NovelToon NovelToon
Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Mafia / Identitas Tersembunyi / Persaingan Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers / Action / Tamat
Popularitas:9.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Alif Irma

Zivanna Damanik gadis yang terlahir dari keluarga mafia membuat keluarganya menyembunyikan identitasnya dengan cara menyembunyikan gadis itu di suatu tempat yang tidak dapat diketahui oleh musuhnya.

Hingga suatu hari Zivanna mengetahui akan identitas nya yang terlahir dari keluarga mafia. Akankah Zivanna mengikuti jejak ayahnya atau memilih jalan lain.

Sementara di satu sisi tampak pemuda tampan duduk di kursi kebesarannya dia adalah Darren Alexander Tiger yang menjadi ketua mafia yang ditakuti karena sosoknya yang berdarah dingin dan kejam. Bila ada yang mengusik ketenangan cukup 1 kali tembakan nyawa seseorang akan melayang sia-sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harus Bisa

Ziva sudah berada di ruang direktur bersama sang kakek beserta kedua sekertaris kakeknya. Ziva memandang di sekeliling ruangan tersebut dengan takjub dan sebentar lagi ia yang akan di nobatkan sebagai pemiliknya. Sementara Tuan Harris duduk di kursi kebesarannya sambil menandatangani berkas serah jabatannya kepada cucunya, sesekali Tuan Harris tersenyum tipis melihat tingkah cucunya yang kekanakan.

“Bagaimana nak, apa kau menyukai ruangan ini?”tanya Tuan Harris.

Ziva hanya mengangguk sebagai jawabannya.

“Donna tanggung jawabmu sekarang adalah membantu cucuku membangun perusahaan ini, begitu juga dengan Kau Gamal” Ucap Tuan Harris dengan tegas.

“Baik tuan, terima kasih atas kepercayaan tuan kepada kami berdua. Kami akan bertanggung jawab penuh membantu nona Lexa membangun perusahaan ini” ucap Donna yang mewakili sekertaris tuan Harris.

“Hemm, saya tidak butuh ucapan dan janji kalian, yang saya butuhkan bukti nyata kalian kedepannya membantu cucuku membangun perusahaan ini” ucap Tuan Harris sambil menunjuk mereka berdua.

“Baik tuan, kami akan berusaha sebaik mungkin”ucap mereka kompak.

Sementara Ziva tidak mendengarkan pembicaraan sang kakek dan sekertarisnya. Ziva hanya duduk di sofa ruangan itu yang menghadap pada dinding kaca transparan sambil melihat pemandagan indah didepan mata dengan banyaknya bangunan pencakar langit yang menjulang tinggi dan begitu megah.

“Apa Kamu sudah siap nak “Ucap tuan Harris yang duduk di samping cucunya.

“Insyaallah Ziva siap kek” ucap Ziva sambil melihat manik mata sang kakek dengan penuh kebahagiaan.

Sementara tuan Harris hanya tersenyum mendengar ucapan Ziva, karena tuan Harris sangat memercayakan bahwa Ziva cucunya bisa memimpin perusahaannya.

“Sebentar lagi rapat pergantian pimpinan akan dimulai tuan”ucap Gamal.

“Hemm baiklah, ayo nak” ucap tuan Harris yang sudah bangkit dari duduknya dan siap meninggalkan ruangan tersebut. Disusul ziva yang merapikan jas miliknya.

Tuan Harris, Ziva dan kedua sekertaris tuan Harris mengekor di belakang mengikuti langkah kaki sang penguasa perusahaan ZD Group. Setelah tiba di lift khusus direktur mereka pun masuk di lift tersebut dan tak lupa Gamal memencet angka 10 sebagai lantai yang akan mereka tuju untuk melaksanakan rapat pergantian pimpinan.

Singkat Cerita

Tuan Harris beserta Ziva sudah berada di depan pintu ruang rapat. Ziva terlihat gugup untuk pertama kalinya. Lalu Gamal membuka pintu ruangan itu yang menampilkan banyaknya karyawan sedang bergosip ria yang didominasi oleh kaum wanita. Seketika itu para karyawan terlihat diam dan pandangan mereka tertuju pada pintu ruangan yang menampilkan sosok penguasa perusahaan ZD Group. Karyawan yang memenuhi ruangan itu merupakan kepala bagian dari berbagai divisi diperusahaan itu.

Tuan Harris terlebih dahulu memasuki ruangan itu disusul kedua sekertaris nya. Dan semua karyawan bertepuk tangan menyambut kedatangan tuan Harris. Sementara Ziva berdiri mematung di depan pintu ruangan itu sambil memanjat kan doa.

