Namanya Anisa Fitry, umurnya baru 17 tahun. di usia semudah itu Nisa sudah menjadi seorang isteri dari seorang pria yang berusia 25 tahun.
Bagus Anggara, seorang pria yang begitu gila kerja, tidak pernah sekalipun memberikan perhatian kepada isteri kecilnya. mempunyai seorang kekasih yang berkerja di perusahaan ayahnya.
"Jangan sekalipun kau mengharapkan cintaku!" seru Bagus.
"Tapi mas..,aku isterimu." jawab Nisa.
"Aku tidak Sudi, lagi pula aku sudah mempunyai wanita yang sangat aku cintai." jawab Bagus.
Nisa selalu menangis saat bagus selalu menolaknya, apalagi ibu mertuanya selalu berbuat kejam dengan Nisa. mampukah Nisa bertahan dengan pernikahan yang terpaksa bagi Bagus tapi cinta untuk Nisa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kegilaan Talisa
"DORRR!!!!"
suara tembakan tiba-tiba terdengar..,
Hal itu membuat orang-orang yang ada di perusahaan Nisa, lebih tepatnya di lantai 4 langsung berhamburan. Nisa yang baru datang di tempat itu seketika wanita itu membungkukkan kepalanya dia bersembunyi di salah satu tempat ketika tiba-tiba suara tembakan sudah terdengar.
Ternyata Talisa membawa sebuah pistol, wanita itu benar-benar ingin melenyapkan Nisa agar wanita itu tidak selalu mengganggu suaminya.
"Apa yang kau lakukan, Nona!!" teriak salah satu karyawan yang ada di perusahaan Nisa.
"Berani sekali bosmu itu berusaha untuk menggoda suamiku." jawab Talisa dengan suara yang begitu keras.
Tisa yang berada di dekat Talisa tentu saja wanita itu langsung menyembunyikan dirinya di bawah meja kerjanya. Tisa benar-benar sangat terkejut juga sangat ketakutan, dia baru pertama kali mendengar suara tembakan dan melihat pistol.
Nisa yang berada di salah satu meja.., nampak wanita itu mengeluarkan kepalanya, dia melihat isteri dari sastrawan berada di depan kantornya. dengan seketika wanita itu menelpon salah satu teman atau siapa saja, yang ternyata wanita itu malah memencet nama Angga dan memasukkan ponselnya di saku celananya.
"Keluar Kau wanita murahan!!" seru Talisa yang berteriak. "Kalau kau tidak keluar akan ku tembak karyawanmu!!" teriak Talisa kembali.
Nisa yang mendengar hal itu tentu saja wanita itu tidak mau salah satu karyawannya terluka, dengan segera Nisa mengangkat salah satu tangannya Hal itu membuat Talisa yang melihat seseorang mengangkat tangannya, dia sangat yakin kalau itu adalah Nisa.
"Keluar Kau, cepat kemari!!" teriak Talisa.
Nisa keluar dari salah satu meja dan berjalan ke arah Talisa, dia tidak memikirkan orang lain ataupun memikirkan dirinya, dia tidak bisa berpikir. namun di tempat lain Angga yang sudah menjawab ponsel itu nampak dia terus bertanya kepada Nisa.
"Halo.., halo.., Nisa, Halo!!" seru Angga yang menjawab telepon Nisa. tapi yang punya ponsel malah tidak menjawabnya.
DORRR...
DORRR...
DORRR...
suara tembakan terjadi lagi, Angga yang mendengar hal itu tentu saja pria itu benar-benar terkejut.
"Ada apa ini, kenapa ada suara tembakan." ucap Angga yang kemudian terus memanggil nama Nisa. namun wanita itu tidak menjawab ponselnya. "Halo Nisa, apa yang terjadi, Nisa!!" teriak Angga dari seberang tempat.
Tak berselang lama akhirnya Angga menelpon Handika dan mencari tahu apa yang terjadi, Handika yang berada di kantornya nampak pria itu mengangkat ponselnya. Angga menanyakan mengenai suara tembakan, Handika yang berada di tempatnya Tentu saja dia tidak mengetahui apapun.
"Apa kau yakin, Angga?" tanya Handika kepada Angga.
"Tentu saja aku sangat yakin, Apakah kau tidak ada di perusahaan Nisa?" tanya Angga.
"Tidak, aku berada di kantorku sendiri." jawab Handika.
"Kalau begitu aku akan segera kesana!" seru Angga yang kemudian mematikan ponselnya dan berlari dengan kencang. setelah berada di parkiran mobilnya seketika Angga melajukan mobilnya dengan begitu kencang.
Butuh waktu sekitar 40 menit bagi Angga untuk sampai ke perusahaan Nisa, apa lagi di jalan juga terlihat macet. Hal itu membuat Angga benar-benar sangat kesal dan marah, suara klakson terus ditekan oleh Angga agar pria itu mendapatkan jalan. bukan mendapatkan jalan malah salah satu polisi mendatangi Angga.
