BIANCA DEALOVA, gadis tengil yang suka sekali dengan tantangan,ia menjadi pusat perhatian di SMA Karya Bakti semua murid cowok pasti mengenalinya.Hingga pada akhirnya, dia ditantang oleh teman-temannya untuk menaklukkan hati seorang siswa baru, EDGAR GRISSHAM pemuda berwajah dingin dan misterius.
"apakah Allexa berhasil menaklukkan hati seorang pemuda dingin itu atau tidak.yuk, Kepoin kisah mereka selanjutnya!!"👋🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31 Days Of Chasing Love
Edgar pemuda itu datar menatap kedua orang tua mantan tunangannya dengan dingin,di samping mereka ada Wilona yang tersenyum lebar
"nak,kamu mau kan tunangan sama Wilona adek dari Ailiy?"tanya Yuna lembut Menatap Edgar
"maaf Tante, untuk permintaan Tante ini saya tolak,"ujar Edgar
"kau tau kelurga kita semua bersahabat sejak lama"ujar Rino, Edgar pemuda itu pasti tau maksud dari Rino
"aku tau om,tapi dia bukan Ailiy"tolak Edgar
"Ed, aku bisa kok gantiin kak Ai buat kamu," ujar Wilona dengan nada manja.
"ngak bisa, Lo bukan Ailiy dan sampai kapan pun ngak akan jadi Ailiy," ujar Edgar dengan nada tegas, membuat Wilona mengepalkan tangannya kuat.
"Kamu masih mencintainya, ya?" tanya Wilona dengan nada yang kesal.
Edgar tidak menjawab, dia hanya menatap Wilona dengan dingin.mengapa gadis di depannya ini sangatlah menyebalkan tak seperti Bianca walaupun menyebabkan wajah nya enak untuk di pandang.
"Nak, Ailiy sudah tiada, Wilona bisa kok gantiin Ailiy," ujar Yuna dengan nada lembut.
"Tidak perlu, Tante. Aku sudah buat keputusan," ujar Edgar dengan nada tegas.
Wilona terlihat semakin kesal dengan jawaban Edgar. Gadis itu berlari masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan dongkol.
"Om, Tante, aku pamit," ujar Edgar tanpa menyalami tangan Rino dan Yuna.
Rino dan Yuna terlihat kecewa dengan keputusan Edgar. "Nak, tunggu dulu," ujar Rino, tapi Edgar sudah berjalan keluar dari rumah mereka.
Edgar berjalan keluar dari rumah Rino dan Yuna dengan langkah yang cepat. Dia tidak ingin memperpanjang percakapan yang tak perlu. Ketika dia sudah berada di luar rumah, dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang.
cewek resek
Nama yang Edgar telpon terpampang jelas di layar ponselnya yah, Edgar menelpon Bianca
"halo"suara Bianca terdengar agak serak
"Lo kenapa,suara Lo Lo habis nangis yah?"
"ngak kok,cuman batuk aja tenggorokan gue kering "
"Lo ngak usah ngelak ca, Lo ngak di rumah kan,Lo di mana sekarang?"
"gue di rumah kok, lagi bantuin pelayanan"
"jangan bohongi gue serlok sekarang gue jemput"ujar Edgar
Pemuda itu mematikan panggilan di ponselnya saat Bianca mengirimkan lokasinya saat ini, dengan kecepatan sedang Edgar melajukan motornya keluar dari perkarangan rumah Wilona
"itu pasti Bianca, lihat aja Lo Gue gak akan segan-segan bunuh Lo Bianca SIALAN!!"teriak Wilona seperti orang gila
...----------------...
Edgar sampai di tempat yang Bianca kirim untuk nya, Matanya langsung melihat ke arah gadis yang sedang bersandar di kursi taman gadis itu tak lain tak bukan adalah Bianca
Ia turun dari motor nya menghampiri Bianca yang sedang menundukkan kepalanya.
"ca"panggil Edgar memegangi pundak Bianca
"Edgar, hiks hiks hiks gue Cape gar"Bianca berdiri dan memeluk Edgar erat
"ada apa Lo kenapa?"tanya Edgar memegang pipi Bianca
"Cape gua, gue kabur dari mansion "ujar Bianca mendongakan kepalanya menatap wajah Edgar
"kenapa hmm, Ambar adek tiri Lo yang buat Lo kabur atau bokap nyokap Lo?"tanya Edgar membantu Bianca untuk duduk
"mereka semua Ed, gue kabur karena mereka"jawab Bianca
"terus Lo Uda dapat tempat tinggal ?"tanya Edgar, Bianca menggelengkan kepalanya cepat
"kesempatan gue nih,buat Bianca tinggal di apartemen Ailiy " batin Edgar
"Lo tinggal di apartemen gue "ujar Edgar menatap wajah Bianca
"nggak usah gue juga punya apartemen "ujar Bianca menolak
"gue gak butuh penolakan okey,Lo tinggal di apartemen gue "ujar Edgar
Lagi dan lagi Bianca menggunakan kepalanya mengiyakan
"maafin gue ca cuman Lo yang bisa bantu gue sekarang, gue berani jamin Lo ngak bakalan kenapa napa" Batin Edgar menatap wajah Bianca