Ya Allah berilah hamba mu ini kekuatan, supaya bisa memikul beban yang berat ini. Hamba hanya ingin membahagiakan kakek, agar kelak kakek bisa menikmati kerja keras hamba. Amin..Batin Ziva.

"Bismillah, harus bisa. Ini semua demi kakek" gumam Ziva.

Kemudian Ziva pun berjalan menyusul sang kakek dengan langkah santai dan pandangannya lurus kedepan. Lagi-lagi Pandangan seluruh karyawan tertuju pada Ziva yang menurutnya aneh dengan cara berpakaian seperti itu. Dimana kursi diruang rapat itu berbentuk U otomatis yang berjalan di tengah jadi pusat perhatian di ruangan itu termasuk Ziva yang jadi pusat perhatiannya.

Kini tuan Harris dan Ziva sudah duduk di kursi kebesaran sebagai penguasa perusahaan ZD Group dan siap memimpin rapat.

Singkat cerita

Rangkaian acara Rapat pergantian pimpinan itu berjalan lancar mulai dari sambutan tuan Harris, serah terima jabatan, pidato singkat pimpinan baru perusahaan yakni Zivanna Damanik dengan visi misinya, pemotongan tumpeng, sesi foto dan pemberian selamat kepada pimpinan baru perusahaan ZD Group serta para karyawan dengan tangan terbuka menerima pimpinan baru mereka.

Rapat pun selesai semua karyawan meninggalkan ruangan itu guna menikmati makan siang gratis yang di sediakan oleh perusahaan. Sementara Ziva ikut menikmati jamuan makan siang berkat dorongan sang kakek untuk makan siang bersama beberapa kepala bagian divisi agar mereka saling akrab satu sama lain. Dan lagi-lagi mata mereka selalu saja tertuju pada ziva. Mereka mengira Ziva akan membuka cadarnya pada saat akan menyantap makanan, eeh diluar dugaan malah mendapat peringatan dari tuan Harris.

"Jangan selalu menatap cucuku seperti itu" ucap tuan Harris dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari makanan yang dinikmatinya.

Semua karyawan jadi gelagapan dan mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.

Sementara Ziva tampak tersenyum di balik cadarnya mendengar ucapan kakeknya.

Setelah selesai menikmati jamuan makan siang bersama, Ziva mengantar kakeknya yang terlihat letih menuju lobi perusahaan. Dan di sana sudah ada Baron dan Jonoh yang menunggu kedatangan mereka.

"Apa om-om sudah makan siang? " tanya Ziva pada Baron dan Jonoh.

"Iya non, kami sangat menikmati jamuan makan siangnya" ucap Baron.

"Alhamdulillah kalau begitu om" ucap Ziva.

"Tadi kami menyaksikan non di layar itu, non sangat hebat dan luar biasa" puji Baron.

"Siapa dulu cucu Harris" timpal tuan Harris yang merasa bangga terhadap cucunya.

"Iya-iya kek, om tolong anterin kakek pulang ya untuk istirahat" Ucap Ziva.

"Baik non, Mari tuan saya antar" ucap Jonoh.

"Om tidak usah jemput Ziva, nanti Ziva pesan taksi online saja" ucap Ziva yang berbisik di telinga Baron.

"Tapi non, tuan..." ucap Baron yang di potong ucapannya oleh Ziva.

"Kakek tidak akan marah, om lebih baik masuk ke mobil, dari tadi kakek dan om Jonoh menunggu om" ucap Ziva.

"Ya sudah non, saya permisi dulu" ucap Baron.

Ziva hanya mengangguk sebagai jawabannya dan pandangannya terus menatap mobil yang mulai meninggalkan perusahaan itu. Lalu Ziva kembali ke ruang kerjanya dan siap bertempur dengan tumpukan berkas yang entah sampai kapan akan habis ia pelajari dan pelajari.

Dan diluar dugaan banyak nya rumor dari para karyawan perusahaan ZD Group yang menganggap Ziva buruk rupa dengan mengenakan pakaian seperti itu.

Sementara di tempat lain

"Gawat tuan, seseorang telah mengetahui rencana kita. Dan seluruh anggota keluarga The Manik telah bersembunyi" ucap anggota The Tiger.

"Bodoh!, cepat cari mereka walaupun sampai ke ujung dunia aku tidak peduli kau harus tangkap mereka dan lenyapkan semuanya" ucap Fino marah.

Ternyata licik juga pemuda itu, baiklah aku akan ikuti permainan mu setelah itu, barulah aku akan menghabisi mu. Batin Fino dengan seringai licik di wajahnya.

"Baik tuan" ucap anggota The Tiger.

"Menganggu saja, waktu istirahat ku" ucap Fino yang sedang mengistirahatkan tubuhnya di ruangan CEO.

"Chiko..Chiko" ucap Fino dengan teriakkan keras memanggil sekertaris nya.

