NovelToon NovelToon
THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Persahabatan / Tamat
Popularitas:616.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: Sandra Yandra

Season 1
Kimberly Aldama seorang gadis yang manis, berwajah cantik, memiliki senyuman manis dan memiliki gigi seperti gigi kelinci.

Kimberly memiliki empat kakak-kakak laki-laki dan juga kakak-kakak sepupu. Semuanya sangat menyayanginya dan memanjakanya.

Kimberly adalah permata keluarga Aldama dan keluarga Fidelyo. Kedua keluarga besarnya itu sangat menjaganya. Mereka tidak ingin terjadi sesuatu terhadapnya terutama keempat kakak-kakaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketakutan Kimberly

Suasana malam hari yang diselimuti kebahagiaan yang dirasakan oleh keluarga Aldama. Dimana seluruh anggota keluarga kecuali sibungsu telah berkumpul di meja makan untuk melakukan ritual malam mereka yaitu makan malam bersama.

"Hei, tunggu dulu. Ada yang kurang, nih?" seru Riyan.

"Adik kecil kita belum bangun ternyata. Wah! Minta diterkam tu adik nakal," celetuk Enda.

Enda pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju kamar sibungsu yang berada di lantai dua.

"Jangan sampai kau membuat Kimberly berteriak dan mengamuk, Enda!" teriak Jason tersenyum.

Kimberly yang masih terlelap dengan nyamannya di kasur kesayangannya dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Dirinya masih enggan untuk membuka mata bulat nan indah itu. Kimberly tertidur sekitar pukul lima sore.

CKLEK!

Terdengar suara pintu kamar di buka. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Kakak keduanya, Enda Aldama.

"Dasar adik nakal. Jam segini masih molor," batin Enda.

Enda mendekati ranjang Kimberly, lalu menarik pelan selimut yang menutupi seluruh tubuh adiknya itu. Dan dapat dilihat wajah damai adiknya yang sedang tertidur. Terukir senyuman di bibirnya.

Enda membelai lembut rambut Kimberly dan mengecup keningnya. "Kakak menyayangimu, Kim! Tetaplah tersenyum dan jangan pernah sakit. Kakak tidak kuat jika melihatmu sakit. Kakak akan selalu ada untukmu," batin Enda dan tanpa sadar air matanya mengalir di pipinya.

Melihat ada pergerakan dari adiknya, Enda cepat-cepat menyeka air matanya. Dia tidak mau kalau adiknya sampai melihat dirinya menangis.

Kimberly yang merasakan sentuhan hangat dari kakaknya langsung membuka kedua matanya. Dan dapat dilihatnya Kakak ketiganya berada di dalam kamarnya.

"Kak Enda," ucap Kimberly pelan tapi masih bisa didengar oleh Enda.

"Kamu sudah bangun, hum?" tanya Enda.

"Kenapa Kakak ada di kamarku?" tanya Kimberly balik.

Enda tersenyum gemas melihat adiknya dan mengacak-acak rambut sang adik. "Kakak ke kamar hanya hanya ingin membangunkan kamu. Mommy, Daddy, Kak Jason, Kak Uggy dan Riyan sudah menunggu di meja makan. Apa kamu akan tetap tidur terus, hum? Ini sudah pukul setengah delapan malam," ucap Kimberly lembut.

Dengan cepat Kimberly menggelengkan kepalanya dan itu tambah membuat Enda makin gemas melihatnya.

"Ya sudah. Sekarang buruan kamu cuci wajahmu. Setelah itu turun ke bawah. Kita makan malam bersama," kata Enda.

"Baiklah Kak," jawab Kimberly dan langsung pergi menuju kamar mandi dan Enda pun pergi meninggalkan kamar adiknya menuju lantai bawah.

Kini Enda sudah berada di meja makan bersama kedua orang tuanya dan ketiga saudara-saudaranya.

"Enda. Mana Kimberly?" tanya Fathir saat melihat putra ketiganya duduk di kursi.

"Kimberly masih di kamarnya, Dad. Mungkin sebentar lagi Kimberly turun," jawab Enda.

"Tumben tidak terdengar suara teriakan anak nakal itu," goda Jason.

"Aku memang tidak ada niatan untuk menjahili anak nakal itu Kak. Saat aku melihat Kimberly sedang tidur. Wajahnya begitu damai, manis, imut dan menggemaskan. Aku membelai rambutnya dan mengecup keningnya. Dan itu membuat Kimberly terbangun," tutur Enda.

TAP!

TAP!

TAP!

Terdengar suara langkah kaki yang menuju kearah ruang makan.

