NovelToon NovelToon
Sepetak Ruang Gelap

Sepetak Ruang Gelap

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Pembunuhan / Kriminal / Sudah Terbit
Popularitas:576.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dwi Wahyudi

Dharma adalah seseorang yang rasional dan pemberani. Namun, kali ini dia menghadapi hal-hal di luar akal sehatnya. Peristiwa-peristiwa mengerikan terjadi ketika dia sedang menyiapkan hadiah pernikahan berupa sebuah rumah. Ternyata sejarah kelam yang pernah terjadi di tempat itu berkaitan dengan asal-usul Nirmala, sang calon istri.

Sekelompok orang misterius muncul dan mengancam hidup mereka demi menguasai harta peninggalan zaman penjajahan. Di saat yang bersamaan, kehadiran narasumber novel "Pengakuan Pembunuh" karya Nirmala memaksa Dharma untuk menghadapi dosa masa lalu keluarganya.

Inilah sajian novel thriller dengan racikan horor, sejarah, romantisme, dan misteri yang unik.


~Dwi Wahyudi~
FB/Instagram: dewey.whjudy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan Pembunuh

Dharma masih belum beranjak dari depan televisi. Berita tentang Obi sungguh menarik perhatiannya. Sebagai anak tunggal, Obi mewarisi perusahaan orangtuanya di bidang penyedia akomodasi, makanan dan minuman. Perusahaan ini juga mengoperasikan dua belas hotel bintang lima yang tersebar di Sumatra, Jawa, dan Bali.

Robot Gedek, Ryan, Dukun AS, dan Babeh adalah contoh sejumlah nama pembunuh berantai yang telah terungkap di masa sebelumnya. Berbeda dengan kasus yang lain, pembunuhan yang diakui oleh Obi disebut lebih mengerikan. Bukanlah perkara jumlah korbannya, tetapi karena usia Obi yang masih muda dan semua korban tersebut dibunuh dengan cara yang kreatif, kejam, dan menyeramkan. Terlebih lagi, tak ada satu pun pembunuhannya yang berhasil diungkap pihak kepolisian.

Menurut pengakuan Obi di dalam novel, pembunuhan pertamanya berawal tahun 2004 saat dia baru berusia 14 tahun. Ini gila! Korbannya adalah seorang model remaja. Mayatnya, atau lebih tepat disebut sisa mayat dibuang di sebuah kebun karet di bilangan Kalibata yang sekarang menjadi komplek perumahan DPR. Ditemukan dalam kondisi yang termutilasi delapan bagian, sempat membuat geger media massa namun pelakunya belum juga terungkap. Tentu saja pengakuan Obi memicu kontroversi yang sangat besar.

Pada novel yang dibuat oleh Nirmala tersebut baru mengungkap lima dari empat belas kali pembunuhan oleh Obi. Lima kali pembunuhan tersebut terjadi dua kali di tahun 2004, tiga kali pada 2005, sedangkan sisanya di tahun 2006-2007. Novel Nirmala itu begitu detil menjelaskan cara korban dibunuh, lokasi pembuangan dan kondisi terakhir korban.

Di layar televisi para pakar sedang berdebat cara menangkap dan menghukum Obi. Masa kedaluwarsa (verjaring) suatu kasus pembunuhan dihitung mulai sehari sejak peristiwa terjadi. Masa kedaluwarsa kasus pembunuhan biasa adalah 12 tahun, sedangkan saat ini sudah berlalu 13 tahun. Jika memang pembunuhan terakhir terjadi di tahun 2007 maka kasusnya sudah kedaluwarsa tahun 2019, tahun kemarin. Menurut para pakar, agar Obi bisa ditangkap maka kasus ini harus digolongkan kejahatan berat berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Hal ini berarti satu-satunya cara menjerat Obi adalah dengan membuktikan bahwa dia melakukan pembunuhan terencana, setidaknya pada salah satu pembunuhannya dan Obi telah berusia dewasa saat melakukannya. Sehingga sesuai pasal dalam KUHP maka kasus pembunuhan berencana akan kedaluwarsa dalam jangka waktu 18 tahun sejak peristiwa terjadi.

