sabarnya wanita penghuni syurga~
[][]
Aisyah adalah seorang gadis bercadar yang ta'at agama nya.
Hari hari bahagia di lewati oleh Aisyah si gadis bercadar tanpa tahu apa takdir nya dan siapa jodohnya.
Ketika di lamar oleh seorang pria muda tampan ia berharap jika ini adalah jalan yang benar dan takdir menuju ke bahagiaan yang di berikan Allah SWT untuk nya.
Tetapi siapa sangka sang pria tampan malah menghalal kan gadis lain di depan matanya.
Dan seorang yang Aisyah kira pria brengsek tak punya hati malah menolong nya dari keterpurukan dan membuatnya bangkit kembali.
pria yang dia kira brengsek tak punya hati malah membuatnya jatuh ke dalam pesona pria itu?
bagaimana kisah mereka?
Apakah pria tak memiliki perasaan itu hanya kasihan pada Aisyah yang di tinggal nikah ?
BUKAN KARENA DIA MEMILIKI PERASAAN PADA AISYAH?
atau malah dia memang punya maksud lain pada aisyah?,,,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 25
Pagi terasa begitu cepat menyapa. Para tamu di rumah Aisyah sudah berdatangan termasuk Mahdi. Aisyah yang masih di ruang hias tampak sangat gelisah. Ia bahkan tidak menghiraukan beberapa pertanyaan yang di aju kan oleh penata rias nya. Saat ia turun dari tangga ia mencoba mencari sosok Faiz. Namun tak ada dan itu membuat nya lesu dengan wajah yang muram.
Semua mata tamu tertuju pada nya. Lalu ia berdiri di sisi umi serta abi nya. Pengantin pria tampak sangat terpesona dengan keanggunan Aisyah.
"" Assalamualaikum untuk semua para tamu undangan .. Terimakasih sudah menghadiri hari pertunangan sekaligus pernikahan putri saya Aisyah dengan Syakir. Semoga keberkahan melimpah pada kita semua. Baiklah tanpa banyak basa basi lagi sebaiknya acara pertunangan nya kita mulai sekarang.."". Kata Pak Habib.
Umi pun menyerah kan cincin pada kedua nya. Aisyah hanya diam tertunduk. Saat syakir menyentuh tangannya Aisyah langsung menepis nya. Namun itu hanya sekali ,, karna pak habib sudah mencengkeram erat lengan putri nya itu. Melihat penderitaan putri nya membuat umi nya dengan cepat melepaskan tangan suami nya itu dari lengan nya Aisyah.
Sebelum Aisyah memasangkan cincin itu di jemari nya syakir , tiba2 ia dan semua tamu terkejut dengan kehadiran seorang pemuda yang babak belur. Setelan pakaian yang pemuda itu pakai sudah menjadi warna merah. Wajah nya babak belur, darah keluar dari atas kepala nya ,pelipis mata nya serta bibir nya. Di bagian dada kanan nya tampak tertancap sepetak papan berpaku. Darah pun tak mampu di bendung. Kaki nya seolah tak lagi sejalan saat melangkah. Mata nya memerah dengan tangan kiri yang masih terbalut dengan jilbab nya Aisyah. Jas yang berwarna putih tak lagi terlihat putih. Noda darah itu membuat nya benar2 buruk. Langkah nya yang tertatih2 itu membuat nya seperti orang mabuk berat. Terlihat di belakang nya ada beberapa pria berbadan kekar mengejar nya dengan berbagai macam senjata ditangannya namun pak habib meminta mereka untuk berhenti dan membiarkan Faiz masuk kedalam. Airmata Aisyah mulai membasahi cadar suci nya. Para tamu pun mulai memberi ruang untuk Faiz berjalan menuju ke arah Aisyah. Tepat di hadapan pak habib ia berhenti lalu ia melepaskan papan yang menancap dada nya itu dan menjatuhkan nya di hadapan pak habib.
