"Aku merindukan mu"
itulah ungkapan setiap malam. Kanza Mahendra
saat harus berjauhan dengan Rasyi Syakilla.
Gadis ceria yg berhasil mengambil hati manusia dingin. yg bahkan tak tersentuh. namun kini saat berjauhan hati Kanza selalu merindukan nya.
Setelah melewati banyak perjuangan. hingga kini mereka telah benar benar bersama. membuat Kanza ingin selalu bersama dengan wanita yg saat ini telah memenuhi hati nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiia sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 25
*
Mulai tersadar dari lamunan nya. Rasyi memegang pipinya masih ada rasa tidak percaya dalam diri nya. tentang apa yg baru saja Kanza lakukan pada nya.
"Apa dia sudah tidak waras"
keluh nya masih dengan tangan memegang pipinya.
Sementara damian yg baru sampai melihat sosok Rasyi. yg berdiri di parkiran.
"Rass"
panggil Damian sambil berlari kecil mendekatinya
"Rass"
"eeh"
"lo ngelamun???
"aah, enggak"
Damian pun memasang wajah aneh melihat ke arah Rasyi.
"Kenapa wajah lo merah, lo demam?''
dengan meletakkan punggung lengan nya ke kening Rasyi. namun Rasyi langsung menepis nya.
"Aah, enggak gua gak papa kok"
dengan cengengesan Rasyi menjawab cepat damian.
Rasyi berusaha menyembunyikan wajah panik nya. dengan melihat kanan kiri. mencari sosok Rani
"Lo sendiri??? tanya nya pada Damian.
namun Damian hanya mengangguk.
"Rani mana??
"emang dia belum datang"
"kek nya gua belum liat dia, "
Tampak raut wajah khawatir di wajah Damian. mengingat tentang Rani yg marah pada nya pagi ini.
"masak dia masih marah sih"?L
Damian mengucapkan pelan sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal.
"Lo bilang apa''
Rasyi melihat wajah damian yg aneh. mencoba bertanya namun saat melihat jam sudah waktunya masuk Rasyi memilih pamit pada Damian.
"Ya ampun, gua telat kalo gitu gua msuk dulu ya. entar kita sambung lagi"
Rasyi pun berlalu dengan berlari kecil masuk dalam kampus meninggalkan Damian yg masih berdiri di parkiran. menatap nya.
"Sebenernya pada kenapa sih. yg satu marah marah gak jela yg satunya nanyak tapi gua di tinggal "
ucap Damian pada dirinya sendiri. melihat Rasyi yg semakin menghilang.
*
Kanza yg sepanjang perjalanan terus melihat kan senyum nya. dengan tangan yg masih memegang bibir tipis nya. ada rasa tidak percaya bahwa dirinya tidak bisa menjaga pertahanan nya melihat tingkah gemas Rasyi.
"Sepertinya hari ini anda sangat senang tuan"
Edo memberanikan diri bertanya pada tuannya. setelah memperhatikan Kanza sedari tadi dari sepion depan.
"Sepertinya begitu"!
ucap ringan Kanza. sambil melihat keluar jendela
"Apa kita ada meeting hari"
"seharusnya kita ada pertemuan satu jam setengah yg lalu tuan, tapi saya mengundur kan nya"
"bagus" ucap Kanza
Edo yg tidak percaya melihat Kanza yg bisa sesantai ini soal kerjaan. hanya menyunggingkan senyum nya. biarpun nanti nya dia yg harus menyelesaikan pekerjaan yg tertunda. tapi bagi Edo melihat tuan nya bahagia adalah tujuan nya selama ini.
Setelah sampai kantor. pengawal yg membukakan pintu mobil untuk mempersilahkan Kanza masuk. sedikit kaget melihat Kanza tidak sedingin biasa nya. saat berjalan masuk menuju lift khusus untuk nya banyak pegawai yg menyapa nya seperti biasa.
Namun kali ini berbeda. kalau biasa nya Kanza hanya akan menunjukan wajah datar nya. tapi kali ini Kanza merespon sapaan pegawainya dengan senyuman tipis nya. yg membuat banyak pegawai merasa tidak percaya.
"Saya harap anda akan terus seperti ini tuan,"
bisik Edo dalam hati.
Rasyi yg sudah selesai belajar. keluar kelas menuju kantin dengan ponsel di tangan nya.