TOKK..
TOKK..
TOKK..
pak polisi yang sudah mengetok pintu mobil Angga.
"Maaf tuan, bisa buka pintu itu mobilnya!" seru pak polisi.
Angga membuka kaca mobilnya, pria itu menatap pak polisi yang malah mendatanginya.
"Iya pak, ada apa?" tanya Angga.
"Kenapa Anda membuat keributan, ini sedang macet." ucap pak polisi.
"Maaf Pak, saya harus segera ke perusahaan isteri saya, isteri saya dalam bahaya. ada suara tembakan di perusahaannya, Pak!!" seru Angga.
"Apa maksud anda?" tanya pak polisi.
"Maaf Pak, Bisakah anda ikut saya ke kantor isteri saya, isteri saya dalam bahaya, Pak!!" seru Angga yang langsung menarik tangan pak polisi dan meminggirkan mobilnya. Angga mengunci mobil itu dan menarik tangan pak polisi untuk segera membawanya ke perusahaan Nisa.
"Jangan bercanda Pak, Apakah anda ingin in mengelak dari semua kesalahan Bapak?!" seru pak polisi.
Sesaat kemudian Angga mengambil ponsel Yang ditelepon Nisa, dia memperdengarkan suara teriakan dan suara kegaduhan yang ada di perusahaan Nisa.
"Bapak sudah mengertikan, Tolong bapak hubungi para polisi untuk pergi ke perusahaan isteri saya, kalau terjadi sesuatu kepada istri saya." ucap Angga yang membuat polisi langsung menyuruh Angga untuk naik motornya. pak polisi juga menelepon beberapa petugas keamanan yang lain untuk segera melaju ke salah satu perusahaan yang ada di pusat kota Jakarta dan mencari tahu mengenai apa yang terjadi di perusahaan itu.
"Apakah anda yakin, Tuan?" tanya pak polisi.
"Saya yakin, pak polisi. karena tadi saya mendengar suara tembakan sebanyak 3 kali." jawab Angga.
Sekitar 30 menit kemudian Angga dan salah satu polisi sudah sampai di perusahaan Nisa, pria itu berlari begitu kencang. terlihat di dalam perusahaan itu Talisa sudah mendekati Nisa.
PLAKK..
PLAKK..
Talisa langsung menampar wajah Nisa sebanyak 2 kali, salah satu tangannya masih menenteng pistol sedangkan tangannya yang satu dia gunakan untuk menampar wajah Nisa.
"Berani sekali kau mencoba untuk mengganggu suamiku!" seru Talisa.
"Apa maksudmu? aku tidak pernah mengganggu suamimu sama sekali." jawab Nisa.
"Dasar wanita murahan!!" teriak Talisa.
"Apa maksudmu? aku tidak pernah mengganggu sastrawan!!" seru Nisa.
"Dasar wanita murahan, wanita murahan tetap saja wanita murahan!!" teriak Talisa yang hendak memukul wajah Nisa. namun wanita itu menangkis tangan Talisa.
"Jangan pernah kau menamparku!!" seru Nisa.
"Di pistolku ini masih ada tersisa beberapa peluru, Jika kau berani macam-macam akan ku tembak kau. setelah setelah itu akan ku tembak beberapa karyawanmu." ucap Talisa.
Para karyawan yang ada di ruangan itu nampak bersembunyi di bawah meja mereka masing-masing. Mereka mendengarkan Bos mereka yang terus diancam oleh wanita asing yang tiba-tiba memasuki perusahaan Bosnya itu.
"Pergilah dari tempat ini, wanita gila!!" teriak Nisa.
"Apa, kau mengataiku gila! kau lah wanita murahan, kau berusaha untuk mendekati suamiku!!" teriak Talisa.
"Aku tidak pernah sekalipun berusaha untuk menggoda suamimu, kalian berdua ini dasar pasangan gila." jawab Nisa.
Talisa terlihat menodongkan pistolnya di dahi Nisa. Hal itu membuat Nisa langsung terdiam.
"Baiklah kalau begitu, biarkan pistol ini yang berbicara. Aku mau tahu bagaimana jika pistol ini yang berbicara, apakah mulutmu masih setajam itu." ucap Talisa yang membuat Nisa terdiam.
Nisa memikirkan Bagaimana caranya agar wanita ini merasakan sesuatu yang tidak akan pernah dia lupakan.
"Apa yang kau pikirkan? Apakah kau berpikir ingin mencari bala bantuan?" tanya Talisa kepada Nisa.
"Tentu saja aku tidak akan mau di bunuh oleh wanita gila sepertimu." jawab Nisa yang membuat Talisa malah emosi.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu.
- mantan terindah
Terima kasih banyak 😊👍👍👍❤️❤️❤️
harusnya dibedain Thor