NovelToon NovelToon
The Beginning : Ghost Detective Season 1.5

The Beginning : Ghost Detective Season 1.5

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / TKP
Popularitas:110.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Cikal Bakal Tim Divisi Kasus Dingin

Ini GD setelah GD 1 sebelum GD 2 ( Shea n the gank ). Makanya aku kasih judul Ghost Detective Season 1.5.
Isinya awal tim gabut dibentuk. Masih the o.g tim ( bang Dean, mas Rayyan, mbak Nana, mbak Tikah dan pak Jarot ). Jangan cari mbak Lilis karena belum ada tapi ada awal mula mbak Susi ikutan. Ada mbak Nita juga, ada anomali lainnya ( belum musim Saja Boys versi tuyul ). Masih ada Hoshi dan Bima. Ini masih bersama L, Nyes dan Dendeng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukum Tabur Tuai Itu Nyata

Iptu Nana bersama Iptu Atikah dan Dewi Mentari datang ke rumah sakit dimana Tegar dirawat dengan membawa buah dan roti. Di belakang ketiga wanita itu, ada Mbak Susi yang terkejut karena tiba-tiba tiga arwah senior muncul.

Dewi Mentari yang merasa bahwa ada yang datang, menoleh ke belakang. Betapa terkejutnya saat melihat Longga, Pak Sakera dan Jaap bersama dengan mbak Susi.

"Kalian ngapain?" bisik Dewi Mentari.

"Kami gabut dan kepo," jawab Jaap.

Dewi Mentari mendelik. "Macam mana meneer Belanda tahu gabut dan kepo? Kan nggak ada di kamus bahasa Belanda." bisiknya.

"Dewi Mentari, tentu saja ada hanya kepanjangan. Gabut itu geen werk, kepo itu wil het weten. Kepanjangan kan? Bahasa Indonesia dan bahasa Jawa itu praktis. Tidak perlu panjang lebar, orang sudah paham," senyum Jaap.

"Iya kan? Bahasa Jawa paling praktis," gumam Pak Sakera.

"Nyoh ( ini ), mbuh, Ndang, iwak berbagai daging," gumam Longga.

Nyaris Dewi Mentari tertawa agak keras jika tidak ingat dirinya sedang berada di mana. Gadis itu hanya tersenyum smirk. Namun setelahnya dia waspada lagi karena banyaknya arwah yang berada disana. Jujur, Dewi Mentari cukup takut juga dengan suasananya.

"Jangan khawatir mbak Dewi, kami akan menjaga kamu," ucap Longga.

"Terima kasih pak Longga," bisik Dewi Mentari.

Iptu Nana dan Iptu Atikah melirik ke arah Dewi Mentari yang berbicara sendiri. Mereka tahu dari raut wajah kekasih Raiden Park jika dia melihat banyak arwah.

"Mbak Dewi, kamu kapan menikah dengan mas Raiden?" tanya Iptu Nana berusaha mengalihkan Dewi Mentari dari para arwah.

"Masih nanti. Aku sama Dendeng masih muda, Tante. Kami masih dua puluh satu mau dua puluh dua. Memang soal finansial, kami aman. Tapi soal emosi dan pola pikir harus matang. Memang age is just a number tapi aku sama Dendeng realistis. Tidak perlu terburu-buru menikah karena kami masih mau menikmati masa muda. Kalau kita menikah muda terus langsung punya anak ... Pasti akan pusing apalagi kalau masih naik turun moodnya. Apalagi aku sama Dendeng kan sama-sama anak bontot pasti ada rasa ego the bontot," jawab Dewi Mentari.

"Kamu sangat dewasa, Dewi," puji Iptu Atikah. "Aku dan mas Aji juga pacaran dari SMA dan menikah baru usia 24 dan 25 tahun. Buat kami, butuh waktu memantapkan diri meskipun sudah pacaran lama."

"Benar. Aku dan mas Rommy menikah sama usianya ma Tikah. Langsung punya Yoga. Wah, itu perjuangan apalagi kami baru naik kariernya," timpal Iptu Nana.

Mereka pun tiba di kamar rawat inap Tegar. Tampak ayah Tegar, ajudan Kapolda, uring-uringan karena tidak ada yang bisa disalahkan dari kecelakaan itu kecuali Tegar sendiri.