Sebenarnya Rasyi aneh hari ini. tumben sekali Rani melewatkan kelas nya. apa lagi hari ini ada ujian Rasyi mencoba menelpon Rani di sepanjang jalan menuju kantin namun belum ada jawaban dari sebrang sana yg membuat nya makin khawatir .
Setelah memesan minuman Rasyi duduk sendiri. di kursi paling ujung sambil terus mencoba menelpon Rani.
"Ada apa dengan nya. tumben sekali"
keluh Rasyi yg mulai kesal karena Rani tidak mengangkat telpon nya.
"Apa aku ke rumah nya saja"
"aah, tapi tuan Kanza menyuruhku langsung ke kantor hari ini"
dengan tidak sengaja menyebut nama Kanza. Rasyi memegang pipi nya. yg membuat wajah nya merah kembali.
"Woii"
"apaan sih lo, hobi banget ngagetin orang"
"ya lagian lo. ngapain ngomong sendri daritadi"
"suka suka gua dong" jawab Rasyi sewot. yg membuat Damian tertawa.
Damian yg sebenarnya sudah berada di kantin sedari tadi. duduk santai dengan memainkan laptop nya karena pelajaran nya di cancel. melihat Rasyi duduk sendirian di pojokan. damian mencoba memanggil nya daritadi namun Rasyi tidak mendengar dan hanya memainkan ponsel nya terus.
"Dasarr" jadi ngapain lo sendirian disini Rani mana"
"seharusnya gua yg tanyak, Rani mana"
"lah, mana gua tau kan kalian yg satu kelas"
"hari ini Rani gak masuk"
"haah"
"kenapa lo kaget banget" selidik Rasyi
"enggak gua biasa aja"
elak Damian dengan memutarkan pandangan nya yg di tatap Rasyi.
"Sebenernya ada apa tadi malam"
"emang kenapa tadi malam"
"lo jangan tanyak gua"
"ya gua mana ingat. kan tadi malam gua mabuk"
"terus Rani pulang sama siapa?
"di jemput" ketus Damian
"sama siapa"
"ya mana gua tau, gua bangun aja gua udah di mansion papa gua" bohong Damian
"Lo bener bener ya, masak sama temen sendiri lo gak mau tahu" Rasyi yg kesal memukul lengan Damian berulang ulang
"Rass, sakiiit Rass"
ucap Damian yg terus mengelak agar tidak terkena pikulan Rasyi.
"Gua gak mau tahu, lo harus cari Rani"
"ya gua nyari kemana"
"ya kerumah nya lah"
"lo gilak Rass, masak iya gua ke rumah nya"
"gua gak mau tahu"
"ok ok, kalo gitu kita barengan"
"gua harus kerja sekarang" lirih Rasyi
"ya terus gua sendirian" keluh Damian dengan wajah memelasnya.
"Pokok nya lo harus cari Rani"
"ya ampun Rass, lo tega bener sama gua Ras"
"kan lo yg kemaren malam ngajak kita minum. harus nya lo tahu apa akibat nya."
"Tapi kan kalian yg minta" pekik Damian
"tapi kan lo yg cowok disini"
"ya tapii Rass"
belum sempat Damian menyelesaikan kata katanya Rasyi sudah berjalan meninggalkan nya. dengan mengode kedua jari nya ke arah Damian.
Damian yg mulai pasrah hanya membuang kasar nafasnya. dan meletakkan kepala nya di meja kantin.
"Kenapa hidup gua mesti ribet gini sih"
keluh nya dengan mengacak ngacak rambut nya.
Rasyi yg berjalan menuju halte. untuk naik bus ke kantor Kanza melihat kanan kiri yg belum terlihat ada bis di sekitar nya. karena merasa bosan Rasyi menggunakan aerphone nya untuk mendengarkan musik kesukaan nya.
Tapi saat melihat wallpaper ponselnya ada di foto ibu nya. wajah Rasyi mulai terlihat sedih. ada rasa rindu mendalam dalam hati nya. dengan mengelus wajah ibu di ponsel nya tak terasa ada bulir air mata jatuh dari mata indah nya.
"Ibu, Rasyi kangen"
dengan nada lirih nya. kata kata itu keluar begitu saja dari bibir kecil nya.
