NovelToon NovelToon
Pesona Sang Penoda

Pesona Sang Penoda

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Duda / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:25.8k
Nilai: 5
Nama Author: El Geisya Tin

Pria itu bertemu seorang wanita yang merubah pandangannya pada dirinya sendiri, tapi, ternyata cinta sulit di raih, siapkah mereka menghadapi cobaan dan bisakah mereka bersama?

Ini kisah tentang Lexi dan Lela yang terikat karena hal yang justru membuat kesalah pahaman di antara mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Geisya Tin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dejavu

Dejavu Lela Hilang Lagi

Namun saat Lazio tiba dan memasuki rumah, asisten yang tadi dititipinya pesan agar Lela mau menunggu, berjalan tergopoh-gopoh menghampiri sang majikan, lalu mengatakan jika Lela tidak ditemuinya di mana pun.

Pria itu tampak lebih khawatir, mendengarnya, hingga ia segera memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di sekitar rumah. Dari salah satu layer terlihat jika Lela berbicara dengan seseorang di luar pintu gerbang, saat rumah dalam keadaan sepi. Setelah itu Lela kembali untuk mengambil tas kecilnya dan pergi bersama wanita gemuk yang terlihat sangat akrab dengannya.

Sementara itu Lasio belum tahu siapa wanita yang bertemu dengan Lela di depan pintu gerbang rumahnya, dia pergi ke kamar untuk merebahkan diri dan beristirahat. Dia masih terlalu lelah untuk memikirkan langkah selanjutnya guna mencari di mana Lela berada.

Lela bertemu dengan Lulu yang mengaku bahwa ia datang untuk mengucapkan turut berduka cita atas kematian Lina.

Lulu mengenal dengan baik mendiang ibu Lasio, karena pernah menjadi pelanggan di butiknya. Ia tidak menyangka jika Lela ada di sana.

Lela begitu bersemangat, bertemu dengan Lulu, karena merasa bersalah sudah pergi tanpa pamit. Ia pun bercerita bagaimana kejadian saat terpaksa meninggalkan desainer sekaligus panata riasnya di mall waktu itu.

Sementara Lulu mengaku bersalah juga, karena memang ia terlalu lama di toilet, dan berbicara dengan Lexsi melalui telepon.

Merasa ini adalah kesempatan yang baik untuk menemui Lexsi, Lela pun setuju ketika Lulu mengajaknya pergi dari rumah Lasio. Apalagi ia merasa sudah tidak memiliki kontrak kerja apa pun lagi dengan pria itu, karena Ibunya—wanita yang menjadi penyebab keberadaannya sudah tiada.

Lela justru takut apabila bertahan lebih lama di sana, Lasio akan mecegah kepergiannya dengan berbagai alasan lain hingga ia tidak bisa bebas seperti sedia kala, sedangkan bila bersama Lulu ia bisa memiliki kesempatan untuk kabur atau melampiaskan dendamnya pada Leksi.

“Apa kau lapar?” tanya Lulu sambil mengemudi.

Mereka masih dalam perjalanan menuju ke rumah Lulu, karena permintaan Lela pun sama, ia ingin berada di tempat itu sebelum bertemu dengan Lexsi.

Wanita gemuk itu meminta Lela untuk mempersiapkan diri, karena perjanjian dengan Lexsi, pada dasarnya belum berakhir. Ia akan bertemu laki-laki itu dengan penampilan yang sempurna seperti perjanjian sebelumnya.

Lela menoleh pada Lulu, sambil tersenyum seraya berkata, “Apa kau lapar? Ayo kita cari makan, aku harus terlihat lebih gemuk bukan?”

“Ya. Itu akan merubah sedikit penampilanmu agar lebih baik, pakaianku tidak untuk wanita yang terlalu kurus sepertimu!”

Lela terkekeh mendengar ucapan bercanda Lulu, ia pun berkata lagi, “Ya. Jangan khawatir, aku akan makan banyak nanti!”

“Lexsi punya persediaan makanan yang cukup banyak ... jadi tidak perlu khawatir kalau kau menjadi gemuk seperti diriku! Siapapun yang menjadi istrinya tidak akan kekurangan makanan di sana!”

“Hai! Siapa yang mau menjadikan aku sebagai istri? Aku tidak mau menjadi istri laki-laki itu, sialan! Dia laki-laki tinggi dan besar sedangkan aku pendek dan kurus aku tidak cocok dengannya, Madam Lu!”

“Siapa bilang, justru perempuan mungil sepertimu akan sangat enak dipeluk dan dipermainkan laki-laki seperti Lexi!”

“Tidak! Aku tidak mau dipermainkan laki-laki itu!”

“Oh, bukan dipermainkan sebagai wanita tidak baik, tapi menjadi mainannya sebagai istri!”

“Aku tetap tidak mau!”

“Apa? Apa kau yakin? Lela, menurutku dia laki-laki yang sangat menarik, aku sudah mengatakan semuanya tentang dia bukan?”

“Ya.”

“Ya, dia laki-laki yang cukup unik jarang sekali laki-laki seperti dia, kalau saja aku punya seorang anak perempuan pasti sudah aku jodohkan dengannya!”

“Hmm ... Begitukah?”

“Ya. Ah, sudahlah, ayo! Turun dan kita makan sepuasmu, pesan apa saja yang kau inginkan, bukankah kau masih memegang kartu kredit milik Lexi waktu itu?” tanya dulu sambil tetap fokus melihat ke depan.

“Ya, tentu saja. Untung saja kartu ini tidak hilang!” sahut Lela sambil melihat keluar jendela mobil, yang sengaja ia biarkan tetap terbuka.

“Awas kalau kau menghilangkannya, kau tidak tahu berapa jumlah uang yang ada di dalamnya, kan?”

