Bagaimana jadinya jika kalian baru saja lulus SMA dan ingin melanjutkan kuliah, Namun dengan syarat menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya, itu lah yang di alami oleh Lavanya.
Lavanya harus menikah dengan laki- laki yang tidak ia kenal dan juga tidak pernah ia temui sama sekali dan ternyata laki- laki tersebut adalah seorang presiden mahasiswa di kampus yang akan menjadi kampus Lavanya.
bagaimana kisah Lavanya selanjutnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25.
" ASSALAMUALAIKUM "
Teriak teman- teman Sambara yang menyelonong masuk ke dalam Rumah Sambara, Mama Zoya dan Papa Mahagra yang sudah hafal itu pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" Wahhh ada acara apa ini om?" tanya Dipta saat melihat banyak orang yang berkumpul.
" Wahhh ada si cantik juga ini" imbuh Dipta kala melihat Lavanya yang berdiri di tengah Ayah Narendra dan juga Sambara.
Lavanya tersenyum ke arah Dipta dan kembali memeluk ayahnya yang melepas rindu pada sang ayah.
Setelah berkumpul semuanya, mereka mulai acara bbq an, Sambara, Kiran dan teman- teman mereka bertugas untuk membakar daging, sedangkan Lavanya, Aruna dan Vio membuatkan minuman serta Mama Zoya, Bunda Paramita menyiapkan bumbu.
Lavanya, Vio dan Aruna kembali membawakan minuman segar yang mereka buat, mereka membuat es buah dan juga es kuwut.
Lavanya melihat suaminya yang sedang bercanda dengan teman- temannya dan juga kiran dan teman - teman kiran, entah mengapa]1,
àa, yang membuat Lavanya juga berfikir.
" Van kasih suami mu minum itu... kasian tuh" bisik Bunda paramita yang menghampiri putri sulungnya.
Lavanya pun menganggukan kepalanya, ia kemudian menyiapkan beberapa gelas dan di tuangkannya.
Lavanya kemudian menghampiri suaminya dan yang lainnya di sana sudah ada Vio yang membantu Kiran.
" Bucin mulu.... pedes nihh... mata gue liat orang bucin " celetuk Radeva pada Kiran.
" Biar sih kak, makanya cari pacar " sahut Vio.
" Beb, jangan gitu ihhh enggak sopan, soalnya Kak dev kan, orangnya enggak bisa romantis jadi enggak ada yang tahan sama dia" imbuh Kiran yang membuat yang lain tertawa, kecuali Radeva yang terlihat kesal.
" ehh bayi asal ngomong loe" jawab Radeva melempar kentang yang ia makan ke arah Kiran.
" Yaaa kan bener kakak tuh kaku, makanya enggak ada yang mau deket sama kakak, masak pdkt di deketin cewek ngehindar mulu" celetuk Kiran yang sudah dekat dengan teman- teman Sambara.
" bener tuh Ran.... ngeluh kesepian tapi tiap deketin cewek kagak effort " imbuh Vilas yang ikut mengompori.
" Nih kak Minumnya " ujar Lavanya menyodorkan Minum ke arah Suaminya.
" Makasih yaa... " jawab Sambara dengan lembut.
Saat Lavanya ingin beranjak tangannya di cekal oleh Sambara, " mau kemana?" tanya Sambara yang lupa dengan teman- temannya yang berada di sekelilingnya.
" hmmm kayakya Vilas ada saingan terberat nihh" sindir Dipta yang mengetahui perasan Vilas pada Lavanya.
Lavanya menatap ke arah Sambara yang sepertinya ada rasa cemburu kala melihat Vilas yang menatap ke arah Lavanya.
"Aku ke Bunda sama Mama dulu ya." pamit Lavanya setengah berbisik ke arah Sambara.
Sambara menganggukan kepala, lalu Lavanya beranjak dari tempatnya Vilas dan juga William (teman Kiran ) tidak luput dari Lavanya yang kini hanya mengenakan baju santai.
"Liatinnya biasa aja " tegur Sambara .
" Yeeee selagi belum ada yang mengucapkan ijab maahhh gagal gue Gasss" sahut Vilas.
Vio, Kiran dan Radeva hanya terdiam, karena mereka tau Sambara adalah orang yang cemburuan parah.
Setelah semua selesai, mereka menikmati bersama Lavanya duduk di antara Mama Zoya dan Sambara.
Vilas dan William tampak memperhatikan gerak gerik Lavanya yang mangambilkan makan untuk Sambara.
" Van sekalian dong Van " ujar Vilas menyodorkan piringnya ke arah Lavanya.
" Ambil sendiri enggak usah manja, kan loe punya tangan " sahut Sambara dengan nada ketusnya.
Mama Zoya dan Papa Mahagra tampak senang melihat sang anak yang terlihat sudah mulai bucin dan posesif dengan Istrinya,padahal yang mereka kenal Sambara adalah orang yang sangat amat cuek.
