Berawal dari aku suka sekali duduk dibawah pohon besar, yang berada di belakan sekolah ,ya pohonnya sangat rimbun dan memiliki dahan-dahan yang kokoh,sehingga nyaman untuk bersantai dibawahnya .
Aku dan Lisa suka berada di situ, walaupun pohon ini terkesan seram ditambah lagi gak ada yang berani kemari, kecuali hanya kami berdua saja.Banyak yang bilang kalau pohon ini angker,tapi aku gak peduli,aku gak percaya yang namanya hal -hal mistis begitu.
Hingga pada waktu itu sesuatu yang cukup buat bulu kuduk ku merinding,tapi aku cuek dan tiba- tiba ada sekelebat bayangan melintas dihadapan ku .
Siapa ...??(ucapku takut)
Penasaran gimana cerita selanjutnya ,yuk ikutin kisah nya dikarya terbaruku "Rahasia mengerikan disekolah".
Jangan lupa beri rate dan like ya 😊.
Jika berkenan boleh di vote 😊.
Happy reading guys😊😊.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah ajha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
"Alhamdulillah,nah paman sudah selesai makan nya , sekarang ceritakan maksud kedatangan kalian jauh-jauh kesini."
Dinda mulai bercerita.
"Begini paman ,kami diganggu oleh sosok hantu wanita di sekolah, pertamanya dia mengganggu Dinda kemudian mereka berdua.
Bahkan bukan cuma disekolah aja dia mengusik kami,bahkan dirumah sekalipun."
"Sudah lama dia mengganggu kalian (tanya paman)."
"Kalo gak salah ,2 Minggu belakangan ini paman ya kan Din (ucap Lisa)."
"Ya paman,kami gak tau begitu banyaknya siswa disekolah kenapa harus kami yang harus di ganggu nya (ucap Dinda) ."
"Apa pernah terjadi ada siswa/i yang meninggal tidak wajar di sekolah kalian?"
"Ada paman,mang Jupri yang menceritakan nya pada kami,hanya saja mang Jupri tidak mengetahui sebab dia mengakhiri hidup nya."
"Boleh paman pegang tangan nak Dinda, paman mau lihat seperti apa wujudnya,mungkin saja paman bisa berkomunikasi pada nya,untuk menanyakan apa tujuan dia mengusik kalian."
"Boleh paman, silahkan (ucap Dinda).
Tidak usah keduanya,tangan kanan mu saja (ucap paman)."
Dinda mengulurkan tangan kanan nya kepada paman Lisa.
Paman menggenggam erat telapak tangan Dinda,sambil memejamkan mata.
"Lis,paman mu (ucap Dinda sambil menunjuk kearah paman )."
"Udah kamu tenang aja,paman ku lagi konsentrasi ststtt ok (ucap Lisa berbisik)."
Aku hanya mengangguk.
Setelah cukup lama paman berdiam
sembari memejamkan mata.
Akhirnya paman melepas genggaman tangannya.
"Hmmmm paman mengerti alasan dia memilih kalian, terutama kamu nak (melihat kearah ku)."
"Saya paman!"
"Iya kamu."
"Kenapa dengan saya,kenal juga gak sama tu hantu."
"Memang kamu tidak mengenalnya tapi satu yang paman lihat,wajah kalian berdua begitu mirip."
"Haaaa, yang paman katakan sama dengan yang dikatakan oleh mang Jupri (ucap ku kaget)."
"Kalo wajah mereka mirip ,terus Dinda harus ngapain paman hubungan nya apa juga (ucap Lisa)."
Paman mulai menjelaskan.
"Begini dia ingin,kamu mengungkap misteri kematian nya pada waktu itu,karena tidak ada seorang pun yang tau alasan dia mengakhiri hidup nya sendiri termasuk keluarga nya.
Arwah gadis itu masih tidak tenang di sana maka nya dia berkeliaran di alam kita,bisa saja ada yang memicu dia melakukan ini semua,mungkin dia sakit hati kepada seseorang."
"Paman, kami mana tau dia tu sakit hati sama siapa kalo dia emang mau cari orang yang buat dia mati ya jumpai tu orang nya ,kenapa harus kami sih(ucap Lisa )."
"Sstttt Lisa ,kamu jangan bicara seperti itu (ucap paman)."
"Hehehe maaf paman kebawa suasana."
"Kalo kalian ingin dia tenang dialam nya ,bantu ungkap misteri kematian nya,karena sampai saat ini keluarga nya belum ikhlas dan mereka belum tau siapa yang tega membuat nya meninggal dengan cara begini.
Jika kalian niat menolong nya,paman bisa buka mata batin kalian untuk melihat dan berbicara langsung padanya agar kalian tau maksud dia menampakkan diri di hadapan kalian."
"Baik paman ,kami bersedia (ucap Dinda yakin)."
"Sayang aku gak ikut ya,kamu sama Lisa aja deh (ucap Azam dikit takut)."
"Kamu takut sayang (ucap Dinda)."
"Bukan takut sayang cuma gak berani,maaf ya sayang (Azam cengengesan)."
"Dasar cowok cemen kamu Zam ,masa takut sih (ucap Lisa )."
"Udah-udah kalo nak Azam tidak mau juga gak apa-apa,kalian saja (ucap paman melerai)."
"Baik paman (ucap Dinda)."