NovelToon NovelToon
Si Kembar Yang Mengulang Waktu

Si Kembar Yang Mengulang Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Seina dan Sora adalah saudari kembar yang dibuang oleh orang tua kandung mereka. Takdir membawa Seina diadopsi keluarga kaya, sementara Sora tumbuh dalam kemiskinan.

Diliputi iri hati, Sora berusaha merebut kehidupan adiknya. Namun, ambisinya berakhir tragis. Seina pun tewas setelah diracuni oleh kakaknya.

Ketika waktu berputar kembali, Seina memilih menyerahkan semua yang dulu menjadi miliknya.

"Kalau memang itu yang kau inginkan... ambillah semuanya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

l"Adik kecil, ikut Kakak, ya. Kakak akan memberimu kue."

Seina sebenarnya sudah mendengar percakapan mereka sejak tadi.

Karena ibunya harus pergi melayani Nyonya Tua, ia tahu dirinya harus ikut agar Mira tidak terus-menerus merasa khawatir, namun ada satu hal yang membuatnya penasaran.

Ternyata ibunya bukan sekadar pekerja harian biasa. Bahkan seorang kepala pelayan seperti Cilia pun begitu menghormatinya.

"Baik."

Seina mengangguk patuh. Tak lama kemudian mereka bertiga tiba di halaman tempat Nyonya Tua Keluarga Sia tinggal.

Mira membungkuk di depan putrinya.

"Seina, tunggu di sini bersama Kak Cilia. Ibu akan segera kembali."

"Baik, Bu."

Setelah itu Mira masuk ke kamar Nyonya Tua, sementara Cilia membawa Seina ke sebuah kamar kecil yang biasa ditempati para pelayan.

Ia mengeluarkan beberapa kue dari lemari lalu meletakkannya di atas meja.

"Makanlah sepuasnya."

Seina memperhatikan sekeliling, dari perabotannya saja ia sudah tahu bahwa ini adalah kamar para pelayan.

Melihat Cilia tampak gelisah karena masih banyak pekerjaan yang menunggu, Seina tersenyum kecil.

"Kak, Kakak tidak usah menemaniku."

"Aku bisa menunggu sendiri."

Cilia tampak ragu. Ia adalah kepala pelayan Nyonya Tua. Kalau sewaktu-waktu dipanggil, ia memang tidak bisa terus berada di sini.

Melihat Seina duduk dengan tenang sambil menikmati kue, ia akhirnya mengangguk.

"Baiklah. Kakak akan menyuruh orang lain menjagamu."

"Tapi jangan keluar dari kamar ini, ya."

Seina mengangguk. "Aku mengerti."

Setelah Cilia pergi, seorang pelayan lain masuk menggantikannya.

Melihat perlakuan istimewa yang diterima Seina, ia langsung mendengus.

"Huh... Kak Mira memang hebat."

"Datang bekerja sambil membawa anak, bahkan masih ada orang yang disuruh menjaganya."

"Kalau tidak tahu, orang pasti mengira dia putri keluarga bangsawan."

Tatapannya kepada Seina penuh rasa tidak suka, namun Seina sama sekali tidak memedulikannya.

Sejak Cilia keluar tadi, ia sudah diam-diam memasukkan beberapa potong kue ke dalam sapu tangan pemberian Mira, lalu menyelipkannya ke balik lengan bajunya.

Saat mendengar ada orang masuk, ia hanya menyisakan satu potong kue di atas meja dan memakannya perlahan.

Sementara itu, Mira telah selesai membantu Nyonya Tua menyisir rambut, memijat pelipisnya, lalu menyiapkan sarapan sesuai selera beliau.

Begitu pekerjaannya selesai, hal pertama yang ia lakukan adalah kembali menjemput Seina.

Saat melihat putrinya masih duduk manis di tempat semula, Mira akhirnya bisa bernapas lega.

Piring kue di atas meja tampak hampir kosong. Sepertinya Seina memang memakan cukup banyak.

"Nak, ayo. Kita kembali."

Baru saja mereka hendak keluar, Cilia kembali masuk, ia tersenyum ramah kepada Mira.

"Kak Mira, terima kasih banyak atas bantuanmu hari ini."

Mira membalas dengan sopan.

"Tidak perlu berterima kasih. Aku dibayar untuk bekerja di Kediaman Keluarga Sia. Sudah seharusnya aku menjalankan tugasku."

Cilia tersenyum tipis.

"Kalau begitu aku akan bicara terus terang."

"Maukah Kakak menjadi pelayan pribadi Nyonya Tua?"

"Pekerjaannya jauh lebih ringan daripada mencuci pakaian."

Mira bahkan tidak perlu berpikir.

"Tidak." Jawabannya tegas, ia langsung menggandeng tangan Seina hendak pergi.

"Kak Mira, tunggu sebentar."

Cilia buru-buru mengejar.

"Nyonya sudah berkata, kalau Kakak bersedia, beliau akan menambah gaji setengah tael per bulan."

Mira kembali menggeleng.

"Terima kasih atas niat baik Nyonya, tapi aku lebih cocok bekerja seperti sekarang."

