NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:803.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: ZiOzil

Cerita ini diangkat dari sudut pandang yang bebeda, dengan alur kehidupan sehari-hari.
Dan menyebabkan kebaperan. Semoga banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita ini.

Amanda, gadis cantik dan lembut. Harus terikat hubungan terlarang dengan pria beristri yang bernama Satria. Berawal dari pertemuan tak sengaja dan hutang budi, akhirnya mereka saling jatuh cinta dan menjalin hubungan yang tak semestinya.

Akankah mereka bersatu? Atau malah berpisah.

IG : nona_vie90
FB : Nevi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dasar Satria

Tak terasa sudah waktunya pulang kantor, dihari pertama aku bekerja rasanya cukup menyenangkan, walaupun masih banyak yang harus aku pelajari lagi. Tapi selama ada Shinta, aku pasti bisa melaluinya.

Aku berjalan di trotoar depan gedung Wijaya Grup bersama Shinta, gadis ini sungguh lucu, dia bisa sangat akrab denganku meskipun kami baru sehari kenal, sikapnya ini mirip sekali dengan Satria. Bicara tentang Satria, kemana lelaki itu? Sejak tiba di kantor tadi pagi sampai aku pulang lagi, aku tak melihat batang hidungnya.

"Manda, rumah kamu dimana?" Suara Shinta tiba-tiba menyerbu gendang telingaku.

"Di apartemen di dekat sini, tapi aku lupa namanya, soalnya aku baru pindah hari ini." Aku menjawab pertanyaan Shinta apa adanya, aku memang tak tahu nama apartemen itu.

"Wah ... keren sekali, apartemen disinikan semuanya apartemen elite, kamu pasti anak orang kaya?" Ucapan Shinta membuatku geli sendiri. Kaya apanya? Kaya monyet!

"Itu apartemen teman, aku cuma menumpang saja." Aku berbicara sesuai kenyataannya. Memangkan aku cuma menumpang.

"Oh ... kirain punya kamu!"

Saat sedang asyik-asyiknya mengobrol, tiba-tiba mobil Satria berhenti di sampingku dan Shinta. Lelaki itu membuka pintu mobilnya dan keluar menghampiri kami.

"Mari saya antar kalian pulang!" Satria menawarkan tumpangan kepada aku dan Shinta, aku sedikit kaget dengan gaya berbicaranya yang formal. Seketika otakku bekerja, aku mengerti mengapa Satria bersikap seperti itu, pasti karena ada Shinta. Lelaki ini tak ingin Shinta curiga jika aku ada hubungan dengannya diluar hubungan bos dan bawahan, sampai detik ini aku masih bisa menerima alasannya, itu karena Satria tak ingin ada gosip miring dan aku akhirnya aku dibully. Ok, kalimat itu yang terus mensugesti fikiranku.

"Eh, tidak usah, pak! Nanti merepotkan!" Shinta menolak karena merasa tak enak hati. Sementara aku hanya diam memandangi wajah tampannya.

"Tidak apa-apa! Saya juga kan harus tahu dimana rumah karyawan saya. Mari ...!" Satria sedikit memaksa dengan senyuman dibibir nya sembari melirik ke arahku. Dasar raja drama, pandai sekali dia bersandiwara.

"Manda, yuk ...? Lumayan hemat ongkos!" Shinta akhirnya luluh. Dasar ya dimana-mana orang itu paling suka yang gratisan.

"Tidak usah, pak! Saya pulang dijemput pacar saya!" Kali ini giliran aku yang berakting untuk membalasnya. Rasakan kau!

Dan dapat kulihat, wajah Satria berubah masam dan senyuman yang dia pamer tadi sudah hilang dihembus angin.

"Amanda!" Suara berat Satria memanggil namaku dengan penuh penekanan. Apa itu, matanya menatap tajam ke arahku. Baiklah-baiklah, aku mengalah kali ini.

Aku pun melangkah mendekati mobil Satria, dasar ya lelaki ini, dia sengaja membukakan pintu depan untukku dan membiarkan Shinta duduk sendiri di belakang. Aku rasa Shinta pasti akan curiga.

"Rumah kamu dimana?" Satria bertanya kepada Shinta.

"Di jalan XXX nomor 12, pak." Shinta menjawab dengan tegas.

