Usianya baru menginjak 20 tahun, dia masih kuliah semester empat. Kania Gabriela, gadis yang ceria dan manja itu bersahabat dengan Bella Anastasya yang memiliki seorang paman bernama Axel Niel Pradita Winata.
Laki-laki blesteran Jerman Jawa itu adalah seorang duda beranak satu. Kania mengenal Axel dari sahabatnya Bella yang juga blesteran Jerman Jawa dari mamanya.
Karena iseng sering mengobrol dengan Axel om dari sahabatnya, Kania justru mengajak laki-laki itu menikah.
"Om, nikah yuk?"
"Eh, bocah. Kuliah yang benar, jangan mikir nikah."
Begitulah ketengilan Kania pada
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Sumpah
"Om Axel, sebenarnya udah jadi duda belum?"
Pertanyaan kedua Kania membuat Axel terbatuk karena kaget, dia menatap datar pada gadis yang sebenarnya cantik dan ceria. Tapi kenapa gadis seperti itu terlalu blak-blakan dan sangat kepo.
Axel masih diam menatap Kania, wajah lucu dan penasaran tampak jelas di wajah cantik Kania.
"Kenapa?" Axel balik bertanya.
"Ya ngga kenapa-kenapa, kalau om Axel duda kan aku bisa kejaaa...."
"Om Axel!"
Teriakan Bella dari ruangan lain yang terlibat di mana Kania dan Axel duduk, keduanya menoleh ke arah Bella. Kania cemberut karena kesal dengan teriakan Bella memanggil pamannya.
"Kenapa Bella?" tanya Axel.
"Itu, ada telepon dari Jerman," jawab Bella menatap sinis pada Kania.
Axel merogoh ponselnya dan melihat layar, tidak ada panggilan di ponselnya.
"Ponsel om diam aja tuh, ini ngga ada panggilan," kata Axel membuat Bella sedikit bingung.
"Oh, itu telepon boks di ruangan om. Cepat tuh di angkat, siapa tahu penting," kata Bella beralasan.
Axel pun bangkit dari duduknya dan melangkah, tapi kemudian dia berbalik menatap keponakannya lalu pada Kania.
"Bella, di ruang kantor om ngga ada telepon boks. Kenapa kamu bohong?"
"Emm, itu dari mbak Sinta katanya ada telepon," jawab Bella lagi.
"Bohong dia om, dia ngga mau aku ngobrol santai sama om Axel," Kania menimpali ucapan Bella karena dia tahu Bella tidak suka kedekatannya dengan Axel.
"Ck, bener kok. Lo aja yang keenakan ngobrol sama om Axel."
"Bella, sudah ya. Jangan bertengkar lagi, kalau kamu masih bertengkar dengan Kania. Om akan stop kamu ikut magang di kafe om."
Kali ini Axel memberi peringatan pada keponakannya yang menurutnya sudah keterlaluan pada Kania.
"Ih, om Axel. Kenapa aku sih yang di marahi?"
"Ya karena kamu usil, om ngga suka ya kamu selalu menghalangi Kania melakukan apa pun dengan om Axel," kata Axel lagi.
"Jadi, om udah suka sama Kania?" tanya Bella, dia tidak percaya kalau pamannya itu membela Kania.
"Iya. kenapa?"
"Om Axel!"
_
Ucapan Axel ketika berdebat dengan Bella itu sungguh terngiang di kepala Kania, dia tidak percaya di bela Axel. Dia sangat senang dengan pembelaan Axel padanya, apa lagi ucapan rasa sukanya itu.
"Oh, tidak. Aku sangat meleleh om Axel bilang suka sama aku," gumam Kania.
Matanya berbinar, pikirannya terus mengenang ucapan Axel itu. Dia tidak sadar ketika duduk sendiri dan melamun itu di perhatian oleh karyawan yang lain.
"Cih, tadi dia bilang apa? Bos Axel suka padanya?"
"Iya, apa dia ngimpi ya. Mana mungkin bos Axel suka sama cewek ganjen begitu."
"Eh, tapi aku pernah dengar deh perdebatan Bella sama bos Axel dan cewek ganjen itu. Dan benar bos Axel itu bilang suka sama cewek ganjen bin genit itu."
"Ah, itu karena kesal saja sama keponakannya itu. Dia selalu usil tuh sama si Kania."
"Kayak kamu kan? Kamu juga suka usil sama Kania."
"Aku usil karena dia kerjanya ngga becus, heran aku kenapa bisa bos Axel menerima cewek ganjen itu magang."
Semua diam menatap Kania dari kejauhan.
"Tapi sebenarnya kalau dia suka sama bos Axel kan wajar saja. Karena bos Axel itu duda tampan, mapan dan juga dia itu..."
"Benar, siapa juga yang ngga suka sama duda tampan dan mapan itu."
Semua jadi membicarakan Axel yang kini sudah jadi duda beranak satu. Tanpa mereka sadari, Kania mendengar percakapan mereka setelah perhatian mereka sudah teralihkan pada obrolan menarik.
"Hmm, benar kan. Om Axel itu udah jadi duda kan, ish si Bella ngga mau jawab kalau di tanya om Axel itu duda. Apa lagi mereka, jadi mereka juga suka sama om Axel ya. Awas aja kalian, kalau om Axel udah gue dekati ngga akan gue biarkan mereka menatap om Axel seenaknya. Apa lagi membicarakannya, cih dasar para gadis centil." ucap Kania dengan sinis menatap satu persatu karyawan kafe lainnya dari jauh.
Dia kini sudah tahu kalau Axel sebenarnya sudah jadi duda, dan sialnya ketika bertanya pada Axel langsung Bella mencegahnya. Benar-benar membuat Kania harus ekstra sabar pada sahabat laknatnya.
"Awal Lo Bella, gue sumpahin Lo akan jadi keponakan gue selamanya."