Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sulit
Jevandra pulang, dia membawa paperbag di tangannya. Masuk ke dalam kamar, dia melihat wanita itu yang sedang duduk termenung sendirian.
Brugh...
Jevandra meletakan paperbag itu di meja depan Diara, membuat wanita itu melihatnya.
Dia tau apa itu. Tapi bukankah dia tidak di perbolehkan untuk menghubungi siapapun? Lalu kenapa tiba-tiba membelikannya ponsel?
"Apa ini, suamiku?" tanya Diara.
"Kau sudah tau apa itu, kenapa harus bertanya lagi?!" jawab Jevandra berdiri menjulang tinggi di depan istrinya.
"Aku tau, tapi untuk apa? bukankah aku tidak di perbolehkan untuk menghubungi siapapun?" tanya Diara yang masih penasaran dengan hal itu.
"Pelayan saja punya ponsel yang bagus, dan kau nyonya rumah tidak memiliki ponsel. Bahkan kau terlihat menginginkan ponsel Remi waktu itu." kata Jevandra membuat Diara menatap ke arahnya.
"Aku bukan menginginkan ponsel Remi. Aku hanya mengambil foto kami dengan para pelayan waktu itu di ponselnya." jawab Diara jujur membuat kedua bola mata Jevandra membulat sempurna.
Apa katanya tadi? Mengambil foto di ponsel Remi? Jevandra tidak terima dengan hal itu.
Trak!
Diara terkejut saat Jevandra melemparkan ponselnya ke meja begitu saja. "Mulai sekarang kau bisa menggunakan ponsel ku untuk mengambil foto atau gunakan ponsel mu sendiri!" ucap Jevandra dengan raut wajah kesalnya.
"Aku tidak berani memakai ponsel milik suamiku. Rasanya -"
"Oh, jadi kau lebih memilih memakai ponsel milik orang lain begitu, iya?" tuduhnya membuat Diara langsung menyangkalnya.
Dia tidak bermaksud seperti itu, sungguh. "Bukan gitu maksudnya, suamiku. Aku hanya- suamiku, mau kemana?" tanya Diara melihat Jevandra yang berlalu meninggalkannya begitu saja.
Dia melangkah cepat menuju Paviliun belakang, tempat dimana anak buahnya tinggal.
"Panggilan Remi!!!" serunya membuat mereka yang mendengar langsung berlari menyampaikan pesan.
Sedangkan Remi yang baru saja keluar dari kamar mandi terkejut saat melihat bos-nya yang tiba-tiba sudah berada di dalam kamarnya, bersama dengan kedua kakaknya disana.
"Ada apa, tuan muda?" tanya Remi mulai tidak tenang.
"Buka ponselmu!" titah Jevandra menatap sengit ke arahnya.
"Buka sekarang atau-" Remi cepat-cepat membuka kunci ponselnya, lalu Jevandra merebutnya paksa.
Membuka galeri, dan ternyata benar disana ada beberapa foto istrinya bersama para pelayan. Kepalanya seperti berasap saat melihat ada sebuah foto Diara sendirian.
Dia mengirimkan foto tersebut ke ponselnya, lalu menghapusnya dari ponsel Remi.
"Jika sampai aku tau ada foto istriku lagi di ponsel mu atau ponsel kalian, akan ku bakar kalian hidup-hidup!" ucap Jevandra dengan penuh ancaman membuat ketiganya hanya menunduk saja.
Setalah Jevandra pergi, kedua kakaknya langsung menghampirinya. "Apa yang kau lakukan bodoh? Kenapa menyimpan foto nyonya muda? Kau menyukai nyonya muda?" tanya Richard to the point'.
Dia tidak ingin adik bungsunya ini kenapa-kenapa nantinya. Jadi sebelum semuanya terjadi, lebih baik mencegahnya.
"Aku bersumpah tidak memiliki perasaan apapun terhadap nyonya, kak. Saat itu kami sedang bermain di taman belakang bersama para pelayan. Lalu nyonya muda memintaku mengambil foto mereka, lalu fotonya. Karena dulu, kaya nyonya dia suka sekali fotografer. Tapi semenjak menikah dengan tuan muda, nyonya tidak bisa melakukan banyak hobinya. Seperti mengambil foto, memasak, bermain, berkebun, dan berkuda. Nyonya muda juga sangat menyukai pantai, jadi nyonya muda bilang dia merindukan kehidupannya yang dulu." jelas Remi panjang lebar.
Dia menjelaskan semuanya, tanpa tau jika saat ini Jevandra mendengarnya. Laki-laki itu kembali karena ingin mengatakan sesuatu untuk memperingatkannya. Tapi saat dia kembali, dia malah banyak mendengar hal-hal yang tidak dia ketahui tentang Diara.
"Nyonya muda juga bilang, jika nyonya muda penasaran seperti apa jika tuan muda tersenyum. Pasti akan sangat menggemaskan dengan mata sipitnya. Nyonya muda bilang, kaki tuan muda sangat panjang, seperti kaki jerapah." Jevandra semakin melotot disana.
Dia benar-benar tidak percaya jika Diara berani mengatainya seperti itu.
"Oh iya, satu lagi. Nyonya muda juga penasaran, apakah tuan muda pernah pacaran atau tidak. Soalnya sikapnya yang begitu dingin bisa membuat semua perempuan mati kedinginan jika bersamanya. Di tambah lagi tidak peka. Jadi mungkin hubungan mereka akan sulit katanya."
Plak!
"Ahk!" Remi menjerit kesakitan saat tiba-tiba ada seseorang yang memukul kepalanya dari belakang.
Lalu tiba-tiba saja pintu kamarnya di banting dengan keras, oleh Jevandra setelah memukul kepala Remi dengan keras tadi.
brak!
Semua terdiam, tidak berani bicara lagi. "Kenapa tidak bilang jika tuan muda kembali?" tanya Remi merajuk pada kedua kakaknya.
"Kami sudah memberikan kode, tadi kau saja yang tidak tau!" jawab Richard tidak terima di salahkan adiknya.
***
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