajarnya menumpuk jemari tangannya pada Bila yang memeluk Razik, spontan perempuan itu terasa dan kembali membuka mata.

Bila yang risih dan hendak melepas, tak diberi kesempatan sedikitpun, karena Bisma semakin menautkan begitu erat.

"Diem, Bila, nanti Razik bangun, kasihan?" ucapnya santai dengan mata terpejam.

.

Tbc

1
Cee Suli
part ini bikin nangis🥺🥺
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪
Wahyunni Winarto
akhirnyaa cinta tdk akan salah memilih untuk pulang🥲🥲
Wahyunni Winarto
nyesekkk sekali😭😭😭
Bundanya Syahdan
ya ampun razik, kamu datang disaat yg tidak tepat nak 😭
Bundanya Syahdan
mana ketemu mantan lagi 😭
Hani Hani89
novelnya judul nya apa yg sama Azmi
Bundanya Syahdan
wah akhirnya bila balik juga, dan langsung ketemu bisma nhhak tuh 😭
Bundanya Syahdan
ayo bisma pepet teroooss 🤭🤣
Luar biasa
Faris Fahmi
percuma menyendiri di pesantren bila
kalo masih memendam kebencian
aturan berkumpul aja sama emak2 tukang gosip, baru maklum kalo masih benci sama bisma
Linda Febri
Luar biasa
Mumun Munawwaroh
itu suamimu bila
gia nasgia
candunya Bisma
Gita mujiati
Luar biasa
Gita mujiati
Lumayan
Idhar Dar
Bagus masih mau lanjutannya
Jumi Nar
Luar biasa
Borahe 🍉🧡
jodohnya Gua Azmi nih. hahaha
Borahe 🍉🧡
haha "kok mau?? "
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!