NovelToon NovelToon
Istri Kecil Tuan Muda

Istri Kecil Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:60.5k
Nilai: 5
Nama Author: SENJA

Assalamu'alaikum.. Maaf yah novel ini ngak di lanjut lagi jadi mending ngak usah di baca🥲

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SENJA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IKTM_25

Entah mengapa ada sedikit rasa bersalah di hati Araya saat dia pergi bersama pria lain tanpa sepengetahuan suami nya. Di sepanjang perjalan Araya hanya diam sembari menatap jalanan yang lumayan padat.

"Araya, apakah kau suka coklat panas?" Alvin melirik Araya sekilas.

Lamunan Araya buyar saat mendengar kalimat Alvin. "Ya, aku sangat suka" jawab Araya tanpa melihat Alvin sedikit pun.

Alvin menepikan mobil nya. "Ayo kita minum coklat panas dulu" tanpa menunggu jawaban Araya, Alvin turun lebih dulu lalu membuka kan pintu mobil untuk Araya.

Araya menatap kedai kecil itu lalu melirik Alvin sekilas. Araya tidak menyangka jika Alvin Abraham seorang pria kaya raya ingin duduk dan minum coklat panas di kedai kecil seperti ini.

Araya dan Alvin memilih duduk di meja depan untuk melihat pemandangan ibu kota yang sudah lama Araya tidak lihat. "Araya kau ingin pesan apa" suara Alvin membuat Araya terperanjat.

"Aku ikut kakak saja, apa yang kakak suka pasti aku juga suka" kata Araya dengan polos dan tanpa sadar Alvin tersenyum melihat Araya.

"Jadi mau pesan apa?" tanyak pelayan itu.

"Kami pesan coklat panas seperti yang biasa aku pesan dua"

"Baiklah tunggu sebentar" kata pelayan itu lalu pergi dari hadapan Araya dan Alvin.

Hening.. Setelah kepergian pelayan itu tidak ada yang membuka suara baik Araya mau pun Alvin. Cukup lama mereka terdiam hingga suara Alvin mengalihkan asistensi Araya. "Apa yang kau pikir kan" akhir nya setelah beberapa menit hening kini Alvin yang memulai obralan saat melihat wajah Araya terlihat murung.

"Tidak ada" kata Araya sembari memaksakan tersenyum.

"Katakan saja jika ada yang mengganggu pikiran mu"

Araya mengangguk perlahan. "Entah mengapa, aku merasa bersalah pada suami ku" kata Araya dengan lirih.

Alvin tidak langsung menjawab ucapan Araya karena seorang pelayan datang membawa pesanan mereka.

"Tenang saja Evan tidak akan marah pada mu" ucapan Araya benar-benar meruntuh kan senyuman Alvin. "Kau khawatir atau takut pada Evan?" tanyak Alvin.

"Aku hanya khawatir jika terjadi sesuatu yang buruk pada suami ku dan aku malah duduk manis di sini" jawaban Araya membuat Alvin diam sejenak lalu tersenyum simpul.

Alvin mengelus rambut Araya dengan sangat lembut. "Jangan khawatir, tidak akan terjadi apapun pada Evan" kata nya sembari melap sudut bibir Araya yang belepotan susu coklat.

"Biar aku saja" dengan cepat Araya menepis tangan Alvin lalu melap bibir nya sendiri dengan perasaan gugup.

Dan saat itu terjadi ada dua orang pria yang menatap kemesraan mereka dari jarak jauh. "Tuan, apa perlu aku turun untuk memanggil Nona Araya pulang bersama anda" tanyak June saat melihat Evan terus menatap Araya dari jauh.

"Tidak perlu" kata Evan tanpa mengalihkan tatapan nya dari Araya dan Alvin. Evan mengepal tangan nya erat-erat saat melihat bagaimana Alvin menyentuh Araya dan nampak di wajah Evan yang sedang terbakar api cemburu.

"Kembali ke mansion" setelah melihat pemandangan yang merusak mata dan hati nya kini Evan memilih untuk pergi dari sana dengan perasaan yang sulit di mengerti.

"Tapi bagaimana dengan pertemuan yang sudah di rencana kan oleh Tuan Abraham untuk anda, Tuan" sebenarnya June dan Evan sudah sampai di perusahaan namun karena Tuan Abraham sudah mengatur pertemuan Evan dengan kolega nya di sebuah cafe alhasil Evan pun ke cafe bersama June.

Karena jalanan yang lumayan padat membuat mobil Evan sedikit melambat dan tanpa sengaja mata nya melihat sosok yang sangat dia kenal yaitu Araya bersama pria yang sangat Evan benci yaitu Alvin.

"Jalan" perintah Evan dengan suara menggeler pada June yang memegang kemudi.

Mau tidak mau June terpaksa menyetir dengan sangat pelan, tangan nya sedari tadi terus bergetar karena ketakutan.

Di tengah jalan Evan tiba-tiba saja menyuruh June untuk berhenti tanpa memperdulikan situasi. "Berhenti".

"A_apa?"

"Beli kan aku bir"

"Tapi Tuan.." June menepikan mobil nya.

"Cepat" suara Evan kembali menggelegar dengan tatapan tajam nya menatap June seakan akan ingin memangsa June hidup-hidup.

"Baik Tuan" June yang tertekan terpaksa pasrah dengan keadaan dan berharap Evan tidak akan melakukan hal gila lagi.

