NovelToon NovelToon
Gadis Penakluk Hati Pak Dosen

Gadis Penakluk Hati Pak Dosen

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:8.5M
Nilai: 4.5
Nama Author: aulina alfiana

Itu bukan kesalahan ku, kenapa aku harus menanggungnya? ~Anggi

Aku gak mau tau!! kita menikah secepatnya, setelah kekasihku sembuh aku akan menceraikan mu. ~Arbi

Ini Pernikahan Bapak?? bukan sebuah permainan atau lelucon belaka....


Hai, namaku Anggi....aku terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan yang tak pernah aku impikan sebelum, menikah dengan Dosenku sendiri.

Arbian, tampan dan kaya itu Adalah Dosenku..Kami menikah bukan karena perjodohan, bukan pula karena kesalahan satu malam, ataupun saling cinta.

Tapi.....ah sudahlah ikuti saja kisahku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kediaman Atmajaya

Setelah sedikit berbincang bincang dengan Bunda Ani, Arbi segera mengajak Anggi untuk langsung undur diri dan bergegas menuju ke rumahnya.

"Tante, Arbi ijin bawa Anggi keluar sebentar ya Tan?"

Pamit Arbi kepada Bunda Ani. Manis sangat manis, hingga orang lain yang melihat nya jadi meleleh. Apalagi sosok Arbi yang tampan, penampilan menarik, kaya dan sopan kepada orang tua, membuat siapa saja yang melihat dan mendengar jadi terpesona.

'Bunda jangan baper, dia hanya pura pura.'

Anggi hanya sanggup berkata itu dalam hati, tidak mungkin ia menceritakan semua ini pada Bunda Ani, bisa bisa Bunda Ani tidak menyetujui dan bakalan mengembalikan semua yang pernah Arbi berikan.

Anggi menggeleng, 'Oh tidak jangan, aku masih ingin melihat Bunda tersenyum, biarlah aku saja yang menanggungnya.'

"Hati hati ya nak Arbi, titip Anggi dan pulang nya jangan malam malam."

Pesan Bunda Ani kepada calon menantunya, ya dipikiran wanita paruh baya sih seperti itu, ia merasa sudah cocok dengan Arbi, di samping kaya, ia juga ganteng dan sopan.

"Pasti Tante, Arbi akan bawa pulang anak gadis Tante yang cantik ini tepat waktu dan tidak kurang dari suatu apapun juga."

'Astaga, drama macam apa lagi ini'.

Anggi hanya melotot, namun ia juga tersenyum, berusaha menunjukkan senyuman manis dengan lesung pipit yang membuat semua orang terpana, dan juga deretan gigi kelinci yang menambah manis untuk gadis cantik itu.

"Aduh, manis banget calon mantu Bunda. Makasih nak Arbi, titip Anggi kalau nakal jewer saja."

"Bunda.......", ucap Anggi tidak terima, ia juga menggerutu , dengan mulutnya komat kamit entah merapalkan sesuatu yang pastinya ia tidak suka.

"Jangan malu Nggi."

Bunda malahan meledek puttri nya lagi, mungkin Anggi terlihat lucu dan menggemaskan.

"Ayok Nggi."

Arbi bergegas keluar dari Ruko yang menjadi tempat tinggal Anggi dengan Bunda Ani, tentunya setelah mereka sedikit basa basi dan minta ijin.

Dengan manis Arbi membukakan pintu mobil nya, sesaat Anggi melotot dengan perlakuan manisnya, namun sayank itu hanya sebuah drama saja.

"Jangan ge er dan cepat masuk, gak usah baper juga. Bunda mu masih lihatin kita."

Ujar Arbi sambil mendorong pelan tubuh Anggi, dan juga tak lupa matanya masih melirik sekilas ke belakang, yang tentunya di sana masih Bunda Ani dan Mbak Sari.

