NOVEL GENRE:
-AZTER WORLD: REINCARNATION, SWORD AND MAGIC, MECHA (?), OVERPOWER, HAREM, ROMANCE, R18 (?)
-ASLEY WORLD: MAGIC, ACADEMY, ADVENTURE
Bercerita tentang seorang tentara bayaran yang mati akibat pengkhianatan adik dan kekasihnya
Bertemu seorang Dewi dan bereinkarnasi ke dunia lain dengan kekuatan yang sangat besar
Mengelilingi dunia bersama banyak keindahan, itulah dia sang "TRUE GOD" dengan kekuatan diluar nalar namun dianggap sampah oleh orang lain
Ikuti cerita Fellix di THE STRONGEST USELESS GOD
.
.
Novel kedua, kalau ada salah penulisan mohon dimaklumi
Jadwal update: Minggu-Jum'at, Sabtu libur
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TRAZAYUYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 25
Saat ini Fellix sedang berbaring di ranjang besar miliknya dengan sebelah tangan menutup wajahnya, dia masih berpikir kenapa dia tiba-tiba merasakan bahwa ada bagian dirinya yang menghilang
Fellix yang larut dalam pikirannya tidak menyadari bahwa ada 2 wanita yang saat ini berbaring di sisi kanan dan kirinya
"Suami apa kau baik-baik saja" tanya Iris dengan lembut, meskipun dia biasanya bersikap jual mahal namun saat ini bukan waktunya dia bersikap seperti itu
"Iris Stella kalian disini" ucap Fellix yang mendengar suara dan saat membuka matanya dia melihat Iris dan Stella berada di kedua sisinya
"Apa kau baik-baik saja" tanya Iris lagi sedangkan Stella hanya diam memandangi wajah Fellix
"Hahh aku baik-baik saja, tapi entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang menghilang dari diriku" jawab Fellix
"Apa itu Freya" tanya Stella tiba-tiba
"Aku tidak tahu, tapi saat aku menangis tadi entah kenapa nama Freya muncul di pikiranku" jawab Fellix
"Apa kau ingin menemuinya" tanya Stella
"Aku akan melakukannya nanti setelah kalian mulai berlatih, karena aku akan memulai perjalanan saat kalian melakukan latihan" jawab Fellix
"Apa kami memang harus berlatih" tanya Iris
"Kalian tidak harus namun kekuatan kalian akam sangat berbeda jika dibandingkan dengan mereka yang mempunyai level yang sama denganmu karena mereka punya pengalaman dan pelatihan keras sedangkan kalian tidak" jawab Fellix
"Berikan kami hadiah agar kami bersemangat saat berlatih" ucap Iris
"Apa yang kalian mau" tanya Fellix
Iris tidak menjawab namun tangannya mulai bergerak perlahan menuju adik Fellix, lalu dengan lembut Iris mengelusnya meskipun masih memakai baju
"Ahh, Iris jangan nakal" Fellix terkejut dan mendesah pelan saat Iris melakukan itu
"Ini yang kami mau" ucap Iris sambil terus memainkan adik Fellix dari luar
"Jangan sekarang Iris" ucap Fellix
"Aku mau sekarang karena aku sudah lama tidak melakukannya" balas Iris
"Baik baik kau menang, lakukan sesukamu" ucap Fellix
"Aku juga mau" ucap Stella
"Apa kau yakin, aku sengaja tidak menyentuh kalian karena aku ingin melakukannya secara pribadi dengan masing-masing dari kalian loh" ucap Fellix
"Aku tidak masalah, karena aku juga sudah lama ingin melakukannya" ucap Stella
"Lalu aku tidak akan sungkan" ucap Fellix lalu mencium Stella dengan lembut, dia tidak mau terburu-buru seperti saat pertama kali melakukannya dengan Iris dan dia ingin melakukannya selembut mungkin pada pasangannya
Setelah lama berciuman Fellix melepaskan ciumannya dan melihat Stella tersenyum manis padanya
"Suami aku juga" ucap Iris yang langsung mencium Fellix, meskipun Iris melakukannya secara tiba-tiba namun dia tetap mencium Fellix dengan lembut dan Fellix juga membalasnya dengan lembut
Fellix tidak mau hanya diam saja lalu akhirnya dia mulai menyentuh dada Iris dan Stella bersamaan, Fellix memainkan dada mereka dengan lembut yang membuat kedua wanita itu mendesah pelan menikmati sentuhan Fellix
"Ahh suami kau semakin berani menyentuhku" ucap Iris setelah melepaskan ciumannya
"Kau yang membuatku seperti ini" balas Fellix
"Kalau begitu buka bajumu dan jangan lupa baju kami juga" ucap Iris tersenyum
Ctikk..