Kepala satlantas berada disana dan dia pun tampak jengkel karena ajudan Kapolda itu tetap ngeyel harus ada mobil yang disalahkan di tol.

"Pantas si Tegar seenaknya saja karena babehnya begono!" bisik Iptu Nana.

"Bisa-bisanya cari kambing hitam!" geram Mbak Susi. "Pak Longga, kita punya arwah kambing nggak ya?"

Dewi Mentari menoleh ke Kunti ayu itu ( ayu kalau mode benar. Mode horor ... Kagak ada ayu-ayunya ). Seriously? Arwah kambing mentang-mentang soal kambing hitam?

"Tidak bisa pak Suroso! Semua CCTV memperlihatkan bahwa Tegar itu kecelakaan tunggal! Jalannya juga kosong karena itu jam dua malam! Intinya, anda tidak bisa merekayasa kecelakaan itu jadi salah mobil itu!" hardik Kepala Satlantas.

"Tolonglah Ndan Edi. Cari atau ...."

"Permisi. Kami mau besuk," potong Iptu Nana membuat kedua orang itu menoleh. "Oh, aku sudah lihat rekaman CCTV. Tidak ada mobil disaat kecelakaan itu terjadi. Bisa jadi ... Ada arwah penasaran di tol itu? Tahu sendiri kan sana horor."

Iptu Atikah dan Dewi Mentari melirik tajam ke Iptu Nana yang bodo amat yang penting njeplak. Ampun deh!

"Ngapain divisi klenik kemari? Mau apa?" bentak Suroso sementara Edi, kepala satlantas, tersenyum smirk mendengar sindiran Iptu Nana.

"Besuk Ndan. Apa boleh?" senyum Iptu Nana manis.

"Tidak usah! Kalian taruh saja di meja sana!" Suroso mengedikkan dagunya dengan angkuh ke arah meja yang ada di depan ruang rawat inap Tegar.

"Baik Ndan." Iptu Nana dan Iptu Atikah meletakkan buah dan roti diatas meja. Mereka yakin jika bawaan mereka pasti dibuang atau dikasih ke orang lain.

"Bagaimana kondisi mas Tegar?" tanya Iptu Atikah.

"Stress! Dua kakinya diamputasi!" jawab Suroso judes. "Pasti ada yang jahat sama Tegar!"

"Atau mungkin ... Sebaliknya?" timpal Iptu Nana.

Suroso dan Edi mendelik, dengan beda sorot matanya. Suroso merasa marah, Edi merasa kepo.

"Apa maksud kamu, polisi pangkat rendah!" hardik Suroso yang berpangkat AKP.

"Pangkat beda satu saja, sok-sokan! Asal anda tahu ya, Ndan, aku sedang membuka kembali kasus pembullyan yang dilakukan anak kamu ke Lala. Ingat kan? Adik kelasnya yang dibully hingga bunuh diri ... atau dibuat bunuh diri?" Iptu Nana menatap dingin ke Suroso. "Ternyata ... Ada sepuluh orang lagi korban yang juga bunuh diri atau meninggal karena kecelakaan saat hendak memblow up kejahatan anak kamu!"

Edi melirik ke arah Suroso. Semua orang tahu, Suroso bukan orang bersih dan kekayaan dia diluar nurul. Bahkan saat dirinya datang ke lokasi, Edi merasa bahwa suatu mukjizat si Tegar hidup tapi mobil Porsche terbarunya hancur.

Bagaimana seorang AKP punya mobil Porsche terbaru? Dengan gaji segitu? - batin Edi.

"Itu tidak ada hubungannya dengan Tegar!" ucap Suroso gugup karena tahu Iptu Nana punya beking tidak main-main.

"Ohya ... Tenang. Aku akan membuka semuanya. Oh, kalau begitu, kami permisi. Semoga Nak Tegar bisa tegar sesuai dengan namanya. Ingat, Ndan ... Hukum tabur tuai itu nyata! Permisi!" Iptu Nana mengajak Iptu Atikah dan Dewi Mentari pergi.

Suroso menatap tajam ke arah tiga wanita yang pergi meninggalkan dirinya dan Edi. Entah kenapa, dia merasa kelakuan Iptu Nana membuatnya menyimpan dendam ke tim divisi kasus dingin. Apalagi mereka sedang membuka kasus-kasus yang berusaha dia simpan rapat-rapat!

