'Nikmati masa mudamu selama kamu masih bisa'.
Bajingan!
Aku Nolan Farnley sangat membeci kata kata itu.
Setelah berpacaran dengan Irina selama 3 bulan, siapa sangka bahwa dia akan selingkuh dengan terang terangan di depanku?.
Tidak sampai disana, dia juga mempermalukan ku di depan banyak orang.
Hidupku kacau bukan?!
Tidak sampai disana, kesialan bajingan itu sekali lagi mendatangiku. Toko yang sudah susah payah kukembangkan malah berakhir terbakar oleh seseorang.
Apakah dewa benar benar membeciku?.
Namun, setelah aku berpikir bahwa para dewa membeciku, sebuah panel biru transparan tiba tiba muncul di depanku.
Itu adalah sesuatu yang akan berperan sangat penting dalam membuat hidupku menjadi luar biasa.
Baiklah! sekarang tidak ada cinta cinta! sekarang yang ada hanyalah Nolan Farnley dengan Bisnis nya!.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Menatap setiap orang di depannya, Albert hanya bisa menghela nafas kasar. Bagaimana bisa mereka terlihat seperti penjahat yang biasanya berada di dalam sebuah novel?.
Mengingat saat yang dia habiskan pada beberapa wanita yang mencari perhatian kepadanya, Albert mendapatkan sebuah hobi baru, yaitu adalah membaca sebuah novel, itu adalah sesuatu yang dia temukan disaat berbicara dengan beberapa wanita yang biasanya mengerumuni nya.
Lalu, dalam sebuah novel yang dia baca, apa yang terjadi di depannya ini benar benar mirip dengan suatu adegan yang biasanya terjadi pada tokoh pria utama.
Memikirkan hal itu, Albert tiba tiba merasakan sesuatu yang aneh, "Apakah aku sebenarnya seorang karakter utama?" Pikirnya.
Tersenyum tipis, Albert menatap setiap pengganggu di depannya dengan tatapan tajam.
"Apa yang kau lihat huh?!" Pria besar di depannya dengan marah mengarahkan tongkat bisbolnya kearah dirinya.
Albert dengan senyuman tipis yang merendahkan preman preman di depannya kini berkata, "Majulah!".
Itu adalah salah satu adegan paling sering berada dalam sebuah novel aksi, yang dimana tokoh protagonis utama dengan sombong menyuruh lawannya maju dan mengalahkannya dengan mudah.
Sesuai dengan apa yang terjadi di novel, preman preman di depan Albert benar benar terprovokasi.
Terlihat dengan jelas wajah mereka yang berubah memerah gelap disaat gigi kekuningan mereka menggigit bibir mereka sendiri.
"Sialan kau!" Teriak preman dengan tubuh besar itu.
Melesat ke arah Albert, preman itu mengangkat tongkat bisbolnya lalu melesatkan pukulannya ke kepala Albert.
Pukulan yang dilakukan preman itu sangat jelas membuat angin di sekitar bisbol nya sedikit bergemuruh.
Melihat pukulan yang melayang ke arahnya, Albert dengan tenang mengangkat satu tangannya dan menggunakan lengannya untuk menahan pukulan itu.
-Crak..!!!
Alhasil bunyi retakan muncul di tengah keheningan itu, dan segera suara tawa muncul di wajah preman bertubuh besar itu.
"Menahannya dengan lenganmu? hahaha! apa kau idiot?!".
Tatapan mata preman itu segera beralih ke mata Albert dan selanjutnya, tubuh preman itu langsung bergidik ngeri.
Apa yang dia lihat adalah Albert dengan dingin menatapnya tanpa sepatah katapun.
"Tutup mulut busukmu itu" yang terjadi selanjutnya adalah suara dingin dan tenang yang dikeluarkan dari mulut Albert.
Menarik kembali lengannya, terlihat dengan jelas lengan Alber baik baik saja dan tidak terluka sedikitpun.
Hal itu semakin membuat preman gendut itu kebingungan, "Kau..tanganmu..kenapa? bukankah seha-Ekh..??!!!"
'Ah!! dari awal aku sudah salah, aku seharusnya tidak menyetujui permintaan orang itu!' pikir preman gendut itu disaat dia melihat tongkat bisbolnya yang perlahan patah.
Sedari awal, bunyi retakan itu bukan berasal dari tulang Albert, melainkan dari preman bertubuh besar itu.
Menatap kembali ke arah Albert dengan wajah pucat, kedua mata mereka bertemu sehingga menguat preman itu semakin memucat.
Tanpa dia sadar, sesuatu yang sangat menyakitkan sudah menghantam perutnya, matanya memutih dan mulutnya menganga lebar.
Apa yang terakhir kali preman itu pikirkan tentang Albert adalah, 'Dia monster'.
-Brakk..!!!
Tubuh preman itu dengan mengerikan terhempas jauh.
Albert tersenyum puas, "Aku benar benar sudah terlihat seperti seorang protagonis dalam novel bukan?" Gumamnya.
***
Nolan yang baru saja selesai mandi dan berpakaian lengkap, saat ini dikejutkan dengan pemandangan yang berada di depannya.
"Apa yang terjadi disini?" Ucap Nolan kepada Albert yang saat ini sudah mengikat 7 preman dengan dua tali.
Mendengar suara Nolan, Albert berdiri dan menghadap kearah Nolan sembari menepuk tangannya, "Tidak ada yang terjadi, hanya ada cecunguk yang mencoba mengangguk" Jawab Albert.