Sampai ada suara klakson mobil yg mengagetkan nya. Rasyi langsung menghapus air matanya. dan melihat ke arah mobil yg terlihat asing berhenti tepat di depan nya.
Sang pemilik mobil pun langsung keluar dari mobil mewah nya. untuk menghampiri Rasyi yg masih diam di tempat duduk nya.
"Halo"
sapa nya sambil membuka kaca mata hitam nya. tampak pria dengan badan sispek nya. seperti orang campuran seperti Kanza dengan memiliki badan yg kalah tinggi dengan Kanza.
Namun Rasyi yg masih tidak merasa mengenal orang tersebut hanya berdiri tanpa menjawab sapaan orang di depan nya.
"Apa nona tidak mengenal saya"
tanya nya pada Rasyi yg melihat ke arah nya aneh.
"Baiklah kalau begitu, biarkan saya perkenalkan diri"
"kenal kan saya Erick. temann Kanza dan pemilik BAR tempat anda dan Kanza minum kemarin" lugas nya dengan menyodorkan tangan nya pada Rasyi.
Rasyi yg mendengar kata BAR. mengingat tempat yg dia kunjungi dengan damian dan Rani.
"Saya Rasyi tuan"
sapa balik nya dengan sopan. dan senyum manis nya.
"Menarik" ucap santai Erick tanpa melepas tangan nya pada Rasyi.
"Maaf tuan"
"ohh iya iya, maafkan saya nona"
ucapnya cengengesan dengan langsung melepaskan tangan nya.
"Oh iya, anda tidak perlu memanggil saya tuan. panggil saja saya Erick"
"itu tidak sopan, bukan nya anda bilang tadi anda teman nya tuan Kanza."
"Kau memanggil nya tuan"
"iya tuan"
"Kanza, Kanza begini cara mu perlakukan wanita mu"
ucapnya santai dengan terus memandang ke arah Rasyi
"Ada apa tuan???
tanya Rasyi bingung. karena Erick terus memandang nya.
"Tidak, sebenarnya tadi aku tidak sengaja lewat daerah sini melihat kamu duduk disini. karena merasa aku mengenal nya aku coba menyapa mu" jelas nya.
"Tuan mengingat saya" tanya Rasyi dengan senyum nya.
"tentu saja. untuk orang special"
"orang special"
"ohh tidak, lupakan saja nona aku masih ingin umur panjang"
dengan menggoyang kan tangan di depan Rasyi. Erick mengingat wajah Kanza.
"Maksud tuan"
"tidak ada, oh ya sudah ku bilang panggil aku Erick saja"
"bagaiman kalau kakak saja " tawar Rasyi
"okk" dengan wajah sumringah nya Erick menjentikkan jarinya. menandakan setuju dengan ucapan Rasyi.
Erick tanpa bertanya. langsung duduk di halte melewati Rasyi yg masih berdiri.
"Kau mah kemana Rasyi",emh boleh kan aku memanggil mu nama saja"
"Tentu" ucapnya santai dengan duduk tapi memberi celah sedikit antara dia dan Erick.
"Ok, jadi"
"saya mau ke kantor tuan Kanza tuan" dengan menunjukan id kard nya kepada Erick.
"Ehhhm"
"ahahah, maksud saya kak Erick"
"mau aku antar"
"jangan kak, aku gak mau merepotkan"
"tidak papa, ayo lah aku juga mau kesana"
Erick langsung berdiri, dengan menyodorkan tangan nya ingin membantu Rasyi. namun Rasyi masih enggan bangkit dari duduk nya
"Kau tidak percaya padaku"
tanya nya. yg di jawab senyuman terpaksa oleh Rasyi. Erick pun yg mengerti maksud Rasyi. langsung mengeluarkan ponsel dari saku nya untuk menghubungi seseorang.
"Kau tunggu ya"
ucapnya santai dengan senyum ramahnya. mata Rasyi yg tidak lepas melihat wajah Erick yg mudah senyum.
"Beda sekali dengan makhluk astral"
bisik nya dalam hati. dengan melihat ke arah Erick yg berdiri di depan nya.
"Ada apa"
ucap orang dari sebrang telpon yg dapat di dengar Rasyi. karena rick sengaja meleudspeker nya.
"Santai bro"
"ada apa kau memanggil ku"
"apa kau sedang sibuk"
"tentu saja, karena aku bukan orang yg santai seperti mu"!!
ketus Kanza dari balik telpon. Rasyi yg ingat betul suara Kanza hanya mendengarkan. dan mulai percaya kalau Erick punya hubungan dekat dengan Kanza.