“Ya, ayo kita habiskan!” kata rela kemudian mereka tertawa bersama.

“Kau pandai sekali, Nona!”

“Apa laki-laki itu tidak membayarmu?”

“Siapa maksudmu, Tuan Lasio? Dia sangat baik ... dan membayarku dengan gaji yang sangat pantas. Tapi aku belum menerimanya ... aku baru beberapa hari saja berada di sana, belum genap satu bulan!”

“Ah, iya! Kau benar ... pasti Tuan Lasio merasa bersalah padamu, karena belum memberikan uang sepeser pun padamu, tapi kau sudah pergi.” Lulu tampak kecewa.

“Tidak usah dipikirkan, aku rela melakukannya karena mereka memperlakukanku dengan sangat baik, apalagi ibunya menganggapku sebagai teman, banyak pelajaran dan juga ilmu yang aku peroleh ketika merawat wanita itu. Kebaikan mereka sudah sangat cukup sebagai bayaran yang pantas, aku bersyukur dia tidak menjadikanku orang yang murahan di tempat tidur!”

“Jadi, laki-laki itu benar-benar tidak menyentuhmu sama sekali?”

“Tidak! Dan, percayalah ...! Aku berani bersumpah.”

“Ya Tuhan ... kau beruntung sekali, kau bertemu dua laki-laki yang luar biasa dan tidak mau memilih dari salah satunya?”

Tiba-tiba Lela terdiam dan berfikir, seandainya ia dihadapkan pada dua pilihan antara Lasio dan Leksi jika benar-benar laki-laki itu tertarik padanya, maka ia ingin memiliki keduanya sekaligus. Ia terlihat terlalu serakah ... seperti itulah hatinya, tapi kenyataannya tidak ada dari laki-laki itu yang akan menjadi pilihannya.

Saat mereka sudah tiba di sebuah restoran yang tampak lenggang dan mewah, Lulu mengajak Lela turun dari mobil. Setelah mereka berada di dalam, wanita dewasa itu langsung duduk di salah satu meja untuk memesan makanan.

Lela masih berjalan perlahan menuju tempat duduk di mana Lulu berada, sambil mengedarkan pandangannya. Tiba-tiba seseorang dengan tangan yang besar dan kasar, menariknya ke sebuah tempat yang sepi. Belum sempat ia menoleh untuk melihat orang yang sudah memaksanya, mulutnya sudah dibekap hingga tidak sadarkan diri.

Lulu sudah selesai memesan makanan dengan jumlah pesanan yang cukup banyak. Namun, saat menoleh ke tempat Lela berada, ia tidak mendapatkan gadis itu di sana. Hanya selembar tisu yang sepertinya sudah bekas digunakan tergeletak begitu saja di atas lantai.

Jadi ke mana Lela? Batin Lulu dengan bingungnya.

Wanita gemuk itu kesal, kejadian ini seperti Dejavu yang terjadi pada dirinya. Ia kembali kehilangan Lela untuk kedua kali. Dan, kesalnya lagi, ia tidak bisa menghubungi gadis itu, karena Lela tidak memiliki ponsel ataupun sesuatu yang bisa digunakan untuk mencari pertolongan atau informasi.

“Sial ....!”rutuknya berulang kali sambil mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dan kemudian, menghubungi Lexi untuk mengatakan hal yang baru saja terjadi. Ia sudah berkeliling dan mencari Lela, tapi gadis itu tidak ada.

“Rencana kita gagal, Lex! Sepertinya kau tak berjodoh dengan Lela, dia tidak ada di sini!” kata Lulu pada Lexsi di ujung telepon.

“Apa maksudmu?” tanya Lexsi dengan suara keras menahan geram.

“Lela hilang!”

❤️❤️❤️❤️

1
KUROTA AYUNISA
lanjuuttt seruu ceritanya
Dede
cerita yang bagus harus baca ini
Zed Analytical Number Nine
cepat banget ka, novelnya tiba-tiba udah end aja. sukses selalu yaa
Lee
Selamat berkarya y kak..
semoga sukses jg. 🤗😍
El_Tien: terima kasih
total 1 replies
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Terima kasih untuk karya bagusnya kakEl
El_Tien: lope sekebon ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 2 replies
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣... cemburu lela salah alamat..
El_Tien: iya.... habis namanya pake nama cewek 🤣🤣🤣 ah lexsi mah gitu
total 1 replies
Noviana Lestari𖣤᭄
lela siapanya Leimena adiknya kah
El_Tien: iya beda ibu
total 1 replies
Noviana Lestari𖣤᭄
sabar lasio semoga kamu dapet jodoh
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
setidaknya kamu punya saudara, lela
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
welcome to the world baby boy, leriando
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
lela punya abang. juga warisan berlimpah
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
akhirnya lela kentut🤣🤣
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
bahagianya lexi tak terkatakan
El_Tien: 😎😎🥰🥰🥰🥰 iya
total 1 replies
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
lasio lelaki baik. semoga pun akan dapat yg baik
El_Tien: siiiip 👍👍👍👍 bikin lah cerita soal Lasio ya, kayaknya seru, tapi apaan? belum ada ide
total 1 replies
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
makasih lexi. darahmu nyelametin lela
Nagumo
semangat luar biasa semoga sukses
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
leriando akan dibesarkan dengan penuh cinta
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: 😁😁😁😁😁😁
total 4 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
yes. gitu dunk. saling memaafkan & menerima kesalahan masing-masing.
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: berasa lebaran ya🤭
total 2 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
lela pun tak sendiri lagi. ada leimena abang kandungnya
El_Tien: ho oh, 🥰
total 1 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
semoga setelah ini mereka semua bahagia
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: hihi... iya kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!