Satria melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, bahkan dia sudah melewati apartemen yang akan menjadi tempat tinggal ku nanti. Ada-ada saja tingkah lelaki ini.

"Hmm ... Manda, bukannya tempat tinggal mu di daerah sini, kenapa kau tidak berhenti?" Shinta berbicara pelan dari belakang tempat dudukku. Tu kan, gadis ini bisa curiga nanti, dasar Satria!

"Eh, iya sudah kelewatan, aku lupa! Maklum baru pindah." Aku cengengesan menjawab pertanyaan Shinta. Mudah-mudahan Shinta percaya dengan alasanku.

"Oh, tempat tinggal kamu sudah kelewatan ya? Kenapa tidak bilang?" Satria mulai lagi deh. Memangnya kalau aku bilang, apa dia mau menurunkanku? Jawabannya pasti tidak!

Aku hanya membalas ucapan Satria dengan senyuman ala joker dan dia hanya mengulum senyuman.

Setelah mengantar Shinta, Satria melajukan mobil bukan ke arah apartemen itu, tapi ke arah yang lain.

"Kita mau kemana?" Tanyaku bingung. Apa lagi rencana lelaki ini? Dia selalu bertingkah sesuka hatinya. Terkadang membuatku bingung sendiri.

"Mau belanja. Stok makanan dan kebutuhan sehari-harimu kan belum ada." Satria menjawab tanpa menoleh ke arahku, dia tetap fokus mengemudi.

"Tidak usah repot-repot, aku bisa membelinya sendiri!" Aku berusaha menolak, aku tak mau hutang budiku semakin menumpuk kepada lelaki ini.

"Sudah diamlah, kau itu tanggungjawabku sekarang!"

Apa dia bilang, sejak kapan aku menjadi tanggung jawabnya? Aku heran dengan lelaki ini, kenapa dia selalu senang direpotkan?

Haaaa ... aku jadi malas menjawabnya! Percuma, tetap takkan menang. Aku hanya diam tanpa membalas ucapan Satria, terserahlah dia mau melakukan apa, asal jangan menyusahkan aku.

***

Kami sudah tiba di mall terbesar di kota ini, pengunjungnya tidak terlalu ramai karena ini bukan akhir pekan. Satria mengajakku memasuki toko pakaian wanita, awalnya aku menolak, aku tahu barang-barang di toko ini pasti sangat mahal, bisa-bisa aku tak makan sebulan jika belanja disini. Tapi Satria memaksaku dan lagi-lagi aku harus pasrah.

Aku memilih beberapa potong pakaian semi formal untuk ku pakai bekerja karena jujur, stok pakaian bagusku tidak banyak. Setelah memilih dua pasang pakaian, aku mendekati Satria yang sedang fokus menatap layar ponselnya.

"Sat, sudah!"

"Haaa ... cepat sekali? Kenapa hanya memilih dua pasang? Tambah lagi dong!" Kenapa dia bingung aku hanya memilih dua pasang? Apa orang kaya selalu seperti ini?

"Tidak usah! Ini sudah cukup kok!"

Satria hanya terdiam memandangku dengan tatapan yang sulit ku artikan. Kenapa sih lelaki ini selalu memandangku begitu? Aku kan grogi!

"Sat ...?" Aku melambai-lambaikan tanganku di depan wajah Satria, berusaha membuyarkan lamunan lelaki ini. Entah apa yang dia fikirkan sampai melamun seperti itu.

"Eh ... iya! Maaf ... kau tidak ingin membeli apa-apa lagi?" Mendadak Satria gugup.

"Tidak, ini saja!"

"Hmmm ... tunggu dulu, coba kamu tes pakai gaun itu!" Satria menunjuk salah satu gaun merah maroon yang di pajang di patung.

"Untuk apa sih?" Tanyaku malas. Apalagi sih maunya lelaki ini?

"Sudah coba dulu! Mbak, tolong berikan gaun itu kepadanya!" Satria memaksa dan aku lagi-lagi terpaksa harus mengalah.

Aku pun masuk ke dalam kamar ganti dan mencoba gaun merah maroon itu, nasib baik ... gaun itu pas di badanku walaupun aku sedikit risih karena roknya yang terlalu pendek menurutku. Aku pun keluar dari kamar ganti dan melangkah mendekati Satria.

