Seperti luka yang di siram air garam akan terasa sangat perih, Begitu pun dengan hatiku yang hancur berkeping keping, Saat melihat suamiku menikah dengan mantan pacarnya. istri mana yang tidak sakit hati melihat suaminya menikah lagi dengan wanita lain.
Bagaimana nasib rumah tangga mereka kedepanya, apa akan berpisah atau sebaliknya. ikuti terus ya kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda sri ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25.
Sore harinya Lisa pun tengah bersiap siap untuk pulang, sambil membereskan meja kerjanya dan juga mematikan perangkat komputernya.
Setelah selesai semuanya Lisa pun mengambil minum miliknya dan menenggaknya hingga habis, karna Lisa haus sejak tadi.
Drettt
Drettt
Drettt
Tiba-tiba saja ponsel milik Lisa berdering yanh menandakan panggilan masuk saat Lisa hendak mengambil tas miliknya di bawah meja.
Lalu Lisa pun mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya. dan saat melihat nama yang ada di nomor itu membuat Lisa terkejut.
”Suamiku." lirih Lisa saat membaca nama yang tertera di layar ponselnya. namun dengan cepat Lisa teringat sesuatu kalo tadi pagi sebelum ia turun dari mobil ponselnya sempat di buka oleh Dio dan pria itu juga sempat bilang kalo pulang kerja dirinya bakal di jemput oleh pria itu.
Hal itu pun membuat Lisa panik karena pria itu bener bener menjemput dirinya, karna Lisa kirain pria itu hanya bercanda saja, ternyata beneran.
Dan ponsel yang berada di genggaman tangannya pun masih terus berdering panggilan dari pria itu. Sampai akhirnya Lisa pun mengangkat ponselnya dan meletakan di telinga kanannya yang berbalut hijab.
” Halo assalamualaikum."Ujar Lisa saat mengangkat telepon tersebut.
”Kenapa lama sekali. mengangkat telepon dari saya." Tekan dio dari sebrang sana sampai membuat Lisa terkejut mendengar ucapan pria itu.
”Maaf saya tadi sedang berberes-beres makannya gak krdengeran kalo handphone saya berbunyi." kata Lisa dengan sedikit berbohong pada pria itu.
”Sekarang kamu keluar saya sudah menunggu di depan, gak pakai lama." Ucap dio dari sana dengan mematikan sambungan ponselnya begitu saja sebelum Lisa membalas ucapan pria itu.
”Kenapa sejak kemarin tuan Dio berubah sikapnya yang biasa dingin dan cuek kini malah menjemput aku." gumam lisq sambil mengambil tasnya dan berjalan kearah lift untuk membawa dirinya ke lantai bawah.
.
Sesampainya Lisa di bawah Dia pun langsung keluar dari perusahaan tersebut untuk mencari di mana mobil pria itu berada. sampai kedua mata Lisa pun melihat mobil mewah pria itu terparkir di samping mobil atasannya dengan pria itu yang berdiri sambil menyenderkan tubuhnya di samping dengan menggunakan kacamata di hidung mancungnya yang membuatnya menjadi perhatian karyawan kantor itu.
Lalu dengan perlahan Lisa pun mendekati pria itu, yang hanya bersikap biasa saja saat dirinya menjadi bahan kehebohan wanita di sana, yang berbisik bisik karna terpanah akan ketampan Dio saat berdiri di luar mobil.
”Tuan kenapa menjemput saya di sini." Tanya Lisa saat mendatangi pria itu yang kini membuka kaca matanya yang tadi bertengger di hidung mancungnya.
”Tadi pagi saya sudah berjanji akan menjemput kamu Lisa. apa kamu gak senang saya jemput karna kamu mau pulang dengan atasanmu itu." hardik Dio dengan menatap tajam wanita di hadapannya itu.
”Bukan begitu tuan maksud saya, cuma saya bisa pulang sendiri seperti biasa Tampa perlu di jemput seperti ini, dan kenapa sikap anda tidak seperti biasanya" ucap Lisa membuat Dio tertegun mendengar itu.
”Saya suami kamu, jadi sudah sepantasnya saya menjemput istri sendiri." Tekan dio saat mengatakan istri pada Lisa. Dio sendiri pun ntah kenapa sejak tadi pagi mengantar istri pertamanya itu ia tidak bisa tidak untuk memikirkan sejak sampai di kantor hingga bekerja pun selalu terbayang-bayang wajah teduh itu.
Lisa mendengar ucapan dari pria itu pun kaget, namun dengan cepat ia menutupi rasa terkejut itu dengan masuk kedalam mobil tuan Dio dengan cepat karna ia sudah menjadi bahan gunjingan oleh karyawan yang masih memperhatikan mereka.
Dio pun yang melihat wanita itu masuk kedalam mobilnya pun tersenyum tipis di sudut bibirnya Tampa sepengetahuan Lisa yang sudah berada di dalam mobilnya.
Tampa berlama-lama lagi Dio pun segera meninggalkan kawasan perkantoran tersebut dengan hati yang bahagia yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata karena berhasil membawa wanita itu pulang bersamanya.
Setelah mobil Dio pergi dari sana, dua orang pria pun keluar dari dalam gedung perkantoran itu dengan gagah dengan menggunakan setelan jas yang pas di tubuh tinggi tegapnya, serta wajah yang sangat tampan, namun dengan wajah dingin dan datar yang diperlihatkan.
”Silakan tuan." Ujar pria satunya mempersiapkan atasannya untuk masuk kedalam mobil dengan hormat.
Tampa mengeluarkan suara pria itu pun langsung masuk kedalam mobil mewahnya itu. setelah itu pria satunya pun menutup kembali pintu mobil belakang dan langsung berlari untuk masuk kedalam kemudi mobil dan pergi meninggalkan kantor itu dengan segera.
Di dalam mobil pun tidak ada yang memulai percakapan antara atasann dan juga asisten pribadi nya itu. apa lagi asisten nya tau kalo tuanya sedang tidak baik-baik saja setelah melihat sekretaris nya di jemput oleh seseorang yang tak kalah jauh tampan dan kaya darinya yang sangat Sam kenal siap pria itu.
Namun yang menjadi pertanyaan di kepala Sam, ada hubungan apakah sekretarisnya dengan pria yang menjadi rekan bisnisnya itu.
Pasalnya data pribadi yang sempat ia lihat milik Lisa sekertaris nya, wanita itu belum memiliki hubungan dengan seorang, atau pun perubahan pada statusnya. yang menandakan Lisa masih single atau belum menikah.
Tapi kenapa saat ia lihat pria itu seperti memiliki hubungan yang sangat jauh dengan sekertaris nya itu. apa lagi sam bisa liat kalo dari tatapan mata rekan bisnisnya itu ada sesuatu di antara mereka yang tidak Sam ketahui, bahkan sampai rela menjemput Lisa pulang bekerja.