NovelToon NovelToon
Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Status: tamat
Genre:Fantasi / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Retmiduski

Aku Warna , Tapi hidup tak seindah namaku. Aku mempunyai dua orang putra dan satu putri yang masih berumur 4 bulan. Keputusan ku mempertahankan rumah tangga , ternyata keliru , aku bukanya mempertahankan rumah tangga ku tapi hanya memperlambat perceraian kami. Bukan orang ketiga yang salah tapi kesalahan bersumber dari suami ku yang tidak pernah puas dengan satu istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Retmiduski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Melahirkan anak ke tiga

Warna terbangun dari tidur nya.

"Ya Allah kok mules ya" warna dalam hati sambil melihat jam "oh sudah jam 6 pagi" sambung nya

"apa aku akan melahirkan? aduh mas Arsya belum pulang lagi, karena perkejaan nya belum selesai " ucap warna risau

Arsya semalam memang belum pulang, dan menelfon warna mengabari kalau dia tidak pulang karena masih ada pekerjaan yang belum selesai.

habis dari toilet, warna menelfon Arsya, karena warna merasa mau lahiran. Tapi tiap kali di telfon no Arsya tidak aktif.

"aduh mas Arsya ngak aktif lagi hp nya" sambil memegang perut kesakitan

"mah kenapa, mama sakit perut", tanya Akbar sudah bangun dari tidur nya

"ngak sayang, seperti nya adik kamu mau lahir nak", ucap warna menjawab tenang pertanyaan Akbar

"aku coba telfon lagi mar Arsya ,mana tahu udah aktif" ucap warna sambil menelfon Arsya, tapi nihil no Arsya tetap ngak bisa di hubungi.

Sudah pukul 07.00 sakit warna semakin terasa, warna mencoba lagi menelfon Arsya , dan Alhamdulillah kali ini tersambung.

"Hallo hallo mass, mas aku mau melahirkan, cepat pulang " cercah warna langsung dalam telfon

"ha' iya dek iya , mas langsung pulang, kamu yang kuat, minta tolong tetangga dulu dek, antar ke rumah sakit " ucap Arsya terdengar panik.

"iya " jawab warna sambil mematikan hp nya, dan yah warna melihat ke bawah ternyata sudah basah.

"Akbar tolong panggilkan bunda Shasha, bilang mama mau melahirkan, tolong antar ke rumah sakit" tutur warna ke Akbar

"iya mah" jawab Akbar sambil berlari

tak berselang berapa lama, datang lah bunda Shasha .

"kak mau lahiran " tanya bunda Shasha langsung

"iya bund, tolong antar aku bund" tutur warna

"oke kak, tapi cuma pakai motor kak" tanya bunda Shasha, karena bunda Shasha memang belum punya mobil

"ayok ngak masalah bunda, Akbar jaga adik ya sebentar" tutur warna

"Akbar mau ikut mah" rengek Akbar

"nanti aja sayang, nanti ya nak, mah pergi dulu " dengan nada panik kesakitan

"ayok kak" bunda Shasha datang dengan Motor nya

"ayok bund" sambil menaiki motor

Sesampainya di RS, tak tunggu waktu lama, warna langsung di bawa ke ruang bersalin. Tak lama kemudian datang bunda Kinara bersama Akbar dan Attar . Memang tadi bunda Shasha memberi tahu bunda Kinara via telfon.

"gimana bund, udah" tanya bunda Kinara sesampainya di RS

"masih di dalam bund, saking paniknya , aku lupa loo , pergi RS pakai mobil bunda aja tadi, syukur kak warna ngak lahiran di jalan tadi bund bund, " terang bunda Shasha, sambil tepok jidat.

"iya, namanya aja panikan bund, suami bunda Akbar, sudah tahu bund" tanya bunda Shasha

"sudah bund, tadi kak warna udah nelfon, lagi di kota M tapi bund" terang bunda Shasha

"wahh lama lagi tu nyampe 4-5 jam man itu bund" jawab bunda Kinara

"iya bunda, yang penting kak warna udah di RS, dan kita doa kan semua berjalan lancar " tutur bunda Shasha

"aamminn, ya udah bund, aku beli sarapan dulu , kayak nya Akbar Attar belum makan tu" balas bunda Kinara

"iya bund, lebihkan ya, hehehhe aku juga belum soalnya" Tutut bunda Shasha

"oke " jawab bunda Kinara

Setelah semuanya sarapan, tak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi sekalian keluar bidan dan dokter yang menangani warna dengan tersenyum.

"keluarga buk warna" tanya bidan

"iya kami buk" jawab bunda Kinara dan Shasha

"selamat buk, bayi nya sehat dan cantik" tutur bidan tersebut

"Alhamdulillah, akhirnya dijabah jua doa kak warna " bunda Akbar" tutur bunda Shasha dan Kinara bersamaan ..

1
Trial Ajah
pengen gw potong2 tuh sosis si Arsya trus kasih kucing😬
Amhie: dipersilahkan kak hehe
total 1 replies
Indira Ira
Luar biasa
Anifa Anifa
lebayy
Agnes Lia
Kecewa
Elok Pratiwi
Luar biasa
murni l.toruan
Emang sudah niat selingkuh, mosok mertua meninggal kamu celupan dengan jalang, kirim doa dan dampingi istri dong
martina melati
awal sadar dosa tp tetap melakukan dosa... sdh tahu ada lubang masih djeblos, bukanny dhindari akhirny jatuh dlm kumbangan toh!
martina melati
nah ini masalahny... bukanny dcarikn solusiny buat istri malah cari wanita lain.
kandungan istri blm sempat usg lho!
martina melati
emang kamu menjerumuskan diri, arsya...
gk nyalahi koq! shrsny cari kegiatan yg bermanfaat, bersih2 rumah, berkebun mumpung istri gk ada drumah.
martina melati
anehny dsini... mertua brsn wafat bukan diisi dg doa2 lebih syadhu malah senang2, cari hiburan...
martina melati
merasa malu??? berarti gk punya malu... seharusny jika niat awal ingin memperbaiki keutuhan rt dg anak2 dan istri yg sah harus sungguh2 bukanny merasa maluuuuu
martina melati
astagaaaa...
gk ada bukti?
kan ada hp bisa drekam video ato dphoto
martina melati
mertua meninggal dunia koq gk melayat malah berbuat maksiat
martina melati
turut prihatin y...
Haura Az Zahra
Luar biasa
Nurhayati Nia
Mampir thorr
ipeeeeehhhhhh
haddoowww msh pav pov lg kirain dah sembuh thorr
ipeeeeehhhhhh
1 pov aurhor aja udah cukup.kali kk othor....pembaca udah paham artinya....gk perlu malah di pov semua nya bikin males jd nya....sampe hbis begitukah ????
ipeeeeehhhhhh
bini burikan sementara krn bawaan
bayi anak dia aja dia gk mau terima, malah pilih selingkuh dg wanita malam yg mungkin mlh menularkn penyakit.
Muginem Muginem
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!