'Ya Tuhan, laki laki macam apa yang Engkau kirimkan padaku, ucapan manisnya hanya di bibir saja, perlakuan manisnya juga karena ada sesuatu hal. Aku ......

Astagfirullah aku lupa, laki laki ini bukan Engkau kirimkan padaku, tetapi dia yang menyerahkan diri padaku, tentunya tidak geratis, banyak yang harus aku korbankan di sini.'

Anggi menggeleng pelan, sebelum ia masuk, ia juga sempat melirik sebentar ke arah luar dan benar saja, dua orang berbeda generasi itu masih berdiri di sana.

"Iya aku tau, tenang saja Pak Arbi, aku gak akan baper apalagi ke ge er an. Anda bukan tipe ku."

Anggi memberanikan diri menjawab, ia tidak mungkin akan akan selamanya di tindas oleh laki laki yang tidak punya hati itu.

"Ckkk....kayak situ oke saja."

Gumam Arbi, dan langsung menutup pintum Manusianya ia mengitari mobil dan segera masuk ke dalam, untuk melanjutkan perjalanan menuju Kediaman Atmajaya.

"Dan satu lagi, jangan panggil aku Pak. Ingat itu.!! Kamu harus menjaga sikap kamu, sopan santun dan ucapan mu."

Kemudian laki laki itu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, berharap jalanan tidak macet.

Mereka berdua hanya diam, tidak ada obrolan ataupun pertanyaan pertanyaan yang dilontarkan. Keduanya hanya diam. Hingga mobil hitam yang dikemudikan oleh Arbi berhasil masuk ke dalam pagar besi yang menjulang tinggi.

Arbi sudah mematikan mesin mobilnya lima menit yang lalu, ia melirik ke arah Anggi sebentar. Ia tau kalau gadis yang ada di sampingnya itu sedang gugup dan mungkin malahan lebih parahnya lagi akan membatalkan kerjasama ini dan memilih mundur tidak jadi berkenalan dengan orang tua Arbi.

Arbi menghela nafas kasar, ia berusaha membuat Anggi tidak tegang atau pun gugup, karena itu akan mempengaruhi rencana yang sudah disusun rapi.

"Jangan gugup dan panik, tenang saja. Mami dan Papi orang nya baik. Kamu tidak usah takut, nanti kalau mereka tanya, jawab saja apa yang kamu bisa jawab."

Arbi menggenggam tangan Anggi, sontak Anggi yang sedari tadi melamun menjadi kaget. Apalagi Anggi melihat tangannya di genggam oleh Arbi, laki laki yang tidak punya hati yang hanya memanfaatkannya saja, tanpa belas kasihan.

"Biar begini dulu, untuk meyakinkan kedua orang tuaku."

Manis....lagi sangat manis ucapan dan perlakuan Arbi, hingga tanpa sadar Anggi terlena dan hanya bisa mengangguk kan kepalanya.

"Tunggu sebentar, aku bukakan pintu dulu."

Arbi keluar dari mobil dan segera membukakan pintu untuk Anggi, lagi lagi tangan kekar Arbi terukur dan segera Anggi menyambutnya.

Anggi keluar dari mobil dengan tangan nya yang saling bertautan dengan tangan Arbi.

"Ingat!! mainkan peranmu sebagus mungkin. Dan buat orang tua ku percaya.", bisik Arbi di telinga Anggi.

Deg

Peran? ya karena ini hanya drama sebuah sandiwara, yang tidak tau endingnya akan seperti apa. Namun, Anggi di sini sebagai pemain utama juga pembantu, yang sewaktu waktu bisa di depak kapanpun sang sutradara tidak menghendaki nya.

"Tenang Pak Dosen, aku bukan gadis bodoh!!"

Sepasang kekasih pura pura itu masuk ke dalam rumah, tampak seorang laki laki dan seorang perempuan sudah menunggu diruang tengah.

"Assalamualaikum", ucap kedua nya kompak, seperti sudah saling mengkode dirinya masing masing.