Dengan jentikan jari semua baju yang ada ditubuh Fellix maupun kedua wanita itu hilang
"Gulp" baik Fellix maupun kedua wanita itu menelan salivanya karena melihat tubuh pasangannya
Fellix meskipun sudah melihat tubuh Iris tapi tetap saja dia menjadi tergoda dengan tubuhnya yang sempurna meskipun dia adalah yang terkecil (tubuhnya bukan asetnya) diantara semua istrinya tapi itu malah membuat Fellix menjadi semakin tergoda, ditambah saat ini ada wanita yang sangat sempurna baik tubuh maupun asetnya yang membuat Fellix berpikir betapa beruntungnya dia mendapatkan mereka semua untuknya sendiri
"Jangan memandangiku" ucap Stella menutupi asetnya
"Kau sangat cantik" ucap Fellix lalu perlahan bergerak menindih tubuh Stella dan menciumi setiap bagian tubuhnya yang membuat Stella tidak berhenti mendesah karena tubuhnya bagaikan tersengat listrik setiap Fellix menciumi bagian tubuhnya
"Suami kau benar-benar buaya, bahkan Stella yang terkenal ganas sampai takluk di hadapanmu" ucap Iris yang melihat Stella hanya pasrah dan mendesah dibawah Fellix
"Tunggu saja giliranmu, dan juga aku masih belum menghukummu untuk kejadian dulu" ucap Fellix tersenyum
Iris hanya diam dan membayangkan hukuman apa yang akan Fellix berikan, awalnya dia berpikir Fellix akan melakukan sesuatu yang menyenangkan namun melihat senyuman Fellix dia tahu kalau dia telah membuat masalah
"Apa kau sudah siap" tanya Fellix pada Stella dengan posisi yang sudah siap tancap
"Enn, tolong pelan" jawab Stella
Fellix lalu melakukan terobosan dengan perlahan agar tidak menyakiti Stella, sedangkan Stella yang merasakan sesuatu memasuki hanya bisa menggigit bibirnya
Fellix yang melihat itu lalu mencium Stella agar dia tenang, lalu Fellix melanjutkan terobosannya sampai dia sudah berada didalam Stella
"Sakit" ucap Stella pelan, mendengar itu Fellix lalu menyembuhkan Stella seperti yang dilakukannya dulu pada Iris
"Apa aku sudah boleh bergerak" tanya Fellix
"Enn, suami juga sudah menyembuhkan ku jadi tidak apa-apa sekarang" jawab Stella
Lalu suara desahan terdengar sangat merdu menemani Fellix yang bekerja dengan perlahan untuk menyenangkan pasangannya
Setelah 1 jam bekerja akhirnya mereka selesai melakukannya dan terlihat Stella memiliki wajah puas dengan senyuman indah melengkapi keindahannya
"Suami sekarang giliran ku" ucap Iris
"Baiklah" ucap Fellix lalu beralih ke Iris sedangkan Stella saat ini tertidur dengan senyuman kepuasan
Fellix lalu menindih Iris dan melakukan hal yang sama padanya seperti apa yang dilakukan pada Stella, suara desahan kembali terdengar saat Fellix menikmati seluruh tubuh Iris
"Saatnya hukuman" ucap Fellix saat wajahnya berada didepan daerah pribadi Iris
Tanpa berlama-lama Fellix lalu menikmati daerah itu, namun berbeda dengan yang biasanya dia lakukan dengan lembut saat ini dia melakukannya dengan sedikit ganas
Iris yang merasakan itu terkejut dan menjadi berteriak sedikit keras karena Fellix tidak pernah melakukan hal seganas ini padanya, Fellix tidak peduli dengan teriakan Iris dan terus melanjutkannya sampai Iris mengeluarkan madu yang akhirnya habis diminum oleh Fellix
"Bagaimana" tanya Fellix setelah selesai melakukan sesi hukuman
"Hah hah jangan lakukan ini lagi, aku tidak akan mengulangi perbuatanku lagi jadi jangan lagi oke" ucap Iris memohon
"Ehh bukannya itu tadi nikmat, bahkan kau mengeluarkannya sangat banyak" goda Fellix
"Aku tidak tahan, meskipun enak tapi aku tidak bisa menahannya" balas Iris
"Maafkan aku oke, sepertinya aku sudah berlebihan" ucap Fellix sambil mengelus pipi Iris
"Tidak apa-apa, jika suami suka maka aku akan membiarkannya" ucap Iris
"Tidak aku tadi hanya menghukummu saja, selanjutnya aku akan lebih lembut" ucap Fellix
"Enn" Iris hanya tersenyum dan mengangguk
Setelah itu Fellix mencium Iris sambil melakukan terobosan pada Iris, Fellix tidak mengerti kenapa Iris masih sangat sulit untuk diterobos padahal mereka sudah melakukannya dulu
"Sempit sekali" ucap Fellix
"Adik suami saja yang kebesaran" balas Iris
Lalu mereka mulai menikmati kegiatan mereka, Fellix melakukannya dengan lembut sehingga dia bisa lebih lama melakukannya dengan Iris
Setelah 1 jam akhirnya mereka telah selesai dan seperti Stella, Iris memiliki senyum kepuasan diwajahnya
"Sepertinya kau lelah" tanya Fellix
"Ya aku kelelahan setelah tadi, padahal baru sekali kita bermain" jawab Iris
"Lalu tidurlah, jangan memaksakan diri" ucap Fellix
"Enn" Iris lalu naik keatas tubuh Fellix lalu tertidur setelah memberikan ciuman lembut pada Fellix
"Aku juga" ucap Stella tiba-tiba yang ternyata terbangun dari tidurnya, lalu dia melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Iris
Akhirnya Fellix tertidur dengan 2 wanita yang tertidur diatas tubuhnya, sebelum tertidur Fellix sempat menyebut "Freya" dan akhirnya dia terlelap
Takdir apa yang akan menanti Fellix, entahlah thor juga ngk tahu :-P
tsundere