NovelToon NovelToon
OBSESI Karina

OBSESI Karina

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Cintapertama
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pencari Cerita

Sejak kecil Karina terbiasa melihat ibunya bekerja keras ditambah lagi setelah sang Ayah memilih pergi dengan wanita lain, oleh karena itu, Karina berjanji pada dirinya sendiri dimana dia ingin bebas dari kemiskinan, Sampai suatu hari, Karina bertemu dengan Adrian Mahardika pemuda Tampan. Berpendidikan. Pewaris keluarga konglomerat yang memiliki segalanya. Bagi Karina, Adrian bukan sekadar lelaki. Ia adalah jalan keluar dari kehidupan yang selama ini ia inginkan, yaitu kemewahan. Sejak saat itu, Adrian menjadi obsesinya. Akankah Karina mampu memenangkan Obsesinya atau malah membuat Hidupnya hancur dengan Obsesinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pencari Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Berita kecelakaan itu membuat Dimas dan keluarga nya panik, ia kemudian bergegas berangkat menuju rumah sakit, Dimas hanya pergi seorang diri sementara orang tuanya akan pergi menyusul setelah memberitahukan lebih dulu pada ibunya Karina,

“Karina bertahan lah." gumam Dimas sambil terus mengendarai motornya, Tak butuh waktu lama, Dimas tiba di rumah sakit, Napasnya masih terasa berat, pandangan matanya langsung mencari cari seseorang yang dikenalnya di setiap sisi ruang IGD

"Maaf pasien kecelakaan yang baru ada dimana yah?" tanya Dimas ketika tak berhasil menemukan Karina

"Ooo.., pasien nya sudah dibawa ke ruang ICU, pak." sahut salah satu perawat yang bertugas. Dimas langsung berlari, Setiap langkah terasa semakin berat bagi nya, begitu sampai di depan ICU, Dimas berhenti, nafasnya terasa sesak melihat wanita yang sangat dicintainya terbaring lemah didalam perawatan ICU, ia berusaha melihat dari balik kaca, didalam terlihat beberapa tenaga medis sedang sibuk, tiba - tiba Seseorang menghampirinya

"Maaf apa abang ini keluarga dari Karina?" kata seorang pria yang berdiri dihadapan Dimas dengan wajah pucat dan penuh rasa bersalah

Dimas hanya mengangguk sambil menahan air mata nya.

"Ini barang - barang nya, maaf td saya benar benar tidak melihat, tiba tiba saja dia menyebrang jalan."kata pria itu lagi

"Terima kasih, sudah mau membawa nya kesini."jawab Dimas

"Begini bang saya benar - benar ada urusan, soal biaya biar saya bertanggung jawab, "Ini kartu nama saya." ia memberikan sebuah kartu nama pada Dimas, sempat terjadi dialog panjang dengan dimas setelah akhirnya pria itu berlalu dari hadapan Dimas.Tak berapa lama, terdengar suara ranjang yang hendak didorong keluar, ketika pintu terbuka, seorang perawat keluar sambil mendorong ranjang pasien, Dimas melihat wajah Karina yang terbaring lemah dengan banyak selang dipasang ditubuhnya

"Maaf pasien nya mau dibawa kemana?" tanya Dimas

"Apa Bapak keluarga pasien?"

"Iya...,"

"Pasien mengalami perdarahan hebat, dia akan dilakukan operasi." kata salah satu perawat sambil kemudian mendorong ranjang itu masuk kedalam lift, dengan diikuti dimas

Malam ini, menjadi malam yang berat bagi Dimas dan orang tuanya, termasuk ibunya Karina, mereka juga sudah sampai disana menunggu karina yang belum keluar dari kamar operasi setelah hampir empat jam didalam ruangan operasi, seorang dokter keluar dengan wajah yang sedikit lebih tenang.

Dimas langsung berdiri dan menyapa dokter itu

"Bagaimana dokter?"

"Alhamdulillah operasinya sudah selesai."

"Lalu bagaimana dengan Karina Dok?" tanya ibunya karina

"Operasinya berjalan cukup baik. Perdarahan di otaknya sudah kami tangani. Namun, kondisinya masih harus dipantau secara ketat."

Penjelasan dokter, memberikan sedikit angin segar bagi Mereka

"Terima kasih, Dok..." sahut pak Hendra ayahnya Dimas, walau perasaan mereka masih cemas, mereka setidaknya bisa mengetahui kondisi Karina,

sang ibu teruas mendoakan anaknya, begitu juga orang tua Dimas yang tek henti berdoa untuk kesembuhan Karina, disela sela itu Dimas selalu memperhatikan ponsel milik karina yang terus bergetar disaku baju miliknya.