"Waalaikumsalam", jawab kedua orang tua Arbi yang tidak kalah kompaknya dengan pasangan itu.

Mami Desi yang sudah antusias sedari tadi, langsung berdiri. Ia sudah tidak sabar untuk menyambut dan memeluk calon menantunya.

"Arbi ini calon mantu Mami?? cantik sekali kamu sayang."

Tanpa aba aba dan tanpa menunggu jawaban dari Arbi atau Anggi, Mami Desi langsung memeluk Anggi, padahal Anggi belum memberikan salam dan salim kepadanya.

"Iya Mih, tapi pelukannya nanti saja di lanjut."

"Maaf maaf Mami lupa, saking senangnya sayangnya."

Mami Desi melepaskan pelukannya beliau masih memandang wajah cantik Anggi, lalu menggeleng.

"Cantik sekali, kamu tidak salah sayang mau sama anak Mami.?? Rasa rasa nya eman eman sekali, tapi Mami senang banget. Oh ya lupa sampai gak nanya. Siapa namamu cantik?"

Anggi lalu mengambil tangan Mami Desi kemudian salim dan mencium punggung tangan nya.

"Anggi Tan,"

"Nama yang cantik, secantik orangnya. Dan jangan panggil Tante, panggil Mami saja. Ayok sayank duduk."

Anggi hanya mengangguk, dan tanpa berkata kata lagi mengikuti Mami Desi, mungkin untuk berkenalan dengan Papinya Anggi.

"Sayank, ini Papi."

Arbi yang muncul dari belakang tiba tiba mengagetkan Anggi seketika.

"Anggi Om .."

"Papi Atma, panggil saja Papi jangan Om."

Anggi mengangguk lagi, mungkin pulang dari rumah Arbi, gadis cantik itu langsung meminta pijat Mbak Sari bagian kepalanya karena terlalu sering memangguk malam ini.

"Kapan kalian menikah??"

Tanya Papi Tama dan sukses membuat Anggi dan Arbi saling pandang.

1
Zuba Sng
Luar biasa
janah bibah
Kecewa
Sri Keren Mutamimah
Luar biasa
Sri Keren Mutamimah
Lumayan
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
lah ini malah dua tahun sdh pasti, TRUS BGAPAIN CERAI OIIII.

ASATAGAAA NGAPAIN JUGA DUA TAHUN,

RADA" LAH OTAKMU THOR .
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
lah ngapain cerai kalo yakin dengan takdir dan mengatakan siap artinya kamu emng mau kembali dengan arbi...ngapain cerai, menenangkan hati gak harus cerai. banyak pasangan sah yg berpisah rumah untuk menenangkan diri. jika mmng saling mencintai tapi karena suatu kesalahan ..ngapain cerai kalau ujung" berharap dipersatukan kembali.

rada" otakmu Thor😪
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
ngapain harus tunggu dua tahun, mau kumpul kebo dlu sama Sasa sampe punya anak?
Yeyen Aswita
kok jadi geram ya bacanya
Dilaras Laras
baru kali ini baca novel bertele tele😕 jadi bosan baca
RistaRia
perasaan pintu terus yang hd sasaran 😃😃😃🤭
RistaRia
sakit Thor sungguh sakit,,😭😭😭
Anita Leolyta Barus
Kecewa
Aris Bos
aku kasi bintang 5 tapi disini konfliknya muter muter terus ya dengan orang yang sama tanpa ada karma untuk shi wanita pemeran antagonis
Sayang Kasih
Alamak...
Lina Herlina
skg si arbi baru bisa tegas setelah lepas dari Anggi...kmrn2 kemana aja bi, perasaan dua cewek d permainkan. cowok kok sama sekali gk bisa nentuin sikap
Eka Sari
Kecewa
Cha Cha
gak ada kelanjutannya kah
Rahma Inayah
otw thor
Aquamarin
dari tadi itu ya
Ocet Kocet
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!