"Kurang ajar!" desisnya sementara Edi melihat ke ketiga wanita itu.

"Apakah seru pindah ke tim kasus dingin? Aku sudah lelah di Satlantas," batin Edi.

Sementara itu, di dalam kamar rawat inap, Tegar tampak melamun. Sungguh dirinya tidak menyangka akan mengalami nasib seperti ini. Dua kakinya harus diamputasi, tidak ada teman yang mau membesuk dia.

"Kasihan ... kakinya hilang ya? Saingan sama aku dong ... Melayang!"

Tegar terkejut. "Si ... Siapa itu ...." Suaranya terdengar gemetar ketakutan.

Tiba-tiba muncul sosok arwah dan dia tidak sendiri.

"Halo Tegar ... itu hukuman yang belum seberapa ... " seringai arwah perempuan itu. "Kamu harus bertanggung jawab ... Kamu dan ayahmu yang sudah membunuh banyak gadis-gadis yang kamu lecehkan dan bully ...."

Mata Tegar terbelalak saat melihat banyaknya arwah wanita yang dia 'hilangkan' muncul seperti saat di mobil. Tidak hanya arwah para wanita tapi juga ada sosok manusia tidak jelas seperti pohon, tentara Belanda dengan luka tusukan di tubuhnya dan sosok arwah orang Madura.

Hanya satu yang dilakukannya ... Berteriak ketakutan minta tolong.

"TOLLLLOOOOOONNNGGGGGG!'

***

Yuhuuu up Pagi Yaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Ita Xiaomi
Salut ama Dokter Aji👍
Ita Xiaomi
Mantap Bu Nana ada asisten tak kasatmata🤣
Ita Xiaomi
Lah ini malah sibuk urus arisan😁
Yeni Nw
Sak karepmu opa cantiik
Septi Lahat
anomali diikuti oleh real anomali😁
This Is Me
Eh...ada calon papanya Ryuga🤭
awesome moment
subur y, mbak. Allah tu maha baik. pasti tar d jalan. n tu brp taun seblm Nindi c y?
Hana Reeves: hampir dua dekade baru dapat Nindy
total 1 replies
amilia amel
semangat ya mbak tikah Dok aji
nggak ada yang tidak mungkin kalo Allah menghendaki
moga segera terungkap pembunuh Cahyadi
Elsa Fanie
tole langsung cus,,💪💪💪mbak tikah tak bantu doa dan yg paling penting Dok aji siap jdi garda terdepan,,bang Dean cepat balik kandang ada yg punya niat busuk itu
D_wiwied
benar spt apa yg dibilang Remy, andai ditakdirkan utk bs hamil itu berarti ada mujizat dan campur tangan dr big boss.. dan besok akan ada miracle yg ta terduga buat kalian 😊
Meeta Baggio
Tatap semangat mbak Atikah, ga ada yg mustahil klo Allah sudah berkehendak, semoga dengan pegobatan yg baik dan benar mbak Atikah bisa punya anak. Ini polisi satuu bener2 mencurigakan, gas tolee selidiki tuhh polisi
amilia amel
ya Allah...
kok tambah banyak ya kaumnya nabi Luth
apa nggak takut negeri sodom dan Pompeii terulang
D_wiwied
hati2 pak Dean kalo ngeliat dr mereka yg getol banget jadiin kamu jd bendahara aku koq curiga mereka lg ngerencanain sesuatu buat jegal dirimu, atau mau jadiin kamu kambing hitam bisa aja kan 🤔
awesome moment
yg lurus y jelas jijay
Septi Lahat
astaghfirullah,, alangke ngeri nyo zaman skrg nih,, punyo ank gadis takut dibuntingi duluan! ,, punyo ank perjaka takut dijadiin kaum sodom,,😟😟😟
Ita Xiaomi
Ngeri.
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Iyuuuuhhhhh......
ngeri plus bkin mual....pdhl udh ada prmpuan,tp mlah lbih ska batang...
Elsa Fanie
astaghfirullah astaghfirullah ya Allah jauhkanlah anak turunan q dari hal hal seperti ini ya Allah
This Is Me
Mbak Nana & dok Lucky gayanya emang sama & sebangun. 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!