"" Saya kemari bukan untuk mati pak. Tapi saya kemari untuk putri bapak. Bapak tau apa yang membuat saya berani melawan bapak ?? Itu karna bapak tidak pantas untuk di hormati. Saya tau kekurangan saya apa dan salah saya dimana..saya tau itu !!. Kekurangan saya adalah saya hanya berandalan di mata bapak. Dan kesalahan saya adalah saya jatuh cinta pada anak seorang pria yang tidak punya hati "". Kata Faiz membuat pak habib marah.
"" Mas Faiz , cukup mas ... saya mohon cukup ...."". Pinta Aisyah
"" bapak bisa lihat bagaimana menderita nya Aisyah ?? Apa bapak tidak bertanya tentang keinginan dia seperti apa ?? Saya tau saya memang tidak pantas untuk menjadi suami dari putri nya bapak tapi apa bapak bisa mencegah Aisyah untuk tidak mencintai saya ???"". Tanya Faiz membuat pak habib semakin murka.
"" Saya tau semua orang tua ingin yang terbaik untuk anak2 nya... saya paham dengan kegelisahan bapak. Saya juga tau kenapa bapak melarang saya mendekati putri bapak. Jika di lihat dari materi memang saya sangat kurang apalagi perusahaan ibu saya bangkrut dan sudah dijual. Saya sudah tidak punya apapun untuk anak bapak. Saya tidak bisa memberi nya rumah yang mewah,emas permata yang indah,pakaian yang dia sukai , saya tidak bisa memberi dia kehidupan yang seperti bapak berikan sekarang ini tapi pak ... saya bisa membuat Aisyah merasa aman jika bersama saya. Saya bisa membuat kebahagiaan itu walau pun hanya gubuk kayu yang mampu saya bangun untuk nya.. apa bapak bisa melihat betapa cinta nya saya pada putri bapak ???"". Tanya Faiz dengan mantap.
Tidak mendapatkan respon dari pak habib yang sedang menahan emosi nya lantas Faiz melangkah menuju ke hadapan nya Aisyah dan mendorong pelan syakir ke arah para tamu. Faiz mengambil sesuatu dari dalam saku kemejanya. Lalu mengambil tangan kanan Aisyah. Dengan pelan ia memasukkan sebuah cincin di jari manis nya. Lalu Faiz mengambil cincin yang di pegang Aisyah dan memasukkan nya ke jari manis nya sendiri. Melihat kejadian itu di depan mata kepala nya sendiri membuat pak habib naik pitam. Ia mengambil sebuah pistol dari salah satu ajudan nya dan mengarah kan ke kepala nya Faiz.
Faiz hanya melihat pistol itu sambil tersenyum,tidak ada rasa takut di wajah nya. Tampak Aisyah berdiri di hadapan abi nya dan membelakangi Faiz hingga pistol itu tepat berada di dahi nya.
Beberapa tamu tampak mulai ketakutan dan memilih pergi dari ruangan itu termasuk syakir dan keluarganya.
"" tembak lah abi ... in syaa Allah aisyah siap mati di tangan abi "". Ucap Aisyah membuat umi nya menangis histeris memohon agar suami nya itu mau mengalah dari Aisyah dan Faiz.
Sikap keras pak habib membuat Aisyah menjadi berani menantang nya. Wajah nya memerah menahan amarah yang sangat besar. Faiz dengan mantap menggenggam erat tangan nya Aisyah lalu berjalan pelan menuju ke luar rumah dan pak habib terus mengikuti mereka dengan pistol yang masih mengarah ke arah Faiz.
Hujan tampak turun sangat deras. Faiz membuka jas yang berlumuran darah itu lalu memakai kan nya pada Aisyah dan mereka berjalan bak sepasang angsa di dalam hujan. Airmata pak habib terjatuh akibat menahan amarahnya di tambah sang istri tampak sudah bersimpuh di kaki nya untuk menyetujui hubungan aisyah bersama Faiz.
Bersamaan suara petir , suara pistol itu pun ikut mengejutkan semua orang. Tangan nya gemetar setelah melepaskan tembakan itu hingga pistol itu terjatuh dari tangan nya. Semua orang yang masih tersisa tampak berhamburan keluar dan pergi dari rumah pak habib.
Secara bersamaan itu juga istri nya jatuh pingsan di kaki nya.