Cilia benar-benar tidak tahu harus membujuk bagaimana lagi.

"Kak Mira... pikirkanlah baik-baik."

"Di rumah masih ada lima anak laki-laki yang harus sekolah."

"Dengan tambahan gaji itu, setahun Kakak bisa mendapat beberapa tael perak lebih banyak."

"Kehidupan anak-anak pasti akan jauh lebih baik."

Mira terdiam sesaat, bukan karena tergoda. Melainkan karena ia tahu semua yang dikatakan Cilia memang benar. Namun akhirnya ia tetap memilih pergi tanpa memberi jawaban lain.

Ia tidak ingin terlibat terlalu dalam dengan keluarga Sia, menjadi pelayan pribadi berarti harus hidup mengikuti setiap keinginan majikan.

Baginya, pekerjaan sekarang memang lebih berat, tetapi jauh lebih tenang.

"Kak Mira... kalau berubah pikiran, beri tahu aku." Suara Cilia masih terdengar dari belakang.

Mira hanya melambaikan tangan sebelum kembali ke halaman cuci, masih ada setengah hari pekerjaan yang harus diselesaikannya.

Dalam perjalanan, Mira menatap Seina sambil tersenyum.

"Nak, tadi kenapa kamu mau memakan kue dari Kak Cilia?"

Seina mengangkat wajahnya dan menjawab, "Aku tidak terlalu menyukainya."

"Tapi Kak Cilia sedang meminta bantuan kepada Ibu."

"Kalau aku tidak menyentuh kuenya sama sekali, dia pasti akan merasa tidak tenang."

"Lagipula... kuenya memang tidak bermasalah."

Mendengar jawaban itu, hati Mira terasa hangat.

'Bagaimana mungkin anak berusia enam tahun bisa berpikir sejauh itu?'

Diam-diam ia semakin yakin bahwa putrinya adalah anugerah terbesar yang Tuhan berikan kepada keluarga mereka.

Tak lama kemudian, Seina mengeluarkan beberapa potong kue dari balik lengan bajunya, ia mengangkatnya ke arah Mira.

"Bu... ini untuk Ibu."

Mata Mira langsung berkaca-kaca. Baru sehari menjadi ibu Seina, tetapi putri kecil itu sudah memikirkan dirinya lebih dulu.

Ia mengambil sepotong kue lalu menggigitnya perlahan.

Entah mengapa... rasanya jauh lebih manis daripada semua makanan lezat yang pernah ia cicipi.

Sesampainya kembali di halaman cuci pakaian, suasana mendadak berubah kacau.

Tangisan memilukan terdengar dari dalam.

Mira segera menghampiri salah seorang pelayan.

"Ada apa?"

Pelayan itu langsung menarik Mira ke sudut halaman.

Suaranya diturunkan menjadi bisikan. "Bibi Enda tadi membawa cucunya ke sini."

"Menantunya sedang sakit, jadi tidak ada yang menjaga anak itu di rumah."

"Lalu... anak itu memakan kue yang diberikan Heila."

Pelayan itu menarik napas panjang.

"Tidak lama kemudian... anak itu meninggal."

Wajah Mira langsung memucat mendengar itu

"Heila bilang kue itu berasal dari Selir Lina, sekarang Heila sudah ditangkap."

"Kalau benar kuenya diracuni... kurasa nyawanya juga tidak akan tertolong."

Mira sama sekali tidak mendengar kalimat-kalimat berikutnya, punggungnya langsung dipenuhi keringat dingin.

'Kalau tadi... Kalau Seina menerima kue dari Heila...'

Tubuh Mira gemetar hebat.

1
Dewi Habibah
lanjut 😍
Dewi Habibah
bagus ceritanya
Sri Rejeki rahayu
bagus .itulah arti sebuah keluarga sesungguhnya .saling membantu .oh ya aku menumpang promosi 2 cerita takdir yg direnggut da transmigrasi .mungkin awalnya jelek tp bacalah sampai setengahnya bagus apa tidaknya itu terserah kalin .dan juga aku baru pertama kali menulisnya .maaf kalau ada salah kata mohon dimaklumi ya.trims banyak🙏
Sekar
bukanya keluarga sia ya?
aku
🌹 semangat tor 💪🏻
aku
jangan ditebas dulu kepala livia ya adrian, bikin ngesot gk bisa jalan aja klo dy nurutin usulan kk sm ortunya 😁😁 sekalian anak kedua yg usul bkin cacat. jadika rakyat jelata kluarga sia 🤣🤣 seru 🤣🤣
seno
karya nya bagus
cerita nya juga seru
aku
tor 😭 typo masih 😌
aku
pratama tor 😭 kukira aq salah baca ternyata typo 😭😭
aku
gk jd putri kesayangan malah bru ktemu dh jd target permusuhan 🤣
aku
seina apa sora 😭😭 alamak bingung 😌😁
Sekar
ckckck dasar pickme
Sekar
lanjut thor💪💪
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
wajahnya mc seperti apa ya Thor! 🍯
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
kali ini aku ajkan baca perlahan perlahan 💓
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
akhirnya 🍯💓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!