Dan kalian tahu, Satria memandangku seperti melihat hantu saja. Mata lelaki ini tak berkedip, dasar lelaki!

"Kau cantik sekali! Seperti bidadari jatuh dari khayangan." Kata-kata Satria sungguh menggelikan! Mana ada bidadari burik seperti aku.

"Ciihh ... kau terlalu berlebihan!"

"Hahaha ... baiklah, pakai itu saja!" Satria memintaku tetap mengenakan gaun itu.

"Tapi pakaianku...?" Aku menunjuk pakaian yamg bekas tadi.

"Bawa pulang saja! Ya sudah aku bayar dulu!" Satria melangkah menuju meja kasir. Pasrah dan mengalah, cuma itu yang bisa aku lakukan.

Setelah selesai membayar, kami pun beranjak keluar dari butik itu, aku berjalan dengan sedikit risih dan malu mengingat gaun ini sangat minim.

"Kau tunggu disini, aku ingin ke toilet sebentar!" Satria berlari masuk ke dalam toilet pria dan aku hanya menunggu di luar.

"Amanda ...!" Suara seseorang yang tak asing menusuk telingaku. Aku spontan menoleh ke arahnya. Sosok yang baru saja keluar dari toilet ini membuat aku terkejut bukan kepalang.

"Kau ...?"

***

Ayo tebak, kali ini Amanda bertemu siapa?

1
Eda
mungkin cincin
Christy Ling
bagus 👍👍👍
PUJIWIDODO 18
bagus critanya
milkk_uuuu
hmm
Mita Karolina
Lha biyen di pilih,,,inilah kalau nikah modal cuma cinta,,,tp iman lemah
Kelly Lim
bagus ceritanya
Sulistyawati
wah sama kok saya juga curiga sich sama si Dimas
Kar Genjreng
mampir nanti ku teruskan bacanya ya Thor
Momy Ida 🌹
Hallo kakak autor, salam kenal saya Momy Ida 🙏. Saya akan mendubbing novel kakak ini ☺ semoga kakak suka dengan pembawaan saya ya, mohon dukungannya juga nanti di Audiobooknya 🌹 terima kasih.
Author Gabut.: hai kak, wah senang sekali. tapi apa tidak perlu saya rapikan dulu tulisannya?
total 1 replies
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mksh
Sulati Cus
klu sudut pandang ku sih tetep salah kewajiban suami membimbing istri jk istri salah jgn membenarkan diri sendiri dg nyari kenyamanan pd wanita lain wajar disebut pelakor lah wong dia msh sah suami orang ng jika emang udah g sanggup bertahan y lepaskan ceraikan baru kau cari wanita lain jika udah status duda sah2 aja mau deket sama sp aja warning selingkuh biasanya akibat dr keenakan curhat sm lwn jenis jd selesai kan urusan RT mu dulu jika g mau wanita mu di sebut pelakor.
Sulati Cus
😂😂😂😂😂gitu y?
Mawar berduri
sngkat padat jelas & hapy ending. terima kasih
Riska Wulandari
apapun alasannya berhianat adalah salah,,jika sudah tidak nyaman dgn pasangan bukankah lebih baik d akhiri daripada saling menyakiti??
Sulati Cus: bener nih g mau di sebut pelakor pdhl jelas status si pria msh suami orang apapun alasannya hrsnya tunggu sp dia cerai keliatan jika si cewek g laku sm yg msh bujang😂
total 1 replies
Fransiska Siba
makanya jadi cewek itu harus tahu arti Terima kasih
NUR(V)
aku sedih aku terhanyut dengan ceritamu kak tak terasa aku juga menyumbangkan air mata ku.... 😭😭😭😭
NUR(V)
satria kamu kayak orang yang baru jatuh cinta aja 🤣🤣🤣
NUR(V)
satris knpa gak ceraikan aja sih si renita kelakuanya dah kayak gitu kenapa kamu masih bertahan.... 😣😣😣
NUR(V)
renita jangan kau sampai menyesal kemudian 😔😔😔
NUR(V)
cuma ada di novel orang kaya mau bayar hutang orang yang baru dikenal,, kalau didunia nyata mana ada mas satria kamu baik banget sihhh.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!