Sementara itu Tomy yang mendapat laporan dari pak hasto yang mengantar Karina untuk pemotretan, langsung mencoba menghubungi Ponsel Karina namun beberapa kali panggilan tidak ada jawaban, sampai malam ketika dirinya telah mengantar Adrian kembali kerumah, namun Tomy tidak memberitahu Adrian sampai akhirnya pak Surya yang menanyakan lebih dulu perihal tersebut pada Tomy

"Tom..., apa benar yang dikatakan Hasto? "Apa Kau tau dimana Karina?"

"Saya sudah mencoba menghubungi poselnya pak, tapi tidak ada jawaban."

Adrian awalnya masih tidak peduli dengan pembicaraan mereka yang membahas Karina, namun setelah nama Katrin disebut, adrian mulai bersuara

"Apa Katrin?"

Tomy mencoba menjelaskan kembali pada Adrian, tentang pertemuan karina dengan Katrin ditempat pemotretan, Adrian langsung menghubungi Karina dengan wajah serius, namun tetap hasil nya nihil masih tidak ada jawaban.

"Tom...kau cepat kerumah Karina, barangkali terjadi sesuatu padanya."

Mendengar itu tomy langsung beranjak pergi sesuai perintah Dari atasnya, Sementara itu, Adrian masih berdiri di tempatnya mencoba terus menghubungi nomer Karina, beberapa saat kemudian ia beranjak dari duduknya dan berjalan keluar, dia sempat menghubungi seseorang dalam panggilan telpon, kemudian bergerak pergi dengan mobil sang Ayah.

Dirumah Katrin, kedatangan Adrian disambut hangat oleh Katrin, ia merasa ada suatu kehormatan, adrian akhirnya datang menemui nya, ia tak menyangka kedatangan Adrian sebenarnya hanya untuk menanyakan tentang Karina

"Katakan apa yang kau lakukan pada Karina?"

"Karina?, memang apa yang terjadi dengan nya?"

"Kau bertemu dengan karina dipemotretan, lalu apa yang kalian bicarakan hingga Karina sampai saat ini tidak bisa dihubungi dan kami tidak tau dimana keberadaanya sekarang." tanya Adrian lagi kali ini nadanya semakin meninggi, padahal Katrin juga tidak mengetahui apa pun yang terjadi pada Karina, setelah pembicaraan itu, yang ia tahu karina hanya berlari keluar, dan Katrin kini seperti orang bingung dihadapan Adrian, katrin mencoba menjelaskan pada Adrian, namun Adrian tidak mudah mempercayai ucapan Katrin.

"Sungguh Adrian, aku tidak melalukan apa pun pada Karina."

"Jika terjadi sesuatu pada Karina, kau yang harus bertanggung jawab." sahut Adrian kemudian berjalan meninggalkan Karina, didepan pintu ia menerima panggilan telpon dari Tomy

"Besok kau harus cari tau dimana Karina." kata Adrian disambungan telpon, tomy tidak menemukan Karina dirumahnya, dan Adrian kini semakin khawatir, tomy juga sudah berusaha mencari karina dirumah yang dulu, namun tidak ada yang mengetahui keberadaan Karina.

Sementara di rumah sakit, kondisi karina yang belum dikatakan baik, namun Dimas sudah meminta pada ibunya Karina untuk tidak membolehkan siapapun tahu tentang Karina, Dimas juga menyarankan agar setelah karina sembuh, karina tidak tinggal dirumah, meliankan kesuatu tempat aman yang tidak ada yang bisa menemukan karina, dalam hati Dimas hanya menginginkan menjadi orang pertama yang dilihat oleh Karina ketika karina telah sadar, dan ingin menjadi yang pertama berada disamping Karina Namun Dimas tidak tahu bahwa semua rencana yang sedang disusunnya belum tentu baik bagi karina, ia juga tidak tahu bagaimana kondisi Karina setelah operasi, Bahkan dokter sendiri pun belum mengetahui kondisi karina setelah ini, Dan ketika saat itu tiba, bukan hanya Dimas yang akan terkejut, Keluarga Karina pun mungkin tidak akan sanggup menerima kenyataan yang akan terjadi,

Ditempat lain, setelah Adrian keluar dari rumah katrin, Adrian kembali mencoba menghubungi Karina, namun tetap tidak ada jawaban, untuk pertama kalinya, ia benar-benar merasa takut kehilangan seseorang.

“Karina... maafkan aku,” bisiknya dengan mata yang mulai berkaca-kaca."

Namun Adrian tidak tahu...

Di saat dirinya sedang menyesali semua kesalahannya, Karina justru sedang terbaring tak sadarkan diri di ruang observasi, dan malam itu, satu keputusan sedang menentukan apakah Karina masih akan membuka matanya kembali...atau justru menjadi penyesalan terbesar dalam hidup Adrian.

1
najmun_huda
ganba kakak....👍
Pencari Cerita: terima kasih kaka
total 1 replies
Pencari Cerita
mudah mudahan yang baca suka sama cerita aku, jangan lupa kasih masukam.ya🙏, terima kasih
Pencari Cerita
makin kesini makin asik, mampir juga yuuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!