Sebuah peristiwa kelam pernah terjadi dalam kehidupan "Princessa Aurellia Nelson". Konflik yang terjadi pada gadis cantik yang kerap disapa Aurel ini, berawal ketika adanya suatu permasalahan yang terjadi antara keluarga kandung dengan musuh dari Ayahnya. Konflik itu pun berlanjut hingga berdampak pada hilangnya Aurel yang saat itu masih bayi untung saja ada seseorang yang menemukan Aurel dan ternyata ia seorang pemilik panti asuhan yang bernama "Kasih Ibu" sehingga Aurel di rawat dan di besarkan di panti itu.
Enam belas tahun lamanya masa-masa kehidupan Aurel dihabiskan di panti asuhan tersebut, bahkan ia sendiri tak mengetahui siapa dan dimana keberadaan orangtua dan keluarganya saat ini.
Nasib Aurel memang sangat malang, namun tidak lagi sejak dirinya kedatangan dua sosok pria yang mendatangi dirinya di panti asuhan. Sosok pria tua dan muda tersebut mengaku sebagai keluarga kandung Aurel dan memintanya untuk tinggal bersama mereka.
Haruskah Aurel percaya secepat itu? Akankah Aurel akan ikut tinggal bersama merekaㅡdua pria yang baru saja bertemu dengannya? Atau tetap memilih bertahan untuk tinggal di Panti Asuhan "Kasih Ibu" tempat bersejarah yang sudah berperan penting sebagai saksi perjalanan hidup Aurel, sejak si gadis kecil polos penuh keluguan hingga tumbuh menjadi remaja cerdas penuh keingintahuan seperti saat ini?
Bagaimanakah perjalanan kisah hidup Aurel selanjutnya? Akankah nasibnya berubah dari penuh kemalangan menjadi penuh kebahagiaan, atau justru sebaliknya?
Ini tidak hanya tentang abang yang sangat possesive pada adik perempuannya tapi juga terselip kisah cinta Aurel dengan seseorang yang juga sangat mencintainya.
penasaran? yuk kepoin!!
Jangan lupa komen , vote dan likenya ya:)
Note : Kalimat belum rapi Cerita ini murni dari pemikiran saya , apabila ada kesamaan beberapa alur atupun nama tokoh itu hanya ketidaksengajaan A Don't copy my story:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon takim98, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
__25__
Pukul 7 Aurel terbangun dari tidurnya. Dengan sempoyongan ia berjalan menuju kamar mandi.
tidak perlu waktu lama akhirnya Aurel telah selesai membersihkan diri. Dengan segera ia menuju walk in closet untuk mengambil pakaian.
Tema pakaian Aurel malam ini baju tidur bergambar unicorn , dress tidur itu sangat pas di tubuh kecil Aurel dan menambah kesan imut pada dirinya. Dari walk in closet ia pun menuju meja rias. Dengan perlahan ia menyisir rambut sebahunya lalu memakai bedak bayi dan menambahkan sedikit pelembab pada bibirnya. Saat Aurel akan berdiri ia merasakan ada yang mengalir pada hidungnya dengan segera ia mengambil tisu dan membersihkan darah tersebut dengan cepat.
"Kayaknya aku kecapean banget deh , sampai mimisan gini"gumam Aurel.
Setelahnya memastikan darah itu tidak keluar lagi Aurel pun turun kebawah menuju ruang makan Karena sudah Waktunya makan malam.
"Baru aja mami mau samperin kamu , eh ternyata udah turun duluan.
"Maaf ya semuanya Aurel kelamaan"ucap Aurel sembari menundukkan kepalanya.
"Kaki kamu udah gak papa kan dek?"tanya Altez
"Udah gapapa kok bang , udah gak sakit lagi kalau di bawa jalan"Jawab Aurel.
"emang kaki Aurel kenapa?"tanya Brata.
"keseleo pi , dia lari-larian sangking semangatnya jadi jatuh deh kesandung kaki sendiri"ucap Abas
"Kebiasaan banget , kan mami sering bilang jangan lari-larian "ucap Ceysa.
"Maafin Aurel, habis Aurel seneng banget bisa sekolah lagi"ucap Aurel sembari menundukkan kepalanya.