"Selamat malam Mommy, Daddy, Kakakku yang tampan," sapa Kimberly dengan senyuman manis di bibirnya. Kemudian duduk diantara Uggy dan Riyan.

"Malam Princess," jawab mereka bersamaan.

"Ini susumu sayang. Dihabiskan!" ucap Nashita.

"Baik, Mom." jawab Kimberly.

"Bagaimana tidur siang, sayang? Nyenyakkah?" tanya Fathir.

"Sangat nyenyak, Dad. Saking nyenyaknya aku sampai telat bangun," ucap Kimberly yang tetap fokus sama makanannya.

Mereka tersenyum gemas mendengar penuturan sibungsu.

"Ya sudah. Habiskan makan malam kalian dan jangan ada yang tersisa," kata Nashita.

"Eeemm!" jawab Aldama bersaudara kompak.

Fathir dan Nashita terkekeh melihat kekompakan kelima putra-putrinya.

Setelah selesai makan malam, Fathir, Nashita dan anak-anaknya memutuskan untuk bersantai di ruang tengah sebelum mereka masuk ke kamar masing-masing.

Kimberly saat ini sudah tenang duduk sambil bersandar di samping ayahnya. Dirinya saat ini benar-benar butuh sandaran bahu ayahnya.

Mereka yang melihat Kimberly yang merasa nyaman bersandar di bahu sang Ayah tersenyum bahagia.

"Dad," panggil Kimberly.

"Ada apa, hum?" tanya Fathir sambil tangannya bermain-main di kepala putrinya.

"Aku mau pindah sekolah," ucap Kimberly tiba-tiba.

Mendengar ucapan dari Kimberly membuat mereka semua terkejut. Mereka menatap khawatir Kimberly.

"Sayang. Lihat Daddy!" seru Fathir.

Kimberly mengangkat wajahnya dari bahu ayahnya, lalu menatap wajah tampan ayahnya itu.

"Ada apa, hum? Kenapa kamu mau pindah sekolah? Apa sekolah kamu yang sekarang ini kurang bagus? Apa kurang nyaman?" tanya Fathir lembut.

Kimberly menundukkan kepalanya. Dirinya bingung harus menjawab apa. Jujur, Kimberly sebenarnya sudah lelah selalu diganggu oleh orang-orang yang tidak menyukainya.

"Sayang," panggil Fathir lembut sembari tangannya mengusap lembut kepala putrinya.

"Aku lelah, Dad!" Kimberly menjawab dengan suara lirih.

Mendengar jawaban dan suara lirih Kimberly membuat hati mereka sakit. Mereka benar-benar tidak tega melihat Kimberly saat ini.

Fathir langsung menarik lembut tubuh putrinya dan membawanya ke dalam dekapannya. Seketika tangis Kimberly pecah.

"Hiks... Hiks... Daddy... Hiks," isak tangis Kimberly.

Mendengar isakan dari putrinya, Fathir makin mengeratkan pelukannya dan tak lupa memberikan kecupan sayang di kepala putrinya itu.

"Daddy. Aku mau pindah sekolah. Aku tidak mau sekolah disana lagi," lirih Kimberly.

Fathir melepaskan pelukannya. Setelah itu, dirinya menatap wajah cantik putrinya. Tangannya mengusap lembut air mata yang membasahi wajah cantik putri satu-satunya itu.

"Dengarkan Daddy. Jika kamu pindah maka orang-orang yang suka gangguin kamu itu bakal menang. Mereka akan anggap kamu lemah. Daddy ngerti perasaan kamu sayang. Daddy juga tahu apa yang kamu alami selama di sekolah. Bahkan kakak-kakak kamu juga tahu hal itu."

Fathir berusaha membujuk putrinya agar membatalkan niatnya untuk pindah sekolah. Dirinya ingin putrinya tetap bertahan di sekolah itu sampai lulus. Dirinya melakukan hal ini hanya semata-mata agar putrinya bisa melewati semua masalah selama berada di lingkungan sekolah dan tidak gampang menyerah dengan keadaan sekitarnya.

Fathir tahu apa yang dialami putrinya selama berada di sekolah. Ada beberapa murid yang tidak menyukainya. Bisa dikatakan hanya beberapa murid saja. Sementara yang lainnya bersikap biasa-biasa saja.

"Tapi Daddy. Hiks... Aku takut," lirih Kimberly.

"Apa yang kamu takutkan, hum?" Fathir membelai kepala putrinya lembut, lalu mengecup keningnya.

"Daddy jangan pura-pura tidak tahu," jawab Kimberly.

Mendengar jawaban dari Kimberly membuat Fathir tersenyum gemas. Begitu juga Mommy dan keempat kakak-kakaknya.