"Eeeits, jangan lupa gua ini pemilik BAR. tuan Kanza Mahendra"
"jangan main main dengan ku. kalau mau usaha mu selalu aman." perkataan Kanza langsung membuat Erick menelan kasar saliva nya.
"Ok,Ok santai. gua mau ke kantor lo dengan seseorang"
ucapnya sambil memainkan salah satu mata nya ke arah Rasyi.
"Terserah"
Kanza langsung menutup ponsel nya. namun karena Erick sudah biasa dia hanya menunjukan senyum ramah nya.
"Bagaimana sudah percaya"
Rasyi hanya mengangguk mendengar pertanyaan Erick.
"Kalau begitu ayo"
ajak nya yg kembali memberikan tangan nya. namun Rasyi menolak dengan berjalan melewati nya menuju mobil.
"Menarik"
ucapnya sambil meremas tangan nya perlahan. yg di tolak mentah mentah oleh Rasyi.
Erick yg merupakan darah campuran paris. memiliki wajah bule yg fasih seperti papa nya. setelah lulus kuliah Erick memutuskan menjalani hidupnya sendiri tanpa pernah ikut campur tentang usaha papa nya. Erick juga yg terkenal casanova nya tidak sengaja bertemu dengan Kanza. saat dirinya di jebak oleh seorang wanita yg telah mengetahui tentang asal usul keluarga nya di satu BAR terbesar di paris. karena merasa berterima kasih pada Kanza. Erick menjadi salah satu orang kepercayaan Kanza selain Edo dalam beberapa tahun ini. meskipun Kanza tahu jati diri Erick yg merupakan bukan orang biasa.
"Apa kau sudah lama kenal dengan Kanza Rasyi"
tanya Erick memecahkan keheningan di dalam mobil.
"Baru beberapa minggu saja"
"ku kira kamu termasuk orang special"
ucap rick dengan mata menatap jalanan.
"Special"
"emh"
"kakak hanya tidak tahu saja. kenapa aku bisa bekerja untuk makhluk astral itu" jawab Rasyi polos dengan ekspresi berbidik ngeri
"Makhluk astral"Erick mulai menahan tawa nya
"iya, apa kakak tidak merasa kalau tuan Kanza itu sedikit aneh"
Rasyi yg masih tidak sadar dengan ucapan nya. membuat Erick salah tingkah menahan tawanya dengan ucapan polos Rasyi.
"Kenapa" pancing Erick
"apa kakak tidak lihat. tuan Kanza terus menunjukan wajah datar nya tidak pernah tersenyum. apa hidup nya tidak pernah bahagia. lihat lah bahkan mengucapkan kata maaf atau terima kasih saja dia tidak bisa." cerocosan Rasyi
Kali ini Erick yg tidak bisa menahan tawanya. tertawa terbahak bahak di dalam mobil yg membuat Rasyi berwajah aneh melihat nya.
"Apa ada yg lucu kak"
"tidak, tidak ada"
"lalu kenapa kakak tertawa sekali"
"kau tahu Rasyi. kau orang pertama yg berani berpendapat tentang Kanza. wanita yg biasa nya ingin sekali mendekati nya selalu memuji muji nya dan kau berani mengatai nya seperti ini aku pikir nyawa mu banyak sekali" goda Erick
Erick melihat ekspresi wajah Rasyi yg langsung berubah. membuat sifat jahil nya keluar untuk menggoda Rasyi.
"kau selalu saja mengancam ku. tapi kali ini biarkan aku mengganggu wanita mu kawan" bisik nya dalam hati.
Sudah lewat beberap tahun sejak. perpisahan terakhir Kanza dengan adik nya. kini Aiden sudah memasuk masa remaja nya. dia sudah hampir wisuda SMA nya.
Selama berpisah beberapa tahun Kanza hanya bisa berkomunikasi dengan adik nya melalui ponsel. dan terkadang hanya saling mengirim hadiah.
Sedangkan Kanza yg makin dewasa terlihat makin tampan dan lebih gagah. karena terus di desak oleh James. untuk mencari orang-orang nya sendiri.
