Juara 🥉 Event Horor
Ayana Febriani Andriano adalah seorang indigo. Dia baru saja pindah sekolah di SMA Tunas Bangsa.
Tapi di sekolahannya yang baru, Ayana justru sering mengalami hal aneh. Sekolah itu mempunyai energi besar dan sangat mengerikan. Berulang kali dia melihat penampakan di sana.
Dia bahkan menemukan sebuah ruang rahasia yang membuatnya penasaran karena siapapun dilarang masuk kesana. Dia meminta bantuan teman nya yang bernama Riki untuk membantunya masuk kesana. Dan saat dia berhasil masuk keruangan tersebut, dia melihat bayangan mengerikan. Ada darah dan suara jeritan kesakitan.
Rahasia apa yang tersembunyi di ruang itu? Dan mampukah Ayana memecahkan misteri yang tersembunyi di sekolahan barunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 Korban Berikutnya?
Ayana berjalan kembali ke sekolah dengan langkah yang lunglai. Kedua kakinya masih gemetar ketakutan mengingat apa yang pak Udin katakan padanya.
"A-apa yang harus gue lakukan?" gumam Ayana. Dia merosotkan tubuhnya setelah sampai di pekarangan sekolahan. Di sana suasana sangat sepi karena semua ada di lapangan di mana tenda mereka di dirikan.
Ayana meringkuk memeluk kedua lututnya. Dia tidak menyangka jika selama ini dia telah menggali kuburnya sendiri. Bu Asih, orang yang sempat ia percaya ternyata adalah salah satu pelaku yang memperlakukan Laras dan keluarga pak Udin dengan keji. Dan sialnya, dia justru memberitahu wanita itu tentang apa yang dia lihat.
Menurut cerita pak Udin, pak Bagas bukanlah calon suami Bu Asih. Dia di nyatakan hilang setelah satu bulan peristiwa menghilangnya Laras tersebar. Namun sayangnya pak Udin tidak tahu dimana dan apa yang terjadi pada pak Bagas. Tapi Ayana bisa menebak jika pak Bagas juga mengalami hal yang sama seperti Laras. Yaitu di bunuh oleh kepala sekolah dan yang lainnya.
Mereka bisa saja melaporkan semua ini pada polisi. Tapi dia tidak yakin polisi akan percaya dengan ceritanya. Apalagi dia dan keluarga pak Udin tidak mempunyai bukti.
Ayana menatap sekolahan di depannya. Dia bisa melihat makhluk astral berdiri berjejeran di sana dan menatapnya dengan tatapan sendu. Sepertinya mereka adalah korban dari kepala sekolah. Tapi kenapa berita hilangnya mereka tidak ada di media manapun?
"Ke-kenapa? Ke-kenapa mereka tega melakukan hal itu?" tangis Ayana pecah. Dia menenggelamkan wajahnya di lipatan tangannya.
Buku milik Laras juga tidak bisa membantunya. Walaupun dia sudah tahu apa yang Laras alami melalui tulisan yang tertera di sana. Namun sepertinya buku itu hanya media Laras untuk memberitahu dirinya apa yang telah terjadi padanya.
"Nanti malam adalah malam purnama kedua. Kau harus berhati-hati saat melakukan jerit malam. Bapak takut mereka merencanakan sesuatu padamu."
Kalimat pak Udin terus terngiang di telinganya. Seolah mereka mengincar dirinya untuk dijadikan tumbal berikutnya.
"Gak, gue gak bisa diem aja." Ayana berdiri dan menatap para hantu. Mereka mendekat dan berdiri mengelilingi Ayana seolah mendukung apa yang akan Ayana lakukan. Namun tiba-tiba, mereka semua menghilang saat seseorang datang menyapanya.
"Ay!!! Apa yang loe lakuin disini?"
Ayana menoleh dan melihat seseorang yang sangat ia kenal berdiri tidak jauh darinya.
"Kamu harus berhati-hati pada temanmu itu karena dia adalah kerabat salah satu dari pelaku."
Lagi-lagi ucapan pak Udin terngiang di telinganya. Dia berdehem pelan dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. "Tadi gue keluar sebentar kak." seru Ayana
Andra mendekat dan melihat Ayana yang masih membawa peralatan mandinya. "Loe keluar dengan penampilan kayak gini?" tanya Andra memastikan
"Iya, kenapa emangnya?"
"Astaga Ay, kalau loe mau keluar, seenggaknya taruh dulu sabun loe di tenda." seru Andra
Ayana menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia lupa jika dirinya masih membawa peralatan mandi. pantas saja Andra seperti heran padanya.
"Maaf kak." ucap Ayana
"Gue sih gak masalah. Cuma lucu aja loe keluar kayak gini." kekeh Andra
Keduanya terlihat berbincang seperti biasa. Dan hal itu di perhatikan oleh seseorang yang berdiri tidak jauh dari mereka.
"Sepertinya tuh cewek gak ada kapoknya. Udah gue kasih peringatan tapi masih aja deketin Andra." sungut Shelly
"Loe harus coba saran dari gue kalau loe pengen dia kapok." seru seseorang yang bersama Shelly. Dia membisikkan sesuatu di telinga Shelly yang membuat gadis itu menyeringai. "Bagus juga ide loe. Oke, gue bakal buat tuh cewek kapok." seru Shelly. Dia mengepalkan tangannya erat dan pergi begitu saja.
next judul berikutnya kk
kasian riki
tp gimana yah kelanjutan Andra dan aya