Seketika itu Chiko berlari menemui tuanya.

"Ada apa tu....aan" ucap Chiko ngos-ngosan.

"Siapkan mobil, kita harus ke bandara" ucap Fino sambil memainkan ponselnya.

"Baik tuan" ucap Chiko lalu menghubungi supir pribadi Fino.

"Mobilnya sudah siap tuan"Ucap Chiko.

"Hemm" ucap Fino

Lalu mereka berjalan memasuki lift khusus CEO. Setelah sampai di lobi perusahaan. Tampak mobil mewah terparkir di depan perusahaan. Kemudian supir pribadi Fino dengan gerak cepat membukakan pintu untuk tuannya setelah melihat Fino beserta Chiko berjalan ke arah nya. Dan mereka meninggalkan perusahaan itu menuju bandara.

Di tengah perjalanan menuju bandara, mereka di ikuti tiga mobil dan salah satu mobil tersebut terus saja menabraknya dari belakang.

"Sial!, hentikan mobilnya Gery" ucap Fino kemudian membuka paksa pintu mobil lalu mengambil pistol di balik jasnya.

Dor

Dor

Dor

Tiga tembakan yang dilayangkan Fino membuat kaca depan mobil tersebut hancur dan bank depan mobil itu kempes sementara sang pengemudi mendapatkan timah panas di bagian dadanya sehingga mobil tersebut tampak oleng dan berguling-guling hingga menabrak pembatas jalan. Dan 2 penumpang yang berada di dalam mobil tersebut terjebak di dalam mobil dan tak berapa lama kemudian mobil tersebut meledak.

Sementara 2 mobil yang tersisa terus menghadang Fino Dan mereka terlihat memakai topeng menembakkan senapan panjang ke arah Fino. Sehingga terjadi baku tembak di lokasi itu, Chiko pun ikut membantu tuannya melawan para penjahat tersebut. Tapi tidak semudah itu bisa melumpuhkan Fino yang merupakan wakil ketua The Tiger.

Dor

Fino kembali menembak ke dua mobil itu tepat di bagian ban belakang mobil tersebut hingga mobil mereka saling baku tabrak.

Lalu keluarlah para penjahat yang bertopeng itu untuk menyerang Fino.

Dengan gerakan cepat Fino menembak mereka ke segala arah dengan dua senjata yang melekat di kedua tangannya. Belum beberapa langkah ke 6 penjahat bertopeng tersebut lumpuh seketika akibat tembakan dari Fino.

"Ayo pergi" ucap Fino yang berjalan menuju mobilnya.

Salah satu dari orang bertopeng itu mengarah kan senapannya pada Fino. Chiko yang melihat itu cepat menembak orang bertopeng tersebut.

Fino yang mendengar suara tembakan Chiko hanya tersenyum lalu kembali memasuki mobilnya dan siap menuju bandara.

1
Noorjamilah Sulaiman
pelik ziva ni,semua seni bela dia pelajari tp bgtu saja lemah😆
Noorjamilah Sulaiman
klan manika lemah ya
Noorjamilah Sulaiman
buat apa bersembunyi terlalu lama klu tidak bisa mengimbangi sm musuh ayahnya💆🏻
Noorjamilah Sulaiman
sya lebih suka klu cerita yg berunsur mafia baik jgn melibatkn agama islam,lbh bgs keara kebaratan gitu
Noorjamilah Sulaiman
aku maunya kekuatan ziva dan darren itu seimbang😤
Noorjamilah Sulaiman
darren ni bodoh mcm bapanya
Noorjamilah Sulaiman
yg salah klan tiger tp dsini seolah2 klan manik yg salah...🤣
Noorjamilah Sulaiman
mereka ingin membls dendam sdgnkn klan mafia durang yg mencari gara2 duluan...
Noorjamilah Sulaiman
aku pikir cerita barat ya
Suyati
Alvin terlalu manjain rexa
Cintiya Wulan. S
wkwkwkwk, pertanyaan yg bagus🤣🤣🤣
Febby fadila
alhamdllah Thor, maksih ceritanya bagus dan menarik
Febby fadila
semoga saja ziva sama debay nya sehat
Febby fadila
hadee bibit pelakor
Febby fadila
woowww jangan bilang klw itu mantan pacarnya darren
Febby fadila
sungguh kasihan nasib Milan ini,
Febby fadila
jahat amat si kamu fino
Febby fadila
yaampun Fino jangan lupa kamu yg ambil kesucian nya Milan
Febby fadila
akhirnya kebusukan Sarah sdah terbongkar
Febby fadila
kasihan Milan, Fino emangx kamu nggak sadar klw kamu yg pertama buat Milan, mulutmu adalah harimau buuatmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!