Kanza meminta bantuan Erick dan Edo. kini mereka bertiga biasa kemana-mana bersama. sebenarnya Edo yg memiliki saham nya sendiri di perusahaan papa nya. memilih untuk membangun karir jya sendir dan merasakan hidup bebas tanpa tekanan apa pun dari papa nya.
Berbeda dengan Erick. yg memang sudah selalu menjadi buronan orang tuanya. karena sering bermasalah dengan wanita. bahkan tidak jarang wajah nya terpapang di majalah ternama di kota. karena ketahuan kencan dengan artis-artis papan atas.
Karena memiliki keluarga yg bukan orang biasa. tentu mudah bagi Erick menggoda wanita. yg bahkan hanya sekali rayuan mampu membuat mereka naik ke atas ranjang nya.
"Bagaiman kalau malam ini kita mengadakan pesta"
celetuk Erick di ruangan Kanza yg membuat Kamza dan Edo menatap nya tidak suka.
"Hey, aku hanya memberikan saran. kenapa kalian melihat seperti ingin membunuh ku"
"Sebaiknya hentikan omong kosong mu. sebelum aku benar-benar membunuh mu" ketus Kanza dengan mata melihat ke arah laptop nya.
"Kanza, Kanza saat melihat mu begini aku suka bingung. yg mana sosok asli mu"
"apa maksud mu??"
"saat bicara dengan adik mu, kau manis sekali. tapi saat bicara dengan kami. kau seperti malaikat maut " ejek Erick
"Itu hanya akan berlaku padamu" potong Edo
"heee, kalian berdua ini sama saja" keluh nya.
"pergilah dengan wanita mu. aku malam ini akan sibuk menyiapkan hadiah" jelas Kanza
"Hadiah,??"
"iya, lusa hari kelulusan Aiden"
"wahh, benarkah sicantik ku akan wisuda. berarti dia sudah lebih desawa" riang Erick.
Namun tanpa melihat kata-kata nya. membuat Kamza geram dan melemparkan. map berkas langsung ke Erick yg membuat nya meringis kesakitan.
"Jaga ucapan mu"
"hahahah, Kanza, Kanza kau menjadi kakak sangar protektif."
"kalu bukan aku siapa lagi yg akan melindungi nya"
"tenang saja, aku akan menjaga nya."
Dengan nada mengejek dan seolah membungkukkan badan. Erick makin membuat Kanza kesal. namun Edo yg sedari tadi diam. hanya menggelengkan kepala nya.
"Aku cukup hebat. bertahan beberapa tahun dengan sikap kenak-kanakan mereka" keluh nya dalam hati.
"Tuan, ada masalah dengan beberap staff keuangan"
lapor Edo kepada Kanza. yg sedang menikmati matahari sorenya.
"Minta mereka menghadap ku sekarang"
"baik tuan"
Kanza terlihat mulai kesal. dan menggosok kasar wajah nya.
Sore yg Kanza harap bisa menyenangkan bagi nya. kini harus mulai emosi karena beberapa masalah keuangan. seperti ada yg ingin menyabotase proyek Kanza. yg juga ini tidak luput dari pendengaran tuan James. yg Kanza tahu hasil nya tidak akan baik. Kanza harus membereskan semua nya.
"Siial,!!" siapa yg berani menggangu ku
umpat nya dengan kesal. yg membuat Erick dan Edo hanya terdiam.
"Edo, selidiki semua nya. malam ini kita harus tahu orang nya"
" baik tuan"
Edo dan Erick. langsung pergi meninggalkan Kanza yg masih penuh dengan amarah nya. sendirian di ruangan nya. tak jarang sesekali. terdengar suara benda di banting yg dapat terdengar oleh penjaga didepan pintu ruangan nya.
Namun saat ponsel nya berdering. Kanza langsung mengubah aura wajah nya.
"Halo" ucap nya terdengar lembut
"halo kak, apa yg kau lakukan??" tanya orang disebrang sana
"tidak banyak, selainkan merindukan adikku"
terdengar suara tertawa bahagia disana.mendengar godaan Kanza.
"Bagimana liburan mu??"
"semua nya baik kak, kami baru sampai di gedung siang ini. kakak akan datang di wisuda ku kan??" tanya nya penuh harap.
"Kakak, tidak tahu. tapi akan kakak usaha kan" lirih Kanza
"tidak pa-pa, tapi ku harap kakak hadir"
"jika pekerjaan kakak semua beres, kakak akan menjemput mu."