Saat ini Albert sudah kembali dalam kondisi dewasanya bukan lagi dia yang mencoba meniru seorang tokoh novel.
Tanpa mengetahui hal itu, Nolan hanya menganggukkan kepalanya, mengerti dengan apa yang Albert ucapkan.
"Hmm..? aku tidak pernah melihat mereka di sekitar daerah sini, siapa dia?" Tanya Nolan.
Karena mengingat betapa seringnya Nolan dulu berkencan dengan Irina, hampir dari seluruh daerah B Nolan dan Irina pernah kunjungi.
Dan dari setiap lokasi yang ada, Nolan yakin bahwa dia tidak pernah melihat orang sepertinya.
Menatap Albert dengan penuh pertanyaan, Albert kini segera menjawab Nolan dengan ekspresi sulit, "Saya juga tidak terlalu mengerti tuan, namun jika apa yang tuan katakan benar, mereka mungkin saja suruhan seseorang? mengingat alasan dia ingin menghancurkan toko ini.."
Nolan mengerutkan keningnya dan segera memijat pelipisnya disaat dia menghela nafas kasar, "Huh...masalah sebelumnya baru saja selesai, tapi sekarang ada masalah lainnya lagi?".
Melirik ke arah beberapa preman yang sudah babak belur itu, Nolan segera memerintahkan Albert, "Seret mereka ke ruanganku."
Segera Nolan pergi kembali ke dalam toko miliknya tanpa menunggu jawaban dari Albert, beruntung saat ini pembeli yang berada di dalam toko tidak terlihat panik sama sekali.
Melihat itu Nolan hanya bisa tersenyum tipis saat bergumam di dalam hatinya, 'Siapa sangka bela diri yang Albert lakukan untuk menghibur pelanggan bisa membuat pelanggan jadi begitu merasa aman..bahkan terlihat di wajah mereka saat mereka mengasihani preman yang bertemu dengan lawan yang salah'.
Menggelengkan kepalanya dengan pelan, Nolan berjalan menuju ke gudang penyimpanan pakaian miliknya, saat ini hanya ruangan itu yang bisa Nolan gunakan.
"Sistem, perlihatkan aku keterampilan yang cocok dengan situasi ku saat ini" Ucapku segera.
\=\=TokoSistem\=\=
-Keterampilan Penyiksa : Memungkinkan pengguna untuk melakukan penyiksaan dengan brutal sehingga membuat mereka yang menutup mulut langsung menyerah dan segera membuka mulut mereka : 300.000.000.
-Keterampilan Hipnotis : Memungkinkan pengguna untuk melakukan hipnotis (hanya bisa digunakan seminggu sekali) : 120.000.000.
-Keterampilan Tidak Peduli : Selama menggunakan keterampilan ini, apapun yang pengguna lakukan akan terlihat sangat mengintimidasi dan wajah apapun yang pengguna buat akan terlihat sangat dingin dan mengerikan, (hanya berlaku kepada mereka yang memiliki kekuatan yang berada dibawah pengguna) : 200.000.000.
....
Banyak keterampilan lainnya yang muncul di hadapan Nolan, namun yang paling menarik dan mencolok bagi Nolan adalah ketiga keterampilan diatas.
Keterampilan penyiksa, itu akan sangat bagus untuk situasinya sekarang namun, karena kondisi lainnya, Nolan segera menolak pilihan itu dan beralih ke dua keterampilan lainnya.
Keterampilan Hipnotis, ini mungkin akan menjadi yang terbaik, meskipun terdapat batas penggunaan, itu semua setara dengan imbalannya. Jika itu tidak memiliki batas, Nolan yakin ini adalah sebuah keterampilan yang sangat mengerikan.
Namun, Nolan akan menyingkirkan keterampilan itu, karena keterampilan yang ketiga jauh lebih baik.
Keterampilan tidak peduli, ini sangat bagus untuk membuat mereka yang tutup mulut langsung angkat bicara, siapa yang tidak takut dengan sebuah tatapan tanpa emosi yang diarahkan kepada mereka?.
Nolan tersenyum tipis kemudian bergumam, "Apalagi keterampilan ini akan sangat berguna dalam sebuah negoisasi dan sebagainya.."
Karena pemikiran itulah yang membuat Nolan lebih memilih keterampilan ketiga daripada yang lainnya.
Segera Nolan menekan tombol beli dan kekayaannya segera berkurang 200 juta.
*
*
*
Baiklah kesan pertamaku pada novel ini gak sesuai judulnya less 🤣🤣... kukira bakalan toko kecil sungguhan ternyata cukup gede, dari modal aja udah keliatan ( 33 juta 🗿 bahkan bibiku yang mulai bisnis aja cuman 10 juta )
Kedua, plotnya menurutku terlalu cepat. kukira bakalan berprogres gitu dari nol atau setidaknya dari kecil ( gak terlalu paham aku )
Ketiga, keknya lebih bagus gitu barang yang dijual agak dimahalin dikit gitu dari harga pasar.... Itupun kalo misalnya MC yang kamu ceritakan gak mau menonjol menonjol banget (kayaknya gak mungkin sih melihat sifatnya 😅)
Kesimpulannya sih ceritanya gak "wah" gimana gitu tapi untuk seukuran Noveltoon mah udah cukup 😁, intinya aku enjoy.
Sekian.
Semangat less