Dharma tak habis pikir, bagaimana Nirmala bisa mempercayai seorang pembunuh seperti Obi. Memang semua sudah terlanjur, bahkan Nirmala sudah terlebih dahulu mengenal Obi sebelum bertemu dengan Dharma. Terkadang terbersit dalam pikirannya, apakah benar hubungan mereka hanya sebatas penulis dan narasumber.

***

Mbak Rini, perawat yang satu ini kebetulan telah jauh hari Dharma kenal. Dia datang ke rumah sesuai jadwal kunjungan terakhir dalam program rawat jalan Dharma.

"Bagaimana perkembangannya, Pak? Untuk berpikir dan beraktivitas harian apakah sudah lebih baik?" tanya Rini setelah melakukan pemeriksaan fisik.

"Lumayan, Mbak. Hanya kadang-kadang masih terasa sakit seperti migrain disertai dengung di telinga."

"Sudah lebih dari 3 minggu padahal ya. Obatnya rutin diminum kan? Rini membuka catatan rawat jalan dan mengisi beberapa kuesioner."

"Rutin, sesuai resep," jawab Dharma.

"Ada keluhan selain pusing?"

"Penglihatan sering terganggu, buram tidak fokus. Terkadang seperti muncul kunang-kunang."

"Kalau berjalan masih merasa seperti hilang keseimbangan, Pak?"

"Sudah tidak lagi."

"Pernah hilang kesadaran seminggu ini?"

"Tidak pernah, Mbak."

"Peristiwa sebelum cedera atau setelahnya sudah dapat diingat?"

"Sebagian. Berangsur pulih," jawab Dharma dengan agak ragu.

"Baik, untuk mental dan emosinal bagaimana? Catatan yang minggu lalu: kebingungan, linglung, canggung, sulit konsentrasi."

"Saya rasa masih, tetapi tidak separah yang dulu."

"Jadi begini, Pak Dharma. Riwayat perawatan anda menunjukkan pengulangan benturan yang mengakibatkan gegar otak dapat memberikan efek kumulatif pada otak. Mohon maaf, gegar otak berturut-turut dapat memberikan konsekuensi yang sangat berbahaya seperti: pembengkakan otak, kerusakan otak permanen, cacat jangka panjang, atau bahkan kematian. Pastikan anda meminta izin dulu ke dokter jika sekiranya akan kembali melakukan aktifitas fisik tinggi."

"Untuk saat ini aktifitas saya di rumah saja, bahkan istri saya melarang untuk menyetir mobil. Pernah sampai kami bertengkar gara-gara itu."

"Memang istri anda benar. Bisa berbahaya itu, Pak."

"Entahlah Mbak Rini, saya merasa seperti kehilangan semangat, kehilangan waktu, kehilangan sesuatu ...."

"Harap bersabar, Pak. Lobus frontal adalah bagian otak yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan kendali diri. Jadi wajar jika anda merasa depresi dan mudah marah."

"Apakah selamanya saya akan seperti ini?"

"Pada sebagian besar orang, biasanya semua keluhan akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 2 minggu. Akan tetapi, beberapa orang juga mengalaminya hingga bulan atau bahkan bertahun-tahun."

"Terkadang saya merasa menjadi seseorang yang sangat berbeda."

"Cedera kepala dapat mempengaruhi kemampuan kognitif, bagaimana cara berpikir, mengingat, menganalisa dan mengambil keputusan. Bukankah kita sudah pernah membahasnya?"

"Iya ...." Mengangguk perlahan.

"Saya kira cukup kunjungan terakhir ini, Pak. Secepatnya catatan ini saya sampaikan kepada dokter. Semoga lekas sembuh." Rini berdiri setelah merapikan barang-barangnya.

"Terima kasih, Mbak."

"Tetap semangat ya, Pak! Assalmualaikum!" seru Rini sambil tersenyum dan mengepalkan tangannya di dekat dada.

"Wa'alaikum salam. Hati-hati di jalan, Mbak!"

Dharma berdiri di teras ketika Rini mulai menjauh dengan sepeda motornya. Kelopak matanya berkedip perlahan beberapa kali. Dengan langkah lunglai memasuki rumah diiringi desah napas yang pasrah.

***

Seorang pria tegap berkacamata hitam membukakan pintu kamar nomor 316 itu. Dengan setelan necis dan posturnya yang kekar tampak kaku mempersilakan Nirmala.