"Benarkah kak"
"iya, bukan nya kau bilang ingin ke indonesia. setelah semua nya beres kakak akan mengajak mu kesana"
"Yess"
yg terdengar hanya suara bahagia Aiden disana. ya Aiden yg saat ini sedang menikmati liburan sekolah nya. yg pergi dengan semua teman sekelas nya. ingin mengingatkan Kanza tentang wisuda nya. yg akan terlaksana lusa.
Setelah mematikan panggilan nya. Kanza memeluk erat ponsel di dada nya. Kanza bingung dalam pikiran nya. dimana dia ingin menghabiskan waktu dengan adik yg sudah beberapa tahun tidak pernah di tatap nya. kini harus mendapatkan masalah yg juga harus di selesaikan nya.
"Kakak harap bisa menyeleaikan nya. sebelum hari wisuda mu. bertahan lah. kakak janji ini tidak akan lama" keluh nya
Edo dan Erick yg saat ini sedang di markas mereka. memeriksa semua detail tentang pembangunan proyek besak Kanza dengan tuan James. dan siapa saja yg harus nya terlibat disana.
"Aku yakin. ini pasti orang dalam. kalau tidak mana mungkin uang puluhan triliuan raib dalam hitungan jam." tebak Erick
"Kau benar, kita harus memastikan semua nya"
"coba printkan aku siapa saja yg ikut menanam saham. di proyek ini" perintah Erick pada anak buah nya.
"Akan saya siapkan tuan"
tidak butuh menunggu lama. karena semua yg tinggal di markas merupakan otmrang-orang pilihan. hanya dalam 10 menit. Erick dan Edo sudah mendapatkan apa yg mereka mau.
"Ini tuan,"
mata mereka. menatap serius ke setiap lembar berkas yg menumpuk di depan mereka. tanpa melewatkan satu huruf pun. bahkan hingga malam mereka terus memeriksa tanpa lelah. sampai mata Edo tiba-tiba terbelalak.
"Aku menemukan nya" ucap nya
yg sontak membamuat Erick kadmgetm dan ikut melihat apa yg Edo lihat.
"Wah, feelling ku ternyata benar" ucap Erick spontan
"Jordan Mahendra" ucap mereka berbarengan
"Aku akan kirimkan kalian alamat. periksa siapa tuan rumah yg mengadakan party nya. dan usaha kan pilih orang yg tepat untuk memeriksa" perintah Erick
Tanpa menunggu. anak buah mereka langsung berhamburan. setelah mendengar perintah dari salah satu tuan nya.
"Kita harus temui Kanza" ucap Edo
"benar, ayo kita berangkat. aku tahu anak itu pasti ingin semua nya beres sebelum. adik kecil nya kembali"
Dengan menggunakan mobil sport terbaru. milik Erick. dengan kecepatan penuh Edo menyetir menuju Kantor Kanza.
"Kanza" ucap mereka yg langsung menerobos masuk
"kalian menemukan nya??"
"semua ulah Jordan"
"Sialan, apa dia sudah kembali?"
"seperti nya begitu. ayo kita harus mengejar nya. karena kalau hari ini lolos. tentu akan ada terus hari yg sama kedepan nya"
Kini mereka yg memakai. pakaian serba hitam untuk menyamar. mereka menuju lokasi yg sudah di tentukan pengawal. kalau lokasi itu merupakan pesta kemenangan yg di buat oleh Jordan untuk penghianat yg sudah berhasil masuk dalam kantor Kanza.
"Terlalu dini Bro, unyuk mu menebar bendera kemenangan"
imbuh Erick ketika sampai di depan sebuah PUB.
"Kita ambil jalan belakang. seperti nya aku pernah datang kemari. dan aku hafal jalan untuk melarikan diri."
Dengan pede nya Erick berkata. tanpa melihat Kanza dan Edo yg sudah melihat nya aneh.
"Ayo cepat" ajak Kanza
dengan lihai mereka menerobos masuk dari dapur PUB. namun perkiraan mereka salah. ini hanya jebakan. karena pemilik pesta tidak ada di dalam.
Hanya menghabiskan wakty beberapa menit saja mereka berhasil melumpuh kan. beberapa anak buah jordan. aksi baku hantam. dan saling tembak tidak terelakan dari sana. yg membuat beberapa wanita penghibur di dalam. histeris ketakutan. dan berusaha lari keluar PUB.