"Iya. Daddy tahu. Daddy tahu apa yang menjadi ketakutanmu. Sekarang dengarkan Daddy. Jika kamu tidak ingin hal yang buruk terjadi. Kamu bisa menghindari hal itu."

"Bagaimana caranya? Apa aku harus diam saja ketika dibully? Apa aku harus nangis saat dihina dan dipukul?" tanya Kimberly dengan bibir yang dimanyunkan.

Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan hanya tersenyum ketika mendengar pertanyaan dari Kimberly.

"Tidak gitu juga Kimberly. Kamu tetap harus balas jika ada yang bully kamu. Kakak juga tidak setuju jika kamu diam saja saat dibully." Uggy berbicara sembari tersenyum menatap wajah cantik adiknya.

"Tapi kamu balasnya dengan cara yang berbeda. Pokoknya intinya kamu jangan diam saja ketika dibully. Kamu harus balas orang-orang yang bully kamu." Enda ikut menyakinkan adiknya.

"Caranya yang bagaimana itu tergantung dari kamu nya sendiri. Hanya kamu yang mengetahuinya," ucap Jason.

"Kamu pasti bisa." Riyan memberikan semangat dengan melayangkan tinju di udara.

Mendengar ucapan demi ucapan dari Ayah dan keempat kakak-kakaknya membuat Kimberly berpikir. Kimberly berpikir apa yang akan dilakukan olehnya ketika nanti ada yang membully dan mengganggunya di sekolah?

Seketika terukir senyuman manis di bibir Kimberly ketika sudah mendapatkan jawaban dari perkataan-perkataan Ayah dan keempat kakak-kakaknya.

Melihat Kimberly yang tersenyum membuat Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan tersenyum bahagia. Mereka meyakini bahwa kesayangan mereka sudah mendapatkan jawabannya.

Nashita berpindah duduk di samping putrinya. Tangannya mengelus rambut putrinya dengan lembut. Dan tak lupa mengecupnya.

"Bagaimana? Sudah mendapatkan jawabannya, hum?"

Kimberly menatap wajah cantik ibunya, lalu memberikan senyuman yang manis kepada ibunya.

"Sudah," jawab Kimberly. Kimberly langsung memeluk tubuh ibunya dengan erat.

"I Love Mom."

"I Love You to Baby."

1
Himme
Kan... ku bilang juga apa😒 hancurin langsung sampai ke inti pusat biar nggak ngerecokin hidup orang🔥
Himme
Bikin emosi sumpah💢
Himme
Kubilang juga apa...💢 berhenti menunda membalas besok dan besoknya kalau bisa sekarang. Aelah.. Izak/Panic//Cleaver/
Himme
Langsung bunuh napa.. aing emosi💢
Himme
Ayo bang.. ledakan. Marahlah..🔥 habiskan semua musuhmu. Marahlah😈/Cleaver/
Himme
Pokoknya tetap dikasih tahu Izak. Bukan satu tapi mungkin dua orang yang diincar/Angry//Cleaver/
Himme
Ternyata masih dilanjutin, aku pikir cerita ini bakar update dicerita yang baru.
Himme
Alamat masalah lagi, bakal ada lagi/Angry/
Himme
Awal munculnya masalah baru menjadi mahasiswa.
Ratna Wati
ditunggu seasion 2 kak
whiteblack✴️
ceritanya putus di tengah jalan😩... masih kepo soal Izak?
Sandra Yandra: Itu makanya tunggu di Season 2
total 3 replies
whiteblack✴️
kok likenya masih sedikit banget😤 seharusnya banyak agar kak author up lagi cerita ini😣
whiteblack✴️
masih kepo tau berly mau katakan apa? 🧐 sie airini mau dibawa kemana?? situasinya masih memanas huh😐🔥
whiteblack✴️
kulihat cuma 2 orang yg like, yg lain 6 orang yg minta
ayo dong ... di tambahin likenya agar kak author up lagi cerita ini
whiteblack✴️
lagi seru" nya ingin tau mereka katakan untuk memberi hukuman, malah kimmberly datang huh😤😩
apa yang akan kimmberly katakan nanti 🧐🤨
whiteblack✴️
kata ", kamu" di ganti kata "Kami kak author
whiteblack✴️
itu harus, biar merasakan rasa pembalasan pacarnya lagi emosi😎
whiteblack✴️
harus kandas, loe cewek Mhn harus pergi dari kehidupan izak😡

izak harus tau masalah ini? harus putus.
whiteblack✴️
"n" itu diganti r kak
whiteblack✴️
hmmm setujuh kim... nanti mereka ngoceh" enggak jelas entar kena getahnya sendiri😏😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!