"Jangan tundukkan kepala mu sayang nanti mahkota mu jatuh"ucap Farez.
Aurel pun mengangkat kepalanya dengan cepat.
"Yaudah , kamu duduk disini sama kakak"ucap Farez sembari menarik tangan Aurel lalu mengangkat dan didudukkan di atas pangkuannya.
"Nanti Abang susah makannya"ucap Aurel.
"Siapa bilang? malahan makan Abang jadi makin lahap kalo kamu duduk disini"ucap Farez sembari mengecup pipi Aurel dengan gemas.
"Mami ambilin ya"ucap Ceysa.
"Mami nasinya di banyakin ya , Aurel mau makan satu piring sama Abang"ucap Aurel.
"Iya sayang"balas Ceysa.
Mereka makan dengan sesekali tertawa akibat lelucon receh dari Abas.
Setelah makan mereka semua berkumpul di ruang keluarga.
Ceysa dan suaminya yang sibuk mengobrol , dan ada Aurel yang berbaring dan menjadikan paha Altez bantalannya.
"Abang , ayah dan bunda kapan kesini lagi?"tanya Aurel.
"Secepatnya sayang , mereka sedang mengurus kepindahan mereka , apalagi bang Rei dia harus mengurus surat pindah sekolahnya dulu."jawab Altez
"Gitu ya bang , Aurel udah gak sabar buat main sama bang Rei"ucap Aurel dengan riang.
"Jadi selama ini kamu gak seneng main sama Abang?"ucap Altez dengan wajah di buat-buat sedih.
"Gak kayak gitu , Aurel seneng kok. Seneng banget malahan"ucap Aurel.
"Terus?"tanya Altez lagi.
"Aurel cuma pengen ngerasain main sama bang Rei aja"ucap Aurel dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Jangan nangis , Abang cuma bercanda"ucap Altez dengan kekehannya.
"Ist Abang ih! gak asik"ucap Aurel lalu pergi meninggalkan Altez dan menuju kedua orangtuanya.
"Mamiiiii"ucap Aurel merajuk.
"Kenapa sayang , siapa lagi yang jailin kamu?"tanya Ceysa sembari menatap tajam ketiga putranya.
"Bang Altez tuh ngeselin banget"jawab Aurel.
"Altezzzz"ucap Brata
"Bercanda doang Pi"ucap Altez dengan wajah tanpa rasa bersalahnya.
"Berhubung udah jam 10 , Aurel sekarang tidur ya"ucap Brata.
"Iya Pi , tapi malam ini Aurel mau tidur sama bang Farez"ucap Aurel pelan.
"Oke Princess , sekarang kita ke kamar"ucap Farez sembari menggendong koala Aurel.
selepas perginya Aurel dan Farez tinggal lah Brata, Ceysa dan kedua putranya.
"Kalian berdua juga tidur sekarang"ucap Brata sembari merangkul Ceysa menuju melangkah menuju kamar mereka.
"Iya Pi"ucap Altez.
Sebelum Brata menaiki tangga terdengar suara Abas yang memanggilnya.
"Pi"
"apalagi? tanya Brata.
"Abas gak mau punya adik lagi ya Pi"ucap Abas dengan cengiranya.
akibat kata-kata dari mulut Abas Ceysa merasakan panas di kedua pipinya.
"Cieee mami blushing"ucap Abas.
"apa-apaan sih kamu"ucap Ceysa lalu menyembunyikan wajahnya di dalam pelukan Brata.
"Udah sayang kita ke kamar aja , gak usah dengerin omongan anak pungut itu"ucap Brata lalu menarik tangan Ceysa menuju kamar.
"Anjirr!! gua di katain anak pungut"ucap Abas kesal.
"Lagian lu sih , jail banget jadi orang"ucap Altez lalu meninggalkan Abas di ruang keluarga.
"Kok gua di tinggal sih? Dasar semuanya nyebelin!!"ucap Abas kesal dengan kaki yang di hentak-hentakkan seperti perempuan yang sedang merajuk.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...Heii , aku comeback:) Gimana sama part ini?...
...Sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi pada tuan putri Nelson 🙃...
...sampai jumpa 2 hari kemudian readers ku tersayang 😌...