****

Buk

Buk

Buk

Setelah sampai di mansion utama secara medadak Evan meninju tembok dengan tangan kosong hingga tangan nya berdarah. "Tuan Muda tenanglah" kata June.

Mendengar ucapan June, Evan segera berhenti dan melangkah masuk ke dalam kamar nya dengan amarah yang sudah di ubun-ubun.

Brak..

Brak..

Setelah sampai di kamar, Evan kembali meluapkan emosi nya dengan melempar semua barang yang ada di kamar nya. "Tuan, apa perlu aku menelfon Tuan Alvin untuk mengantar Nona Araya pulang?" kata June pelan untuk menenang kan Evan yang sedang mangamuk.

Tetes demi tetes darah mengalir dari tangan nya tapi Evan sama sekali tidak terlihat kesakitan. "Aku akan membunuh gadis bodoh itu jika kau menunjukan wajah nya di hadapan ku"

June yang sedari tadi menunduk kini menegadah melihat wajah tampan Evan yang terlihat tersenyum namun mata nya sangat merah seperti sedang menahan sesuatu.

"Tuan anda baik-baik saja?" June merasa ini sangat aneh. Evan bertindak gila namun masih sadar saat di tanyak.

"Tutup mulut mu atau aku akan merobek nya"

Glek..

June menelan saliva nya dengan susah payah saat mendengar ancaman dari Evan. "Keluar" perintah Evan pada June dan dengan cepat June keluar dari kamar itu meninggalkan Evan sendiri.

Evan duduk di lantai dekat ranjang sembari bersandar di samping ranjang dan mengingat kembali saat Alvin mengelus rambut Araya dan menyentuh bibir Araya dengan lembut.

Dengan perasaan kacau Evan meminum bir itu tanpa menggunakan gelas dan langsung meneguk nya dan dalam waktu singkat Evan diam membisu saat mengingat bagaimana gadis nakal itu tersenyum pada nya. Evan merasa di permainan oleh istri kecil nya.

***

Setelah mampir dari kedai, Araya dan Alvin segera ke rumah sakit namun saat sampai di rumah sakit seorang perawat mengatakan jika pasien bernama Lina sudah pulang dua minggu yang lalu.

"Kalau begitu aku akan pergi ke rumah paman, pasti ibu ada di sana" Araya tersenyum manis saat mengetahui jika ibu nya sudah kembali ke rumah.

"Biar aku mengantar mu".

"Tidak usah kak, biar aku saja" jawab Araya sungkan

"Tidak apa-apa. Jadwal ku juga masih tiga jam lagi jadi masih banyak waktu untuk mengantar mu. Ayo aku antar" Alvin menggenggam tangan Araya lalu menuntun nya berjalan menunu lift dan turun ke baseman untuk mengambil mobil nya yang terparkir rapi.

1
Andi Maulana
knp gk d lanjut thor, apa pindah lapak 😭😭😭
SENJA: nanti aku pikirin lagi yah, kalo pun di lanjut paling aku buat jadi chat story aja dehh😅
total 3 replies
Andi Maulana
kk lanjut dong, lagi seru ini lh🥰🥰🥰🥰🥰
Ismi Nia
bagus
Nadina Regina Futry
lanjutkan Thor cerita seru keren😍😍😍😍😍😍
AT Official
mana lanjutannya masa cuma sampai disini
Andi Maulana: yg sabar ya thor, mngkin krna masih pendatang baru
total 4 replies
Zyrei_gs
kejam banget jdi kasian sm evan
Rita Tari
lanjut Thor
klo bisa, sebaiknya Evan dan araya pergi dari rmh org tuanya dan menjalani kehidupan mereka biar mereka bahagia
SENJA: Hahah, rencana nya emang seperti itu sihh tapi ini masih mikir alur nya gimana
total 1 replies
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Hahahaahaa.. konyooll dan Gisel sang penyelamat..
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel. upthor
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Nahh baru percaya kan Van kalau obat yang kamu minum itu racun,istrimu rela mengorbankan dirinya demi membuatmu percaya.
🔴❤️⃟Wᵃf🍊⃟𝐒𝐓𝐉•§͜¢•🦢🍒ѕ⍣⃝✰
nah hati hati untuk mu
🔴❤️⃟Wᵃf🍊⃟𝐒𝐓𝐉•§͜¢•🦢🍒ѕ⍣⃝✰
parah banget gak di jawab biar deheman pun gak
🔴❤️⃟Wᵃf🍊⃟𝐒𝐓𝐉•§͜¢•🦢🍒ѕ⍣⃝✰
wah parah nih, semoga gak terjadi apa-apa padamu ya
🔴❤️⃟Wᵃf🍊⃟𝐒𝐓𝐉•§͜¢•🦢🍒ѕ⍣⃝✰
gpp yakin pasti kamu bahagian kok
🔴❤️⃟Wᵃf🍊⃟𝐒𝐓𝐉•§͜¢•🦢🍒ѕ⍣⃝✰
hmm aku umur 21 baru lulus SMA /Grievance//Grievance//Grievance/
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Mau2nya June diajak sekongkol untuk berbuat jahat.
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Haiiiss kok malah diminum Araya padahal racun itu 🥴
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Alvin yang aneh, apa salahnya kalau Araya berada dikamar yang sama dengan Evan, mereka suami istri yang sah, bebas donk mau ngapain aja.
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Nggak dikasih istirahat Van 🤔
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Siapa tuh Vin..?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!