"Kita di jebak, Siiiit" umpat Kanza dengan menendang meja
"benar-benar licin. mereka sudah pergi naik jet pribadi Jordan" ucap Edo
"Haah??''
"kita harus cepat, mereka bilang Jordan menuju indonesia. dia akan melakukan transaksi obat-obatan nya. ini kesempatan kita untuk. menyerah kan semua bukti-buktinya. karena mata-mata kita. berhasil mengcopy semua data nya" jelas Edo.
"Telpon mereka minta siapkan pesawat pribadi milik ku. kita akan menunggu di hotel Daddy'' perintah Kanza
"Baik tuan, kalau begitu kita harus cepat keluar. sebelum polisi menemukan kita disini"
"Bagaimana, dengan rekaman cctv nya''
"lihat lah, aku sudah mengaman kan nya" ucap Kanza dengan menunjukan Disk cctv.
Mereka pun. berlalu menuju hotel yg di maksud Kanza.
sesampai nya disana. Kanza melaporkan semua pada James. yg ternyata James. juga sedang ada di indonesia saat ini dengan kolega bisnis nya.
Didalam perjalanan. Kanza hanya memejam kan matanya meski tidak tertidur. di dalam benak nya hanya ada bayangan nya menemani adik nya wisuda.
"Semoga ini cepat selesai"
ucap nya yg menarik perhatian Edo dan Erick
"Kita harus tenang menghadapi nya. karena kalau buru-buru hasilnya tidak akan baik" nasehat Erick
"Sebaiknya, tuan kali ini hati-hati. perasaan ku tidak tenang kali ini" ucap Edo dengan tatapan nya kepada Kanza yg masih memejam kan mata nya.
"Iiih, kau ini terlalu dramatis" ejek Erick dengan tawanya
"tapi aku mengatakan yg sebenarnya" elak Edo
"tapi itu menjijikan untuk di dengar"
Erick yg sengaja menggoda Edo untuk mencaikan suasana
"Hentikan, apa kalian jika tidak berdebat akan mati"
langsung ucapan Kanza membuat Erick dan Edo Langsung duduk terdiam.
Pesawat mendarat. dengan selamat di sebuah gedung yg menjulang tinggi di ibukota. perusahaan ini adalah salah satu anak cabang yg sudah menjadi milik Kanza. namun sampai saat ini. Kanza masih belum ingin menempatinya. hingga James hanya meletakkan orang-orang saja disini.
Sudah hampir pagi mereka sampai di ibukota. setelah turun dengan lift khusus. sudah ada mobil anak buah Kanza yg sudah menunggu nya di depan kantor.
Setelah tuan nya masuk. pengawal mengajak Kanza. menuju sebuah vila. yg memang Kanza bangun dengan usaha nya sendir yg berada di puncak.
Karena kelelahan Kanza semapt tertidur di mobil. Edo maupun Erick. tidak ingin mengganggu nya. karena mereka yg menemani Kanza. mereka tahu kapan waktu istirahat nya.
Setelah sampai. Edo menyuruh anak buah nya. memeriksa sekitar untuk memastikan. tidak akan ada yg mengikuti mereka. entah kenapa perasaan Edo dari paris hingga perjalanan menuju ibukota. ada yg tidak nyaman di hati nya. namun dia hanya menepis nya.
"Semua aman tuan"
ucap penjaga. yg mempersilahkan mereka turun. namun Edo enggan membangunkan Kanza yg masih tertidur.
"Biarkan sebentar lagi" perintah Edo
"Baiklah tuan, saya permisi untuk memeriksa target kita"
"pergilah, berikan kabar secepat nya"
"baik tuan"
Erick dan Edo hanya fokus ke layar laptop masing-masing memeriksa semua. file yg di kirim anak buah mereka.
"Kita dimana?" tanya Kanza yg terbangun
"anda sudah bangun, kita sudah sampai di villa anda tuan"
"villa??"
"benar tuan, kami melacak kameberadaan Jordan. dan mereka ternyata ada di sekitar sini tuan"
"apa kau yakin,"
"saya yakin tuan"
"sebaiknya kita masuk dulu. karena sopir mengatakan tuan James dan paman Joe akan sampai disini juga sebentar lagi"
potong Erick yg kemudian berjalan lebih dulu.