Nirmala memasuki kamar disambut oleh Fiorentina, manajer pribadi Obi. Ini tidak biasa, lain dari pertemuan-pertemuan sebelumnya. Suasana terasa agak tegang terlihat dari raut wajah Obi dan manajernya itu.

Kamar tersebut begitu terang karena dinding kaca yang sangat lebar menghadap ke luar membuat sinar matahari leluasa menerobos masuk. Terlihat pemandangan kota dengan beberapa gedung yang sama tingginya dengan hotel ini.

"Silakan duduk, Nirmala. Ini dokumen kontrak novel kedua," cakap Fiorentina yang begitu anggun dan elegan meskipun sedang duduk di sofa.

"Tidak harus lo tanda tangani sekarang. Ada yang perlu lo ketahui lebih dulu ...," sela Obi di sofa seberangnya.

"Apa aku terlihat ragu? Ayolah, kukira bagian yang paling menakutkan sudah aku lewati saat menyetujui kontrak pertama." Nirmala mengambil dokumen kontrak tersebut dari atas meja marmer di depannya.

"Hahaha ... gue jadi ingat betapa pucatnya lo saat itu."

"Sekarang kamu baru tertawa," balas Nirmala.

"Pasti lo kira bakal jadi korban gue selanjutnya," tukas Obi sambil berjalan menuju teko kopi elektronik yang telah mengepul di dekat kaca besar itu.

"Jadi, kejutan apa yang kalian siapkan? Bodyguard di depan tampaknya sebuah petunjuk."

"Kamu memang pintar, Nirmala. Coba kamu tebak. Beritahu kami," desak Fio seraya mengibaskan rambut panjangnya.

"Biarkan aku berpikir ... hentikan jika ada yang salah. Tampaknya ada yang mengancam keselamatan Obi. Seseorang yang ingin membalaskan dendam. Mungkin orangtua atau saudara dari salah satu korban?" Nirmala berjalan mendekati Obi karena ingin tahu jawabannya.

"Hampir tepat. Celakanya bukan seseorang, tetapi sekelompok orang. Mereka beberapa kali berusaha menyerang Obi saat sesi tanda tangan novel di jumpa fans tempo hari," ungkap Fio yang pandangannya mengikuti langkah Nirmala.

"Betul, dan gue rasa lo bisa aja kena imbasnya," cetus Obi menatap ke luar jendela.

Tarrr!!!

Pyar!

Jleb!

Seketika Obi melompat ke arah Nirmala, membuat mereka terjatuh berhimpitan. Persis di sebelah Nirmala, sebuah anak panah yang cukup besar tertancap menembus sofa setelah menerobos kaca kamar lantai tiga itu.

(Bersambung)

1
Aryani M.S
mudah2n aku bisa jadi penulis horor kek kamu thor
Erni SS
Makin seru bikin penasaran
Erni SS
Luar biasa
Erni SS
Lumayan
Niswah
ngeri and seruuuuu
Niswah
Luar biasa
Sinta Dwi lestari
g
Anik New
sumpah serem fotonyas
Anik New
ikut ngoss ngosan aku🤭🤭
IG: _anipri
inikah racauannya?
IG: _anipri
kalau aku takutnya kalau ada katak? hii, takut katak aku. apalagi rumahnya banyak lumut dan masih lembap
FJ
update lagi dong Kak sampai Tamat
deyura
Aku berhari hari maraton dan belum sempet like, huhu. Sukaa! plot twist banget ceritanya. Semangat Thor!
Liani Purnapasary
astaga kagett aq, ga berani lihat tutup mata 😅😅
💎hart👑
👣👣👣
Aqilla
ninggal jejak
tamatin yg versi darma dulu dong
pengejaran darma ga dilanjutkan ini?yahhh padahal lagj seru2 nya..kenapa bab selnjutnya mlh ganti yg versi nirmala
cerita negri sendiri pun jika dikemas dengan baik serta pas akan menjadi menarik..seandainya di filmkan pasti sangat meren karena berbagai genre di sematkan romantis,action,mistis,horor,misteri,petualangan.walaupun nonfiksi(tetapi masih bs ditelaah secra logis dan realistis?tetapi bnyak sekali pembelajarannya.
karya seperti inilah yg disebut karya berkualitas.wajib di apresiasi..
very good and so interesting.
thank you to the writer.
adik damar balas dendam itu.apa mungkin inspektur reyhan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!