" Yaa... biar sih, orang loe aja boleh di ambiliin kan loe juga punya tangan dan kaki" sahut Vilas.
" Wahhh kak Vilas cari mati ini" gumam Kiran dalam hatinya.
" Biar lah dia kan is....." Belum selesai berbicara mulut Sambara sudah di sumpel daging oleh Papa Mahagra.
" Is ... apa is?" tanya Vilas.
" Bukan apa- apa udah lanjut makan" pinta Papa Mahagra
Semua orang kemudian kembali menikmati hidangan yang mereka buat tadi, makan malam kali ini di lengkapi dengan candaan di antara mereka.
Setelah menikmati makan malam, mereka juga lanjut mengobrol, para orang tua mengobrol di ruang keluarga, para lelaki masih di halaman belakang, serta yang perempuan mengobrol di meja makan, sedangkan si kecil Olivia sudah lebih dulu tertidur.
" aku kemana- mana jadi sendiri tau kak" eluh Aruna saat mereka sedang mengobrol tempat- tempat Viral.
" Aku tuh punya temen, pergi sama temen kamu, enggak apa - apa Kakak" omel Lavanya.
" Yahh kan kalau sama Kakak aku enggak perlu mengeluarkan uang ,kalau sama teman kan aku ngeluarin uang " jawab Aruna yang membuat yang lain terkekeh.
Lavanya menatap tajam ke arah Sang adik yang memang selalu saja memalak dirinya kala mereka pergi bersama.
Sedangkan para lelaki sedang mengobrolkan hal - hal random, dari mengobrol tentang bisnis, motor hingga urusan negara.
Sambara tampak sudah lelah ia kemudian pamit ke kamar terlebih dahulu, Vilas dan Dipta juga ingin ikut ke kamar Sambara,namun segera di tahan oleh Sambara.
" enggak kalian kalau mau tidur di sini, tidur di kamar tamu, gue enggak mau di ganggu, gue mau istirahat" ucap Sambara.
" Alah biasanya juga gimana Bar, kita kan selalu tidur di kamar loe" sahut Vilas.
" enggak, gue lagi enggak mau di ganggu, udah gue mau ke kamar dulu, jangan ada yang ikutin gue " ujar Sambara kemudian pergi begitu saja.
Sambara melewati meja makan, ia melihat Lavanya sedang asik mengobrol, ia pun tidak mau menganggu sang istri, ia lebih memelih menunggu sang istri di kamarnya.
Sedangkan Lavanya tampaknya tidak sadar jika Suaminya tadi melewatinya dan kembali ke kamar duluan.
Pukul Dua belas Lavanya kembali ke kamar suaminya dan yang lain juga kembali ke kamar masing- masing, Aruna dan Vio tidur di kamar milik Kiran dan Kiran tidur dengan William di kamar bawah.
" ckelek" suara pintu terbuka di luar.
Sambara yang sedang mengerjakan skripsinya segera menutup laptopnya kala mendengar suara pintu terbuka.
" Sudah selesai ngobrolnya?" tanya Sambara pada Lavanya yang belum mengetahui keberadaan Sambara di dalam Kamar.
" Astagfirullah" pekik Lavanya yang terkejut .
" eh... kenapa?" tanya Sambara.
Lavanya mengusap dadanya kala melihat suaminya yang berbicara tadi, " Kaka Barra sejak kapan di kamarnya?" tanya Lavanya.
" Yahhh hampir dua jam lah" jawab Sambara yang membereskan tempat tidurnya.
" kok aku enggak lihat kakak naik?" tanya Lavanya yang menghampiri dan duduk di sofa di depan ranjang .
" Kamu sihh... ke asikan ngobrolnya, sampai suaminya naik kamu enggak tau" jawab Sambara dengan nada bercandanya.
" hehehe maaf yaa kak" sahut Lavanya.
" Gapapa, ya sudah kamu mandi dulu sana atau mau aku siapain air panas?" pinta Sambara.
" ehh enggak usah kak, aku mandi pakai air dingin aja, gerah banget soalnya hari ini" jawab Lavanya kemudian beranjak ke kamar mandi.
Selang satu jam Lavanya baru selesai akhirnya selesai dari ritual mandinya, ia kembali ke tempat tidur hanya menggunakan celana pendek dan juga tanktop yang memperlihatkan leher jenjangnya.
Sambara yang tadi bermain Game, matanya tertuju pada sang istri yang tampak begitu cantik dan membuat dirinya berdekup kencang.
" kenapa Kak?" tanya Lavanya yang melihat suaminya melamun menatap dirinya .
" Ahh gapapa, aku ke kamar mandi dulu" jawab Sambara.
Namun saat dirinya berdiri bagian tubuh yang lain juga ikut berdiri. " awwwsss"