ALEX SAPUTRA lelaki tampan dan sangat di segani di kota nya. Hati nya membeku semenjak di tinggal oleh seorang gadis yang bernama CACA DININGRAT, Alex seperti orang yang kehilangan arah dia tidak percaya lagi dengan cinta.
Namun semua itu berubah dengan kehadiran seorang gadis yang bernama RAISA MAHARANI. Entah sejak kapan dan entah karena apa alex bisa jatuh cinta dengan dia.
Baca kelanjutan kisah mereka dan jangan lupa tinggalkan jejak😚
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon priska april, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
Tak kerasa bel masuk pun ber bunyi, Seluruh siswa pun bergegas masuk ke dalan kelas begitu juga dengan raisa dan alex tapi sebelum masuk alex mencium pipi raisa. Dan seketika bambang pun membulatkan matanya karna selama ini setau dia alex ga pernah nyium wanita termasuk masa lalu nya.
"Astaga mata ku ternodai" Ucap Bonang
"Tutup mata ehh tutup" 6ucap Rizki
"Huaa gua jomblo gua diem" Ucap Amel
"Yaampun bos lu nikung gua" Ucap Bambang
"Si bambang mah kemaren si rifal nembak Sasha di bilang nikung" Ucap Bonang
"Hahahaha rifal anak pa budi?" Tanya Luna
"Iya." Jawab Bonang
Dan mereka pun tertawa, karna rifal ada lah anak culun dia juga anak dari seorang guru di sekolah itu, kecuali namyra dan david dia diam saja mungkin karna sifat nya yang pendiem.
"Lu ngerti dia ngomong apa?" Tanya David pada Namyra.
"Engga apa mereka sering bersikap aneh kaya gitu?" Tanya Namyra, karna dia melihat Bambang yang berdebat dengan bonang.
"Haha gitu lah" Ucap David. Namyra yang melihat tawa nya david pun merasa aneh karna ketawanya seperti di buat-buat, di lihat dari matanya dia terlihat seperti memiliki pengalaman yang buruk.
Tiba-tiba bu indah datang ke kantin. "kalian kenapa masih disini?!! Apa kalian ga dengar bel masuk sudah berbunyi!!!!" Ucap Bu Indah dengan nada kesal.
"Ahh siap bu indah yang tubuh nya sangat indah seperti jalan toll" Ucap Bambang
"Jalan tol mah lurus bu indah mah belok belok hahahaha" Ucap Bonang
"Maksud kamu apa bonang!!!!" Ucap Bu Indah
"Kan ibu berisi masa di bilang lurus si hehe" Ucap Bonang ragu tapi berusaha menutupi perasaannya.
"Maksud kamu saya gendut?!!!"
"Ya begitulah hahahahahhaa" Ucap Bonang, Langsung lari menuju kelas.
"BONANG!!!!!!!" Teriak Bu Indah
"Permisi bu saya pamit" Ucap Raisa dan teman-temannya.
Raisa dan yang lain nya pun mulai meninggalkan bu indah, Saat raisa dan teman-temannya nya ke kelas ternyata belum ada guru dan mereka selamat dari hukuman.
"Syukurlah gaada guru" Ucap Amel
"Ga di hukum jadinya gua hahaha" Ucap Luna
"Yaudah siap-siap pasti dikit lagi guru nya otw" Ucap Raisa. Dan mereka pun mulai membuka bukunya.
Berbeda dengan Alex dan teman-temannya, ternyata di kelas nya sudah mulai pelajaran apa lagi sekarang adalah pelajaran matematika.
"Gimana nih bu rika pasti ngoceh-ngoceh trus ngasih tugas ke kita" Ucap Rizki
"Yaudah ayo masuk ga mungkin kita bolos kan tadi bu indah udah liat" Ucap David
"Bos lu duluan yang masuk ya" Ucap Bambang sambil mengatupkan tanganya.
"Ogahh" Tolak Alex
"Yaudah gua yang duluan" Ucap David, lalu berjalan menuju kelas.
*TOK TOK* David mengetuk pintu
"Masuk" Ucap Bu Rika
"Permisi bu mohon maaf saya telat" Ucap David
"Kamu telat?!! Apa kamu meremehkan pelajaran saya?!!" Dengan wajah marah.
"Maaf bu"
"Kamu sendiri?"
"Saya sama temen-temen saya bu" Ucap David, Sambil menunduk.
"Mana temen kamu?! Ko kamu doang yang berhadapan dengan saya?!"
David pun memanggil ke empat teman nya
"Permisi bu rik maaf saya telat " Ucap Bambang
"KAMU NGATAIN SAYA BURIK?!!!" Ucap Bu Rika dengan nada tinggi.
"Ehh bukan gitu maksud saya" Dengan muka yang panik.
Alex, David, Bonang,dan Rizki hanya menghela nafas dia pasti akan terkena imbas nya dari perbuatan bambang.
"Bambang tolil" Gumam Rizki
"Temen lu bawa balik" Timpal Bonang
"Sstt nanti bu rika denger" Balas Alex
"Kalian keliling lapangan 10 kali dan bersihkan toilet laki-laki!!" Ucap Bu Rika
Bambang pun membulatkan matanya karna dia paling malas berhubungan dengan toilet laki-laki di sekolah nya, karna bau nya itu membuat hidung nya mati rasa.
Mila Rizky
Amel Bambang
Namyra David
Luna Bonang