Setelah di dalam. semua nya fokus dengan pekerjaan masing-masing. setelah pelayan menyiapkan makanan mereka.
"Kanza"
"Daddy, anda sudah sampai" ucap Kanza yg berdiri menyambut kehadiran James.
"Bagaimana, apa kalian menemukan titik bocah kurang ajar itu" umpat James yg terduduk
"Sudah Dad, kita hanya akan menunggu kapan waktu mereka melakukan transaksi. mata-mata kami juga terus bersama mereka. dan saat nya tepat mereka akan menyerahkan semua. bukti kejahatan Jordan. dan beberapa penyuntikan dana ilegal dua negara yg dia lakukan"
jelas Kanza panjang lebar di hadapan James.
"Bagus, kali ini kita harus mendapatkan nya. karena kalau tidak nyawa ku. yg akan jadi taruhan nya."
"Kita pasti mendapatkan nya kali ini Dad"
"apa kau baik-baik saja Kanz?"
"aku baik-baik saja Dad. memang nya ada apa?"
"entahlah, hanya saja wajah mu terlihat berbeda"
" mungkin hanya perasaan anda saja"
James hahya mengangguk. entah apa yg terjadi dengan pikiran nya. hingga perasaan nya juga tidak enak melihat Kanza. Edo juga melihat rasa khawatir di mata tuan James pada Kanza.
"Sepertiny ini bukan hanya perasaan ku saja"
bisiknya dalam hati. dengan sesekali melihat wajah Kanza yg serius meliat laptop nya.
Beberapa jam menunggu. akhirnya mereka mendapatkan kabar. dimana letak semua anak buah Jordan dan ketua nya. mereka pun langsung berangkat. menuju kesana. lokasi sudah masuk di setiap GPS mobil. yg memudah setiap supir membawa mobil nya.
Namun saat Kanza ingin masuk dalam Mobil nya. langkah nya terhenti bentangan tangan Edo yg menghalangi nya.
"Apa ada??"
"aku tidak tahu, tapi untuk misi ini. bisakah anda sedikit berhati-hati"
"Ada apa denganmu, sudah beberapa tahun kita sering menghadapi ini. lalu ada apa dengan mu hari ini"
"Saya punya perasaan tidak enak tuan,"
"tenanglah, aku sudah berjanji akan menjemput adikku. dan aku harus kembali. mengerti"
Kanza pun berjalan melewati Edo dengan menepuk pundak nya pelan. dan melangkah masuk dalam mobil nya
"kak" panggil Rasyi gugup
"iya" Erick yg mulai merasa jebakan nya pada Rasyi sedang berjalan.
"Kau tidak akan mengadukan ku kan kak"
"emh. entah lah kadang aku tidak bisa menjaga bicara ku"
"ayo lah kak. lupakan kata kata ku" lirih Rasyi
"apa kau takut padanya"
"sedikit" jawab nya dengan senyum terpaksanya
"Waah, ternyata kau lebih berani pada Kanza daripada aku dan Edo" ucap Erick dengan berpura pura menunjukan wajah takut nya yg membuat Rasyi tambah panik.
"Tenang saja. tidak akan aku adukan"
"benarkah" Rasyi yg mulai sumringah
"tentu," tapi ada syarat nya??"
"apa kak"
"aku akan beritahu saat aku membutuh kan nya"
Rasyi mulai melotot ke arah Erick. yg membuat Erick salah tingkah.
"Hey, tenang lah aku tidak ingin macam macam dengan wanita kanza. apa kau tahu aku masih ingin hidup aman"
"Lalu"
"nanti akan aku beri tahu. tapi untuk itu boleh kan aku minta nomer mu. dan mulai sekarang kita berteman."
Dengan wajah senyum ramah nya. Erick memberikan ponselnya pada Rasyi. yg di sambut senyum juga oleh Rasyi. setelah mengetik kan nomer nya Rasyi membalikkan ponsel nya pada Erick.
Erick yg merasa Rasyi begitu lucu. tidak tahan dan langsung menepuk nepuk pelan pucuk rambut Rasyi. tapi tidak ada perlawanan dari Rasyi karena merasa senang bisa mengenal orang seramah Erick.
happy reading😊
mampir juga yuk keceritaku
RAIN BUKAN HUJAN
terimakasih